BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
Penyajian data merupakan bagian yang mengungkapkan data yang dihasilkan dalam penelitian yang disesuaikan dengan rumusan masalah dan analisis data yang relevan. Sebagaimana sudah dijelaskan bahwa dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan sebagai alat untuk mendukung dalam penelitian ini. Secara berurutan akan disajikan data-data hasil penelitian yang mengacu pada fokus masalah.
66 Dokumentasi, BMT UGT Sidogiri
1. Penerapan Produk Pembiayaan Multiguna Tanpa Agunan Di BMT UGT Sidogiri Kaliwates Jember.
Produk multiguna tanpa agunan adalah fasilitas pembiayaan tanpa agunan untuk memenuhi kebutuhan anggota, akad yang digunakan adalah akad yang berbasis jual beli (murabahah) atau berbasis sewa (ijarah dan kafalah) dengan plafon pembiayaan sampai dengan Rp. 1.000.000
Hasil wawancara dengan Bapak Shodiq selaku kepala Capem Kaliwates jember bahwa mengenai upaya yang dilakukan BMT Sidogiri Capem kaliwates dalam menerapkan produk pembiaan MTA kepada Masyarakat adalah :67
“Pembiayaan Multiguna Tanpa Agunan adalah fasilitas Pembiayaan tanpa agunan untuk memenuhi kebutuhan anggota dengan batas pembiayaan 1.000.000,- dan pembiayaan yang paling diminati oleh masyarakat adalah pembiayaan Multiguna Tanpa Agunan”.
Jadi pembiayaan multiguna tanpa agunan adalah suatu produk pembiayaan yang ditawarkan oleh BMT UGT Sidogiri untuk memenuhi kebutuhan anggota dengan plafond maksimal Rp. 1.000.000, dan produk pembiayaan Multiguna tanpa agunan ini paling diminati oleh masyarakat karena proses yang cepat dan tidak adanya agunan untuk mendapatkan pembiayaan.
Hasil wawancara dengan bapak Shodiq selaku kepala Capem Kaliwates Jember mengenai Prosedur dan Syarat-syarat pengajuan
67 Ja’far Shodiq, wawancara, Kepala Capem BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 18 Oktober 2018
pembiayaan MTA dan MUB di BMT Sidogiri Capem Kaliwates Jember adalah :
Prosedur yang dijalankan dan Syarat – syarat yang dibutuhkan atau untuk mengajukan atau membuka rekening pembiayaan di BMT UGT Sidogiri terbilang mudah diantaranya adalah :
“Untuk prosedur pengajuan pembiayaan Multiguna Tanpa Agunan yaitu harus mengisi formulilir pengajuan pembiayaan, dan menandatangani Form persetujuan suami-istri setelah pembiayaan itu dicairkan karena dengan adanya tanda tangan tersebut sebagai saksi atas pembiayaan yang dilakukan oleh anggota dan Syarat- syarat pengajuan pembiayaan di BMT UGT Sidogiri sangatlah mudah diantaranya adalah fotokopi KTP, Fotokopi Kartu Keluarga, Fotokopi surat nikah, dan khusus pengajuan pembiayaan modal usaha barokah harus menyertakan fotokopi sertifikat jaminan .”68 Jadi beberapa prosedur ini yang harus dilakukan atau dipatuhi oleh calon anggota, dari awal pembukaan yaitu harus mengisi formulilir pengajuan pembiayaan, dan menandatangani Form persetujuan suami-istri, dan harus membawa saksi baik itu keluarga, istri, anak atau orang tua dan saksi harus menanda tangani surat persetujuan suami/istri. Dan untuk syarat- syarat yang harus dipenuhi oleh calon anggota juga terbilang mudah terutama untuk pembiayaan Multiguna Tanpa Agunan calon anggota harus menyerahkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan fotokopi surat nikah, menuliskan nomor Telephone
Setelah pengajuan pembiayaan diajukan, yang dilakukan oleh BMT adalah menganalisis anggota yang mengajukan pembiayaan Multiguna Tanpa Agunan (MTA) adalah:
68 Fathoni, wawancara, AOSP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
“Upaya yang dilakukan BMT UGT dalam menganalisis pengajuan pembiayaan adalah melakukan analisis karakter, sifat, dan usaha calon nasabah, kami berpedoman pada analisis 5C dari calon anggota, bukan hanya sampai disitu kami juga melakukan survey 2 kali yang pertama dilakukan oleh Account Officer dan yang kedua saya melakukan survey juga, hanya untuk memastikan saja sebagai wujud kehati-hatian kami. Setelah survey upaya selanjutnya adalah mengisi logika pembiayaan calon debitur berupa quesioner, yang jawaban dari quesioner tersebut didapat dari hasil survey dan wawancar jika nilainya lebih dari 70 maka layak di cairkan dan tergantung juga dari kebijakan setiap kantor setempat.69
