• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyebab Terjadinya Penimbunan dalam Jual Beli Benih

BAB II PAPARAN DAN TEMUAN DATA

B. Praktek Jual Beli Benih Jagung di Desa Kelanir Sumbawa Barat

4. Penyebab Terjadinya Penimbunan dalam Jual Beli Benih

Sebelum benih jagung unggul diperjualbelikan oleh oknum penjual kepada masyarakat desa kelanir benih jagung unggul yang di beli oleh oknum sebelumnya kepada masyarakat dan desa-desa lain terlebih dahulu dikumpulkan hal itu dilakukan supaya peningkatan benih jagung unggul dari pemerintah tersebut lebih banyak dan mempermudah oknum penjual dalam memperjualbelikan benih jagung unggul dan hasil yang didapkan juga lebih besar dari sebelumnya.

Hal ini sesuai dengan yang di katakana oleh ibu Maemuna selaku penjual benih jagung unggul yang menyatakan:

“saya membeli benih jagung unggul itu terlebih dahulu kepada masyarakat dari desa-desa lain yang kelebihan benih jagung unggul lalu saya mengumpulkannya di rumah saya terlebih dahulu sesudah saya merasa sudah cukup untuk dijual kembali baru saya menjualnya kepada masyarakat desa kelanir yang membutuhkan benih jagung unggul.”50

BAB III

ANALISIS TERHADAP PENJUALAN BENIH JAGUNG UNGGUL YANG DIBERIKAN SECARA GRATIS OLEH PEMERINTAH DI DESA KELANIR KECAMATAN SETELUK KABUPATEN SUMBAWA BARAT A. Praktek Penjualan Benih Jagung Unggul yang Diberikan secara Gratis

Oleh Pemerintah

Praktik jual beli merupakan kegiatan yang sudah biasa terjadi di masyarakat Desa Kelanir, jual beli bukan hanya sebagai kegiatan ekonomi semata namun juga sebagai wadah untuk bersosialilasi dan berinteraksi antar masyarakat setempat selain itu, jika dilihat dari data yang sudah peneliti paparkan di Bab sebelumnya masyarakat lebih cenderung berfokus ke aktifitas pertanian di karena sebagian masyarakat Desa Kelanir ini mayoritasnya sebagai petani.

Pemerintah dalam memberikan kebijakan dalam mencapai ketahanan pangan memanfaatkan semaksimal mungkin pangan lokal yang dapat dengan mudah dikembangkan di daerah setempat khususnya di Desa kelanir.

Menyikapi hal ini pemerintah Desa Kelanir bermaksud untuk menyediakan jagung sebagai bahan pangan menggunakan benih janggul unggul di sejumlah Dusun yang ada di Desa Kelanir. Namun, penyaluran tersebut nyatanya tidak merata ke seluruh Kota dan Desa khususnya daerah Sumbawa Barat.

Hal tersebut menjadi dasar masyarakat membeli benih jagung unggul yang harusnya didapatkan secara gratis melainkan harus mengeluarkan

53

bayaran dengan membeli kepada oknum dari luar Desa dan oknum yang memang berada di dalam Desa Kelanir. Prakter jual beli ini sudah merupakan hal biasa terjadi dalam masyarakat terutama pada jual beli benih jagung unggul sekilas memang jual beli benih jagung unggul ini merupakan hal yang sudah biasa dalam konteks dunia kerja secara umum dikarenakan jual beli hampir sama dengan bentuk jual beli biasanya dimana pembeli datang dan menawarkan harga kepada penjual benih jagung unggul. Penjual tentu saja memiliki kebebasan dalam memutuskan apakah ingin menjualnya atau tidak.

