• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penguasaan Pengetahuan

Dalam dokumen Mahasiswa Baru Teknik Geodesi UNDIP (Halaman 36-42)

BAB III CAPAIAN PEMBELAJARAN

III.4 Penguasaan Pengetahuan

Tabel III-4 Aspek Penguasaan Pengetahuan K1

Mampu memahami konsep teoritis perencanaan dan

penyelenggaraan, pengumpulan, pemrosesan, pengelolaan dan penyajian data dan informasi geospasial di bidang survey teristris

K2

Mampu memahami konsep teoritis perencanaan dan

penyelenggaraan, pengumpulan,pemrosesan dan pengelolaan data dan informasi geospasial di bidang hidrografi

K3

Mampu memahami konsep teoritis perencanaan dan

penyelenggaraan, pengumpulan dan pemrosesan data dan informasi geospasial di bidang fotogrametri

K4

Mampu memahami konsep teoritis perencanaan dan

penyelenggaraan, pengumpulan, pemrosesan, pengelolaan dan penyajian data dan informasi geospasial di penginderaan jauh

K5

Mampu memahami konsep teoritis perencanaan dan

penyelenggaraan, pengumpulan, pemrosesan, pengelolaan dan penyajian data dan informasi geospasial di bidang sistem informasi geografis

K6

Mampu memahami konsep teoritis perencanaan dan

penyelenggaraan, pengumpulan, pemrosesan, pengelolaan dan penyajian data dan informasi geospasial di bidang kartografi

K7

Mampu memahami konsep teoritis perencanaan dan

penyelenggaraan, pengumpulan, pemrosesan, pengelolaan dan penyajian data dan informasi geospasial di bidang kewilayahan K8 Mampu memahami konsep hukum pertanahan dalam kaitannya

dengan proses pendaftaran tanah

III.5 Capaian Pembelajaran IABEE

A

Memiliki karakter dan sikap toleransi keagamaan dan kepercayaan, dan kebangsaan serta memiliki sikap yang beretika, bermoral, bersosial dan berintegritas

B

Mampu menguasai kemampuan dasar matematik, sains, teknologi informasi yang diterapkan dalam bidang keteknikan

C

Mampu menerapkan metode, keterampilan dan teknologi survei pemetaan geospasial tepat guna.

D

Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan dan isu-isu kekinian dalam bidang geospasial.

E

Mampu mendesain dan melaksanakan penelitian dan pekerjaan geospasial di laboratorium dan lapangan termasuk proses analisis dan interpretasi data.

F

Mampu merancang komponen, proses dan sistem di bidang teknik geodesi yang mempertimbangkan aspek hukum, ekonomi, sosial, politik, etika, kesehatan dan keselamatan, serta keberlanjutan dalam

tataran lokal dan global

G

Mampu menyusun ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik secara bertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik, serta mengkomunikasikan melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas

H

Mampu merencanakan, mengkoordinasi dan mengevaluasi detail pekerjaan secara individu maupun dalam kerja tim lintas disiplin dan budaya

I

Memiliki pemahaman akan pembelajaran berkelanjutan, jiwa kewirausahaan serta wawasan kontemporer.

III. 6 Implementasi Kurikulum berbasis OBE-IABEE Pada kurikulum 2017

Penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan pada Buku Kurikulum 2017 mengacu pada KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Dikti. SN Dikti mensyaratkan kompetensi lulusan diuraikan dalam aspek Sikap, Keterampilan Umum, Keterampilan Khusus, dan Pengetahuan. PSTG sebagai salah satu institusi pendidikan S1 Teknik Geodesi di Indonesia merumuskan profil lulusan dalam 9 Capaian Pembelajaran. Hubungan CPL PSTG UNDIP dan CP yang ditetapkan oleh IABEE dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel III.5 Hubungan CPL PSTG UNDIP MENURUT SN DIKTI DAN CPL PSTG UNDIP MENURUT STANDAR IABEE

