• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran tokoh agama dalam dekadensi moral

Dalam dokumen Kata Pengantar (Halaman 163-169)

Peran menurut kamus bahasa Indonesia berasal dari kata peran yang berarti “keikutsertaan dalam kegiatan”

kemudian kaitannya dengan pengertian tersebut, Mayor Potak mengemukakan bahwa peran adalah suatu rangkain kegiatan yang dilakukan seseorang atau kelompok orang yang menonjol dalam terjadinya sesuatu hal keadaan atau peristiwa tertentu. Menurut Poerwadarwinto dalam kamus umum bahasa indonesia, mengartikan peranan sebagai suatu yang menjadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa. Dari beberapa pengertian diatas dapat di simpullkan bahwa peran merupakan tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan. Menurut Imam Bawani, “ada tiga peran penting tokoh agama dalam pembinaan akhlak yaitu peran kaderisasi, peran pengabdian dan dakwah”.

1. Peran kaderisasi, dimana tokoh agama mempunyai peran melaksanakan kegiatan kaderisasi di tenggah masyarakat tokoh agama Islam dengan kemampuan yang dimiliki di tuntut mampu melaksanakan kaderisasi. Melakukan kaderisasi berarti menurut tokoh agama bergabung dalam suatu wadah (pengabdian diri) yang dikelolah sendriri maupun bekerja sama dengan organisasi.

2. Peran pengabdian, dimana tokoh agama mengabdikan diri secara langsung dalam kegiatan masyarakat. Dimana tokoh agama harus hadir di tengah-tengah masyarakat, membantu dan membimbing ke arah kemajuan. Tokoh agama bertindak dalam masyarakat yang ingin membebaskan masyarakat

dari segala belenggu kehidupan yang membayur ke dalam masyarakat kearah yang lebih baik. Tokoh agama harus bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, bersikap yang mencerminkkan pribadi muslim dan dalam setiap perilakunya dijadikansuri tauladan bagi masyarakat

3. Peran dakwah, karena berdakwah merupakan kegiatan yang dilakuan seseorang yang memiliki pengatehuan yang luas tetang agama dan dapat megajak, mendorong dan memotivasi orang lain. Tokoh agama islam berparan menagkal praktek kehidupan yang tidak benar dan meluruskan kepada jalan yang benar, mengunakan gagasan yang kreatif, mengenai beragai sektor pembangunan, menemukan dan mengembangkian knsep ilmiah tentang membnagun, menyadarkan manusia tentang kehidupan masa depan yang lebih baik. Tokoh agama memiliki kapasitas untuk memanusiakan manusia (proses humanisasi) melakukan penegakkan kebenaran dan pencegahan kemungkaran (proses liberal) dan menciptakan masyarakat berkeyakinan yang teguh

Dahulu bangsa Indonesia dikenal karena moral rakyatnya yang berbudi pekerti luhur, santun dan beragama. Sayang citra baik ini tidak di jaga. Perlu diingat modal kemajuan suatu bangsa sangat didukung generasi yang cerdas, bijak dan bermoral.

Namun akhir-akhir ini, gejala kemerosotan moral benar-benar mengkhawatirkan. Masalah ini bukan hanya menimpa kalangan orang dewasa dalam berbagai jabatan dan profesinya, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar yang diharapkan dapat melanjutkan perjuangan bangsa.

Masalah-masalah moral pun telah menjadi persoalan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan, terutama dari pendidik, alim ulama, tokoh masyarakat, dan orang tua.

Meskipun telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah moral, namun hasilnya masih belum menggembirakan.

Kita patut prihatin atas kondisi moralitas bangsa ini. Betapa tidak, moralitas, sebagai hasil dari pendidikan, ternyata tidak bisa disebut membanggakan. Moralitas yang ada justru sangat

Dekadensi Moral Keagamaan Dalam Pelayanan Kesehatan 155 jauh dari nilai-nilai normatif yang selama ini dijunjung tinggi.

Semua itu sungguh sangat disayangkan dan telah mencoreng kredibilitas dunia pendidikan. Para pelajar yang seharusnya menunjukkan akhlak yang baik, justru malah menunjukkan tingkah laku yang buruk.