Jika sudah di sepakati, maka proses jual beli selanjutnya bisa langsung dilakukan dalam bentuk lisan maupun tulisa jual beli itu sendiri juga tidak lepas dari adab yang sesui dengan syarat dan rukun yang telah ada, salah satu jual beli yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kelanir adalah jual beli benih jagung unggul hal ini sudah biasa mereka lakukan karena kurangnya kesadaran dan sosialisasi dari pemerintah setempat mengenai jenis benih apa saja yang bisa di perjualkan dan yang tidak bisa diperjualbelikan.51

Hal yang menjadi sorotan permasalahan dari jual beli benih jagung unggul ini adalah benih pemerintah yang tidak sembarangan untuk diperjualbelikan akan tetapi itu sangat bertentangan dengan praktek yang terjadi di lapangan. Hal ini karena adanya beberapa oknum yang terlibat dalam penjualan benih jagung unggul dan menjualnya ke masyarakat Desa Kelanir. Benih jagung unggul tersebut didapatkan dari masyarakat lain yang terkena benih jagung unggul dari pemerintah secara gratis dan benih tersebut

51 Observasi, Desa Kelanir, Jum‟at 7 september 202.

kelebihan dari itu oknum membeli benih jagung unggul dalam bentuk karungan dengan harga yang murah, sedangkan oknum tersebut menjualnya kembali dengan menaikkan harga sebelumnya.

Penyebab terjadinya praktek jual beli benih jagung unggul di masyarakat yang didasari karena adanya beberapa kebutuhan yang tidak mampu terpenuhi sehingga dari masyarakat itu sendiri melakukan praktik tersebut, masyarakat lebih memilih membeli kepada oknum tersebut karena mempermudah masyarakat untuk tidak harus mencari keluar atau ke pasar dan oknum tersebut juga memberikan kemudahan kepada masyarakat yang membeli benih jagung unggul dengan bisa membayarnya selesai panen atau berhutang dalam bentuk tulisan, alasan itulah yang mendasari mengapa kebanyakan basyarakat lebih memilih membeli benih jagung unggul ke oknum penjual benih jagung unggul.

Menurut peneliti, jual beli benih jagung unggul ini tidak diperbolehkan walaupun itu mempermudah masyarakat dalam mendapatkan benih jagung unggul dikarenakan benih jagung unggul yang diperjualbelikan adalah benih jagung pemerintah yang dilarang dalam memperjualbelikannya, benih jagung unggul dari pemerintah tersebut seharusnya didapatkan oleh masyarakat Desa Kelanir secara gratis bukan dengan cara membelinya. Tidak hanya itu pembayaran setelah panen atau hutang yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kelanir kepada oknum penjual akan menyebabkan petani mendapatkan penghasilan lebih sedikit dari sebelumnya dikarenakan hasil yang didapatkan setelah panen tiba harus dipotong untuk membayarkan benih

jagung unggul kepada oknum penjual. Oleh sebab itu peneliti mensyarankan kepada pemerintah, untuk lebih memperhatikan barang yang masuk atau keluar di dalam desa khususnya Desa Kelanir Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, apabila jika dilihat barang yang beredar merupakan barang yang tidak boleh diperjualbelikan secara ilegal khusunya benih yang sudah berlabel seperti yang terdapat di karung benih unggul pemerintah.

Adapun tanggapan dari tokoh masyarakat terhadap praktik jual beli benih jagung unggul di Desa Kelanir merupakan ketentuan dalam jual beli benih jagung unggul ini pada umumnya disepakati oleh masing-masing pihak yang menjalankan praktik jual beli benih jagung unggul, namun pada dasarnya keuntungan yang di dapat oleh pihak menjual, menurut peneliti cukup banyak karena mau tidak mau masyarakat harus membeli benih jagung unggul karena masyarakat juga harus mengejar cuaca yang bagus, benih jagung unggul dari pemerintah juga belum pasti akan disalurkan ke Desa Kelanir lagi.

B. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penjualan Benih Jagung Unggul yang Diberikan secara Gratis Oleh Pemerintah

