BAB IV HASIL PENELITIAN
Muhammadiyah 14 Kota Makassar
C. Efektivitas Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama
Muhammadiyah 14 Kota Makassar
Efektivas kompetensi pedagogik dalam pelaksanaan proses pembelajaran adalah suatu kegiatan atau aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dan dapat dikatakan tepat guna jika memperhatikan meminimalisir waktu terbuang dan penyampaian materi yang pas. Dengan efekvtivitas kompetensi pedagogik guru maka akan sangat berguna dalam proses pembelajaran karena akan menghemat waktu melalui pengelolaan kelas dengan baik.
Efektivatas kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran tidak akan tercapai apabila seorang guru tidak mengembangkan kemampuan atau kompetensi yang dimiliki di dalam dirinya. Memulai proses pembelajaran tanpa persiapan yang matang dengan menyiapkan perangkat pembelajaran dan penguasaan karakter siswa tidak menciptakan proses pembelajaran yang baik dan tujuan pembelajaran tidak tercapai sesuai apa yang di inginkan. Walaupun guru memiliki cara berbeda-beda dalam pengelolaan kelas namun setiap guru hendaknya memiliki kompetensi di dalam dirinya dengan tujuan agar efektivitas tercapai dan juga menghasilkan murid yang berprestasi.
Efektivitas kompetensi pedagogik guru dalam suatu proses pembelajaran berkenaan dengan sejauh mana apa yang diinginkan atau direncanakan dapat tercapai.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Nuraeni, guru Pendidikan Agama Islam kelas IX dan VIII beliau menjelaskan bahwa:
Efektivitas kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam pada proses pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar siswa bahwa dengan mengimplentasikan cara mengajar yang didapat dari seringnya guru mengikutiworkshopyaitu menyiapkan perangkat pembelajaran, berusaha mengetahui karakter siswa yang latar belakangnya berbeda-beda, mengelola kelas dengan baik dengan memberikan metode pembelajaran sesuai materi, menggunakan media bila perlu dan trakhir setelah proses pembelajaran dilakukan evaluasi terhadap siswa. Dan itu semua tidak lain adalah point dari kompetensi itu sendiri. (Wawancara tanggal 29 Juli 2016 SMP Muhammadiyah14Kota Makassar).
Uraian di atas dapat di ketahui bahwa proses pembelajaran di sekolah SMP Muhammadiyah sudah bagus, karena dengan kompetensi
yang dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam berjalan secara efektif sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat. Kompetensi yang dimiliki guru Pendidikan Agama Islam mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif dengan memberikan metode pengajaran yang bervariasi serta pengelolaan kelas yang baik dan secara tidak langsung itu semua membuat siswa nyaman dalam proses belajar dan lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan.
Kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam akan mendorong guru tersebut memberikan metode pengajaran yang bervariasi dan mengelola kelas dengan baik. Untuk mengetahui keterampilan pengelolaan kelas serta metode pengajaran yang diberikan guru dalam proses pembelajaran selalu menitiberatkan pada pencapaian target kurikulum yang telah dirumuskan. Faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam efektifnya kompetensi guru Pendidikan Agama Islam adalah bagaimana para siswa SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dapat menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan kepada mereka sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.
Dari observasi yang penulis lakukan pada hari Kamis 28 april 2016 di kelas VII.A bertempat di SMP Muhammadiyah 14 Makassar dapat terlihat bahwa kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pelaksanaan pembelajaran berjalan efektif atau sudah berhasil sesuai dengan pengamatan penulis. Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiya 14 Kota Makassar memiliki perangkat pembelajaran yang
lengkap. Proses pembelajaran dimulai tepat waktu dan melaksanakan aturan yang telah dibuat di dalam kelas pada awal pembelajaran semester pertama dimulai. Dalam memulai pelajaran guru memberikan pertanyaan mengenai materi yang minggu lalu diajarkan dengan menyebut beberapa nama siswa. Hampir semua siswa diketahui namanya dan hal ini membuktikan bahwa guru Pendidikan Agama Islam dalam mengetahui karakter siswa hal pertama yang perlu diketahui guru yaitu nama siswa serta pengelolaan kelas yang baik dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam.
