• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

2.1.1 Perancangan Campuran Beton

I I - 28

Langkah-langkah pembuatan rencana campuran beton normal dilakukan sebagai berikut:

a) Ambilِkuatِtekanِbetonِyangِdisyaratkanِfِ‘cِpadaِumurِtertentu;

b) Hitung kuat tekan beton rata-rataِyangِditargetkanِf’cr,ِdenganِ

rumus :

f’crِ=ِf’cِ+ِ1.34ِSr (2.18)

f’crِ=ِf’cِ+ِ2.33.ِSrِ– 3.5 (2.19) c) Tetapkan jenis semen

d) Tentukan jenis agregat kasar dan agregat halus, agregat ini dapat dalam bentuk tak dipecahkan (pasir atau koral) atau dipecahkan;

e) Tentukan faktor air semen dengan cara grafik :

Grafik 2.1

Grafik hubungan antara Kuat tekan dan Faktor Air Semen

I I - 29

f) Tetapkan factor air semen maksimum (dapat ditetapkan sebelumnya atau tidak). Jika nilai factor air semen yang diperoleh lebih kecil dari yang dikehendaki, maka yang dipakai Tabel 2.4. Persyaratan jumlah semen minimum dan faktor air semen maksimum untuk berbagai macam pembetonan dalam lingkungan khsusus

Lokasi Jumlah Semen

Minimum per m3 beton (Kg)

Nilai Faktor Air Semen Maksimum

Beton di dalam ruang bangunan : a. Keadaan keliling non-korosif b. Keadaan keliling korosif

disebabkan oleh kondensasi atau uap korosif

Beton diluar ruangan bangunan : a. Tidak terlindung dari hujan dan

terik matahari langsung b. Terlindung dari hujan dan terik

matahari langsung Beton masuk kedalam tanah : a. Mengalami keadaan basah dan

kering berganti-ganti

b. Mendapat pengaruh sulfat dan alkali dari tanah

Beon yang kontinu berhubungan : a. Air tawar

b. Air laut

275

325

325

275

325

0,60

052

0,60

0,60

0,55

Lihat tabel 5

Lihat tabel 6

g) Menetapkan nilai slump

I I - 30

h) Menetapkan ukuran agregat maksimum jika tidak ditetapkan lihat tabel 2.5

i) Menentukan nilai kadar air bebas Tabel 2.5 dan grafik 2.4

Tabel 2.5 Perkiraan kadar air bebas (Kg/m3) yang dibutuhkan untuk beberapa tingkat kemudahan pengerjaan adukan beton

Slump (mm) 0-100 10-30 30-60 60-80 Ukuran besar butir

agregat maksimum

Jenis agregat --- --- --- ---

10

Batu tak

dipecahkan Batu pecah

150 180

180 205

205 230

225 250

20

Batu tak

dipecahkan Batu pecah

135 170

160 190

180 210

195 225

40

Batu tak

dipecahkan Batu pecah

115 155

140 175

160 190

175 205

Catatan: Koreksi suhu udara :

Untuk suhu di atas 25 oc, setiap kenaikan 5 oc harus ditambah air 5 liter per m2 adukan beton

j) Menghitung jumlah semen yang besarnya adalah kadar semen adalah kadar air bebas dibagi faktor air semen;

k) Jumlah semen maksimum jika tidak ditetapkan, dapat diabaikan;

l) Menentukan jumlah semen seminimum mungkin. Jika tidak lihat table 2.5 jumlah semen yang diperoleh dari perhitungan jika perlu disesuaikan;

I I - 31

m) Menentukan factor air semen yang disesuaikan jika jumlah semen berubah karena lebih kecil dari jumlah semen minimum yang ditetapkan (atau lebih besar dari jumlah semen maksimum yang disyaratkan), maka factor air semen harus diperhitungkan kembali;

q) Menentukan susunan butir agregat halus (pasir kalau agregat halus sudah dikenal dan sudah dilakukan analisa ayak menurut standar yang berlaku,

r) Menentukan susunan agregat kasar

s) Menentukan persentase pasir dengan perhitungan t) Hitung berat jenis relative agregat