Jual beli benih jagung unggul di Desa Kelanir Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat terdiri dari dua pihak yang berakad yaitu penjual dan pembeli, yang di mana Penjual adalah orang yang secara sah memiliki benih jagung unggul yang diberikan pemerintah secara gratis yang dijadikan objek jual beli tersebut dikarenakan benih jagung unggung yang diberikan oleh pemerintah tidak sesuai dengan lahan yang akan

ditanami atau kelebihan benih jagung unggul, sedangkan oknum penjual adalah orang yang berprofesi sebagai pedagang yang membeli benih jagung dalam skala besar dari penjual atau petani yang kelebihan benih jagung unggul yang selanjutnya akan dijual kembali kepada masyarakat Desa Kelanir Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat dengan harga yang lebih mahal dari sebelumnya. Hal ini di jelaskan dalam Al-Qur‟an surat An-Nisa‟ ayat 29

l,¸ º l ¸ ç l ¸

ç ¸ 2 ; t t

a¸ t l ¸ t l

/ i

z ¸ ę s 2¸ t ¸ a t¸ ę s ¸ ç¸ µ ¸ bl ¸ 2

lç¸ d ;

¸ t ¸ ¸

s z

,¸ l z¸ t ¸ z ¸ ę s a¸ ¸ t

l z ¸ ę s ź t¸ ; t¸ a¸ t ¸ l/

ę s

ç¸ lg z¸ ,¸

52

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.dan janganlah kamu membunuh dirimu, susunggunya Allah adalan maha penyayang kepamu.”

Dari ayat di atas sudah jelas menerangkan bahwa Allah swt melarang umatnya untuk merampas harta apalagi menaikan harga dalam berniaga melalui jalan yang bathil, kecuali dengan cara yang baik dan halal. Jual beli ini sebenarnya dihalalkan dalam islam yang mendasari jual beli ini haram dikarenakan adanya unsur ribah dan penimbunan yang di mana ribah yang dimaksudkan adalah karena adanya pengambilannya keuntungan yang terlalu banyak dalam jual beli benih jagung unggul pemerintah tersebut.

Sedangkan menurut hukum positif hukuman bagi oknum penjual seperti yang sudah di jelaskan dalam peraturan Menteri Perdaganggan

52 Qs. An-Nisa‟ [4]:29

Republik Indonesia No.70 Tahun 2019 tentang distribusi barang secara langsung pada Bab 5 Tentang pembinaan dan penguasaan Pasal 28-29.

Pasal 28

Pengawasan kegiatan usaha penjualan langsung sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 diselanggarakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pelaksaan pengawasan kegiatan perdaganggan.

Pasal 29

Barang yang termasuk produk komoditi berjangka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau jasa dilarang dipasrkan melalui sistem penjualan langsung.

Dasar sah atau tidaknya jual beli adalah saling meridhai di antara kedua belah pihak, salah satunya mengenai penetapan harga secara adil dengan tujuan agar tidak adanya pihak yang dirugikan. Harga yang adil menurut hukum Islam adalah harga yang terbentuk secara alami, yang mana harga itu terbentuk melalui penawaran, permintaan dan tidak ada salah satu pihak yang dirugikan baik itu pihak penjual maupun pihak pembeli karena Islam melarang jual beli dengan jalan memakan harta orang lain dengan cara bathil. Harga harus mencerminkan manfaat bagi pembeli dan penjualnya secara adil, yaitu penjual memperoleh keuntungan

yang normal dan pembeli memperoleh manfaat yang setara dengan harga yang dibayarkannya.53

Praktik jual beli benih jagung di di Desa Kelanir Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat sudah diketahui jelas mengenai kuantitasnya, sehingga pada waktu pengambilan kuantitasnya diketahui secara jelas. Akan tetapi ada pengurangan maupun penambahan harga yang dilakukan dalam jual beli benih jagung unggul ini. Pengurangan harga dilakukan karena membayar langsung sedangkan apabila masyarakat melakukan pembayaran setelah panen maka harganya akan meningkat, Hal inilah yang dapat menimbulkan permasalahan. Karena setiap pembelian benih jagung unggul.

penambahan harga pada pembelian jagung yang dilakukan oleh penjual kepada pihak yang membeli tidak diperbolehkan dalam islam karena hukumnya Haram karna transaksi jual beli yang tidak sesuai dengan hukum islam, penambahan harga tersebut menimbulkan kerugian salah satu pihak.

