• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Gerusan dan Pengendapan Serta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Analisa Pengangkutan Sedimen Dasar Pada Saluran

3. Perhitungan Gerusan dan Pengendapan Serta

= ( ) ( ) = 0,42

, = 0,65 , = 0,60

= ( )

=

0,60

= 0,60 ( ) = (0,60)(0,025342)(0,00085)

= 0,00001292 kg/(det)(m)

qB =qs. = (0,00001292)(2650) = 0,03425 kg/(det)(m) QB=B . qB= (0,30)(0,0374383) = 0,01028 kg/det

volume pengangkutan sedimen selama 8 menit (480 detik) adalah

=( − ) =(2650−1000, ) ⁄ 480 det = 0,00299

Untuk perhitungan selanjutnya dengan variasi debit dan waktu dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 10. Perhitungan pengangkutan sedimen dasar Kalinske

No Debit V Waktu Pendekatan Empiris

Kalinske

Q m/det t Qb QB Volume

1 0.002563

0.34 480 0.03425 0.010275 0.002989 0.36 840 0.034803 0.010441 0.005315 0.42 1200 0.035138 0.010542 0.007667 2 0.003441

0.43 480 0.035178 0.010553 0.003070 0.45 840 0.042024 0.012607 0.006418 0.50 1200 0.042725 0.012817 0.009322 3 0.004478

0.47 480 0.043288 0.012986 0.003778 0.52 840 0.050629 0.015189 0.007732 0.54 1200 0.051665 0.015500 0.011272

perhitungan gerusan dan pengendapan volume angkutan sedimen dasar dimaksudkan untuk mengetahui besarnya volume sedimen yang terbawa oleh aliran air, menganalisa besarnya pengangkutan sedimen yang terbawa oleh aliran air menggunakan rumus yang telah dibahas pada tinjauan pustaka.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang mendekati hasil perhitungan volume angkutan sedimen hasil pengukuran gerusan dan endapan yang dilakukan di laboratorium.

Tabel 11.Rakapitulasi perhitungan volume pengangkutan sedimen dasar Perhitungan Gerusan dan Pengendapan dan Analisa Volume Angkutan Sedimen Dasar Pendekatan Empiris.

No Q t U

Volume Pengangkutan Sedimen Dasar Pendekatan Empiris Perhitungan Gerusan

dan Pengendapan Schocklitsch Kalinske

Q t m/det m3 m3 m3

1 Q1

480 0,34 0,000274 0,002989 0,000374 840 0,36 0,000524 0,005315 0,000713 1200 0,42 0,000883 0,007667 0,001158 2 Q2

480 0,43 0,000369 0,003070 0,000561 840 0,45 0,000710 0,006418 0,000827 1200 0,50 0,001173 0,009322 0,001412 3 Q3

480 0,47 0,000451 0,003778 0,000680 840 0,52 0,000852 0,007732 0,001302 1200 0,54 0,001455 0,011272 0,001635 Sumber: Hasil Perhitungan

Gambar 16. Hubungan antara kecepatan Aliran (m/det) dengan volume pengangkutan sedimen untuk Q1

Gambar 17. Hubungan antara kecepatan Aliran (m/det) dengan volume pengangkutan sedimen untuk Q2

0,000000 0,001000 0,002000 0,003000 0,004000 0,005000 0,006000 0,007000 0,008000 0,009000

0,34 0,36 0,42

Volume Angkutan Sedimen

Kecepatan Aliran

Hubungan antara Kecepatan dengan Volume Angkutan sedimen untuk Q1

Schocklitsch

Kalinske

Perhitungan Gerusan dan Pengendapan

0,000000 0,001000 0,002000 0,003000 0,004000 0,005000 0,006000 0,007000 0,008000 0,009000 0,010000

0,43 0,45 0,50

Volume Angkutan Sedimen

Kecepatan Aliran

Hubungan antara Kecepatan dengan Volume Angkutan sedimen Untuk Q2

Schocklitsch

Kalinske

Perhitungan Gerusan dan Pengendapan

Gambar 18. Hubungan antara kecepatan Aliran (m/det) dengan volume pengangkutan sedimen untuk Q3

Dari ketiga grafik diatas terlihat bahwa semakin cepat kecepatan alirannya maka semakin besar pula volume sedimen yang terangkut oleh aliran begitupun sebaliknya semakin lambat kecepatan alirannya maka volume sedimen yang terangkut oleh aliran semakin sedikit. Pada proses pengangkutan sedimen waktu, kecepatan dan debit aliran sangat berpengaruh.

Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa pendekatan empiris dari ketiga ahli yang paling mendekati dengan hasil perhitungan volume angkutan sedimen pada pengukuran tinggi gerusan dan pengendapan pada saluran adalah rumus Schocklitsch dan grafiknya dapat dilihat sebagai berikut :

0,000000 0,002000 0,004000 0,006000 0,008000 0,010000 0,012000

0,47 0,52 0,54

Volume Angkutan Sedimen

Kecepatan Aliran

Hubungan antara Kecepatan dengan Volume Angkutan Sedimen Untuk Q3

Schocklitsch

Kalinske

Perhitungan Gerusan dan Pengendapan

Gambar 19. Hubungan antara Kecepatan Aliran dan Volume Angkutan Sedimen Dasar pendekatan Empiris Schocklitsch untuk Q1

Gambar 20. Hubungan antara Kecepatan Aliran dan Volume Angkutan Sedimen Dasar pendekatan Empiris Schocklitsch untuk Q2

0,000274

0,000524

0,000883

0,000000 0,000100 0,000200 0,000300 0,000400 0,000500 0,000600 0,000700 0,000800 0,000900 0,001000

0,34 0,36 0,42

Volume Angkutan Sedimen

Kecepatan Aliran

Hubungan antara Kecepatan dengan Volume Angkutan Sedimen Pendekatan Schocklitsch (Q1)

Schocklitsch

0,000369

0,000710

0,001173

0,000000 0,000200 0,000400 0,000600 0,000800 0,001000 0,001200 0,001400

0,43 0,45 0,50

Volume Angkutan Sedimen

Kecepatan Aliran

Hubungan antara Kecepatan dengan Volume Angkutan Sedimen Pendekatan Schocklitsch (Q2)

Schocklitsch

Gambar 21. Hubungan antara Kecepatan Aliran dan Volume Angkutan Sedimen Dasar pendekatan Empiris Schocklitsch untuk Q3

0,000451

0,000852

0,001455

0,000000 0,000200 0,000400 0,000600 0,000800 0,001000 0,001200 0,001400 0,001600

0,47 0,52 0,54

Volume Angkutan Sedimen

Kacepatan Aliran

Hubungan antara Kecepatan dengan Volume Angkutan Sedimen Pendekatan Schocklitsch (Q3)

Schocklitsch

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Volume angkutan sedimen dasar yang hilang akibat pengaliran dengan perhitungan tinggi gerusan dan pengendapan untuk Q1= 0,002563234 m3/det dengan 3 variasi waktu yaitu 480 detik, 840 detik dan 1200 detik menghasilkan volume pengangkutan sedimen dasar sebesar 0,000374 m3, 0,000723 m3 dan 0,001158, Q2 = 0,00344088 m3/det dengan 3 variasi waktu yaitu 480 detik, 840 detik dan 1200 detik menghasilkan volume pengangkutan sedimen dasar sebesar 0,000561 m3, 0,000827 m3 dan 0,001412 m3 dan Q3 = 0,00447785 m3/detdengan 3 variasi waktu yaitu 480 detik, 840 detik dan 1200 detik menghasilkan volume pengangkutan sedimen dasar sebesar 0,000680 m3, 0,001302 m3dan 0,001635.

2. Volume angkutan sedimen dasar yang hilang akibat pengaliran dengan pendekatan empiris untuk Q1 = 0,002563234 m3/det 3 variasi waktu yaitu 480 detik, 840 detik dan 1200 detik pada pendekatan empiris Schocklitsch menghasilkan volume angkutan sedimen dasar sebesar 0,000274m3, 0,000524 m3 dan 0,000883 m3, pendekatan empiris Kalinske menghasilkan volume angkutan sedimen dasar sebesar

0,003267m3, 0,006800 m3 dan 0,009823 m3. Dengan 3 variasi waktu yaitu 480 detik, 840 detik dan 1200 detik, pada pendekatan empiris Schocklitsch menghasilkan volume angkutan sedimen dasar sebesar 0,000369m3, 0,000710 m3 dan 0,001173 m3, pendekatan empiris Kalinske menghasilkan volume angkutan sedimen dasar sebesar 0,003935m3, 0,008103 m3. Dengan 3 variasi waktu yaitu 480 detik, 840 detik dan 1200 detik pada pendekatan empiris Schocklitsch menghasilkan volume angkutan sedimen dasar sebesar 0,000451m3, 0,000852 m3 dan 0,001455 m3, pendekatan empiris Kalinske menghasilkan volume angkutan sedimen dasar sebesar 0,005393m3, 0,010787 m3dan 0,015827 m3.