Hasil wawancara dengan Ibu Lisna guru Pendidikan Agama Islam sekaligus kepala sekolah SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar yang mengatakan bahwa:
Sudah terlihat peningkatan pada diri siswa, siswa yang ketika awal masuk sekolah SMP malas belajar kini sudah mulai memperhatikan setiap pembelajaran yang diberikan tidak hanya pelajaran Pendidikan Agama Islam tapi juga mata pelajaran lainnya, siswa yang dahulunya malas mengerjakan tugas sudah timbul kesadaran pada dirinya untuk mengerjakannya karena guru selalu memberikan pemahaman bahwa pentingnya mengerjakan tugas untuk mengetahui kemampuan siswa dalam setiap mata pelajaran. Siswa juga lebih mudah untuk dimotivasi dalam proses pembelajaran sehingga kesadaran siswa dalam memahami setiap materi yang diberikan sehingga dengan begitu prestasi siswa dapat meningkat.
Meningkatnya prestasi belajar siswa dibuktikan dengan hasil penilaian evaluasi siswa setiap minggunya oleh Ibu Hj. Rahmadiyah guru Pendidikan Agama Islam yaitu setiap :
Tabel 7
Daftar penilaian tingkat kemampuan siswa kelas VII.A di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dalam membaca Al-Qur’an
No Nama Siswa Evaluasi 1 Evaluasi 2
1 A. Nur Azizah 65 70
2 Adam Sulaiman 60 60
3 Andini Angriani 60 65
4 Asti Putri Pratama 60 65
5 Azzah Fauziah 65 70
6 Dewi Latifa Taufik 60 65
7 Farida 65 65
8 Fatimah Israng 85 85
9 Filayah 65 70
10 Fitrayanti 65 65
11 Haidar 65 60
12 M. Yunus Andika
Putra 60 60
13 Muh. Alfian hidayat 65 60
14 Muh. Ilham 75 80
15 Muh. Tegar 60 65
16 Muhammad Raihan 60 60
17 Nur Hikmawati 60 65
18 Nur Holik 85 88
19 Nurfajrianti S 60 65
20 Nurjannah 65 70
21 Nurul Azizah 65 70
22 Rahman Fatur 60 65
23 Rahmawaty 60 60
24 St. Aisyah 70 70
25 St. Kartini 65 65
26 Suniah 60 65
27 Syeli Syahrani 60 65
28 Wahyu 60 60
Sumber data: Guru Pendidkan Agama Islam SMP Muhammadiya 14 Kota Makassar
Dari hasil penilaian siswa di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan prestasi belajar melalui efektivitas pedagogik guru Pendidikan Agama Islam. Proses pembelajaran yang efektif dengan kemampuan guru dalam mengelola kelas, mengetahui berbagai karakter siswa, mengevaluasi hasil belajar siswa merupakan kerja keprofesionalan yang berdampak baik pada siswa yaitu meningkanya prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar. Dengan meningkatnya prestasi belajar siswa didasari dengan kesadaran guru dalam mengasah atau meningkatkan kemampuannya sebagai seorang guru. Guru yang merupakan kerja profesional harus memiliki kemampuan yang dapat mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
D. Faktor Pendukung dan Penghambat Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar
Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 14 Kota Makassar adalah salah satu lembaga formal, untuk mengetahui keadaan guru dalam mengajar selalu menitik beratkan pada pencapaian target yaitu prestasi belajar yang telah dirumuskan.Dalam setiap pelaksanaan suatu kegiatan, pasti ada faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan prestasi siswa.
1. Faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi belaja siswa
Berdasarkan dari hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Nuraeni sebagai guru Pendidikan Agama Islam beliau menjelaskan bahwa:
Ada beberapa faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, di antaranya: Sumber Daya Manusia (SDM) guru yang baik (kualifikasi guru yang sesuai dengan bidangnya), sarana dan prasarana yang memadai, seperti ruang kelas yang cukup luas menjadikan suasana pembelajaran nyaman dan perpustakaan yang dapat menarik minat siswa untuk membaca serta buku paket yang memadai sehingga siswa bisa belajar dengan baik, siswa yang disiplin dan tepat waktu, seperti siswa datang ke sekolah sebelum jam pelajaran masuk (sebelum jam 07.30 WIB) dan lingkungan yang religious, seperti pembiasaan membaca Al-qur’an secara bersama-sama di kelas sebelum memulai proses pembelajaran, mengucapkan salam ketika masuk ruang guru atau ruang kelas.(Wawancara tanggal 29 juli 2016)
Hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu guru yang memiliki kapasitas yang sesuai dengan latar belakang studi yang diajarkan. Dari sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah
menjadifaktor pendukung dalam meningkatkan prestasi belajar siswa selain itu dalam sekolahpun mengharuskan kedisiplinan dan situasi yang religioussesuai nama sekolah tersebut SMP Muhammadiya yang mengajarkan nilai-nilai agama pada siswa.
2. Faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi belajar siswa
Hasil wawancara peneliti dengan Ibu Hj. Ramadiyah salah satu guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Makassar mengatakan bahwa:
Faktor penghambat dalam menigkat prestasi belajar siswa yaitu keadaan siswa itu sendiri misalnya seperti keluarga atau lingkungan keluarga sangatlah mempengaruhi proses belajar, ketika di dalam keluarga mendukung sepenuhnya maka belajar akan terasa mudah, tetapi bila sebaliknya belajar akan terganggu konsentrasinya dan banyaknya anggota keluarga dalam rumah sehingga menyulitkan pula untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kebanyakan orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada guru dalam meningkatkan prestasi belajar anak sementara guru memiliki waktu terbatas dalam proses pembelajaran dan waktu dalam mengawasi anak untuk dapat meningkatkan prestasi belajar (Wawancara tanggal 20 Juli 2016 di SMP Muhammadiyah 14 Makassar)
Hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga sangatlah berpengaruh dan menunjang proses belajar seorang anak sebagai siswa. Orang tua mempunyai peran sebagai pendidik utama anak ketika dirumah.Orang tua dalam hal ini adalah orang-orang dewasa yang ada di dalam sebuah keluarga yang sudah pantas untuk mendidik dan merawat ketika di rumah. Sementara kebanyakan orang tua menyerahkan sepenuhnya terhadap guru dalam mendidik khususnya meningkatkan prestasi belajar anak padahal setiap guru tidak memiliki
banyak waktu untuk bertatap buka dibandingkan orang tua yang memiliki waktu lebih banyak bersama anak.Padahal apabila seorang anak dididik dengan baik oleh orang tua maka akan menghasilkan sikap dan sifat yang baik pula dapat menunjang keberhasilan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
Hasil observasi yang penulis lakukan di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar tepatnya di kelas VII.2 pada hari kamis, 28 juli 2016 menunjukkan bahwa lingkungan keluarga sangatlah berpengaruh bagi proses pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar.
Hasil observasi yang dilakukan oleh penulis disekolah inisebagian dari siswanya banyak yang mengalami kekacauan dalam keluarga. Hal ini dapat dibuktikan ketika siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah dengan mencari masalah atau fenomena yang ada. Siswa akanmengungkapkan apa-apa yang menjadi masalah dalam kehidupan mereka dan mencari jalan keluarnya. Apabila terdapat banyak masalah di dalam keluarganya maka akan mengganggu proses belajar siswa tersebut.
Lebih lanjut hasil wawancara peneliti mengenai faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dengan Ibu Nuraeni, memaparkan bahwa:
Faktor yang menjadi penghambat dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu tingkat kecerdasan siswa di sekolah ini yang berbeda-beda. Ada siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan tinggi, ada juga siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan yang sedang, dan ada pula siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan yang rendah. Hal ini sering kali menjadi masalah bagi para
pendiddik. Perbedaan kecerdasan tersebut dapat dilihat dari evaluasi yang dilakukan guru setelah proses pembelajaran selesai . (Hasil wawancara tanggal 29 juli 2016)
Tingkat kecerdasan siswa yang berbeda-beda sangatlah mempengaruhi proses belajar-mengajar. Dengan tingkat kecerdasan yang berbeda tesebut seorang pendidik merasa kesulitan menyampaikan materi kepada peserta didik, karena bila tidak hati-hati dan menggunakan metode yang tepat siswa yang kecerdasannya lebih rendah akan kesulitan menerima dan memahami materi yang disampaikan.
