Informasi Bangunan
B. Memperhatikan Isu-Isu Global dan Perkembangan Teknologi
1) Peralatan
Kalian tentunya sudah mengetahui peralatan-peralatan bangunan, baik gedung perkantoran, gedung publik, maupun hunian yang menggunakan energi listrik. Pemilihan peralatan yang hemat energi saat melakukan desain pemodelan bangunan merupakan salah satu upaya untuk menunjang terwujudnya bangunan hijau. Salah satu contoh peralatan yang menggunakan listrik di dalam gedung publik atau perkantoran adalah eskalator.
Gambar 2.2 Eskalator di Terminal 3
Sumber: megapolitan.kompas.com /Kristianto Purnomo (2019)
Eskalator adalah tangga berjalan yang memerlukan tenaga listrik.
Tahukah kalian bahwa bergeraknya eskalator ini dapat diatur?
Teknologi yang digunakan disebut Variable Speed Drive (VSD). Dengan menggunakan teknologi VSD ini, gerakan eskalator dapat diatur sehingga hanya bergerak jika ada yang menaikinya. Tentu saja ada tambahan sensor gerak untuk mengetahui saat pejalan kaki menaiki eskalator. Hal ini akan menghemat energi yang dikeluarkan karena eskalator tidak bergerak setiap saat sepanjang gedung beroperasi.
Tahukah kalian, peralatan lain yang mempunyai itur hemat energi?
Ayo, lakukan aktivitas berikut ini!
download dari bukusekolah.id
Bab 2 Konsep Hijau (Green) dan Berkelanjutan (Sustainable) pada Desain Pemodelan 47 dan Informasi Bangunan
Aktivitas Mandiri 2.5
Mendeskripsikan Fitur Hemat Energi
Carilah peralatan yang mempunyai teknologi hemat listrik. Buatlah daftarnya seperti pada tabel di bawah ini!
No. Nama Peralatan
1.
2.
3.
4.
5.
Aktivitas Mandiri 2.6
Setiap bangunan hijau tidak harus menggunakan strategi yang sama untuk melakukan penghematan energi. Bacalah secara mandiri kedua teks di bawah ini dan cermati praktik hemat energi yang dilakukan pada kedua bangunan hijau tersebut. Tandailah dengan memberi garis bawah pada bagian praktik hemat energi menggunakan pena!
Teks 1:
Terapkan Konsep Green Building, Gedung Utama Kementerian PUPR Terima Penghargaan Subroto Bidang Eisiensi Energi Tahun 2021
Oleh: Biro Komunikasi Publik, Kementerian PUPR
Jakarta - Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima Penghargaan Subroto Bidang Eisiensi Energi
download dari bukusekolah.id
(PSBE) 2021 untuk kategori Penghematan Energi di Instansi Pemerintah dengan subkategori Gedung Lama. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas komitmen Kementerian PUPR dalam upaya pengurangan dampak lingkungan yang diterapkan pada bangunan gedung utama dengan mengadopsi konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH).
Penghargaan yang secara rutin digelar sejak 2012 ini merupakan apresiasi Kementerian ESDM bagi pemangku kepentingan di sektor bangunan dan industri yang berhasil menerapkan upaya eisiensi serta konservasi energi. Secara seremonial, penghargaan diberikan Menteri ESDM Ariin Tasrif dan diterima oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah secara virtual pada acara Penganugerahan Penghargaan Subroto 2021 tanggal 28 September 2021 lalu.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menghadapi isu lingkungan, Kementerian PUPR terus ikut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon melalui berbagai pembangunan infrastruktur, misalnya, pembangunan gedung hijau, pasar tradisional dan rumah susun (rusun) hemat energi, kebun raya dan ruang terbuka hijau, serta pembangunan TPA sampah dengan teknologi sanitary landill dan incinerator.
Gedung utama Kementerian PUPR dibangun dengan konsep green building dengan estimasi penghematan listrik sekitar 40% dan penghematan konsumsi air hingga 35%. Desain keseluruhan gedung menggunakan lebih banyak penerangan alami dari sinar matahari pada siang hari serta menerapkan sensor penerangan yang secara otomatis akan memadamkan lampu ketika tidak ada orang di ruangan.
Kawasan kampus PUPR juga menerapkan sistem daur ulang penggunaan air untuk menghemat konsumsi air melalui sistem rainwater harvesting, recycling, dan reuse. Air hujan yang turun di area resapan dialirkan masuk dalam drainase, selanjutnya ditampung dalam ground water tank dan didaur ulang sebagai air untuk menyiram tanaman, lushing urinoir, dan suplai air untuk cooling tower.
download dari bukusekolah.id
Bab 2 Konsep Hijau (Green) dan Berkelanjutan (Sustainable) pada Desain Pemodelan 49 dan Informasi Bangunan
Selain itu, ruangan kantor di setiap lantai dilengkapi dengan toilet, musala beserta tempat wudu, pantry, dan ruangan ibu dan anak (nursery) untuk memberikan kenyamanan pegawai dalam menyusui atau pumping. Area sekitar gedung juga dilengkapi dengan jalur pejalan kaki dengan guiding block untuk pengguna difabel dan taman sebagai ruang terbuka hijau dengan bangku-bangku taman.