CPL DENGAN STANDAR NASIONAL DIKTI

SIKAP

KETERAMPILAN UMUM

KETERAMPILAN KHUSUS

PENGETAHUAN

PAIAN PEMBELAJARAN PS S1 TEKNIK GEODESI

(A) A1, A2, A3,

XX

(B) PU10

PK1. PK2, PK3, PK4, PK5, PK6, PK7, PK8

K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8

(C) PU3 , PU10

PK1. PK2, PK3, PK4, PK5, PK6, PK7, PK8

K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8

(D) PU1, PU5

PK1. PK2, PK3, PK4, PK5, PK6, PK7, PK8

K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8

(E) P7, P8

PK1. PK2, PK3, PK4, PK5, PK6, PK7, PK8

K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8

(F) A4, A5, A6, A7

PK1. PK2, PK3, PK4, PK5, PK6, PK7, PK8

K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8

(G) A8 PU2, PU4, PU7, PU9

PK1. PK2, PK3, PK4, PK5, PK6, PK7, PK8

K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8

(H) A9 PU2, PU6

PK1. PK2, PK3, PK4, PK5, PK6, PK7, PK8

K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8 PK1. PK2, PK3, PK4, PK5, K1, K2, K3, K4, K5, K6, K7, K8

Capaian Pembelajaran Program Studi:

(A) Capaian Pembelajaran PSTG yang pertama dan utama adalah untuk menghasilkan lulusan yang Memiliki Karakter dan Sikap Toleransi Keagamaan dan Kepercayaan, dan kebangsaan serta memiliki sikap yang beretika, bermoral, bersosial dan berintegritas.

Indonesia sebagai Negara Pancasila menempatkan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai jatidiri bangsa. Internasionalisasi pendidikan harus tetap sinkron dengan dengan jati diri bangsa. Pancasila menjadi ciri khas dari yang dipertahankan oleh PSTG dalam upaya menghasilkan lulusan yang religius dan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, menghasilkan lulusan yang nasionalis dan menghargai keragaman bangsa, sehingga tercipta lulusan yang beretika, bermoral, bersosial, dan berintegritas. CPL No. 1 PSTG ini berhubungan sangat kuat dengan CP No. G IABEE

(B) Capaian Pembelajaran PSTG yang kedua adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu menguasai kemampuan dasar matematik, sains, teknologi informasi yang diterapkan dalam bidang keteknikan. Teknik Geodesi bukan semata-mata applied science yang hanya menerapkan ilmu-ilmu dasar. Teknik Geodesi berkembang dari waktu-waktu karena didukung oleh kemampuan rekayasa dan inovasi yang harus ditunjang oleh penguasaan basic sciences yang kuat. PSTG memfasilitasi pembelajaran matematika (Kalkulus I dan Kalkulus II), sains (Fisika I dan Fisika II), Teknologi Informasi agar menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengembangkan inovasi baru dalam bidang geospasial. CPL No. 2 PSTG ini berhubungan sangat kuat dengan CP No. A IABEE.

(C) Capaian Pembelajaran PSTG yang ketiga adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu menerapkan metode, keterampilan dan teknologi survei pemetaan geospasial tepat guna. Pengguna, baik institusi pemerintah maupun swasta memerlukan tenaga kerja yang memiliki keilmuan yang memadai yang siap pakai dan terampil. PSTG memfasilitasi pembelajaran berbagai teori-teori dan perkembangan teknologi survey dan pemetaan, sehingga lulusan PSTG diharapkan memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi. CPL No. 3 PSTG ini berhubungan sangat kuat dengan CP No. E IABEE.

(D) Capaian Pembelajaran PSTG yang keempat adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan dan isu- isu kekinian dalam bidang geospasial. Industri dan permasalahan geospasial berkembang sangat pesat, bahkan terkadang lebih cepat dari institusi pendidikan. Proses pembelajaran di PSTG dirancang sedemikian rupa untuk membangkitkan kemampuan nalar, sikap kritis, berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah-masalah geospasial. CPL No. 4 PSTG ini

berhubungan sangat kuat dengan CP No. D IABEE, dan berhubungan cukup kuat dengan CP No. J IABEE

(E) Capaian Pembelajaran PSTG yang kelima adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi Penelitian dan Pekerjaan geospasial di laboratorium dan lapangan termasuk proses analisis dan interpretasi data. Proses pembelajaran di PSTG yang memberikan praktikum di laboratorium dan di lapangan, serta melibatkan mahasiswa dalam penelitian dosen diharapkan memberikan kompetensi bagi lulusan agar mampu mengorganisasi penelitian geospasial. CPL No. 5 PSTG ini berhubungan sangat kuat dengan CP No. C dan No. G IABEE.

