DESA SIDODADI RAMT]NIA. KECAMATAN BERINGIN
IV. PEMBAHASAN
4.5 Penyakit-Penyakit Tanaman Cabai Dan Pengendaliannya
sehingga
menyulitkan dirinya untuk terbang. Untuk
meningkatkan efikasi insektisida dapat ditambah dengan bahan perekat perata.vektor kutu kebul (Bemicia
tabaci).Kerusakanyang ditimbulkan
sangat bervariasi, tergantungkondisi lokasi
pertanamandan
stadia tanaman saat terinfeksi.Semakinawal tanaman terinfeksi virus, semakin besar kehilangan hasil
yangdisebabkannya.Gejala
yang timbul pada cabai
besarberupa
menguningnya daun tanaman, daun mengecil dankeriting,
tanaman menjadikerdil,
bungarontok
yang berakibat tanamantidak
menghasilkan buah. Padacabai rawit gejala yang timbul
adalah menguningnya seluruh daun dan tanaman dapatmenjadi kerdil bila
infeksiterjadi sejak awal pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa
tidakmenghasilkan(gagal panen).
Cara pengendalian :
.
Menggunakanbenih
yang sehat dan bebas patogen. Pembuatanbenih
dapat dilakukan dengan menyungkup pesemaian dengankain
kasa berlubang halusuntuk
menghindari masuknyavektor B. tabaci,
sehinggavirus tidak
dapat ditularkan;o Melakukan sanitasi lapangan dari gulma yang menjadi inang alternatif
maupun tanaman sakit sejak awal untuk menekan populasi inokulum awal;o
I\{enanamvarietas cabai yang toleran. Cabai rawit
dinyatakanlebihtoleran dibandingkancabai besar;.
Menggunakanpupuk organik cair yang
mengandungunsur hara
makro,mikro,
dan zat pengatur tumbuh sehingga tanaman menjadi sehat yang dapat bereaksi lebih tahan terhadap serangan patogen;o Membuat pagar keliling hidup dari
tanamanjagung, yang ditanam
rapat sebanyak enam baris secara zigzag, untuk menahan vektor B. tabaci masuk keareal
pertanamandari
tanaman disebelahnyayang terinfeksi.
Penanaman pagar hidup sebaiknya pada saat 5 - 6 minggu sebelum tanam cabai;o
Menyusunpola
tanam dan melakukanpergiliran
tanaman dengan menanam tanaman yang bukan sebagai inang alternatif bagi pathogeno Menekan populasi vektor B. tabaci dengan insektisida efektif
yang direkomendasikan secara bijaksana, sehinggalaju infeksi penyakit
menjadi lebih kecil.34 ,s
3.
Penyakit Mosaik Penyebab (patogen) dan gajala penyakitPenyakit mosaik pada cabai disebabkan oleh Cucumber Mosaic
Virus (CMV),
atau gabungannya dengan beberapavirus lain
seperti Tobacco MosaicVirus (TMV), Potato Virus Y (PVY) dan Chilli Veinal Mottle Virus (CVMV).Tanaman
yang terinfeksi menjadikerdil,
wama daun belang hrjau muda danhijau
tua, ukuran daunlebih kecil
daripada daunyang
sehat.Padatulang
daun terdapatjaringan
tanaman yang menguning atauhijau
gelap dengan tulang daun yang tumbuhlebih
menonjol, serta pinggiran daun bergelombang.Virus masuk ke dalam f aringan tanaman melalui luka, memperbanyak
diri
dan menyebarke
seluruhjaringan tanaman (sistemik).
Penularanvirus dapat
secara mekanis (bersinggungan antara tanamansakit
dan sehat) serta dapatmelalui
vektor seranggakutu
daunMyzus
persicae danAphis gossypii
.KhususTMV tidak
dapat ditularkan melalui vektor, tetapi dapat menular melaluibiji.
Cara pengendalian :
o
Melakukan sanitasi lapangan terhadap gulma dan tanaman sakit, selaniutnya dimusnahkan untuk mengurangi sumber inokulum awal;.
Menghindarikontak dengantanaman sakit padasaat bekerja;o Mengurung perbenihan tanaman cabai dengan kain kasa halus
untuk mencegah masuknya vektor mencapai benih tanaman;o Untuk
mencegah penularanTMV melalui biii, maka biji cabai
direndam dalam larutan natrium fosfat 10 7o selama satu jam.o Mengendalikan
seranggaveklor penyakit
denganinsektisida efektif
yang direkomendasikan secara bij aksana.4.6 Panen Dan Pasca Panen 4.6.1 Panen
Cabai besar dipanen setelah berumur 75
-
85 hst, dan dapat dipanen beberapakali. Umur
panen cabai tergantung varietas yang digunakan,lokasi
penanaman dan kombinasi pemupukan yang digunakan serta kesehatan tanaman.Tanaman cabai dapatdipanen setiap 2 - 5 hari sekali tergantung dari luas tanaman dan
kondisi pasar.Pemanenandilakukan
dengancara memetik buah
besertatangkainya
yangUNIVERSITAS MEDAN AREA
bertujuan agar cabai dapat disimpan
lebih
lama. Buah cabai yang rusak akibat hama atau penyakit harus tetap dipanen agartidak
menjadi sumber penyakit bagi tanaman cabai lain yang sehat. Pisahkan buah cabai yang rusak dari buah cabai yang sehat.Waktu
panen sebaiknyadilakukan
padapagi hari
karena bobot buah dalamkeadaan optimal akibat penimbunan zat pada malam hari dan belum
terjadi penguapan antara 12-
16kali
dengan selangwaktu
3 hari.Buah yangdipetik
setelah matang berwarna orange sampai merah.4.6.2Pasca Panen
Cabai merah merupakan salah satu
jenis
sayuran yang mempunyai kadar airyang cukup tinggi (55 - 85
Yo) pada saat panen. Selainmasih
mengalami prosesrespirasi, cabai merah akan mengalami proses kelayuan. Sifat fisiologis ini
menyebabkan cabai merahmemiliki tingkat
kerusakan yang dapat mencapai40
%.Daya tahan cabai merah segar yang rendah
ini
menyebabkan harga cabai merah di pasaran sangat berfluktuasi.Alternatif teknologi
penanganan pascapanen yang tepat dapat menyelamatkan sefia meningkatkannilai
tambah produk cabai merah.Teknologi
penanganan pascapanenprimer maupun sekunder
merupakanalternatif teknologi
yang dapatdipilih terkait
dengan optimasinilai
tambah produkdari cabai merah. Optimasi
penanganancabai segar
sebaiknyadapat
dilakukan Gambar 9. Pemetikan cabai dan pengumpulan cabai36
terlebih dahulu
sebelum melangkah padaalternatif
pengolahanyang lain.
