• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Pengaruh Jumlah Anggota Keluarga Yang Bekerja Terhadap Tingkat Pendapatan

5. Analisis Regresi Berganda

1.6 Pengujian Hipotesis

a. Analisis Uji F (simultan)

Analisis Uji Statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah variabel bebas yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh teerhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel independen (X)

57 Wiratna Sujarweni, SPPS untuk Penelitian.. (Yogyakarta: Pustaka Baru Press. 2015), 181

secara simultan terhadap variabel dependen (Y). Adapun langkah- langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Menentukan hipotesis

: Adakah pengaruh analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat sekitar PTPN XI Pabrik Gula Gending Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo : Tidak ada pengaruh Adakah pengaruh analisis faktor-

faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat sekitar PTPN XI Pabrik Gula Gending Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo

2. Nilai kritis

Nilai kritis didapat dari tabel distribusi F dengan menggunakan tingkat signifikan 5%

3. Nilai F hitung

F = R2 (n-k-1) K (1-R2)

Keterengan: R = Koefisien Regresi n = Banyaknya Sampel

k = Jumlah Variabel Independen 4. Keputusan

Kriteria Uji F:

Jika > dan nilai signifikan > 0,005 maka H0 ditolak dan Ha diterima, dan sebaliknya.

Jika < dan nilai signifikan < 0,005 maka Ha ditolak dan H0 diterima.

b. Analisis Uji t (uji parsial)

Uji t dalam regresi linier berganda dimaksudkan untuk menguji apakah parameter (koefisien regresi dan konstanta) yang digunakan yang diduga untuk mengestimasi persamaan/model regresi linier sudah merupakan parameter yang tepat atau belum. Maksud tepat disinadalah parameter tersebut mampu menjelaskan perilaku variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. Adapun langkah- langkahnya sebagai berikut:

1. Menetukan hipotesis

H0 : β1 = 0 artinya variabel independen tidak terdapat pengaruh negatif yang signifikan terhadap variabel dependen.

Ha : β1 ≠ 0 artinya variabel independen tidak terdapat pengaruh negatif yang signifikan terhadap variabel dependen.

2. Nilai kritis

Nilai kritis didapat dari tabel distribusi F dengan menggunakan tingkat signifikan 5%.

3. Nilai t hitung

= X –

Keterangan: µ0 = nilai yang dihipotesiskan s = standar deviasi

n = jumlah sampel penelitian

4. Keputusan Kriteria uji t:

Jika > dan nilai signifikansi > 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, dan sebaliknya.

Jika < nilai signifikansi < 0,05 maka Ha ditolak dan H0 diterima.

5. Penetapan Tingkat Signifikansi

Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 ( = 5%) atau tingkat keyakinan sebesar 0,95 karena tingkat signifikansi itu yang umum digunakan pada penelitian ilmu-ilmu sosial dan dianggap cukup tepat untuk mewakili hubungan antar variabel yang diteliti58

58 Nazir, Metode Penelititan, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1999), 460

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS 1.1 Gambaran Umum Kecamatan Gending Desa Sebaung

4.1.2. Keadaan Masyarakat Sekitar PTPN XI Pabrik Gula Gending

Kecamatan Gending merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Probolinggo dengan penduduk sebesar 40.665 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2015. Mayoritas penduduk di wilayah Kecamatan Gending bekerja pada sektor pertanian dan pabrik. Karakteristik geografis Kecamatan Gending yang ditinjau dari ketinggian diatas permukaan laut, Kecamatan Gending berada pada ketinggian 0-250 meter sehinggga temperature udara cenderung panas.

Iklim di kawasan kecamatan gending beriklim tropis yang terbagi menjadi dua musim yakni musim penghujan dan musim kemarauan, juga digunakan sebagai pengembangan komoditi pertanian dan perkebunan seperti salah satunya adalah perkebunan tebu. Tebu adalah bahan dasar dalam pembuatan gula. Untuk mendapatkan hasil gula yang baik, masyarakat memerlukan suatu teknologi industri yang baik pula agar gula yang diproduksi dapat bersaing di pasar global.

