BAB I PENDAHULUAN
D. Manfaat Penelitian
6. Perawatan Fuel Oil Purifier
19) Water Paring Chamber
Berfungsi untuk memompa air yang naik melalui sisi disamping top disc keluar sludge tank.
20) Spiral Gear
Berfungsi untuk menghubungkan dengan putaran antara horizontal shaft dan vertical shaft.
21) Shaft
Shaft disini ada dua buah yaitu shaft horizontal dan shaft vertikal sebagai penghubung antara putaran dari motor bowl.
3) Uji Jalan Sentrifugal
Tujuannya untuk mengetahui apakah putaran pada bowl sudah normal (1500-1900 rpm).
b. Pengoprasian Secara Manual
1) Menurut Suparwo (2003 Hal, 39), pengopersian FO Purifier secara manual yaitu:
Setelah pemanasan bahan bakar telah mencapai temperature yang dikehendaki dan saluran bahan bakar menuju ke tangki harian telah terbuka, maka tekan tombol “ON” pada FO Purifier, apabila putaran bowl sudah mencapai putaran normal, maka isi air lewat corong air yang berada di atas cover, air akan masuk ke dalam saluran distributor yang selanjutnya melewati lubang masuk di kaki distributor, air akan terlempar keluar menempel di dinding bowl, maksud pengisian air adalah untuk membuat water seal yang dapat menahan bahan bakar terbuang ke saluran air. Cek saluran air, apakah kelebihan air sudah mengalir keluar, kalau sudah keluar, berarti water dam ring atau water seal telah terbuka.
Bila sistem air tawar sudah bekerja dengan baik maka buka kran bahan bakar untuk di alirkan ke dalam FO Purifier. Adakan pengecekan terhadap proses purifikasi, bila bahan bakar keluar melalui pipa keluar bahan bakar maka proses pemisahan telah berjalan normal, tetapi bila terdapat kelainan, stop FO Purifier dan lakukan pengecekan terhadap komponen-komponennya yang dapat mengakibatkan purifikasi tidak berjalan dengan normal.
2) Proedur Untuk Menghentikan Purifier:
- Tutup kran pemanas minyak.
- Tutup kran masuk dan keluar bahan bakar pada Purifier.
- Adakan Blow-Down dengan menggunakan air tawar untuk proses pembilasan.
- Tekan tombol Stop pada panel untuk menghentikan pengoperasian Purifier.
- Setelah motor stop, maka tutup kran pembuangan ke sludge tank.
c. Pengoprasian secara otomatis
1) Menurut instruction manual book SJ – 20 T, prosedur untuk pengoperasian FO Purifier secara otomatis yaitu,
Prosedur Menjalankan :
- Sebelum menjalankan FO Purifier, pastikan bahwa valve dalam keadaan terbuka penuh.
- Jalankan pemanas bahan bakar.
- Tekan tombol start pada automatic control panel.
Pada saat pertama start, karena beban untuk berputar agak berat, maka penunjukan jarum ampere antara 9-10 ampere. Tetapi bila putaran motor sudah normal maka penunjukan jarum ampere akan bergerak turun hingga mencapai sekitar 5 ampere.
- Setelah putaran motor sudah normal, maka adakan pengaturan waktu untuk proses blow-up-
- Setelah memestikan FO Purifier jalan dengan normal, lakukan penyetelan pada katup by pass dan kemudian lakukan pengaturan tekanan bahan bakar masuk dan keluar Purifier.
2) Prosedur menghentikan
- Tutup kran pemanas minyak (oil heater).
- Tekan tombol auto-stop pada panel program control.
- Secara otomatis akan memblow-up sendiri dan menghentikan pengoperasian Purifier. Setelah lampu merah pada panel menyala menandakan bahwa Purifier sudah selesai dalam pengoperasian dan aman untuk menurunkan saklarnya. Tutup kran masuk dan keluar bahan bakar dan juga kran yang menuju ke sludge tank.
d. Perawatan Ditinjau dari Segi Manajemen :
Berkembangnya suatu perusahaan pelayaran sangat tergantung pada kelancaran dan pengoperasian kapal-kapalnya. Salah satu tujuan dari perusahaan pelayaran adalah memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, keuntungan perusahaan akan bertambah bila pendapatan meningkat dan biaya operasi kapal dapat diminimalkan.
Demikian juga yang harus dilakukan pada FO Purifier ini agar sistem instalasi bahan bakar pada motor induk tidak terganggu akibat bahan bakar tercampur kotoran dan air sehingga dapat mengganggu kelancaran operasi kapal yang pada akhirnya akan merugikan perusahaan maka FO Purifier harus dirawat secara baik dan berencana sesuai dengan metode manajemen. Untung ruginya suatu
perusahaan pelayaran sangat dipengaruhi pada perawatan kapal tersebut sedangkan perawatan ddtinjau dari sudut manajemen mencakup:
1) Planning (perencanaan)
Sebelum memulai suatu manajemen perawatan dalam hal ini perawatan pada Purifier terlebih dahulu dibuat suatu rencana yang sesuai dengan buku petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuat.
Maksud dari rencana perawatan diatas adalah perawatan yang meliputi pembersihan saringan secara rutin dan pengeluaran sisa-sisa kotoran setelah proses penyaringan akan mengendap pada piring-piringnya.
Apabila FO Purifier tersebut telah melampaui batas kerja (3000 jam) sesuai yang disyaratkan maka akan segera diadakan overhoul untuk pembersihan FO Purifier, karena kotoran-kotoran yang menempel harus dikeluarkan kemudian dibersihkan dengan menggunakan sekrap minyak solar.
2) Organizing (pengorganisasian)
Pengorganisasian adalah merupakan pembagian tugas yang akan dilaksanakan yaitu menyangkut perawatan yang telah disusun sehingga rencana perwatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan teratur, Jadi masisnis yang ditunjuk harus menyusun rencana kerja perwatan sesuai dengan buku petunjuk dan pengadaan suku cadang dari FO Purifier tersebut.
Agar rencana kerja perawatan FO Purifier ini tidak bebenturan dengan perawatan mesin yang lain maka masinis yang ditunjuk harus berkonsultasi dengan kepala kerja dalam hal ini Masinis I.
3) Actuating (pelaksanaan)
Setelah rencana perawatan telah diorganisasikan atau disusun dengan baik, maka penanggung jawab pada perawatan FO Purifier dalam hal ini Masinis yang ditunjuk dapat melaksanakan pengorganisasian rencana perawatan tersebut, termasuk penggantian suku cadang yang aus, robek dan rusak.
4) Contolling (pengawasan)
Pengawasan ini sangat penting pada perawatan dilihat dari segi manajemen, karena dengan pengawasan dapat dilihat sumber daya manusia yang berkualitas dan loyal terhadap perusahaan.
Pengawasan pada setiap pekerjaan yang telah dilaksanakan, karena pengawasan ini bukan saja untuk mencari kesalahan tetapi juga untuk menemukan kesalahan dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat diperbaiki demi kelancaran tugas dimasa yang akan datang.
5) Daftar special tool FO Purifier
Special tool dalam perbaikan, pengecekan maupun pengukuran komponen-komponen FO Purifier untuk mendukung dalam proses perbaikan dalam mencapai keakuratan perbaikan, pengukuran maupun pengantian komponen seperti di bawah ini :
- Puller and lifting tool - Spanner for locking ring - Puller and lifting tool - Hex socket head key
-Puller - Spanner double - Compressing tool - Spanner
- Screw- Open-ended spanner
-Mount and dismount tool - Mount and dismount tool - Spanner for bowl hood - Tin hammer
- Mounting tool