Setelah ditelusuri lebih dalam oknum penjual juga melakukan penimbunan dalam praktek jual beli benih jagung unggul yang berikan oleh pemerintah, yang di mana Dalam hukum Islam sudah menjelaskan barang apa saja yang dihalalkan oleh Allah swt untuk memilikinya, maka halal pula untuk dijadikan sebagai obyek perdaganggan. Demikian pula

53 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam, Ekonomi Islam (Jakarta: PT Raja

Grafindo Persada, 2013), 332.

segala bentuk yang diharamkan untuk memilikinya maka haram pula untuk memperdagangkannya terdapat ketentuan hukum islam yang menyatakan bahwa pada dasarnya barang tersebut halal menurut ketentuan hukum islam, akan tetapi sikap dan perbuatan para pelaku atau pedangang bertentangan dengan syara’ maka barang tersebut menjadi haram seperti halnya penimbunan barang yang dilakukan oleh parah pedagang seperti oknum penjual yang dapat merugikan banyak orang. Seperti yang sudah di jelaskan. Dalam pandangan Islam, orang yang menimbun barang untuk mengeruk keuntungan pribadi termasuk perbuatan dosa dan diharamkan.

Rasulullah SAW bersabda:

¸ g ¸ 2 a ¸ ç ¸ a ¸ ;

t ¸ c ,¸ a¸ ; t -, 1 g ِلله ِه l ęl c . ¸ lẽ ¸

:

¸ S

ç¸ ¸ b¸ l

Dari Ma‟mar bin Abdullah; Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan penimbunan melainkan dia adalah pendosa.” (HR. Muslim).

Dari dalil diatas sudah jelas bahwasanya orang yang melakukan penimbunan adalah haram hukumnya karena penumbunan adalah sesuatu hal yang dilarang dalam dalam islam dikarenakan ada unsur Tadhyiiq yaitu membuat kesulitan kepada masyarakat umum minimal dalam sisi ekonomi/materi. Antara penjual dan pembeli tidak ada yang lebih utama dalam sisi mashlahat. Artinya, keduanya masing-masing saling memberi dan mendapat mashlahat dari praktek mu‟amalahnya. Untuk mendapat mashlahat dari jual beli itu, maka aturan dan syarat jual beli harus dipenuhi, serta motif dan tujuannya pun harus mengarah ke kemaslahatan

sme jual beli.

bersama. Setelah itu, masing-masing berhak untuk mendaya gunakan pendapatannya demi kemaslahatan masing-masing tapi dengan tidak merugikan pihak lain, dan itulah ideali

PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian pembahasan yang telah peneliti paparkan pada pembahasan sebelumnya mengenai tinjauan hukum islam terhadap jual beli benih jagung unggul yang diberikan secara gratis oleh pemerintah di Desa Kelanir Kecamatan seteluk Kabupaten Sumbawa Barat maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Praktek jual beli benih jagung unggul di Desa Kelanir ini sudah berlangsung cukup lama dikarenakan tidak meratanya pembagian setiap benih jagung unggul oleh pemerintah setempat. Praktek jual beli jagung unggul dilakukan oleh sebagian masyarakat dikarenakan kebutuhan yang mendesak, karena benih jagung unggul tersebut harus segera dipakai oleh masyarakat mengingat cuaca yang sering berubah-ubah selain menjual benih jagung unggul oknum penjual juga melakukan penimbunan terhadap benih jagung unggul.

2. Jual beli benih jagung unggul di Desa Kelanir Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat tidak sesuai dengan hukum islam

dikarenakan benih yang diperjualbelikan oleh oknum penjual kepada masyarakat Desa Kelanir adalah benih bantuan dari pemerintah yang seharusnya masyarakat desa mendapatkan secara gratis bukan malah membelinya seperti yang sudah dijelaskan dalam Islam tidak diperbolehkan memperjualkan sesuatu yang bukan hak milik atau memakan hak orang lain.

B. Saran

Adapun saran yang dapat peneliti berikan yaitu:

1. Untuk Masyarakat Desa Kelanir

Setiap melakukan transaksi jual beli benih jagung unggul hendaknya masyarakat terlebih dahulu harus tau asal-usul benih jagung tersebut, dari mana benih jagung unggul tersebut didapkan dan apakah benih jagung tersebut layak untuk diperjualbelikan atau tidaknya.