(F) Capaian Pembelajaran PSTG yang keenam adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu merancang komponen, proses dan sistem di bidang teknik geodesi yang mempertimbangkan aspek hukum, ekonomi, sosial, politik, etika, kesehatan dan keselamatan, serta keberlanjutan dalam tataran lokal dan global. Seorang lulusan Teknik Geodesi yang bekerja di bidang geospasial akan sangat terkait erat dengan bidang-bidang lain.

Pembelajaran di PSTG memberikan perkuliahan yang senantiasa menyisipkan pengetahuan tentang hukum, ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan. CPL No. 6 PSTG ini berhubungan sangat kuat dengan CP No. B IABEE.

(G) Capaian Pembelajaran PSTG yang ketujuh adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu menyusun ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik secara bertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik dan profesi, serta mengkomunikasikan melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas. Lulusan PSTG diharapkan dapat menjadi seorang professional yang berintegritas dan beretika, serta menjadi seorang innovator yang dapat menyampaikan gagasan-gagasan ilmiah ke akademisi dan masyarakat luas. CPL No. 7 PSTG ini berhubungan sangat kuat dengan CP No. F dan I IABEE.

(H) Capaian Pembelajaran PSTG yang kedelapan TG adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu merencanakan, mengkoordinasi dan mengevaluasi detail pekerjaan secara individu maupun dalam kerja tim lintas disiplin dan budaya. Lulusan PSTG diharapkan dapat menjadi seorang Leader atau Manager yang dapat memimpin, mengorganisasi, dan bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat dalam suatu pekerjaan geospasial. CPL No. 8 PSTG ini berhubungan sangat kuat dengan CP No. H IABEE.

(I) Capaian Pembelajaran PSTG yang kesembilan adalah untuk menghasilkan lulusan yang Memiliki pemahaman akan pembelajaran berkelanjutan, jiwa kewirausahaan serta

mengantisipasi perubahan ilmu dan teknologi, namun juga menjadi agent of change yang mampu mengembangkan ilmu dan teknologi geospasial. CPL No. 9 PSTG ini berhubungan sangat kuat dengan CP No. J IABEE.

BAB IV PERATURAN AKADEMIK

IV.1 Registrasi Akademik

1. Registrasi akademik dilaksanakan dengan melakukan pengisian IRS melalui SIA secara online sesuai dengan kurikulum yang berlaku untuk mahasiswa tersebut;

2. Jumlah sks yang dapat diambil disesuaikan dengan IPS pada semester terakhir mahasiswa tersebut aktif;

3. Jumlah sks maksimum yang dapat diambil oleh mahasiswa pada setiap semester adalah sebagai berikut: IPS pada semester sebelumnya sks maksimum yang dapat diambil < 2,00 18 2,00 – 2,49 20 2,50 – 2,99 22

≥ 3,00 24

4. IRS tidak akan disetujui oleh pembimbing akademik apabila mahasiswa:

a. mengambil mata kuliah yang jadwal kuliahnya berbenturan dengan mata kuliah lain; b. mengambil mata kuliah yang prasyaratnya belum terpenuhi; c. mengambil sks melebihi jumlah sks yang diperbolehkan; d.

mengambil mata kuliah yang jumlah pendaftarnya melebihi kapasitas yang disediakan.