3. Dengan membandingkan hasil perhitungan volume pengangkutan sedimen pendekatan empiris dengan perhitungan volume pengangkutan sedimen dasar hasil pengukuran tinggi gerusan dan pengendapan maka didapatlah bahwa pendekatan empiris dari kedua ahli yang paling mendekati dengan hasil perhitungan volume angkutan sedimen pada pengukuran tinggi gerusan dan endapan pada saluran adalah rumus Schocklitsch

B. Saran

1. Penelitian tentang volume angkutan sedimen ini perlu dikembangkan lagi dengan menambahkan variasi debit

2. Untuk penelitian selanjutnya titik pengambilan data (pias) harus lebih rapat dan lebih banyak agar data yang diperoleh lebih jelas dan akurat.

3. Dalam penelitian ini sebaiknya menggunakan current meter yang tingkat ketelitiannya lebih tinggi sehingga data yang dihasilkan lebih akurat

4. Untuk penelitian selanjutnya dilakukan pengamatan untuk jenis sedimen yang lebih bervariasi dan spesifik.

DAFTAR PUSTAKA

Asdak, C. 2014. Hidrolgidan Pengolahan Daerah Aliran Sungai. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Triatmodjo,Bambang. 2008,Hidraulika II,Beta Offset, Yogyakarta.

Maedjikoen, Pragnyono, Transportasi Sedimen, UGM.

Karim, T Nenny. Bahan Kuliah Angkutan Sedimen, Teknik Sipil Unismuh Makassar, 2010.

Subary 2005, Volume Angkutan Sedimen dipengaruhi oleh Kecepatan Aliran, Media Komunikasi Teknik Sipil Universitas Sriwijaya Palembang, Palembang (http ://google,diakses 15 Januari 2014).

.

Hamzah M, Umar. 2013, Studi Pengaruh Lebar Sungai Terhadap Karakteristik Aliran Sedimen di Dasar, Journal Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Makassar (http ://google,diakses 04 September 2014).

Sukri, Ahmad Syarif. 2013, Analisa Sedimentasi Pada Bendungan Laeya Kabupaten Konawe Selatan, Journal Teknik Universitas Haluoleo.

(http://google,diakses 09 November 2013).

Mokonio, dkk, 2013 ,Analisis Sedimentasi Di Muara Sungai Saluwangko Di Desa Tounelet Kecamatan Kakas Kabupaten Minasahasa, JurnalSipilStatik Vol.1 No.6. Universitas Sam Ratulangi.

(http://google,diakses 09 November 2014).

Cahya S, Yuni. 2012, Kajian Perubahan Pola Gerusan pada Tikungan Sungai Akibat Penambahan Debit, Skripsi, Program Sarjana Universitas Hasanuddin Makassar. (http://google,diakses 12 Januri 2014).

Ikhsan, Cahyono. 2007, Pengaruh Variasi Debit Air TerhadapLaju Bed Load pad Saluran Terbuka dengan Palo Aliran Steady Flow, Media TeknikSipil. (http://google,diakses 04 September 2014).

Harianja, Jhonson A. 2007, Tinjauan Energi Spesifik Akibat Penyempitan pada Terbuka, Majalah UKRIM edisi 1/th XII/2007,Yogyakarta..

(http://google,diakses 04 September 2014).

Andi Yahya, 2013,Studi Experimental Angkutan Sedimen Dasar pada Saluran Terbuka,Jurnal Teknik Sipil Universitas Hasanuddin.

.Makassar (http://Google, diakses 24 Juli2014).

Bambang Triatmodjo, 2008,Hidraulika II,Beta Offset, Yogyakarta.

Bambang Triatmodjo, 2010,Hidrologi Terapan,Beta Offset, Yogyakarta.

Frenc, 1980 ,HidrolikaSaluran Terbuka , (terjemahan), Erlangga , Jakarta Junaidi, 2012,Kajian Angkutan Sedimen Dasar Pendekatan Laju

Angkutan Sedimen Tak Berdimensi Einstein (1950), Jurnal Teknik Sipil Politeknik Negeri, Semarang (http://Google, diakses 24 April2014).

Mardjikoen,1987 dan Media Komunikasi Teknik Sipil

Priyantoro 1991.,Studi Eksperimental Aliran laminar pada Saluran Terbuka,Tesis Teknik Sipil UKRIM, Yogyakarta(http://Google, diakses 24 Juli2014).