Desa Sebaung merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Gending dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebesar 1.256 jiwa tersebut sebagian bekerja pada sektor pertanian dan sebagian juga bekerja pada sektor industri yaitu sebagai karyawan dan buruh di Pabrik Gula Gending. Ada pula masyarakat yang memiliki ragam usaha lainnya

sebagai pedagang atau pertokoan, pemiliki kos atau kontrakan, sopir angkutan tebu, satpam dan juga transportasi (misalnya, tukang becak dan sopir angkutan umum) yang juga berlokasi di area sekitar PTPN XI Pabrik Gula Gending.

Pabrik Gula Gending sendiri berada di daerah dataran rendah tepatnya berlokasi di Desa Sebaung. Pabrik Gula Gending berdiri pada tahun 1830 M sebagai suatu perusahaan milik Belanda, di zaman pemerintahan Hindia Belanda. Selama masa 3 tahun perbaikan, Pabrik Gula Gending kembali beroperasi pada tahun 1951. PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) Pabrik Gula Gending memiliki karyawan yang berjumlah 167 karyawan tetap dan 155 karyawan pkwt yang tersebar di berbagai wilayah di Kecamatan Gending, termasuk di Desa Sebaung yang merupakan wilayah terdekat dari Pabrik Gula Gending.

4.1.2. Geografi Wilayah

Kecamatan Pajarakan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Probolinggo. Secara geografis, Gending termasuk wilayah pantura.

Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di utara

a. Sebelah Timur : Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Kraksaan b. Sebelah Utara : Laut

c. Sebelah Selatan : Kecamtan Banyuanyar d. Seblah Barat : Kecamatan Dringu

Kecamatan Gending terbagi menjadi 13 Desa, meliputi 66 Dusun, 70 RW dan 211 RT, diataranya yaitu Banyuanyar lor, Sumberkerang,

Sebaung, pakitan, Bulang, Brumbungan, Jatiadi, Klaseman, Pesisir, Randupitu, Gending, Pajurangan, Curahsawo. Sebaung yang merupakan Desa terdekat dari PTPN XI Pabrik Gula Gending. Secara geografis, kedua Desa tersebut memiliki luas wilayah masing-masing, yaitu :

Desa Sebaung dengan luas wilayah mencapai 256, 50Ha, yang terdiri atas :

a) Persawahan : 164 Ha b) Pekarangan dan Rumah : 87, 014 Ha c) Kuburan : 1,5000 Ha d) Gedung Sekolah : 1,2000 Ha e) Kantor Desa : 1,886 Ha

f) Pasar : 900 Ha

Karakteristik daerah Desa Sebaung dimana ± 50 % mata pencaharian penduduk adalah bekerja Pada sektor pedagang, dan sebagian dari sisanya adalah bermata pencaharian sebagai pegawai dan buruh.

4.1.3. Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Berdasarkan data sensus penduduk pada tahun 2010 jumlah penduduk mencapai 6.622 jiwa untuk Desa Sebaung.

Tabel. 4.1

Jumlah penduduk menurut jenis kelamin berdasarkan sensus 2015

NO Desa

Jenis Kelamin

Total Laki-laki Perempuan

1. Sebaung 3.650 2.970 6.622

Sumber: Monografi Desa Sebaung 2015

Berdasarkan data sensus kependudukan tahun 2015, jumlah penduduk yang berjenis kelamin laki-laki di Desa Sebaung lebih besar dari pada jumlah penduduk perempuan yaitu 3.650 jiwa penduduk laki- laki dan 2.970 jiwa penduduk perempuan dari jumlah penduduk keseluruhan yaitu 6.622 jiwa.

4.1.4 Keadaan Penduduk Menurut Jumlah KK (Kepala Keluarga)

Berdasarkan dari data demografi Desa Sebaung diketahui jumlah Kepala Keluarga (KK)

Tabel 4.2

Jumlah Penduduk Menurut Jumlah KK (Kepala Keluarga)

No Desa Jumlah KK

1 Sebaung 1.256

Sumber: Monografi Desa Sebaung 2015

Berdasarkan pada tabel 4.2 menjelaskan bahwa di Desa Sebaung terdapat 1.256 KK. Dengan begitu jumlah kepala keluarga penduduk desa sebaung sebanyak 1.256 KK

4.1.5 Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan penduduk di Desa Sabaung memiliki keberagaman. Namun dengan begitu, dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan penduduk di Desa Sebaung tersebut masih terbilang rendah.