5. Apabila IRS ditolak, mahasiswa wajib memperbaiki IRS dan diajukan kembali untuk memperoleh persetujuan;

6. Nama mahasiswa tidak akan tercatat dalam daftar peserta mata kuliah apabila IRS belum disetujui;

7. Mahasiswa yang namanya tidak tercantum dalam daftar peserta mata kuliah tidak diizinkan mengikuti kuliah, ujian dan kegiatan lain dalam mata kuliah tersebut;

8. Penggantian mata kuliah dapat dilakukan oleh mahasiswa selambatlambatnya 2 (dua) minggu setelah kegiatan perkuliahan dimulai;

9. Pembatalan mata kuliah dapat dilakukan oleh mahasiswa selambatlambatnya pada akhir minggu ke-4 (empat) setelah kegiatan perkuliahan dimulai;

10. Penggantian maupun pembatalan mata kuliah harus mendapatkan

IV.2 Status Mahasiswa

Pada setiap semester, mahasiswa memiliki salah satu status akademik tertentu, yakni:

1. Aktif, yaitu melakukan registrasi administratif dan registrasi akademik serta aktif melakukan kegiatan perkuliahan;

2. Tidak aktif (mangkir), yaitu tidak melakukan registrasi administratif dan/

atau registrasi akademik;

3. Cuti akademik yaitu tidak melakukan kegiatan akademik selama 1 (satu) atau selama-lamanya 2 (dua) semester berturut-turut dengan persetujuan Dekan karena keinginan mahasiswa;

4. Cuti akademik dengan alasan khusus, yaitu tidak melakukan kegiatan akademik selama 1 (satu) atau selama-lamanya 2 (dua) semester berturutturut dengan persetujuan Dekan karena halangan yang tidak dapat dihindari;

5. Pindah studi adalah perubahan status mahasiswa dari satu program studi ke program studi lain dalam Undip, keluar dari Undip maupun pindahan dari PTN dari dalam maupun luar negeri ke Undip;

6. Putus studi/ Drop Out (DO) adalah suatu kondisi seorang peserta didik dimana yang bersangkutan tidak mampu memenuhi persyaratan minimal untuk melanjutkan studi, baik karena alasan akademik dan/atau nonakademik;

7. Hapus studi adalah suatu kondisi dimana seorang peserta didik tidak dapat melanjutkan studinya karena kondisi tertentu/ meninggal dunia; h.

sanksi, yaitu akibat dari pelanggaran akademik sehingga mahasiswa tidak diizinkan mengikuti kegiatan akademik selama satu atau beberapa semester berdasarkan rekomendasi dari tim penyelesaian pelanggaran akademik dan ditetapkan dengan Keputusan Rektor Undip;

8. lulus, yaitu telah memenuhi semua persyaratan akademik dan administratif untuk ditetapkan sebagai sarjana;

9. Undur diri, yaitu hak setiap mahasiswa untuk melepaskan statusnya sebagai mahasiswa Undip yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor Undip setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan secara tertulis kepada Dekan;

10. Meninggal, yaitu tidak melanjutkan studi karena meninggal dunia, berdasarkan surat keterangan/ pemberitahuan dari Dekan.

IV.3 Sistem Perkuliahan

Dosen berfungsi sebagai pengantar/pembekal materi kuliah dan fasilitator.

Pengertian 1 SKS terdiri dari :

 50 menit kuliah tatapmuka/ minggu.

 60 menit kegiatan terstruktur (tanpa atau dengan tatap muka), terjadwal atau tak terjadwal/ minggu.

 60 menit kegiatan mandiri mahasiswa/minggu.

Dalam 1 semester dilaksanakan 14 kali pertemuan/ tatap muka di kelas.

Pengertian tatap muka didefinisikan sebagai berikut:

a. Kuliah konvensional: Interaksi antara dosen dan mahasiswa di kelas dalam bentuk perkuliahan biasa

b. Forum diskusi/presentasi tugas atau paper Mahasiswa. Fungsi dosen sebagai moderator dan fasilitator.

c. Bimbingan individu (kepada Mahasiswa) terhadap tugas/paper yang akan dipresentasikan atau didiskusikan dalam kelas.

Perbandingan jumlah tatap muka sebagaimana disebutkan pada point di atas adalah sebagai berikut:

a : ( b + c ) = 50 % : 50 %

Jumlah tugas / paper untuk presentasi = 4 buah/mata kuliah.