Setelah pengajuan pembiayaan maka langkah selanjutnya adalah tugas Account Officer yaitu mensurvey anggota yang mengajukan pembiayaan tersebut, apakah yang diajukan itu sesuai dengan yang ada dilapangan, baik dari segi usahanya, pihak BMT pun melakukan survey tidak hanya 1 kali, survey itu dilakukan oleh pihak AOAP dan juga kepala cabang pembantu, setelah melakukan survey petugas lapangan harus mengisi logika pembiayaan calon debitur (Questioner) berupa pertanyaan- pertanyaan yang jawaban tersebut di dapat dari hasil survey, wawancara dan kroscek dilapangan dengan menggunakan analisis 5 C, dan menganalisis keuangan calon debitur, Setelah AO mengisi questioner tersebut maka tugas AO adalah menghitung nilai kelayakan pengajuan pembiayaan, ketika nilainya lebih dari 70-100 maka cukup layak hingga sangat layak untuk dicairkan.
Survey yang telah dilakukan oleh suatu lembaga tentunya berharap agar pembiayaan yang akan disalurkan itu tepat sasaran dan terhindar dari resiko gagal bayar yang dilakukan oleh nasabah.
69 Amrullah, Wawancara, AOAP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates, 20 Oktober 2018.
Hasil wawancara Hal-hal apa saja yang menjadikan Pembiayaan yang di ajukan tersebut diterima/ditolakk:
“Kami melakukan survey dua kali yang pertama dilakukan oleh Account Officer dan yang kedua survey dilakukan oleh kepala capem, Ketika Hasil survey tidak sesuai dengan dengan dokumen pengajuan pembiayaan, dan Menurut informasi dari orang lain bahwa calon nasabah tersebut memiliki karakter yang kurang baik, atau memiliki hutang dimana-mana dan tidak sanggup untuk melunasi hutangnya dan ketika hasil questioner yang diisi oleh AO setelah menunjukkan nilai kurang dari 69 maka pengajuan pembiayaan tersebut akan ditolak”.70
Jadi Ketika survey yang telah dilakukan oleh BMT UGT Sidogiri tidak sesuai dengan data-data yang telah diajukan maka pengajuan pembiayaan tidak akan dicairkan atau ditolak, setelah melakukan survey dan mendapatkan informasi dari orang lain tentang karakter calon anggota yang kurang baik, tidak sanggung memenuhi kewajibannya, dimana-mana memiliki hutang, dan hasil perhitungan quesioner menghasilkan nilai kurang dari 69 dan berdasarkan kebijakan kantor masing-masing maka pembiayaan tersebut akan ditolak.
2. Penerapan produk pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB) di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember.
Proses awal pembiayaan berdasarkan pengajuan pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB) adalah penjelasan oleh Account Officer Simpan Pinjam (AOSP) kepada calon nasabah tentang persyaratan dan sistem bagi hasil yang diterapkan di BMT. Berikut adalah beberapa persyaratan pengajuan pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB) di BMT UGT
70 Amrullah, Wawancara, AOAP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates, 20 Oktober 2018
Sidogiri Capem Kaliwates Jember yang harus dipenuhi oleh calon nasabah yaitu:
a. Calon pembiayaan yang diajukan antara Rp. 500.000 sampai 500.000.000.
b. Calon nasabah telah memiliki rekening tabungan di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember.
c. Jumlah tabungan nasabah minimal 30% dari nilai plafond yang diajukan.
d. Tidak pernah memiliki tunggakan di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember.
e. Mengisi formulir permohonan pembiayaan.
f. Melengkapi berkas yang dibutuhkan antara lain foto copi KTP suami istri, foto copi kartu keluarga (KK), foto kopi akta nikah dan foto kopi data penghasilan, foto kopi sertifikat jaminan.
