GROWTH AND SHARE OF GRDP OF JAWA TENGAH BY INDUSTRY
4.7 Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Selama 5 tahun terakhir, kategori perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor menyumbang lebih dari 13 persen terhadap ekonomi Jawa Tengah. Pada tahun 2023, kontribusi kategori ini mencapai 230,87 triliun rupiah atau sekitar 13,61 persen. Dari nilai tersebut, sekitar 78,04 persen merupakan sumbangan dari subkategori perdagangan besar dan eceran selain mobil dan motor, sedangkan 21,96 persen merupakan sumbangan dari subkategori perdagangan mobil, sepeda motor dan reparasinya.
Secara umum, pertumbuhan kategori perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor cenderung stabil selama periode 2019–2023 (kecuali tahun 2020). Pada tahun 2019, pertumbuhan kategori perdagangan besar dan eceran;
reparasi mobil dan sepeda motor tercatat sebesar 5,97 persen. Sementara pada tahun 2020, kategori ini terkontraksi sebesar 2,78 persen akibat pandemi Covid-19. Pada tahun 2021, kategori perdagangan kembali menguat menjadi 5,80 persen, dan melemah di tahun 2022 dengan pertumbuhan sebesar 4,32 persen, dan sedikit menguat di angka 4,98 persen di 2023. Menguat dan melemahnya kategori perdagangan ini sejalan dengan menguat atau melemahnya laju pertumbuhan di industri pengolahan, pertanian dan pertambangan dan penggalian.
4.7 Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles, and Motorcycles
Over the last 5 years, the category of wholesale and retail trade; repair of motor vehicles, and motorcycles contributed for more than 13 percent towards the Jawa Tengah economy. In 2023, the contribution of this category reached 230.87 trillion rupiahs, or about 13.61 percent. From these values, about 78.04 percent is the contribution of subcategories wholesale trade and retail trade, except motor vehicles, and motorcycles, while 21.96 percent is the contribution of wholesale and retail trade and repair of motor vehicles and motorcycle.
In general, the growth of wholesale and retail trade categories; Car and motorcycle repairs tend to be stable during the 2019–2023 period (except 2020). In 2019, the growth of wholesale and retail trade categories; Car and motorcycle repairs were recorded at 5,97 percent. then rose slightly to 5,97 percent in 2019. Meanwhile in 2020, this category contracted by 2.78 percent due to the Covid-19 pandemic. In 2021, the trade category strengthened again to 5.80 percent, and weakened in 2022 with growth of 4.32 percent, and strengthened slightly at 4.98 percent in 2023. The strengthening and weakening of this trade category was in line with the strengthening or weakening growth rates in the processing, agricultural and mining and quarrying industries.
https://jateng.bps.go.id
Catatan/Note: * Angka Sementara/Preliminary Figures
** Angka Sangat Sementara/Very Preliminary Figures 4.8 Transportasi dan Pergudangan
Kategori transportasi dan pergudangan terdiri dari 6 (enam) subkategori. Pada tahun 2023, kategori ini mampu menyumbang 69,54 triliun rupiah atau sebesar 4,10 persen terhadap total PDRB Jawa Tengah. Kontribusi dari transportasi semakin meningkat terutama setelah pulihnya perekonomian dari pandemi Covid- 19. Moda angkutan darat memberikan kontribusi terbesar, disusul oleh angkutan laut, dan pergudangan dan jasa penunjang angkutan, pos dan kurir.
4.8 Transportation and Warehousing The transportation and warehousing category consists of 6 (six) subcategories. In 2023, the contribution of this category reached 69.54 trillion rupiahs or about 4.10 percent of Jawa Tengah GRDP. This value was quite high compared to the achievement in 2021 which amounted to 32,08 trillion rupiah.
Land transportation mode provided the largest contribution, followed by sea transportation, and warehousing and transportation, postal and courier support services.