™ Untuk mengatasi berbagai kerusakan moral yang terjadi Di masyarakat maka solusi yang untuk menanggapi masalah tersebut adalah sebagai berikut:

Untuk menghindari salah pergaulan, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak. Karena kepribadian manusia akan terpengaruhi dari pergaulan itu sendiri. Apabila seseorang bergaul di lingkungan yang baik,maka ia akan timbul kepribadian yang baik juga. Dan apabila seseorang bergaul pada kondisi lingkungan yang kurang baik,maka akan timbul kepribadian yang kurang baik juga.

1. Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak. Seperti halnya karena kurangnya perhatian orang tua,seseorang akan cenderung melampiaskan amarahnya pada orang lain dengan tindakan yang tidak wajar dilakukan oleh kaum muda.

2. Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.

3. Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal shaleh. Dengan kita mendektkan diri kepada Allah,rajin beribadah,beramal shaleh,tentu akan membuat kita terhindarkan dari perbuatan yang tidak sesuai di jalan Allah. Seperti halnya dalam surat Al-Qalam ayat 4 “ Sesungguhnya engkau ( Muhammad ) berada pada landasan akhlak yang agung.” Sebaiknya,kita sebagai manusia yang telah diberi akal dan fikiran oleh sang maha kuasa harus dimanfaatkan secara optimal. Kita harus berfikir cerdas tentang bagaimana cara mengaplikasikan sesuatu hal agar dapat menimbulkan efek yang baik bagi kita.

Terutama dalam memilih hal yang kita sukai seperti halnya trend masa kini, idola, dan lain sebagainya.

4. Mampu memanfaatkan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya.

Prinsip-prinsip yang harus dikembangkan dalam pergaulan remaja adalah:

1. Mampu mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi.

2. Mencari kawan yang baik dan dapat memotivasi untuk mengembangkan potensi diri.

3. Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap semua tugas yang diemban sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang gemilang.

4. Mengembangkan kemampuan diri untuk mencapai prestasi ataupun kematangan diri sehingga memiliki kemampuan dan modal yang cukup untuk menyongsong masa depan.

5. Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan yang bebas karena kebiasaan ini akan menguras segala kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan.

6. Agar remaja tidak terjebak ke dalam pergaulan bebas yang tidak sesuai dengan akhlak Islami, remaja perlu mengetahui hal-hal berikut:

7. Hendaklah tidak memakai busana yang mendorong hasrat seksual.

Dekadensi Moral Keagamaan Dalam Pelayanan Kesehatan 157 8. Hendaklah menghindari berpacaran yang tidak Islami.

9. Jangan mencoba-coba untuk menonton video porno melalui media apapun, baik internet, VCD/DVD maupun media handphone.

10. Katakan “tidak” untuk minuman beralkohol dan narkoba, apapun bentuknya.

11. Jangan terbawa arus kebudayaan barat yang cenderung pada sikap hedonisme dan materialisme.

12. Selalu mengindahkan pesan-pesan kebenaran dan kebaikan dari orang tua, guru dan orang saleh.

13. Melakukan kegiatan-kegiatan yang positif bagi masa depan remaja yang berkaitan dengan peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta perkembangan kepribadian yang positif bagi remaja (Syafrial).

Daftar Pustaka

https://sg.docworkspace.com/d/sAM7uBF_L34BHobXYr6qnFA https://hot.liputan6.com/read/4524584/moral-adalah-tingkah-

laku-manusia-kenali-pengertian-ciri-dan-macamnya https://id.wikipedia.org/wiki/Dekadensi

https://sumbar.kemenag.go.id/v2/post/23937/tips-mengatasi- kerusakan moral%C2%A0khususnya-para-remaja-islam.

html

https://www.academia.edu/38138381/Nilai_Nilai_Spiritual_

Islam_dalam_Pembangunan_Karakter_Bangsa_Yunisa_

docx

http://repository.iainbengkulu.ac.id/5728/1/SKRIPSI%20NURMA.

pdf

file:///C:/Users/Asus/Downloads/235572859.pdf

Dalam dokumen Kata Pengantar (Halaman 163-169)