• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Pendidikan Pancasila Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Pada Siswa SMPN 4 Taklar

BAB II KAJIAN PUSTAKA KAJIAN PUSTAKA

B. DESKRIPSI INFORMAN PENELITIAN

2. Peranan Pendidikan Pancasila Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Pada Siswa SMPN 4 Taklar

“ Menurut saya proses pembelajaran karakter dikelas sudah efisien karena mulai dari siswa dan guru menaati aturan yang berlaku di Ssekolah, misalnya tentang kedisiplinan di Sekolah yang berlaku harus datang tepat waktu.

Kendala yang dihadapi masih banyak siswa dalam proses pembelajaran masih kurang aktif atau kurang kesadaran dalam memahami pelajaran.( Wawancara Wandi Idris kelas VIII D tanggal 20 april 2019).

Sebelum membahas tentang model pembelajaran dikelas termasuk perlu kita ketahui bahwa pengertian pembelajaran dan pengertian model.

Dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pada pasal 1 ayat 20 dinyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi anatar para peseera didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Sejalan dengan UU Sisdiknas tersebut Permendikbud RI No 103 tahun 2014 Pasal 1 lebih jelas menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi anatar peserta didik dan anatar peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. (BSNP 2016). Mengacu pada pengertian pembelajaran tersebut dapat kita pahami bahwa dalam pembelajaran ada tiga unsur penting yaitu : 1). Subjek, 2). Aktivitas atau proses interaksi, 3).

Lingkungan belajar. Siswa dan Guru adalah subjek yang aktif.

Ahli pembelajaran seperti Gagne Briggs dan Wager ( 1992) juga menyatakan hal senada, bahwa pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuyk terfaslitasnya proses belajar siswa. Kiranya jelas, tujuan dari semua upaya pembelajaran adalah agar siswa belajar. Tentu saja, guru juga memainkan peranan penting. Peran guru tersebut adalah memilih, menetapkan, dan menata kegiatan-kegiatan ( events) pembelajaran agar efektif

bagi proses belajar siswa. Untuk itulah para guru merancang kegiatan dan model pembelajaran yang tepat, semata-mata agar proses belajarm siswa berhasil. Seperti terlihat pada wawancara diatas dengan salah satu siswa di kelas VIII D Wandi Idris.

Mengenai pengertian “model” kita ikuti pendapat Winataputra (2001: 1) yang mengartikan model sebagai kerangka konseptual. Dengan deminian, jelaslah sekarang bahwa yang dimaksud model pembelajaran dalam model ini., sebagaimana dinyatakan Joyce &Wei ( 1996) dan Winataputa ( 2001) , adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau yang melukiskan prosedur yang systematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu. Model pembelajaran dapat berfungsi atau bermanfaat sebagai pedoman bagaim para perancang pembelajaran dan guru dalam merencanakan dan melakukan aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, hal ini dilakukan agar siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran.

Model pembelajaran memiliki lima unsur dasr sebagaimana dikemukakan oleh Joyce &Wei (1996) dan Winataputra (2001) yaitu 1.

sintakmatik, 2. System sosial, 3.prinsip reaksi 4. Sistem pendukung dan dampak instruksional dan pengiring. Setiap model pembelajaran memiliki sintakmatiknya . Hal ini berarti bahwa jika suatu model pembelajaran tidak jelas sintakmatiknya maka sesungguhnya model tersebut belum dapat dikategorikan sebagai model pembelajaran.

Iya karena ketika guru menjelaskan caranya selalu lembut dan sopan karena itu kami biasa mengerti apa yang guru jelaskan. Iya selalu

memenuhi harapan karena guru masuk mengajar pada waktu yang tepat dan menjelaskan materi yang akan dipelajari. (Wawancara Wandi Idris Kelas VIII D tanggal 20 April 2019.)

Berdasarkan hasil wawancara ini dapat kita uraikan bahwa secara umum manfaat dalam pembelajaran. Adalah memperpelancar interaksi interaksi antar guru dengan peserta didik, dan membantu peserta didik belajar secara optimal. Namun demikian, secara khusus manfaat media pembelajaran dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985) . yaitu:

1. Penyampaian materi dapat diseragamkan

Guru mungkin mempunyai gaya dan penafsiran yang beranekaragam dalam menyampaikan substansi marei ajar. Untuk mata peljaran yang diampu secara ;team, teaching dan banyak guru, maka dimungkinkan terjadi perbedaan penafsiran terhadap materi ajhar. Dengan media yang dirancang bersama, penafsiran yang beragam ini dapat direduksi dan disampaikan kepada peserta didik secara beragam.

2. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik

Media dapat menyampaikan materi ajar., yang dapat didengar (program audio) dan dapat dilihat (media visual) sehingga dapat mendeskripsikan prinsip, konsep, proses atau prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi kongkrit dan lengkap.

3. Proses pembejaran menjadi lebih interaktif.

Jika dipiih dan dirancang dengan benar, media dapat membantu guru dan peserta didik melakukan komunikasi dua arah secara aktif. Tanpa

media, guru mungkin akan cenderung berbicara “ satu arah”kepada peserta didik.

4. Waktu belajar mengajar lebih efisien

Sering kali terjadi, para guru memerlukan waktun yang lama untuk menjelaskan materi ajar, sehinnga estimasi waktu yang digunakan tidak mencukupi. Padahal waktu untuk menjelaskan dapat diefienkan, jika guru memanfatkan media pembelajaran dengan baik.

5. Kualitas belajar peserta didik dapat ditingkatkan.

Pemanfaatan media tidak hanya mampu membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi proses pembelajarn dapat lebih ditingkatkan efektivitasnya untuk membantu peserta didik menyerap materi secara lebih mendalam dan utuh.

6. Proses pembelajaran dapat terjadi dimana saaja dan kapan saja

Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga pembobotan belajar terstruktur dan mandiri dapat peserta didik dilakukan untuk belajar dimana saja dan kapan saja mereka mau, tanpa tergantung pada sumber belajar ( guru)

7. Sikap positif peserta didik terhadap proses pembelajaran dapat ditingkatkan

Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, dan hal ini dapat meningkatkan kecintaan dan apresiasi peserta didik terhadap ilmu pengetahuan yang telah disampaikan guru, yang akhirnya mendorong peserta didik untuk aktif untuk mendalami secara mandiri.

8. Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan produktif.

Dengan media, guru tidak perlu mengulang-ulang penjelasan dan dapat mengurangi penjelasan verbal, (lisan) sehingga guru dapat memberikan perhatian lebih banyak kepada aspek pemberian motivasi, perhatian, dasn pembimbingan kepada peserta didik.

Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa harus menggunakan media dan model pembelajaran sehingga anak anak dapat mengerti pembelajaran yang disampaikan oleh guru di kelas.

Dokumen terkait