u) Menentukan berat isi beton menurut Grafik 2.2

Grafik 2.2

Grafik perkiraan berat isi beton basah

I I - 32

v) Menghitung kadar agregat gabungan yang besarnya adalah berat jenis beton dikurangi jumlah kadar semen dan kadar air bebas;

w) Menghitung kadar agregat halus yang besarnya adalah hasil kali persen pasir dengan agregat gabungan

x) Menghitung kadar agregat kasar yang besarnya adalah kadar agregat gabungan dikurangi kadar agregat; dari langkah-langkah tersebut di atas butir 1 sampai dengan 23 sudah dapat diketahui susunan campuran bahan-bahan untuk 1m3 beton; Proporsi campuran, kondisi agregat dalam keadaan jenuh kering permukaan; Koreksi proporsi campuran menurut perhitungan y) Membuat campuran uji, ukur dan catatlah besarnya slump serta

kekuatan tekan yang sesungguhnya, perhatikan hal berikut:

1) Jika harga yang didapat sesuai dengan harga yang diharapkan, maka susunan campuran beton tersebut dikatakan baik. Jika tidak, maka campuran perlu dibetulkan;

2) Kalau slumpnya ternyata terlalu tinggi atau rendah, maka kadar air perlu dikurangi atau ditambah (demikian juga kadar semennya, karena factor air semen harus dijaga agartetap tak berubah);

3) Jika kekuatan beton dari campuran ini terlalu tinggi atau rendah, maka factor air semen dapat atau harus ditambah atau dikurangi.

I I - 33 2.5 Penelitian Terdahulu

1. Pengaruh Limbah Karbit / Calcium Carbit Sebagai Bahan

Subtitusi Semen Pada Beton; oleh Liberty Juniasy Somalinggi, Frans Phengkarsa, Lisa Febriani ; Jurusan Teknik Sipil

Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar;2020 :

Penelitian ini memanfaatkan limbah karbit sebagai pengganti sebagai semen dalam pembuatan beton yang bertujuan untuk mengetahui nilai optimum penambahan limbah karbit yang berfungsi sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton. Variasi limbah karbit sebesar 0%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil pengujian bahan limbah karbit 0%

menunjukkan kuat tekan 35,47 Mpa, kuat tarik belah 2,59 Mpa, dan modulus elastisitas 16957,76 Mpa. Variasi 4% limbah karbit, kuat tekan 37,64 Mpa, kuat tarik belah 2,66 Mpa, dan modulus elastisitas 17170,87 Mpa. Variasi 6% limbah karbit, kuat tekan 33,60 Mpa, kuat tarik belah 2,50 Mpa, dan modulus elastisitas 16635,53 Mpa. Variasi 8% limbah karbit, kuat tekan 35,48 Mpa, kuat tarik belah 2,50 Mpa, dan modulus elastisitas 16429,19 Mpa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa beton dengan 4% limbah karbit mendapatkan hasil uji paling optimum untuk semua pengujian.

I I - 34

2. Pengaruh Limbah Karbit Sebagai Bahan Pengganti Sebagian

Semen Terhadap Kuat Tekan Mortar; oleh Reindy Kitnasdha, Fepy Supriani, Yuzuar Afrizal; Jurusan Teknik Sipil Universitas UNIB;2019 :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase dari penambahan limbah karbit sebagai bahan pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan mortar normal pada umur 28 hari. Benda uji mortar berbentuk kubus dengan sisi-sisinya 50 mm yang terdiri dari mortar normal dan 8 variasi yang jumlah nya sebanyak 8 benda uji pada setiap variasinya. Keseluruhan benda uji berjumlah 144 benda uji mortar. Variasi serbuk limbah karbit yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20%,25%,30%, 35%, dan 40%. Serbuk limbah karbit menggunakan dua metode pengeringan yaitu dijemur 7 hari dibawah sinar matahari dan dioven selama 24 jam dengan temperatur 40ºC. Benda uji direndam selama 27 hari dan pengujian kuat tekan tekan mortar dilakukan pada umu 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan mortar normal sebesar 7,28 Mpa.

Kenaikan kuat tekan mortar terbesar serbuk limbah karbit yang dijemur dibawah sinar matahari variasi 5% sebesar 201,24% dan penurunan kuat tekan mortar terjadi pada variasi 40% sebesar 15,11%

dari nilai kuat tekan mortar normal.