IV.4 Sistem Penilaian

Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan huruf, yaitu menggunakan huruf A, B, C, D, dan E. Nilai lulus minimal tugas akhir/ skripsi adalah B. Untuk melakukan konversi nilai angka ke dalam nilai huruf dan bobot nilai huruf digunakan pedoman sebagai berikut:

Tabel IV-1 Penilaian Rentang Nilai

Angka Nilai Huruf Bobot Nilai Huruf

≥ 80 A 4,00

70 – 79,99 B 3,00

60 – 69,99 C 2,00

51 – 59,99 D 1,00

≤ 50,99 E 0,00

Mahasiswa dinyatakan lulus mata kuliah, apabila mendapat nilai minimal C.

Mahasiswa yang mendapat nilai E wajib mengulang program pembelajaran dan ujian pada semester regular. Mahasiswa yang mendapat nilai D, C dan B dapat melakukan perbaikan pada semester reguler dan nilai yang dipakai adalah nilai yang terbaik,

Tingkat keberhasilan:

1. Tingkat keberhasilan mahasiswa dalam satu semester dinyatakan dengan IPS;

2. Dalam perhitungan IPS, bobot sks setiap mata kuliah hanya dipergunakan satu kali sebagai pembagi dan nilai yang dipergunakan adalah nilai keberhasilan yang tertinggi;

3. Perhitungan IPS menggunakan rumus sebagai berikut:

Dengan K adalah besarnya sks masing-masing mata kuliah, dan N adalah nilai masing-masing mata kuliah;

4. Perhitungan IPK menggunakan rumus seperti tersebut di atas dengan K adalah jumlah seluruh sks mata kuliah yang telah ditempuh dengan nilai tertinggi dan N adalah nilai seluruh mata kuliah yang diperoleh;

IV.5 Kewajiban Mahasiswa

a. Mahasiswa wajib berpenampilan dan berperilaku sopan selama berada di lingkungan kampus;

b. Mahasiswa wajib mengikuti pembelajaran secara aktif paling sedikit 75 (tujuh puluh lima) persen dari aktivitas akademik terjadwal;

c. Mahasiswa wajib mentaati peraturan yang berlaku;

d. Dalam hal mahasiswa tidak hadir dalam perkuliahan karena mengikuti kegiatan yang ditugaskan dan/ atau disetujui oleh Rektor atau pimpinan fakultas, maka ketidakhadirannya tidak dihitung sebagai mangkir.

IV.6 Kerja Praktik

Kerja Praktik adalah kegiatan mahasiswa yang dilakukan di masyarakat maupun di perusahaan atau instansi untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan melihat relevansinya di masyarakat maupun melalui jalur pengembangan diri dengan mendalami bidang ilmu tertentu dan aplikasinya. Syarat-Syarat Pengambilan Kerja Praktek (KP) :

1. Pada waktu pengambilan KRS, Mahasiswa yang mengambil KP telah menempuh matakuliah yang telah lulus minimal 90 SKS dibuktikan dengan transkrip terbaik.

2. KP dapat dilakukan perorangan atau kelompok (1 kelompok terdiri maksimal 2 mahasiswa).

3. Untuk instansi/perusahaan KP yang sama dapat diajukan maksimal 4 (empat) perorangan/kelompok, kecuali instansi/perusahaan tersebut mempunyai pusat- pusat/divisi-divisi dapat diajukan maksimal 2 (dua) perorangan/kelompok untuk setiap pusat-pusat/divisi-divisi dalam instansi/perusahaan.

4. Pengajuan Proposal KP dapat dilakukan setelah yudisium Semester V, lihat Prosedur Pelaksanaan KP.

5. Diharapkan pengajuan Proposal KP terlebih dahulu pada satu instansi/perusahaan, bilamana tidak diterima oleh instansi/perusahaan dan atau tidak ada jawaban pasti dari instansi/perusahaan, mahasiswa dapat mengajukan proposal KP ke instansi/perusahaan yang lain.

6. Waktu pelaksanaan KP adalah minimal 30 (tiga puluh) hari kerja di instansi/perusahaan KP.

7. Penunjukan Dosen Pembimbing KP adalah hak Koordinator KP dan mahasiswa tidak dapat menolak atau meminta Dosen Pembimbing KP lainnya.