Dengan penanganan segar yangbaik,
diharapkan cabai merah dapat memenuhi standar mutuproduk cabai
segar sertamemiliki nilai
tambahyang lebih baik.
Pada saat cabai merahtidak
dapat memenuhi standarmutu
penjualanproduk
segar atau hargajual
yang rendah, cabai merah dapat diolah menjadi produk lain yaitu tepung cabai kering atau saus cabai.
4.6.3 Penanganan Pasca Panen
Teknologi penanganan cabai segar dapat
diawali
sejak proses pemetikan yangtepat serta pemisahan dengan buah yang busuk untuk menghindari
terjadinya penularan ke buah cabai yang sehat. Pada saat proses panen, sebaiknya cabai merah sesegeramungkin
ditempatkan padakondisi yang sejuk
sertatidak ditutup
secara rapat. Prosescuring
(pembentukan dan kestabilan wama) dilakukanterlebih
dahulu sebelum proses penanganan pascapanen lainnya.Cabai merah segar dapat langsung disortasi dan dipisahkan sesuai
mutu
atau dapatdilakukan
proses pascapanenlainnya
sesuai dengantujuan
pemasaran. Pada proses sortasi dan gradingini,
sudah dapat ditentukan cabai akan dapatdijual
segar ataudiolah
menjadi alternatifproduk lain.
Cabai merah yangmemiliki mutu
sesuaidengan persyaratan SNI 0i-4480-1998, sebaiknya dilakukan tahapan
proses pencucian, penirisan, pelapisan (coating), pengemasan serta penyimpanan pada cold storagepada suhu 10 - 13" C dan
kelembaban(RH) + 90 %
sehingga dapat memperparr;ung umur simpan hingga 49hari.
4.6.4 Penanganan
Cabai Kering
Cabai segar dapat
diolah
secarakering
menjadi bubuk cabai, bon cabai danchili fleks.
Pengolahan cabaikering
dapatdilakukan
secara konvensional maupun dengan cara modem dengan menggunakan alat pengering seperti oven maupunkring matahari .Teknologi
pengeringancabai
merupakan salahsatu altematif
teknologiuntuk
meningkatkannilai
tambahproduk pada
saat kapasitasproduksi
meningkat serta hargajual
menurun.Pada pengeringan secara konvensional, dapat dilakukan pengeringan dengan mempergunakan panas matahari
(sekitar 3-7 hari)
dimana sangat tergantung pada37
UNIVERSITAS MEDAN AREA
cuaca,
suhu, dan
kelembaban. Proses pengeringandapat
dipercepat dengan carapembelahan cabai dan membuang bijinya serta dikombinasi dengan
proses pengeringan dengan mempergunakan oven pengering dengan suhu 60oC
selama 10 - 15jam.
Untuk memperpanjang umur simpan, sebaiknya tepung cabaimemiliki
kadarair akhir maksimal 7 - 8 oh
sertakondisi
pengemasanyang baik.
Pada proses pengolahan tepung cabai kering, umumnya diperoleh rendemen berkisar40 -
50 %.Pengolahan cabai kering dapat berupa : cabai bubuk, bon cabai dan
chili
fleks4.6.4.1Cabai Bubuk
Cabai bubuk banyak dimanfaatkan sebagai bahan perasa./campuran makanan macaroni,
bihun,
industrymie
instant dan ikan kaleng,mie,
kecap, kerupk, emping, bumbu masak,pati,
dan industry pelumatan buah-buahan serta say,uran.Bubuk cabai merah dibuat dari cabai merah yang telah dikeringkan.Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pengolahan cabai bubuk adalah cabai merah yang sudah dikeringkan,
lalu
kemudian cabai kering tersebut diblender hingga benar-benar halus dandi
kemaske
dalamplastic ziplok ,
ata:upun
kemasan yang menarik lainnya .Berikut
ini
adalah HPP (harga pokok penjualan) bubuk cabai1.
Cabaimerah 1kg2.
Kemasan + Stiker TotalUpah kerja2}o/o
Harga
jual
per 200 gramRp.18.000
Rp.
10.000 Rp.28.000Rp. 28.000 +
20oh:
Rp.33.600 Rp.25.00038
t
Gambar 10. Bubuk cabai
4.6.4.2 Chili
FlakesChili
flakes adalah bumbu atau rempah-rempah yangterdiri
dari cabai merahkering dan
dihancurkan.Chili flakes ini
seringdiproduksi dari jenis
cabai merah, meskipun produsen komersial dapat menggunakan berbagaikultivar
yang berbeda.Bahan-bahan yang dipergunakan