BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI
4.6 Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan adalah segala hal yang dilakukan oleh manusia terhadap lahan yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Baik permukiman, RTH, bangunan pemerintah, maupun bangunan umum. Seiring berjalannya waktu kebutuhan masyarakat terhadap lahan akan semakin bertambah, sedangkan luas lahan tetap. Jika hal ini tidak di manajemen dengan baik maka akan menimbulkan kesenjangan lahan, seperti kepadatan penduduk, slum area, serta kurangnya RTH.
4.6.1 Fasilitas Umum
Fasilitas merupakan segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha. Berdasarkan Undang-Undang No. 26 tahun 2007 dijelaskan bahwa sarana adalah fasilitas dalam lingkungan hunian yang berfungsi untuk mendukung penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Fasilitas umum adalah sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat. Fasilitas umum pada lokasi perencanaan meliputi fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas kantor pemerintahan dan bangunan umum, dan fasilitas ruang terbuka, taman, dan lapangan olahraga.
Tabel 4. 11 Fasilitas Umum di Desa Kramat Sukoharjo Jenis
Fasilitas Jumlah Foto
Fasilitas Pendidikan
19
116 Jenis
Fasilitas Jumlah Foto
Fasilitas Kesehatan
13
Fasilitas Peribadatan
34
Fasilitas Kantor Pemerintahan dan Bangunan
Umum
-
Fasilitas Ruang Terbuka, Taman, dan
Lapangan Olahraga
-
Sumber: Badan Pusat Statistik Kecamatan Tanggul 2021, Survey Primer, dan Survey Sekunder 2023
Berdasarkan table 4.11 diatas dapat diketahui bahwa total jumlah fasilitas Pendidikan di Desa Kramat Sukoharjo sebanyak 19 bangunan, fasilitas kesehatan
117 sebanyak 13 bangunan, dan fasilitas peribadatan sebanyak 34 bangunan. Fasilitas umum tersebut tersebar cukup merata di Desa Kramat Sukoharjo.
4.6.2 Perdagangan dan Jasa
Sektor perdagangan dan jasa merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Sektor ini juga sangat penting dalam menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerjda, serta peningkatan pendapat. Untuk sektor perdagangan dan jasa sendiri memiliki beberapa peran yaitu memperkuat dan meningkatkan kerjasama bidang ekonomi dalam lingkup lokal-regional-nasional-internasional, meningkatkan daya saing kegiatan perekonomian, meningkatkan pendapatan daerah dari kegiatan perdangan dan jasa dalam bentuk pajak.
Fungsi dari fasilitas perdangan dan jasa yaitu: dapat menyediakan dan mengembangkan saranan dan prasarana perdagangan guna memperlancar distribusi produk tertentu, menyediaakan barang-barang konsumsi dan produksi, sebagai fasilitas pelengkap yang nantinya akan mendukung kegiatan industri, pariwisata dan budaya. Berikut merupakan data jumlah fasilitas pedagangan dan jasa yang ada di Kecamatan Tanggul.
Tabel 4. 12 Jumlah Fasilitas Perdagangan Dan Jasa Kecamatan Tanggul 2021
Kelurahan/
Desa
Fasilitas Perdagangan dan Jasa
Pertokoan Pasar Minimarket
Warung/
kedai makan
Hotel Toko/warung kelontong Tanggul
Kulon 2 2 6 110 - 30
Tanggul
Wetan 1 - 4 42 - 70
Klatakan -- - 1 10 - 3
Selodakon - - - 13 - 15
Darungan - 1 - 16 - 5
Manggisan - - - 25 - 8
Patemon - - - 30 - 12
Kramat
Sukoharjo - - - 8 - 5
Total 3 3 12 254 - 148
Sumber: Kecamatan Tanggul Dalam Angka Tahun 2021
Jika dilihat dari data yang ada pada tabel diatas menunjukkan bahwa fasilitas perdangan dan jasa yang ada di Kecamatan Tanggul cukup lengkap, dimana
118 terdapat pertokoan, pasar, minimarket, toko, warung, hingga hotel. Toko dan warung/kedai makan merupakan fasilitas perdagangan dan jasa yang paling tersebar secara merata di seluruh kelurahan/desa yang ada di Kecamatan Tanggul. Pada desa Kramat Sukoharjo perdagangan dan jasa masih belum lengkap hanya terdapat warung serta toko kelontong.
4.6.3 Permukiman
Menurut Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman disebutkan bahwa “Permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan.”. Disebutkan pula bahwa rumah diklasifikasikan berdasarkan jenis dan bentuknya. Berdasarkan jenisnya rumah dibedakan menjadi lima yaitu:
a) Rumah Komersial, diselenggarakan untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
b) Rumah Umum, diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah)
c) Rumah Swadaya, diselenggarakan atas prakarsa dan upaya masyarakat, baik secara sendiri maupun berkelompok
d) Rumah Khusus, diselenggarakan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah untuk kebutuhan khusus
e) Rumah Negara, disediakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. >
Sedangkan klasifikasi rumah berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tiga yaitu:
a) Rumah Tunggal, merupakan rumah yang ditinggal oleh satu keluarga dan letaknya berjauhan antara rumah satu dengan yang lainnya
b) Rumah Deret, merupakan rumah tunggal yang disusun secara horizontal tanpa adanya sekat/jarak
c) Rumah Susun, bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional.
119 Berdasarkan keterangan di atas maka dapat diketahui permukiman yang ada di Desa Kramat Sukoharjo merupakan rumah yang berjenis rumah umum dan rumah Negara. Rumah Negara dapat ditemui pada arel perkebunan milik PTPN XII, disebut rumah khusus karena rumah tersebut disediakan bagi pegawai/pekerja PTPN XII. Sedangkan berdasarkan bentuknya rumah yang ada di Desa Kramat Sukoharjo mayoritas berbentuk rumah deret, namun di beberapa lokasi juga ditemui rumah yang berbentuk tunggal. Untuk pola permukiman yang ada di Desa Kramat Sukoharjo ialah memusat yaitu dengan membentuk unit – unit kecil kemudian letaknya menyebar mengikuti pusat aktivitas atau sumber daya alam.
Gambar 4. 34 Permukiman di Desa Kramat Sukoharjo Sumber: Survey Primer, 2023
4.6.4 Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau (RTH) dapat didefinisikan sebagai suatu ruang yang didominasi oleh daerah hijau/lingkungan alami yang terletak di luar perkotaan maupun di dalam perkotaan. Menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1988 Tentang : Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Wilayah Perkotaan, RTH
120 dapat diwujudkan dalam bentuk taman kota, lapangan olah raga, kawasan hutan kota, jalur hijau kota, perkuburan, pekarangan dan RTH Produktif seperti sawah dan tegalan. Adapun keberadaan ruang terbuka hijau di Desa Kramat Sukoharjo terbilang sangat memadai, hal tersebut dikarenakan sebagian besar wilayah Desa Kramat Sukoharjo masih berupa hutan, tegalan dan sawah, sehingga dapat dipastikan jika ruang terbuka hijaunya masih mencukupi.
Gambar 4. 35 Ruang Terbuka Hijau Sumber: Survey Primer, 2023