8. Nilai akhir yang masuk ke dalam transkrip nilai adalah nilai yang berasal dari Dosen Pembimbing KP.

9. Penilaian KP adalah hak Dosen Pembimbing KP berdasarkan pelaksanaan KP (absensi/logbook KP, attitude, dan kesungguhan), pengetahuan selama KP dan

10. Selama pelaksanaan KP, hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :

a. Logbook kegiatan harian selama pelaksanaan KP yang ditandatangani oleh pembimbing dari instansi/perusahaan tempat KP.

b. Dokumentasi kegiatan selama KP.

c. Tidak melanggar aturan-aturan yang diberikan oleh instansi/perusahaan KP.

d. Tidak melanggar kode etik mahasiswa Teknik Geodesi Fakultas Teknik Undip.

11. Laporan KP harus sudah diselesaikan dengan mendapat persetujuan dari Dosen Pembimbing KP maksimal 6 (enam) Bulan setelah mahasiswa selesai melaksanakan KP, dan bila melampaui batas waktu tersebut maka KP mahasiswa tersebut diberikan nilai E dan harus melakukan KP ulang.

12. Bila dari point-point tersebut diatas dilanggar, maka Koordinator KP atas persetujuan Dosen Pembimbing KP dan Ketua Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Undip dapat mencabut KP mahasiswa tersebut, dan dapat diberikan sanksi-sanksi lainnya jika melakukan kesalahan besar dalam pelaksanaan KP.

IV.7 Kuliah Kerja Nyata

1. Mahasiswa program sarjana wajib mengikuti kegiatan KKN;

2. Syarat peserta KKN adalah mahasiswa yang telah dinyatakan lulus mata kuliah dan mengumpulkan sks kumulatif paling sedikit 100 (seratus) sks;

3. Penyelenggaraan KKN dikoordinasikan oleh universitas dan diatur lebih lanjut pada buku pedoman pelaksanaan yang berlaku;

4. Jadwal pelaksanaan KKN diatur dalam kalender akademik yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor Undip;

5. Rektor dapat menetapkan kegiatan tertentu yang diakui dan disetarakan dengan KKN, yang dituangkan dalam Keputusan Rektor Undip;

6. Tata cara dan persyaratan pendaftaran KKN diatur lebih lanjut dalam Peraturan Rektor Undip.

IV.8 Tugas Akhir

Tugas Akhir adalah karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa setiap program studi berdasarkan hasil penelitian suatu masalah yang dilakukan secara

seksama dengan bimbingan dosen pembimbing. Tugas akhir merupakan salah satu persyaratan kelulusan mahasiswa. Syarat dalam pelaksanaan Tugas Akhir adalah :

1. Telah mendapatkan 120 SKS lulus, dengan IP Kum. ≥ 2,25.

2. Lulus Mata Kuliah Kerja Praktek (melampirkan transkrip nilai atau form nilai KP).

3. Mengambil SKS Mata Kuliah Tugas Akhir di semester bersangkutan (melampirkan KRS).

4. Mata Kuliah Tugas Akhir hanya boleh diambil oleh mahasiswa minimal semester VII.

5. Mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Tugas Akhir di KRS hanya diperbolehkan mengambil SKS maksimal 12 SKS (termasuk SKS Tugas Akhir) kecuali saat KRS di semester VII.

6. Mengumpulkan 2 (dua) eksemplar Proposal Tugas Akhir.

Tahapan Tugas Akhir

Berikut tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa dalam pengerjaan tugas akhir.

(1) Seminar proposal tugas akhir;

(2) Ujian komprehensif;

(3) Seminar tugas akhir;

(4) Sidang tugas akhir;

Seminar Proposal Tugas Akhir

Seminar proposal tugas akhir merupakan tahapan pertama yang dilakukan mahasiswa dalam pengerjaan tugas akhir. Tahapan dalam seminar proposal dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar IV-1 Tahapan Seminar Proposal Tugas Akhir Syarat pendaftaran seminar proposal tugas akhir adalah sebagai berikut:

(1) Telah mendapatkan 120 sks lulus, dengan IP Kum. ≥ 2,25;

(2) Lulus mata kuliah Kerja Praktik (melampirkan transkrip nilai atau form nilai KP);

(3) Mengambil sks mata kuliah Tugas Akhir di semester bersangkutan (melampirkan KRS) kecuali untuk mahasiswa semester VII;