Selain mempengaruhi tingkat pemahaman materi, tingkat kecerdasan siswa yang berbeda akan mempengaruhi pula pada tahap perkembangan berfikir. Dengan hal tersebut maka pendidik harus benar- benar memilih metode yang tepat agar materi yang disampaikan dapat benar-benar diterima dan dipahami oleh seluruh siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
71 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan pada bagian terdahulu, jawaban atas permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini, maka berikut ini penulis mengemukakan beberapa hal pokok yang merupakan kesimpilan yaitu:
1. Kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiya 14 Kota Makassar berjalan sesuai kompetensi yang dicanangkan pemerintah bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang mereka telah hayati dan dikuasai sehi ngga dalam melaksanakan tugas keprofesionalan berjalan secara efektif. Dengan kemampuan guru yang mampu mengelola kelas dengan baik sehingga proses pembelajaran berjalan secara kondusif yang mampu memberikan pemahaman kepada siswa.
2. Efektivitas kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar berjalan secara efektif. Efektifnya proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam berdasarkan kemampuan guru dalam pengelolaan kelas. Kemampuan guru dalam proses pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini
dilihat dari hasil evaluasi siswa bahwa kompetensi yang dimiliki guru dapat meningkatnya prestasi belajar siswa. Kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
3. Faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiya 14 Kota Makassar adalah kualifikasi guru yang sesuai dengan bidangnya, sarana dan prasarana yang memadai serta suasana dilingkungan sekolah yang religious. Faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu berasal dari siswa itu sendiri yang memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda serta lingkungan keluarga siswa.
B. Saran
Setelah penulis menarik beberapa kesimpulan dari uraian-uraian dalam skripsi ini, maka selanjutnya penulis akan mengemukakan saran- saran sebagai bahan pertimbangan untuk menerapkan dan mengembangakan hasil pikiran yang dituangkan dalam skripsi dan mempunyai sumbangsi moril bagi masyarakat, bangsa dan negara, antara lain:
1. Diharapkan setiap guru Pendidikan Agama Islam agar dapat lebih meningkatkan kualitas pengajaran melalui kompetensi pedagogik yang menjadi tolak ukur kinerja sebagai pendidik profesioanal.
2. Kendala-kendala yang dihadapi guru, diharapkan bagi pemerintah setempat dan juga guru agar senantisa bersama-sama berusaha mencari jalan keluarnya.
3. Diharapkan agar hubungan antar sekolah dan orang tua siswa atau masyarakat setempat lebih ditingkatkan lagi sebagai mitra dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, A. Hasyim, 1995.Organisasi dan Menejemen.Jakarta : Bumi Aksara Al-Fandi, Haryanto. 2011. Desain Pembelajaran yang Demokratis &
Humanis.Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Ahmadi, Abu dan Supriyono, Widodo. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta : Reineka Cipta.
An-Nahlawi, Abdurrahman. 2002.Pendidikan islam di rumah, sekolah dan masyarakat. Jakarta : Gema Insani Press
Arifin, H.M. 2008.Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 1992 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Aziz, Erwati. 2003 Prinsip-prinsip Pendidikan Islam. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Daradjat, Zakiyah. dkk. 1995. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam.
Jakarta: Bumi Aksara
Departemen Pendidikan Nasional, 2003.Kurikulum PAI. Jakarta
Djamarah, Syaiful Bahri & Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta : Rineka Cipta.
