BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
H. Cara Menentukan Letak Gangguan Jika Terjadi Gangguan
Dari hasil pembacaan nilai impedansi gangguan yang terlihat oleh rele, maka jika terjadi gangguan pada saluran transmisi, letak atau jarak gangguan yang
57
terjadi dapat diketahui melalui zona proteksi kerja rele. Untuk menentukan letak gangguan maka kita menggunakan persamaan berikut:
Letak gangguan =
Berikut ini perhitungan gangguan dan letak gangguan yang terjadi:
1) Gangguan 0,15 Ω
Letak Gangguan =
=
⁄ ⁄
= 3,66 Km 2) Gangguan 0,26 Ω
Letak Gangguan =
=
⁄ ⁄
= 6,36 Km 3) Gangguan 0,3 Ω
Letak Gangguan =
=
⁄ ⁄
= 7,3 Km
Tabel 4.8. Pembacaan nilai impedansi gangguan dan jarak gangguan Pembacaan Impedansi Gangguan Jarak Gangguan
0,15 Ω 3,66 Km
0,26 Ω 6,36 Km
0,3 Ω 7,3 Km
I. Data Beban Saluran Transmisi ULTG Panakkukang
Data beban puncak saluran transmisi Gardu Induk Panakkukang Bulan April 2020 Tabel 4.9. Tabel Beban Puncak
TGL
LINE TELLO 150 KV
TELLO LINE 1 TELLO LINE 2
JAM KV MW MVAR AMPERE
JAM KV MW MVAR AMPERE
R S T R S T
1 19.30 151 28,7 7,1 111 119 110 19.30 149 26,9 7,6 105 98 106
2 20.30 150 29,7 6,9 115 123 114 20.30 148 27,7 7,3 107 100 108
3 20.00 149 30,6 7,4 120 128 119 20.00 147 28,6 7,8 112 105 113
4 15.00 150 30 7,4 116 124 115 14.00 149 28,1 7,8 109 102 110
5 19.00 151 30,3 7,1 117 125 116 19.00 149 28,5 7,8 111 104 112
6 20.30 150 29,3 7 113 121 112 20.30 148 27,5 7,2 107 100 106
7 14.00 147 30,3 8,4 120 128 119 14.30 146 28,5 8,8 112 105 113
8 19.00 151 27,1 6,3 103 111 102 19.00 149 25,6 6,7 99 92 100
9 18.30 150 29,5 7,1 113 123 112 18.30 148 27,6 7,5 111 101 110
10 19.00 150 29,7 6,9 115 123 114 19.00 149 27,8 7,3 108 101 109
11 19.30 151 27,9 6,7 107 115 106 19.30 149 26,2 7,1 102 95 103
PT P L N (PERSERO) WILAYAH
UNIT PELAYANAN TRANSMISI SULSELRABAR TRANSMISI DAN GARDU INDUK PANAKUKKANG
59
12 19.00 151 27,3 6,2 104 112 103 19.00 149 25,7 6,6 100 93 101
13 19.00 149 29,2 6,9 114 122 113 18.30 147 27,4 7,3 108 101 109
14 20.30 149 29,2 6,7 113 121 112 20.30 148 27,2 7,2 107 100 108
15 13.30 147 30,9 8 122 130 121 14.30 145 28,4 8,8 114 107 115
16 19.30 149 30,2 7,2 119 127 118 19.30 147 28,2 7,5 111 104 112
17 18.30 150 30,6 7,4 120 128 119 18.30 148 28,8 7,9 112 105 113
18 18.30 150 29 6,9 112 120 111 18.30 149 27,2 7,2 106 99 107
19 20.00 152 27,4 6,4 104 112 103 19.30 151 25,9 6,8 99 92 100
20 18.30 #N/A 30,1 7,2 117 125 116 18.30 149 28,3 7,7 110 103 111
21 14.00 149 29,6 8,3 117 125 116 13.30 148 27,6 8,3 108 101 109
22 13.00 149 29,3 8,3 115 123 114 13.30 147 27,7 8,5 109 102 110
23 18.30 149 30 7,2 117 125 116 18.30 148 28,2 7,7 110 103 111
24 18.30 149 30 7,2 117 125 116 18.30 148 28,2 7,7 110 103 111
25 18.30 149 30 7,2 117 125 116 18.30 148 28,2 7,7 110 103 111
26 18.30 149 30 7,2 117 125 116 18.30 148 28,2 7,7 110 103 111
27 19.00 150 29,8 7,2 112 120 111 19.30 149 28 7,8 109 102 110
28 19.00 150 29,4 7,3 104 112 103 19.00 148 27,7 7,8 108 101 109
29 19.30 149 29,4 7,1 115 123 114 19.30 148 27,6 7,5 108 101 109
30 19.00 149 29,8 7,2 116 124 115 19.30 148 28,1 7,7 110 103 111
31 19.00 149 29,8 7,2 116 124 115 19.30 148 28,1 7,7 110 103 111
Beban puncak siang adalah beban antara jam 07:00 s.d 17 :00 Beban puncak malam adalah beban antara jam 17:00 s.d 24:00
0 5 10 15 20 25 30 35
1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31
BBP TRANSMS ; LINE 1
LINE 2
Gambar 4.8. Skema Beban puncak saluran transmisi GI Panakkukang Beban pada saluran transmisi GI Panakkukang – GI Tello terbagi dalam 2 bagian, yaitu beban line 1 dan beban line 2 dan dihitung dalam waktu sebulan.