2. Untuk Pemerintah

Diadakannya sosialisis langsung kepada masyarakat terutama petani selaku pembeli agar masyarakat tau mengenai benih-benih apa saja yang boleh diperjual belikan dan yang tidak boleh diperjualbelikan.

Adanya larangan atau membuat peraturan desa bagi masyarakat yang memperjual belikan benih jagung unggul pemerintah untuk tidak diperjualbelikan kepada petani-petani lain

atau ke desa-desa lain dan menangkap para oknum yang memperjual belikan benih pemerintah tersebut.

63

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziz Dahlan, “Jual Beli,” Ensiklopedia Hukum Islam, jilid 6, ed. Abdul Aziz Dahlan (Jakarta: PT lchitiar Baru van hoeve, 2003).

As-Sayyid Sabiq, Fiqh As-Sunnah Libanon: Dar Al-Fikr, 1981.

Aby Ishaq Ibrahim al-Syirazy, al-Muhadzab fi al-Fiqh al-Imam al-Syafi’i, Mawqiu al-Islam.

A Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan, Jakarta: Kencana, 2017.

Abdul Manan, Teori dan Praktek Ekonomi Islam,( Yogyakarta, Dana Bakti Wakaf, 1997) hlm. 204.

Dimyauddin Djuwaini, Pengantar Fiqh Muamalah Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Gufron A. Mas‟adi, Fiqh Muamalah kontekstual, Cet, 1 PT Raja Grafindo Persada, 2002.

Guf‟ron A Mas‟adi, Fiqih Muamalah Kontekstual, Jakarta: PT, Raja Grafindo Persada, 2020.

Husein Umar, Metodologi Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisni,PT Rajagrafindo Persada Jakarta Utara.

Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Http;//Asyarihasanpas.Blogspot.Com/2009/02/Monopoli-Dan-Ihtikar-Dalam- Hukum.Html Tanggal 04 April 2021

Ibn Nujayn al-Misr, al-Riq Syarh Kanz al-Daqaiq, beirul: al-kutub.

Ibn Qudamah al-Hanbaly, Al-Mughni, Jilid 6 Riyadi: Dar alam al-Kutub, 1996.

Ibid

Keti Sangada, “Tinjauan Hukum Islam Terhada Jual Beli Padi Dengan Sistem Harga Urip,” Skripsi IAIN Purwokerto, Purwokerto, 2018.

Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006.

64

Muhammad Mukhlis, “Tinjauan Hukum Islam tentang Pelaksaan Jual Beli Benih Padi Siap Tanam dengan Kepal,” Skripsi, UIN Raden Intan Lampung, Lampung 2017.

Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.

Mardani, Fiqh Ekonomi Syariah, Jakarta: Kencana, 2011.

Mustafa Edwin Nasution, etal.eds., Pengenalan Ekonomi Islam, (Jakarta, Kencana, 2006) hlm. 121

Nindy Nur Iza Trisdyanti, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Benih Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2007.

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam, Ekonomi Islam Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013.

Rachmat Syafe‟I, Fiqh Muamalah Bandung: Setia, 2001.

Rachmat Syafei, Fiqih Muamalah, Semarang: Pustaka Setia, 2001.

Suhwaradi K Lubis, Hukum Ekonomi Islam, Jakarta: Sinar Grafika, Cet III, 2004.

Sulaiman Rasyid, Fiqih Islam, Bandung: Sinar Baru Algensido, Cet 41, 1994.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2019.

Sohari Sahrani dan Ru‟fah Abdullah, Fikih Muamalah ( Bogor : Ghalia Indonesia, 2011), 67.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:

Rineka Cipta, 2014.

Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi Mixed Methods,Bandung:Alfabeta,2012.

Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2018.

Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah XII Terj. Kamaludin A. Marzuki Bandung: alma‟arif, 1988.

Tumbuhan Di Desa Rejosari Kebonsari Madiun,” skripsi, IAIN Ponorogo, Ponorogo, 2019.

65 LAMPIRAN

Wawancara Bersama Pak Kepala Desa Kelanir

Wawancara Bersama Oknum Penjual Benih Jagung Unggul

66

Wawancara Bersama Masyarakat Desa Kelanir

Dokumen terkait