(4) Mata kuliah Tugas Akhir hanya boleh diambil oleh mahasiswa minimal semester VII;

(5) Mahasiswa yang mengambil mata kuliah tugas akhir di KRS hanya diperbolehkan mengambil sks maksimal 12 sks (termasuk sks Tugas Akhir) kecuali mahasiswa semester VII;

Mahasiswa merevisi proposal berkonsultasi dengan dosen

pembimbing

Proposal yang sudah direvisi dikumpulkan ke Administrasi

Program Studi

Administrasi Program Studi membuat Surat Keputusan Dosen Pembimbing TA

(6) Form Pendaftaran Seminar Proposal Tugas Akhir (Form TA-1) dapat didownload di

http://geodesi.undip.ac.id/wp-content/uploads/2014/06/FORM-TA- 1.xls;

(7) mengumpulkan 2 (dua) buah Proposal Tugas Akhir;

(8) Mahasiswa yang mengambil tugas akhir diharuskan mengikuti seminar hasil minimal sebanyak 7x. Form absensi seminar hasil dapat didownload di http://geodesi.undip.ac.id/wp-content/uploads/2014/06/ABSENSI- SEMHAS.docx;

Ujian Komprehensif

Ujian komprehensif adalah salah satu syarat mahasiswa tugas akhir untuk dapat maju seminar hasil dan sidang tugas akhir. Syarat mengikuti ujian komprehensif adalah telah lulus seminar proposal tugas akhir. Ujian komprehensif terdiri dari dua sesi sebagai berikut.

(1) Sesi pilihan ganda

Soal sesi ini adalah soal pilihan ganda yang bahan soalnya diambilkan dari sebagian atau seluruh mata kuliah inti yang ada di Kurikum Program Studi Teknik Geodesi diantaranya : Ilmu Ukur Tanah, Pemetaan Digital, Survey Rekayasa, Kerangka Vertikal, Kerangka Horizontal, Survey Hidrografi, Survey Satelit, Survey Batas Wilayah, Sistem Basis Data, Kartografi, Sistem Informasi Geografis, Fotogrametri, Penginderaan Jauh, Pengolahan Citra Digital, Model Permukaan Digital, Pendaftaran Tanah, Survey Kadastral, Matematika Geodesi, Hitung Proyeksi Geodesi, Geodesi Satelit, Proyeksi Peta, Sistem & Transformasi Koordinat, Hitung Perataan, Geodesi Fisis.

(2) Sesi esai

Soal sesi ini adalah soal esai tentang Ilmu Bidang Keahlian masing- masing. Peserta komprehensif harap membawa kalkulator dan mempelajari bidang keahlian yang ditekuni.

Ujian komprehensif dijadwalkan sebulan sekali (jika ada pendaftarnya) atau jadwal tertentu lebih dari sekali atas persetujuan Ketua Program Studi. Tahapan dalam pelaksanaan ujian komprehensif dapat dilihat pada gambar dibawah.

Pelaksanaan Ujian Komprehensif Program Studi menentukan staf TU dan dosen

yang akan menjadi pengawas ujian Administrasi Program Studi menggandakan soal

dan lembar jawaban

Administrasi Program Studi membuat pengumuman Ujian Komprehensif Program Studi membuat soal ujian

komprehensif dari bank data soal

Gambar IV-2 Tahapan Ujian Komprehensif Seminar Tugas Akhir

Seminar tugas akhir merupakan tahapan yang harus dilakukan oleh mahasiswa tugas akhir setelah tugas akhirnya disetujui oleh dosen pembimbingnya.

Tahapan dalam pelaksanaan tugas akhir dapat dilihat pada gambar dibawah.

Tidak lulus

Mahasiswa lulus seminar proposal Tugas Akhir mendaftar ujian

komprehensif

Pemeriksaan hasil Ujian Komprehensif Program Studi menentukan jadwal Ujian

Komprehensif

Hasil Ujian

Mahasiswa Lulus Administrasi Program Studi membuat

pengumuman hasil ujian

Administrasi Program Studi mencatat peserta ujian lulus di basis data Tugas Akhir

Dalam dokumen Mahasiswa Baru Teknik Geodesi UNDIP (Halaman 36-42)

Dokumen terkait