Wawancara dengan Bapak Ja’far Shodiq sebagai Kepala Capem Kaliwates Jember mengenai persyaratan umum untuk mendapatkan pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB) yaitu:
“Untuk prosedur pengajuan pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB) yaitu harus mengisi formulir pengajuan pembiayaan dan menandatangani form perssetujuan suami istri setelah pembiayaan itu dicairkan karena dengan adanya tanda tangan tersebut sebagai saksi atas pembiayaan yang dilakukan oleh anggota dan syarat- syarat pengajuan pembiayaan di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember sangatlah mudah diantaranya adalah foto kopi KTP, foto kopi Kartu Keluarga, fotoi kopi surat nikah, dan menyertakan foto kopi sertifikat jaminan.”71
71 Ja’far Shodiq, wawancara, Kepala Capem BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 18 Oktober 2018
Pada proses permohonan pembiyaan harus di tanda tangani oleh suami istri sehingga tidak dibenarkan mengajukan pembiayaan tanpa diketahui suami istri.
Setelah pengajuan pembiayaan diajukan, yaitu dilakukan oleh BMT adalah menganalisis anggota yang mengajukan pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB), BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember menggunakan analisis pembiayaan dengan menggunakan 5C, 7P dan 3R.
Analisis pembiayaan di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember dengan menggunakan 5C adalah sebagai berikut:
a. Character (perilaku)
Merupakan sifat atau watak seseorang yang akan diberikan kredit (pembiayaan) benar-benar harus dapat dipercaya. Bank harus yakin bahwa calon mitra permbiayaannya memiliki karakter yang baik, memegang teguh janjinya dan berseedia melunasi kewajibannya pada waktu yang di tetapkan.72
Sebagaimana yanhg dijelaskan oleh Bapak. Amrullah yang merupakan Account Officer Analisis Penagihan (AOAP) di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember mengenai analisis pembiuayaan menggunakan penilaian character yaitu:
“Dalam masalah analisis yang paling saya perdalam masalah watak atau sifat dari calon nasabah ini karena menuruit saya hal itu hal yang paling penting di daslam memutuskan pembiayaan, dalam menganalisis watak ini saya melakukan survey ke tetangganya calon nasabah lalui keeseokan harinya survey langsung keorangnya, singkron apa tidak jawaban dari tetangga
72 Kasmir, Dasar-dasar perbankan, 136
sama yang aslinya, jika masih ragu-ragu dengan hasil survey maka saya melakukan survey ulang, karena kita tidak mau mengambil risiko dikemudian hari”.73
Pernyataan ini juga diperkuat dengan pernyataan Bapak Ja’far Shodiq selaku Kepala BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember yaitu:
“Karakter ini maslah yang paling sulit dalam menganalisis karena jika kita sudah salah dalam menganalisis masalah karakter iniu, maka akan membahayakanb BMT. Kita harus memang benar-benar tau bagaimana sifat, watak dan karakter calon nasabah kita, jijka calon nasabah kita kurang baik maka lebih baik pengajuan pembiayannya jangan diterima, tapi jika karakter calon nasabah kita baik meskipun kemampuannya tidak ada masih ada kemungkinan besar calon nasabah ini akan berusaha mengembalikan pembiayannya”.74
b. Capacity (Kemampuan)
Merupakan analisis untuk mengentahui kemampuan nasabah dalam membayar kredit. dari penilaian ini terlihat kemampuan nasabah dalam mengelola bisnis, pihak bank harus mengetahui dengan jelas kemampuan calon nasabah pembiayaan, makla semakin baik kemungkinan kualitas pembiayaannya.75
Seperti yang dijelaskan oleh Bapak Amrullah sebagai salah satu Account Officer analisisis pembiayaan (AOAP) di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember bahwa”:
“Dalam analisis kedua yaitu kemampuan, kita harus tau bagaimana kemampuan calon nasabah, sejauh mana kemampuannya dalam memenuhi kewajibannya, dalam mengukur kemampuan calon nasabah kita menganalisis
73 Amrullah, Wawancara, AOAP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
74 Ja’far Shodiq, wawancara, Kepala Capem BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 18 Oktober 2018
75 Kasmir, Dasar-dasar perbankan, 136