I I - 35

3. Pengaruh Subtitusi Limbah Karbit Terhadap Karakteristik

Beton; oleh Hendra Taufik, Zulfikar Djauhari, Mardani

Sebayang, Mahdi Muhandis; Jurusan Teknik Sipil Universitas Riau;2017 :

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan limbah karbit sebagai bahan subtitusi semen pada campuran beton. Persentase limbah karbit yang digunakan adalah sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen. Selanjutnya dilakukan perbandingan terhadap beton yang tidak menggunakan limbah karbit. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji kubus berukuran 15x15x15 cm dengan total jumlah sampel sebanyak 40 sampel. Delapan sampel dugunakan untuk masing-masing variasi pengujian kuat tekan, porositas, absorpsi, dan permeabilitas dilakukan pada beton berumur 28 hari.

Hasil menunjukkan bahwa pemakaian limbah karbit 5% memberikan peningkatan terhadap kuat tekan beton dan memperkecil porositas, absorpsi, dan kedalaman rembesan beton. Kuat tekan yang diperoleh pada umur 28 hari untuk variasi pemakaian limbah karbit 0%,5%10%,15% dan 20% masing-masing adalah sebesar 22,10 Mpa;

25,08 Mpa, 18,78 Mpa, dan 16,01 Mpa. Pengujian porositas yang diperoleh untuk masing-masing variasi adalah sebesar 7,48%; 6,81%;

8,09%; 8,80%; dan 10,72%. Pengujian absorpsi yang diperoleh untuk masing-masing variasi adalah sebesar 3,38%; 3,10%; 3,37%; 4,07%

dam 5,06%. Pengujian rembesan yang diperoleh untuk masing-

I I - 36

masing variasi adalah sebesar 2,82 cm; 2,63 cm; 3,43 cm; 3,47cm dan 8,50 cm.

4. Pengaruh Kuat Tekan Mortar Campuran Silica Fume Sebagai

Subtitusi Semen dengan Air Laut Sebagai Rendaman; oleh Rizal Pratama Firyanto; Teknik Sipil Universitas Surabaya;2017:

Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan presentase penambahan 0%, 5%, 8%, 12% dan 15% dari berat semen, masing-masing variasi 3 buah dengan cetakan benda uji silinder berukuran Ø 60 mm x 120 mm. Pengujian untuk tes tekan mortar dilaksanakan pada umur 7,14,21 dan 28 hari curing air PAM dan laut, Sedangkan untuk tes resapan mortar hanya umur 28 hari curing air PAM saja. Hasil yang diperoleh hasil kuat tekan pada presentase 8% silicafume didapat 312.574 Kg/Cm² dan campuran 15% silicafume didapat 209.365 Kg/Cm². Sedangkan dari hasil perbedaan presentase kenaikan kuat tekan mortar curing air PAM campuran silicafume 0% sampai 15% pada umur 28 hari didapatkan pada presentase 5% mengalami kenaikan sebesar 4.348% dan presentase 8% mengalami kenaikan sebesar 15.217% dari beton normal.

5. Kajian Pengaruh Variasi Komposisi Silica Fume Terhadap

Parameter Beton Memadat Mandiri Dengan Kuat Tekan Beton Mutu Tinngi; oleh Sherli Pramudhita Hapsari, Wibowo, Endah Safitri; Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta;2017:

I I - 37

Penambahan silica fume yang memiliki butiran lebih halus jika dibandingkan semen bertujuan untuk meningkatkan kuat tekan, sedangkan superplasticizer jenis Viscocrete 1003 digunakan untuk workabailitas yang baik pada beton. Nilai w/b pada penelitian kali ini dijaga konstan sebesar 0,27, kadar superplasticizer adalah 1,7% dan variasi kadar silica fume sebesar 0%, 8%, 9%, 10%, dan 11%.

Pengujain beton segar dilakukan dengan 3 metode, yaitu flow table test, l-boz test, dan v-funnel test. Dari hasil pengujian tersebut, silica fume dengan kadar 8% memberikan hasil terbaik yang mana memenuhi seluruh persyaratan dari masing-masing metode. Semakin tinggi kadar silica fume maka workabilitas beton semakin berkurang.