Gunawan, Heri. 2012. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.Bandung: Alfabeta
Hamalik, Oemar. 2006.Proses Belajar Mengajar.Jakarta : Bumi Aksara Hutabat, M. James. 1994. Manajemen Sumberdaya Manusia. Jakarta :
Bina Aksara
Ibrahim & Nana Syaodih. 2003. Perencanaan Pengajaran. Rineka Cipta:
Rineka Cipta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2009. Edisi Baru. Jakarta : Tim Pustaka Poenix
Kementrian Agama RI. 1987. Al-qur’an Terjemahan. Jakarta: Yayasan Penyelenggara/penafsir Al-Qur’an.
Kunandar. 2007.Guru Profesional.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Majid, Abdul. 2004. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung : Remaja Rosda Karya
Martoyo, Dkk. 1986.Pendidikan Masyarakat. Jakarta : CV Mas Agung Mulyasa, E. 2007. Menjadi Guru Profesioanal : Menciptakan pembelajaran
Kreatif dan Menyenangkan.Bandung : Remaja Rosdakarya
Mulyasa, E. 2009. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung : Rosdakarya
Moleong, Lexy j. 2002.Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja rosda karya
Muhaimin dan Mujib, Abdul. 1993. Pemikiran Pendidikan Islam, Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya. Bandung: Trigenda Karya
Raharjo, Turnomo, 2005. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan (Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung : Alfabeta.
Ramayulis. 2005.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta : Kalam Mulia
Saptaneo, Kartanegara. 1995. Prinsip Dan teknik Manajemen. Jakarta : PT Gunung Agung
Sardiman. 2014. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta : Rajawali Pers
Slameto. 2010.Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta : Rineka Cipta
Sudjana, Nana & Ahmad. 1992. Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru.
Sujiono, Bambang. dkk, 2005. Menjelaskan Perilaku Anak Usia Dini.
Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&B.Bandung: Afabeta
Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&B.
Bandung : Alfabeta
Surya, Mohammad. (2004). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran.
Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
Syah, Muhibin. (2005). Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.
Bandung: PT.Remaja Rosda karya.
Sagala, Syaeful. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan.Bandung: Penerbit Alfa Beta
Trianto dan Titik Triwulan Tutik. 2007. Guru Sebagai Tenaga Profesioanal.
Jakarta : Kencana
Undang-undang RI.No. 14 Tahun 2005. Tentang Undang-Undang Guru dan Dosen.Jakarta : Cemerlang.
Untung, Muhammad Selamet. 2005. Muhammad Sang Pendidik.
Semarang: PustakaRizki Putra.
Zainuddin, dkk.1991. SelukBelukPendidikandan Al-Ghozali. Jakarta:
BumiAksara.
iii
PEDOMAN WAWANCARA
Judul : Efektivitas Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SMP Muhammadiyah 14 Makassar
A. Idntitas Sumber Data :
Nama :
Guru Mata Pelajaran :
Umur :
Jenis Kelamin :
Hari/tanggal Wawancara : B. Daftar Pertanyaan
Sumber Data Guru PAI
1. Bagaimana cara meningkatkan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 makassar?
2. Bagaimana efektifitas kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 14 makassar?
3. Apa yang menjadi faktor penunjang dan penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah 14 Makassar?
Wawancara dengan Ibu Ramadiyah guru Pendidkan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar pada 28 Juli 2016
Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang pada tanggal 14 Maret 1994, Anak ke empat dari enam bersaudara. Buah hati dari pasangan Ayahanda Abd. Rahman S.Pd dan Ibunda Erni. Penulis memulai pendidikan dasar di SD 46 Lampa. Kec. Duampanua Kabupaten Pinrang dan tamat pada tahun 2006, Selanjutnya, pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Duampanua kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang dan tamat pada tahun 2009, dan melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Duampanua Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang dan selesai pada tahun 2012, dan kemudian pada tahun 2012 terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) pada Fakultas Pendidikan Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan Program Pendidikan Strata I pada Tahun 2016. Akhirnya, dengan rahmat Allah subhanahu wa taala dan iringan doa dari orang tua dan keluarga, penulis berhasil menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektivitas Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMP Muhammadiyah 14 Kota Makassar”.