usahanya, kita tanya berapa keuntungan yang dihasilkan setiap harinya dan kita lihat perkembangan usahanya”.76
Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan pernyataan dari Bapak Ja’far Shodiq selaku kepala BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember yaitu:
“Setelah karakter hgal yang penting kita analisis lebih dalam yaitu kemampuan, sejauh mana kemampuan calon nasanah kita mengembalikan pembiayannya, jika kemampuan ada namun karakter kurang baik jangan diterima pengajuannya karena menurut saya karakter dan kemampuan hal yang saling berkaitan satu sama lain. Jangan karena kemampuannya bagus namun karakternya kurang baik, pengajuan pembiayaannya diterima, jangan karena belum tentu kemampuannya bagus namun karakter kurang baik, belum tentu orangnya akan mengembalikan pembiayaanya”.77
c. Capital (Modal)
Merupakan jumlah modal sendiri yang dimiliki oleh calon nasabah. Dalam aspek ini, lembaga keuangan menilai jumlah modal yang dimiliki calon nasabah sebelum nasabah tersebut diberikan pembiayaan. Semakin besar modal sendiri dalam perusahaan, nasabah tentu semakin tinggi kesungguhan calon nasabah dalam menjalankan usahanya. Lembaga keuangan pun akan merasa lebih yakin dalam memberikan pembiyaan.
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari Baoak Amrullahg sebagai Account Officer Analisis Pembiayaan (AOAP) di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember yaitu:
76 Amrullah, Wawancara, AOAP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
77 Ja’far Shodiq, wawancara, Kepala Capem BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 18 Oktober 2018
“Sebelum menyetujui pembiayaan kita harus tau dulu berapa modal yang dimiliki calon anggota kita tanya juga berapa modal yang dibutuhkan oleh calon anggota”.78
d. Collateral (Jaminan)
Merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik mauoun non fisik. Jaminan hendakmya melebihi jumlah kredit (pembiayaan) yang diberikan. Adanya jaminan diperlukan untuk memberikan ketenangan dan menambah kepercayaan bagi bank selaku pemeberi pembiayaan. Jaminan mempunyai dua fungsi yaitu umtuk pembayaran utang bila nasabah pembiayaan tidak mampu melunasi kewajibannya dan faktor yang menentukan jumlah pembiayaan.
Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dario bapak Fathoni sebagai Account Officer Simpan Pinjam (AOSP) di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember yaitu:
“Jaminan ini memeng hal yang harus di sertakan dalam pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB) karena jaminana sebagai bukti keseriusan calon nasabah dalam mengajukan pembiayaan, dan jaminan yang disertakan harus melebihi jumlah kredit yang diajukan. Misalkan jaminan yang diberikan BPKB Sepeda ,Motor Vario 150 jika dijual bisa laku 15 juta maka pengajuan pembiayaannya bisa dicairkan 7,5 juta, lalu ditanya pendapatan setiap harinya berapa, lalu diakumulasikan, jika sudah memenuhi maka disetujui, namun sebelum dicairkan kita analisis dulu apakah benar sepeda itu milik sendiri atau bukan”.79 Pernyataan tersebut juga dipertegas dengan pernytaan dari Bapak Amrullah selaku AOAP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember yaitu:
78 Ja’far Shodiq, wawancara, Kepala Capem BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 18 Oktober 2018
79 Fathoni, wawancara, AOSP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
“Dalam pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB) jaminan merupakan kewajiban yang harus diberikan oleh calon anggota kepada pihak BMT, jaminan ini sevbagai bukti keseriusan calon anggota dalkam mengajukan pembiayaan dan sebagai bukti keseriusan nasabah dalam mengembalikan kewajibanyya”.80 e. Condition of Economic (kondisi perekonomian)
Dalam menilai kredit (pembiayaan) hendaknya juga menilai kondidi ekonomi, sosial, politik yang sekarang ada dan prediksi untuk masa yang akan datang. Penilaiaan kondisi atau prospek bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar memiliki prospek yang baik, sehingga kemungkinan kredit tersebut bernasalah relatif kecil.
Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh bapak Amrullah selaku AOAP di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember yaitu:
“dalam memberikan pembiayaan kita harus tau kondisi perekonomian usaha calon nasaba, kita ujuga harus tau apa yang akan dilakukan calon nasabah dalam mengembangkan usahanya, sehingga terjadinya gagal bayar akan relatif kecil”.81
Selanjutnya penilaian kelayakan pembiayaan menggunakan analisis 7P dengan unsur penilaian sebafgi berikut:
a. Personality (Kepribadian)
Yaitu meniali nasabah dari keperibadiannya, penilaian ini mencakup skap, emosi, tingkah laku dan tuindakan nasabah dalam menghadapiu suatu masalah dan menyelesaikannya
Untuk melakukan analisis personality, BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember melakukan hal yang sama seperti pada saat
80 Amrullah, Wawancara, AOAP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
81 Amrullah, Wawancara, AOAP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember
menganalisis Character dari calon anggota yakni terlebih dahulu menganalisis watak atau sifat dari calon anggota yang akan menerima pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB).
Sebagaimana yang dijelaskan oleh bapak Fathoni yang merupakan AOSP di BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember mengenai analisis pemberian pembiayaan menggunakn penilaian personality yaitu:
“Sebenarnya untuk menganalisis kepribadian dari calon anggota sama dengan menganalisis dengan menggunakan analisis karakter, kita harus tau bagaimana watak dan sifat dari calon anggota, karena karakter ini merupakan hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan pembiayaan”.82
b. Party (penggolongan)
Yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atas golongan-golongan tertentu, berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya, nasabah yang di golongkan dalam golongan tertentu akan mendapatkan fasilitas berbeda dari bank.
Namun di BMT Sidogiri Capem Kaliwates Jember tidak dilalkukan pengelompokan anggota baik itu dilihat dari modal, loyalitas maupun karakter dari anggota. Dengan tidak dilakukannya pengelompokan anggota pada BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwatewates Jember maka BMT menghindari terjadinya ketidaknyamanan yang dirasakan oleh anggota, seperti yang telah
82 Fathoni, wawancara, AOSP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
dipaparkan oleh Bapak Ja’far Shodiq selaku kepala BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember bahwa:
“Di BMT tidak ada yang namanya pengelompokkan, semua sama karena jika kita melakukan pengelompokkan sudah pasti ada ketidaknyamanan yang calon anggota rasakan, dan jika terjadi pengelompokan penurunan pengajuan pembiayaan khusunya pembiayaan Modal Usaha Barokah (MUB) akan mengalami penurunan jadi kita pihak BMT tidak melakukan pengelompokan”.83
Pernyataan tersebut juga dipaparkan oleh bapak Fathoni sebagai Account Officer Simpan Pinjam (AOSP) BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember yaitu :
“Disini tidak ada pengelompokan, semua sama. Jika jika ada orang yang akan mengajukan pembiayaan entah itu kemampuan bagus apa tidak kita terima lalu kita analisa karena belum tentu yang mempunyai kemampuan bagus karakternya bagus, apalagi jika ada pengelompokan, sudah pasti calon anggota merasa tidak nyaman, yang mempunyai ekonomi menvengah kebawah akan merasa sungkan untuk mengajukan pembiayaan”.84
c. Purpose (Tujuan)
Yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil pembiayaan, termasuk jenis pembiayaan yang diinginkan nasabah, misalkan apakah untuk modal kerja, imvestasi, konsumtif, produktif dan lain-lain.
Serpeti yang dijalaskan oleh bapak Fathoni selaku Account Officer Simpan Pinjam (AOSP) BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, yaitu:
83 Ja’far Shodiq, wawancara, Kepala Capem BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 18 Oktober 2018
84 Fathoni, wawancara, AOSP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
“Jika dilihat dari definisi Mdal Usaha Barokah (MUB) sudah jelas kalau tujuandari calon anggota mengambil pembiayaan yaitu untuk fasilitas pembiayaan modal kerja abagi anggota yang mempunyai usaha mikro dan kecil, namun meskipun kita sudah tau tujuannya, kita harus tetap melakukan analisa, selain untuk mengetahui tujuan nasabah mengajukan pembiayaan, kita juga menyambung silaturrahmi sebagai bentuk pendekatan kita kepada calon nasabah”.85
d. Prospect (prospek)
Yaitu untuk melihat usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan atau tidak. Hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas pembiayaan yang dibiayai tanpa mempunyai prospek, bukan hanya bank yang rugi, tetapi juga nasabah.
BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember melihat prospek dari usaha calon anggota dikemudian hari apakah menguntungkan atau sebaliknya, akan lebih baik jika pembiayaan diberikan mempunyai prospekyang baik sehingga tidak merugikan pihak BMT maupun anggota sesuai dengan pernyataan dari Bapak Ja’far Shodiq selaku Kepala BMT UGT Capem Kaliwates Jember bahwa:
“Kalau prospek dari usaha yang dimiliki oleh calon anggota kita baik, kita juga lebih enak, karena kalau prospeknya tidak baik ya bukan kita saja yang rugi anggota juga rugi”.86
e. Payment (pembayaran)
Merupakan ukuran bagaimana cara anggota memenuhi kewajibannya atau dari sumber mana saja untuk mengembalikan kewajibannya dan dana yang digunakan harus dana yang halal baik dari
85 Fathoni, wawancara, AOSP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
86 Ja’far Shodiq, wawancara, Kepala Capem BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 18 Oktober 2018
hasil dagang atau pendapatan dari hasil kerja anggota, artinya dana yang di pakai tidak di dapat dari hasil usaha yang di larang menurut hukum islam, dan untuk anggota yang tidak memiliki usaha dana yang digunakan juga dari hasil kerja yang halal.
Seperti yang telah dijelaskan oleh Bapak Amrullah sebagai Account Officer Analisis Pembiayaan (AOAP) BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember bahwa:
“Sebelumnya kita tanyakan kepada calon anggota seandainya nanti kita setujui permohonan pembiayaannya maka dana yang digunakan untuk memenuhi kewajibannya berasal dari mana?
Dan ternyata dana yang digunakan anggota untuk memenuhi kewajibannya merupakan dana yang halal, baik itu dari hasil usaha atau pendapatan dari hasil kerja para anggota”.87
f. Profitability (keuntungan)
Untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari lab. Profitabilty di ukur dari periode ke periode, apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan pembiayaan yang akan diperolehnya.
BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember melakukan analisis tentang bagaimana cara anggota dalam mencari keuntungan atau laba, sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Bapak Fathoni selaku Account Officer Simpan Pinjam (AOSP) BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, bahwa:
“Untuk menganalisis anggota dalam mencari keuntungan ini bisa khusus kita tanyakan kepada anggota yang memiliki usaha
87 Amrullah, Wawancara, AOAP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
pendapatan nasabah setiap bulannya apakah ada peninmgkatan atau masih tetap seperti bulan-bulan sebelumnya”.88
g. Protection (menjaga keamanan)
Tujuannya adalah bagaimana menjaga agar pembiayaan yang diberikan mendapatkan jaminan perlindungan, sehingga pembiayaan yang diberikan benar-benar aman, perlindungan yang diberikan oleh debitur dapat berupa jaminan barang atau jaminan asuransi.
Seperti yang di jelaskan oleh Bapak Ja’far Shodiq selaku Kepala BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember bahwa:
“Jaminan yang diterima dari pihak calon nasabah kepada pihak BMT berupa Foto Kopi sertifikat BPKB, sertifikat tanah atau rumah”.89
Selain menggunakan analisis 5C dan 7P, BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember juga menggunak 3R, yang terdiri dari:
a. Return (hasil yang akan dicapai)
Return dapat diartikan sebagai hasil usaha yang dicapai oleh perusahaan debitur. Bank perlu melakukan analisis terhadap hasil yang akan dicapai oleh calon debitur. Analisis tersebut dilakukan dengan melihat hasil usaha yang dicapai sebelum mendapat kredit dari bank, kemudian melakukan estimasi terhadap usaha yang mungkin akan dicapai setelah bmendapat kredit.
BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember penilaian hasil yang telah dicapai oleh anggota setelah dicapai oleh anggota setelah
88 Fathoni, wawancara, AOSP BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 20 Oktober 2018
89 Ja’far Shodiq, wawancara, Kepala Capem BMT UGT Sidogiri Capem Kaliwates Jember, 18 Oktober 2018