Rajartman, 1987)StudiPengaruhAliranTurbulenTerhadapMorfologiSungai , TesisTeknikSipilUniversitas Indonesia , Jakarta (http://Google, diakses 09 Mei 2014).

Rangga Raju, 1981StudiPengaruhEnergi specific

TerhadapKecepatanAliran , , TesisTeknikSipilSriwijaya Indonesia , Palembang (http://Google, diakses 09 Mei 2014).

Rinaldi,2002StudiEksprimentalAliranLaminerdanTurbulen ,

TesisTeknikSipilUniversitas Indonesia , Jakarta (http://Google, diakses 07 Mei 2014).

Subary Adinegara, 2005,Volume Angkutan Sedimen Dipengaruhi oleh

Kecepatan Aliran,Jurnal Teknik Sipil Universitas Sriwijaya, Palembang (http://Google, diakses 20Juli2014).

Ven Te Cow., E.V. Nensi Rosalina, 1989,Hidrolika Saluran Terbuka, (terjemahan), Erlangga, Jakarta.

Yuli Cahya S. Daties., 2012, Kajian Perubahan Pola Gerusan pada Tikungan Sungai Akibat Penambahan Debit,Tesis Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Makassar (http://Google, diakses 28Juli2014).

Darlyl B. Simon and FuatSenturk, 1992, Sediment Transport Technology,Water Resources Publication, USA

Graf,1971,Hydraulic of Sediment Transport, McGraw-Hill,USA

Yang,1996, Sediment Transport, Theory and Practice, McGraw-Hill, Singapore.

Yalin, 1997 , Mechanic of Sediment Transport,Pergarmon Press, USA.

Sukri Ahmad syarif, 2013

,AnalisaSedimentasiPadaBendunganLaeyaKabupatenKonawe Selatan,Iltek, 2013,Volume 8 , Nomor 15.

Wirosoedarmo,dkk,

2011,PerilakuSedimendanPengaruhpadaJaringanIrigasi, JurnalTeknologiPertanian Vol.12 .

OlvianaMokonio,dkk, 2013 ,AnalisisSedimentasi Di Muara Sungai

Saluwangko Di DesaTouneletKecamatan Kakas

KabupatenMinasahasa,JurnalSipilStatik Vol.1 No.6.

AdinegaraSubary, 2005, Volume

AngkutanSedimenDipengaruhiOlehKecepatanAliran, Volume 13,no.2,Edisi XXXII.

JUDUL SKRIPSI:PENGARUH KECEPATAN ALIRAN TERHADAP VOLUME ANGKUTAN SEDIMEN DASAR PADA SALURAN TERBUKA DENGAN DENGAN PENDEKATAN EMPIRIS PENELITI:ANDI ISMAIL NASTI LOKASI PENELITIAN: LABORATORIUM SUNGAI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASAR Hari/Tgl Pengambilan Data: Kamis / 16 Oktober 2014Q :0,00256323m/det3 PengamatanH :1 cm = 0.01 m Lampiran 1. Tabel Data Pengukuran Kecepatan Aliran dan Tinggi Muka Air (Percobaan 1, 2 dan 3) WaktuVhsuhuTinggi v-notch tV1V2V3Rata-ratah1h2h3Rata-rataTH (Detik)(m/det)(m/det)(m/det)(m/det)(m)(m)(m)(m)° cm 10,30,30,30,300,040,030,030,03 20,30,40,30,330,0350,040,030,04 30,40,40,30,370,040,040,040,04 40,40,40,30,370,040,040,030,04 50,40,30,30,330,040,0350,030,04 60,40,40,30,370,0350,030,0350,03 10,30,30,30,300,040,040,0450,04 20,40,30,30,330,030,0350,0350,03 30,40,40,40,400,040,030,030,03 40,40,30,30,330,0450,0350,030,04 50,40,40,30,370,0450,0350,0350,04 60,50,40,40,430,040,040,0350,04 10,20,30,30,270,040,030,0450,04 20,40,40,40,400,040,030,0450,04 30,50,50,40,470,0350,030,0350,03 40,50,50,30,430,030,040,0450,04 50,50,50,30,430,040,030,0450,04 60,60,50,40,500,040,0450,0350,04

840 1200

27,50 27,30

0,08 0,08

480

TABEL DATA PENGAMATAN PENELITIAN LABORATORIUM : Kecepatan Aliran dan Tinggi Muka Air NoKecepatan AliranTinggi Muka Air 28,500,08