Hal ini terjadi karena sifat silica fume yang menyerap air. Pengujian beton keras dilakukan pada umur 14 hari dan 28 hari. Hasil kuat tekan terbaik didapatkan pada kadar silica fume sebesar 9% dengan kekuatan 76,02 MPa. Sementara itu dari hasil analisis data menunjukkan bahwa kuat tekan optimum terjadi pada kadar silica fume sebesar 9,34%.

6. Pengaruh Penambahan Silica Fume Terhadap Kuat Tekan

Reactive Powder Concrete; oleh Partogi H. Simatupang, Judi K.

Nasjono, Kresensia G. Mite; Jurusan Teknik Sipil;2017:

Reactive powder concrete merupakan campuran yang meniadakan agregat kasar. Dalam penelitian ini komposisi dari silica fume adalah 0%, 9%, 18%, 27%, 36% dan 45% dari masa semen.

I I - 38

Benda uji yang digunakan adalah berbentuk silinder dengan ukuran 5 cm x 10 cm. Setiap variasi terdapat 5 benda uji, sehingga total pengujian adalah 30 benda uji. Dan umur rencana 14 hari. Hasil percobaan 1 kuat tekan rerata untuk semua variasi yang dihasilkan <

40 MPa, maka dilakukan percobaan 2 yaitu dengan ditambahkan volume dari superplasticiter sebanyak 2 kali data awal. Terdapat 2 benda uji setiap variasi sehingga total keseluruhan adalah 12 benda uji. Hasil percobaan 2 kuat tekan rerata untuk variasi 0%= 42,02 MPa, 9%= 43,29 MPa, 18%= 45,83 MPa, 27%= 48,38 MPa, 36%= 43,29 MPa dan 45%= 42,02 MPa. Presentase optimal silica fume adalah 26,28%.

7. Penggunaan limbah karbit sebagai subtitusi semen dan

bahan tambah polimer terhadap kuat tekan beton; oleh Indra B. Paliling, Arman Setiawan, Hijriah; Universitas Bosowa Makassar; Teknik Sipil; 2022

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan variasi limbah karbit sebagai subtitusi semen dan bahan tambah polymer. limbah karbit yang di subtitusi ke semen dengan jumlah 5%, 15%, dan 25% dari berat semen serta polimer (polcon) dengan perbandingan 1:200 terhadap jumlah air. Benda uji menggunakan silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.

Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan beton pada umur 28 hari.

Dari hasil pengujian yang dilakukan kuat tekan beton variasi limbah

I I - 39

karbit mengalami penurunan dengan jumlah limbah karbit 5%, 15%, dan 25% secara berturut-turut yaitu -29,9%, -39,66%, dan -65,84%

dibandingkan dengan beton normal. Setelah ditambahkan polimer, kuat tekan pada penggunaan limbah karbit 5% mengalami peningkatan terhadap kuat tekan sebesar 0,10%. Dan pada beton dengan penggunaan limbah karbit sebanyak 15% dan 25%

mengalami peningkatan kuat tekan dibandingkan dengan beton variasi tanpa polimer namun tidak melebihi kuat tekan beton yang direncanakan.

I I I - 1 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Bagan Alur Penelitian

Tahapan pelaksanaan penelitian ini dapat dilihat dari garis besar diagram alir dibawah ini :

Mulai

Kajian Pustaka

Persiapan Penelitian : - Peralatan - Material

Pengujian Material : - Agregat Kasar - Agregat Halus

Penambahan Variasi : Karbit dan Silicafume - Pengujian Kuat Tekan Beton Karbit - Pengujian Kuat Tarik Beton Karbit

Hasil dan Pengolahan Data

Pembahasan dan Kesimpulan

Selesai Mix Design

Pengujian beton normal a. Uji Kuat Tekan f’cِ=ِ25Mpaِ

Tidak

Ya

I I I - 2 3.2 Waktu dan Lokasi Penelitian

Pemeriksaan, pembuatan dan pengujian benda uji di lakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan, Jurusan Sipil, Fakultas Teknik Universitas Bosowa, yang dimulai dari bulan November sampai dengan Januari.

3.3 Tahapan Penelitian

Dokumen terkait