a) Beban Line 1
Beban puncak untuk line 1 terjadi pada tanggal 15 April 2020 pada pukul 13.30 ( beban puncak siang ) dengan pemakaian 30,9 MW dimana pemakaian ini adalah pemakaian yang paling tinggi nilainya dibanding pemakaian di hari- hari lainnya selama sebulan yakni bulan April 2020.
b) Beban Line 2
Beban puncak untuk line 2 terjadi pada tanggal 17 April 2020 pada pukul 18.30 ( beban puncak malam ) dengan pemakaian 28,8 MW dimana pemakaian ini adalah pemakaian yang paling tinggi nilainya dibanding pemakaian di hari- hari lainnya selama sebulan yakni bulan April 2020.
Dalam gambar 4.8 menggambarkan skema beban saluran transmisi GI Panakkukang – GI Tello antara lie 1 dan line 2 memiliki perbedaan, yakni line 1 memiliki beban yang lebih tinggi dibandingkan dengan line 2.
61 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Relai distance bekerja semakin lambat dari zona 1 ke zona 2 sampai zona 3 dimana distance relai bekerja pada zona 1 dengan waktu ≈ 0,001 detik, pada zona 2 bekerja dalam waktu 0,4 - 0,8 detik, dan pada zona 3 bekerja dalam waktu 1,2 – 1,6 detik. Relai distance dikontrol pada Gardu Induk yang mana relai tersebut merupakan sistem proteksi yang paling pokok dan bekerja dengan membandingkan impedansi yang telah di setting sesuai pengaturannya pada rel, dimana zona 1 mencakup 80% dari panjang saluran antar GI, dan zona 2 melindungi 20% atau 15% dari panjang saluran antar GI yg tidak dilindungi oleh zona 1 dan ditambah 50% untuk melindungi saluran GI berikutnya, dalam artian zona 2 ini memback up zona 1, sedangkan zona 3 melindungi dari sisa zona 2 yang mencakup 50% serta ditambah 25% pada saluran berikutnya, dalam artian zona 3 adalah back up dari zona 1 dan zona 2 jika terjadi kegagalan dikedua zona.
Pada tabel perhitungan impedansi relai distance bisa dilihat impedansi zona terus meningkat yakni zona1 0,151 Ω, zona2 0,2657 Ω, dan zona3 2,868 Ω, dari hasil perhitungan tersebut terlihat perbedaan yang tidak jauh perbedaannya dengan settingan yang ada pada GI yakni zona1 0,151 Ω, zona2 0,271 Ω, dan zona3 1,853 Ω, kecuali pada Zona 3 GI Panakkukang – GI Tello terdapat selisih perhitungan dengan setting relai bisa terjadi karena beberapa faktor yang mampu mempengaruhi perubahan impedansi atau human error dan lainnya.
B. Saran
Saluran transmisi ini merupakan hal pokok dalam unit penyaluran tenaga listrik, oleh karena itu harus betul-betul kita perbaiki sistem yang ada dalamnya, terutama pada sistem pengamannya yakni relai proteksi saluran transmisi agar hal- hal yang dapat mengganggu kinerja saluran transmisi tersebut agar peralatan pada sistem transmisi yang terkait tidak mengalami kerusakan yang parah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Maka dari semua itu, pemasangan relai proteksi utama serta relai proteksi cadangan sangat perlu diperhatikan dalam perencanaan maupun pembangunan saluran transmisi agar bisa meminimalisir gangguan atau hal-hal yang bisa merugikan pihak PT. PLN.
63
DAFTAR PUSTAKA
Afa, John Tarilanyo. (2013). Substation Protection And The Climatic Environment Of Niger Delta. Departement. Of Electrical Engineering.
Niger Delta Unersity, Wilberforce Island, Bayelsa State, Nigeria
A. Tjahjono, A. Priyadi, M.H. Alfa, K.F. Purnomo, M. Pujiantara. (2015).
Optimum Coordination of Overcurrent Relays in Radial System with Distributed Generation Using Modified Firefly Algorithm
Alawiy, Taqiyuddin Muhammad. 2006. Proteksi Sistem Tenaga Listrik Seri Relay Elektromagnetis. Universitas Islam Malang.