JUDUL SKRIPSI:PENGARUH KECEPATAN ALIRAN TERHADAP VOLUME ANGKUTAN SEDIMEN DASAR PADA SALURAN TERBUKA DENGAN DENGAN PENDEKATAN EMPIRIS PENELITI:ANDI ISMAIL NASTI LOKASI PENELITIAN: LABORATORIUM SUNGAI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASAR Hari/Tgl Pengambilan Data: Kamis / 16 Oktober 2014Q :0,00344088m/det3 PengamatanH:1.5 cm = 0.015 m Lampiran 2. Tabel Data Pengukuran Kecepatan Aliran dan Tinggi Muka Air (Percobaan 4, 5 dan 6) WaktuVhsuhuTinggi v-n tV1V2V3Rata-ratah1h2h3Rata-rataTH (Detik)(m/det)(m/det)(m/det)(m/det)(m)(m)(m)(m)° cm 10,30,40,40,370,040,040,0450,04 20,30,40,40,370,040,040,0420,04 30,40,40,50,430,0350,040,040,04 40,50,50,40,470,0350,030,040,04 50,50,40,50,470,030,040,040,04 60,60,50,40,500,030,040,0350,04 10,40,30,40,370,040,050,060,05 20,40,40,30,370,050,040,040,04 30,40,50,40,430,040,0350,040,04 40,50,40,50,470,040,0350,040,04 50,60,50,40,500,040,0350,030,04 60,60,50,60,570,040,0350,0330,04 10,40,40,20,330,0420,050,050,05 20,30,40,50,400,050,040,0550,05 30,50,50,50,500,050,0350,0350,04 40,60,60,50,570,050,0350,040,04 50,60,60,50,570,040,0350,0350,04 60,70,70,50,630,040,0350,0350,04

480 840 1200

27,50 26,30 27,20

0,09 0,09

TABEL DATA PENGAMATAN PENELITIAN LABORATORIUM : Kecepatan Aliran dan Tinggi Muka Air NoKecepatan AliranTinggi Muka Air 0,09

JUDUL SKRIPSI:PENGARUH KECEPATAN ALIRAN TERHADAP VOLUME ANGKUTAN SEDIMEN DASAR PADA SALURAN TERBUKA DENGA DENGAN PENDEKATAN EMPIRIS PENELITI:ANDI ISMAIL NASTI LOKASI PENELITIAN: LABORATORIUM SUNGAI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASAR Hari/Tgl Pengambilan Data: Kamis / 16 Oktober 2014Q :0,00447779m/det3 PengamatanH:2 cm = 0.02 m Lampiran 3. Tabel Data Pengukuran Kecepatan Aliran dan Tinggi Muka Air (Percobaan 7, 8 dan 9) WaktuVhsuhuTinggi v tV1V2V3Rata-ratah1h2h3Rata-rataTH (Detik)(m/det)(m/det)(m/det)(m/det)(m)(m)(m)(m)° cm 10,40,30,40,370,050,040,040,04 20,40,40,30,370,040,040,040,04 30,50,30,40,400,050,050,040,05 40,50,50,40,470,050,040,040,04 50,60,60,50,570,050,040,040,04 60,70,60,60,630,0450,040,040,04 10,40,40,30,370,060,050,040,05 20,40,50,40,430,050,040,040,04 30,50,50,50,500,040,040,050,04 40,60,60,50,570,040,050,050,05 50,60,60,60,600,040,050,040,04 60,60,70,60,630,050,050,040,05 10,30,40,40,370,060,060,050,06 20,40,40,40,400,060,0550,0550,06 30,50,50,60,530,0550,0550,0450,05 40,60,70,60,630,050,0450,040,05 50,70,70,60,670,040,040,040,04 60,60,70,60,630,040,0350,040,04

480 840 1200

TABEL DATA PENGAMATAN PENELITIAN LABORATORIUM : Kecepatan Aliran dan Tinggi Muka Air NoKecepatan AliranTinggi Muka Air 26,300,

27,000, 26,500,

Pembuatan Media Penelitian (Model Saluran Terbuka)

Proses Pemadatan Tanah Pada Media Penelitian

Pemasangan Pintu Air

Pembuatan Titik Pengambilan Data (Pias)

Proses Running Pendahuluan

Proses Running Pelaksanaan

Pintu V-Notch Weir

Dokumen terkait