Tabel 4.5
Peranan NTB Subkategori Perdagangan Terhadap NTB Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (persen), 2019–2023
Table Share of GVA of Subcategories in Category of Wholesale and Retail; Cars and Motorcycles repair (percent), 2019–2023
Lapangan Usaha/Industry 2019 2020 2021 2022* 2023**
(2) (3) (4) (5) (6)
1
Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan
Reparasinya/Wholesale and Retail Trade and Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
23,67 21,47 23,01 22,30 21,96
2
Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale Trade and Retail Trade Except of Motor Vehicles and Motorcycles
76,33 78,53 76,99 77,70 78,04
G
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade;
Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
100 100 100 100 100
https://jateng.bps.go.id
Tabel 4.6
Peranan NTB Subkategori Transportasi Terhadap Kategori Transportasi dan Pergudangan (persen), 2019–2023
Table Share of GVA of Subcategories in Category of Transportation and Warehousing (percent), 2019–2023
Lapangan Usaha/Industry 2019 2020 2021 2022* 2023**
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Angkutan Rel/Railways Transport 2,56 2,06 2,00 2,24 2,24
2 Angkutan Darat/Land Transport 78,71 80,20 80,47 79,72 78,96
3 Angkutan Laut/Sea Transport 7,57 8,51 8,96 8,57 8,29
4 Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan/River,
Lake, and Ferry Transport 0,30 0,31 0,24 0,24 0,25
5 Angkutan Udara/Air Transport 6,64 4,62 4,00 5,05 6,12
6
Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; Pos dan Kurir/Warehousing and Support Services for Transportation, Postal and Courier
4,22 4,30 4,33 4,18 4,14 H Transportasi dan Pergudangan/ Transportation
and Storage 100 100 100 100 100
Catatan/Note: * Angka Sementara/Preliminary Figures
** Angka Sangat Sementara/Very Preliminary Figures Pada tahun 2019, terlihat indikasi
adanya pergeseran moda angkutan yang digunakan masyarakat Jawa Tengah, dari angkutan darat menjadi angkutan udara dan angkutan rel. Hal ini sejalan dengan membaiknya pelayanan angkutan rel dan murahnya tiket pesawat terbang. Namun adanya pembatasan pada angkutan udara, rel, dan melemahnya jasa angkutan selama masa pandemi, menyebabkan subkategori angkutan darat kembali menjadi moda transportasi utama. Akibatnya, kontribusi subkategori angkutan darat kembali meningkat dari 80,20 persen pada tahun 2020 menjadi 80,47 persen pada tahun 2021.
Dengan melonggarnya kembali aktivitas masyarakat mengakibatkan brealihnya masyarakat ke moda angkutan rel dan udara sehingga kontribusid ari angkutan darat menurut di 2022 dan berlanjut di 2023.
Pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan kategori transportasi dan pergudangan menjadi kategori yang
Until 2019, there were indications of a shift in the mode of transportation used by the people of Jawa Tengah, from land transportation to air and rail transportation.
This was in line with the improvement in rail transportation services and cheap airplane tickets. However, the restrictions on air, rail, and the lower demand of transportation services during the pandemic promoted the land transportation subcategory as the main mode of transportation again. As a result, the contribution of the land transportation subcategory increased again from 80.20 percent in 2020 to 80.47 percent in 2021. The relaxation of community activities has resulted in people switching to rail and air transportation modes so that the contribution from land transportation increases in 2022 and continues in 2023.
The Covid-19 pandemic caused growth in the transportation and warehousing category to become the category worst
https://jateng.bps.go.id
terdampak paling parah pada tahun 2020, dimana terkontraksi mencapai dua digit sebesar 32,38 persen. Pada tahun 2021, kategori transportasi dan pergudangan sudah kembali menggeliat dan mampu tumbuh positif sebesar 3,27 persen dan mencapai puncak pertumbuhannya pada tahun 2022 dengan pertumbuhan sebesar 73,01 persen.
Normalisasi pertumbuhan terjadi di tahun 2023 dengan angka pertumbuhan sebesar 8,12 persen.
4.9 Penyediaan Akomodasi dan Makan