Banndri, Sepanur. (2016).Studi Settingan Distance Rele Pada Saluran Transmisi 150 Kv Di Gi Payakumbuh Menggunakan Software Matlab.Fakultas Teknologi industry, Institut Teknologi Padang. Indonesia
Berahim, Hamzah. 2011. Teknik Tenaga Listrik Dasar. Garaha Ilmu: Yogyakarta 55283
Fakhrian, David Dhio. (2017). Analisis Perhitungan Setting Relay Jarak Pada Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 KV Gardu Induk Kentungan- Sanggrahan. Teknik Elektro. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, D.I. Yogyakarta.
Izykowski, J. (2008). Fault Location On Power Transmission Line. Faculty Of Electrical Engineering. Ofycina Wydawnicza Politechniki Wroclawskiej, Wroclaw. Poland.
Jayachandra , G. Sivakumar (2014).Calculation of Apparent Impedance and Distance Rele Tripping Characteristics in Ehv/Uhv Transmission Line with and Without Capacitance.Advanced Engineering.
Kalam, A. and D. P. Kothari. Power System Protection and Communications.
Replika Press Pvt. Ltd. 2010.
Mason, C. Rulles. 1979. The Art and Science of Protective Relaying.
Mohajeri, Seyedi, Sabahi, 2015, “Optimal Setting of Distance Relays Quadrilateral Characteristic Considering the Uncertain Effective Parameters,” International Journal of Electrical Power and Energy Systems, Vol. 73, No. 1, hal. 1051–59, 2015.
N. Tirza. (2014). Analisa setting OCR terhadap arus gangguan pada jaringan 150 KV di Gardu Induk Tanggul
Rambabu, M. (2015). Three Zone Protection By Using Distance Relays in SIMULINK/MATLAB. Electrical And Electronics Engineering. GMR Institute of Technology, Rajam. India.
Sanusi, Muhammad, 2017, “Analisa Proteksi Rele Jarak Pada Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV Gardu Induk Rembang Baru-Gardu Induk Pati,” Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta, Vol. 1, No.
2, hal. 1–20, 2017.
Seethalekshmi, K., S. N. Singh and S. C. Srivastava. Synchrophasor Assisted Adaptive Reach Setting of Distance Relays in Presence of UPFC. IEEE Systems Journal. 2011; 5 (3): 396-405.
http://dx.doi.org/10.1109/JSYST.2011.2158694
Semuel, Nopransi, Hans Tumaliang, Lily S. Patras, Marthinus Pakiding, 2013,
“Koordinasi Setting Relai Jarak Pada Transmisi 150 kV PLTU 2 SULUT 2 X 25 MW,” Jurusan Teknik Elektro-FT, Vol.2, No. 3, hal. 1–7, 2013.
Short, T. (2004). Electric power distribution handbook. New York Washington, D.C.: CRC
Stevenson. W. D. Jr. 1990. Analisis Sistem Tenaga Listrik, Edisi Keempa.
Penerbit Erlangga: Jakarta.
65
Stevenson, William D. Jr. 1984. ”Analisa Sistem Tenaga Listrik”. McGraw-Hill.
Inc New York.
Suci Lestari, Dince (2010). Analisis Kontingensi Proteksi Rele Jarak Pada Sistem Tegangan Tinggi Di PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA. Teknik Elektro. Institut Teknologi Nasional, Bandung. Indonesia.
Syafar, A. Muhammad (2010).Studi Keandalan Distance Rele Jaringan 150 Kv Gi Tello - Gi Pare-Pare. Jurusan Teknik Elektro. Universitas Islam Makasar, Makasar. Indonesia
Vaidya, A.P. & Venikar, Prasad A. (2012). Distance Protection Scheme For Protection of Long Transmission Line Considering the Effect of Fault Resistance By Using the ANN Approach. Department of Electrical Engineering. Walchand College of Engineering, Sangli, Maharashtra, India.
Vishwakarma D. N, dan Ram Badri, 1995. Power System Protectio and Swicgear, Tata McGraw-Hill, New Delhi
66 LAMPIRAN
GAMBAR ALAT DAN BAHAN
GAMBAR KEGIATAN PENELITIAN
67
GAMBAR NAME PLAT
SINGLE LINE DIAGRAM ULTG PANAKKUKANG
69
SKEMA TOWER TRANSMISI 150 KV RUTE TELLO – PANAKKUKANG
DATA RATIO CT DAN CVT SERTA SETTING DISTANCE RELAY DI PT. PLN ULTG PANAKKUKANG
A. Data Ratio CT dan CVT
B. Data Setting Distance Relay
71
SURAT PERMOHONAN PENELITIAN
SURAT BALASAN PENELITIAN
73
75
77
79
81
83