Tabel 4.3

Jumlah Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah (jiwa) Presentas ( % )

1 Tidak Tamat SD 1994 30.11 %

2 Tamat SD 1594 24.07 %

3 Tamat SMP 1602 24.19 %

4 Tamat SMA 1340 20.24 %

5 Tamat Akademik 92 1.39 %

Total 6622 100 %

Sumber: Monografi Desa Sebaung 2015

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa penduduk yang belum sekolah adalah tidak taman Sekolah Dasar yang masing-masing berjumlah 1994 jiwa atau 30.11% di Desa Sebaung maksudnya adalah penduduk yang yang masih duduk di bangku SD atau yang tidak menammatkan pendidikan di bangku SD.

Kemudian penduduk yang tamat pendidikan SD berjumlah 1594 jiwa atau 24.07%. Penduduk yang menyelesaikan SLTP/Sederajat berjumlah 1602 jiwa atau 24.19%. Penduduk yang menyelesaikan pendidikan SMU/Sederajat berjumlah 1340 jiwa atau 20.24%. Kemudian penduduk yang menyelesaikan Perguruan Tinggi/Akademi berjumlah 92 jiwa atau 1.39%.

Pada umumnya Desa sebaung tersebut memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik, yang ditunjukkan dengan banyaknya jumlah penduduk

yang menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Perguruan Tinggi/Akademi. Namun meski begitu, jumlah penduduk yang belum sekolah, tidak tamat SD bahkan tidak pernah mengenyam bangku sekolah juga menunjukkan jumlah yang tidak sedikit.

Faktor sosial ekonomi keluarga menjadi faktor penyebab mayoritas masyarakat untuk tidak melanjutkan pendidikan, setelah menyelesaikan pendidikan di jenjang SLTP atau SMU, mereka justru lebih memilih untuk menikah dan bekerja dari pada melanjukan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi/Akademi.

4.1.6 Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencarian

Struktur perekonomian suatu daerah dapat diketahui dengan mengetahui keadaan penduduk berdasarkan mata pencahariannya. Laju pertumbuhan ekonomi berkaiatan dengan perkembangan penduduk itu sendiri, karena berbagai persoalan masyarakat yang timbul pada umumnya dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Berikut dekripsi keadaan penduduk menurut mata pencaharian yang berada di Desa Sebaung.

Tabel 4.4

Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian

No Mata Pencaharian Jumlah (jiwa) persentase (%) Tani

TNI Polri Sopir

Tukang Bangunan Pensiunan

PNS Pedagang Pemilik Toko Buruh Tani Tukang Ojek Industri/Kerajinan

286 4 2 22 61 186

48 1022

92 809

1 3

11.28 % 0.15 % 0.08 % 0.87 % 2.41 % 7.33 % 1.90 % 40.30 %

3.63 % 31.90 %

0.04 % 0.11 % Total

2.536 100 %

Sumber : Monografi Desa Sebaung 2015

Desa Sebaung dalam tabel 4.5 menunjukkan bahwa sebagian besar bermata pencaharian sebagai pedagang dengan jumlah 1022 jiwa atau 40.29%. Dari tabel tersebut juga diketahui 286 jiwa atau 11.28%

penduduk bekerja sebagai tani, penduduk dengan jumlah 4 jiwa atau 0.15% bekerja sebagai TNI, penduduk sebagai POLRI sebesar 2 jiwa atau 0.08%. Penduduk yang bekerja sebagai Sopir sebesar 22 jiwa atau 0.87, sebesar 61 jiwa atau 2.41% penduduk bekerja sebagai Kuli Bangunan. Sedangkan penduduk yang telah Pensiun mencapai jumlah 186 jiwa atau 7.33%. Penduduk dengan PNS sejumlah 48 jiwa atau 1.90%, kemudian penduduk yang Pemilik Toko 92 jiwa atau 3.63%, Penduduk yang bekerja sebagai Buruh Tani 809 jiwa atau 31.90%,

penduduk bekerja sebagai Tukang ojek sebesar 1 jiwa atau 0.04%. dan bekerja sbagai Industri/kerajinan sebesar 3 jiwa atau 0.11%.

Dokumen terkait