“Biro Umum selaku pengelola gedung terus berusaha memegang teguh komitmen untuk menjaga gedung utama tetap fungsional sebagai bangunan gedung hijau”, seperti disampaikan oleh Plt Kepala Biro Umum Kementerian PUPR, Edy Juharsyah.
Kementerian PUPR telah menerbitkan Peraturan Menteri PUPR No.
15 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung Hijau, Peraturan Menteri PUPR No. 9 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan, dan Peraturan Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau dalam rangka mendukung infrastruktur ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sumber: https://eppid.pu.go.id/page/kilas_berita/2723/Terapkan-Konsep-Green-Building-Gedung-Utama- Kementerian-PUPR-Terima-Penghargaan-Subroto-Bidang-Eisiensi-Energi-Tahun-2021
Teks 2:
Rahasia Paciic Place Raih Platinum Green Building Oleh: Arie Liliyah
Upaya PT Paciic Place Jakarta untuk menjalankan praktik eisiensi energi sejak tahun 2010 berbuah manis. Pada Senin 17/3 lalu, Paciic Place Mall dinobatkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia yang ramah lingkungan kategori Platinum.
Menurut H.V. Jovellana, Jr, COO PT Paciic Place Jakarta, sertiikasi ini tidak hanya menguntungkan bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga menghasilkan beneit dari sisi bisnis. “Kami mengaplikasikan praktik hemat energi dengan cara recycle, reschedule, readjust, dan replacing masing-masing dapat menekan biaya operasional hingga 25% setiap bulan,” jelas Jovellana.
download dari bukusekolah.id
Secara teknis, prinsip hemat energi guna mendukung kelestarian lingkungan dilaksanakan PT Paciic Place dalam dua tahap, yaitu short term investment dan middle term investment. Short term investment adalah investasi yang dilaksanakan melalui praktik reschedule, recycle, dan readjust.
Jovellana mencontohkan, untuk penghematan energi listrik dila
kukan reschedule indoor lighting. Jika sebelumnya penerangan dalam mal Paciic Place dinyalakan sejak pukul 9.30 WIB, maka jadwalnya dimundurkan hingga pukul 9.40 WIB. Dengan demikian, mereka telah menghemat 10 menit energi listrik yang akan digunakan dalam satu hari.
Praktik short term investment lainnya adalah readjust, di mana salah satu langkahnya adalah dengan mengoperasikan penyejuk udara dengan satu derajat lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu, PT Paciic Place juga memanfaatkan air daur ulang guna memenuhi kebutuhan air di luar dan dalam gedung. Pada investasi jangka menengah atau middle term, menurut Jovellana mereka menginvestasikan pada penggantian alat pendingin dan lampu dengan teknologi baru yang memiliki kemampuan saving energi.
“Sebelumnya kita harus mengeluarkan (biaya) untuk penyejuk udara hampir setengah dari total biaya operasional, sekarang kami bisa hemat sekitar 13%. Penggantian lampu dengan sistem energy saving pun dapat menghemat total di atas 10%,” jelas Jovellana.
Memang di awal gerakan ini dijalankan, PT Paciic Place sendiri harus menginvestasikan sejumlah dana. Akan tetapi menurut Jovellana, pihak CEO PT Paciic Place Jakarta langsung menyetujui investasi tersebut karena perhitungan ROInya yang kurang dari 3 tahun. Jovellana menggambarkannya dengan mengambil contoh investasi dalam sistem saving energi alat penyejuk udara. “Kami menginvestasikan sekitar Rp1,5 miliar untuk satu sistem itu saja, tetapi ROI-nya hanya 1,5 tahun saja,” jelas Jovellana. (EVA)
Sumber: https://swa.co.id/swa/trends/management/rahasia-paciic-place-raih-platinum-green-building
download dari bukusekolah.id
Bab 2 Konsep Hijau (Green) dan Berkelanjutan (Sustainable) pada Desain Pemodelan 51 dan Informasi Bangunan
Aktivitas Mandiri 2.7
Tuliskan perbedaan praktik hemat energi kedua gedung hijau pada bacaan di atas dalam bentuk tabel seperti berikut!
No. Gedung Utama
Kementerian PUPR Gedung Mal Paciic Place 1.
2.
3.
4.
Aktivitas Kelompok 2.8
Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-5 orang. Pilihlah salah satu gedung publik di sekitar kalian, kemudian diskusikan praktik hemat energi yang dapat dipraktikkan di gedung tersebut dan berikan alasannya.
Presentasikan desain praktik hemat energi yang kalian usulkan di depan kelas!
2) Teknologi Hijau terkait Eisiensi Energi dan Konservasi Energi