• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Menentukan Letak Gangguan Jika Terjadi Gangguan

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 75-80)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

H. Cara Menentukan Letak Gangguan Jika Terjadi Gangguan

Dari hasil pembacaan nilai impedansi gangguan yang terlihat oleh rele, maka jika terjadi gangguan pada saluran transmisi, letak atau jarak gangguan yang

57

terjadi dapat diketahui melalui zona proteksi kerja rele. Untuk menentukan letak gangguan maka kita menggunakan persamaan berikut:

Letak gangguan =

Berikut ini perhitungan gangguan dan letak gangguan yang terjadi:

1) Gangguan 0,15 Ω

Letak Gangguan =

=

= 3,66 Km 2) Gangguan 0,26 Ω

Letak Gangguan =

=

= 6,36 Km 3) Gangguan 0,3 Ω

Letak Gangguan =

=

= 7,3 Km

Tabel 4.8. Pembacaan nilai impedansi gangguan dan jarak gangguan Pembacaan Impedansi Gangguan Jarak Gangguan

0,15 Ω 3,66 Km

0,26 Ω 6,36 Km

0,3 Ω 7,3 Km

I. Data Beban Saluran Transmisi ULTG Panakkukang

Data beban puncak saluran transmisi Gardu Induk Panakkukang Bulan April 2020 Tabel 4.9. Tabel Beban Puncak

TGL

LINE TELLO 150 KV

TELLO LINE 1 TELLO LINE 2

JAM KV MW MVAR AMPERE

JAM KV MW MVAR AMPERE

R S T R S T

1 19.30 151 28,7 7,1 111 119 110 19.30 149 26,9 7,6 105 98 106

2 20.30 150 29,7 6,9 115 123 114 20.30 148 27,7 7,3 107 100 108

3 20.00 149 30,6 7,4 120 128 119 20.00 147 28,6 7,8 112 105 113

4 15.00 150 30 7,4 116 124 115 14.00 149 28,1 7,8 109 102 110

5 19.00 151 30,3 7,1 117 125 116 19.00 149 28,5 7,8 111 104 112

6 20.30 150 29,3 7 113 121 112 20.30 148 27,5 7,2 107 100 106

7 14.00 147 30,3 8,4 120 128 119 14.30 146 28,5 8,8 112 105 113

8 19.00 151 27,1 6,3 103 111 102 19.00 149 25,6 6,7 99 92 100

9 18.30 150 29,5 7,1 113 123 112 18.30 148 27,6 7,5 111 101 110

10 19.00 150 29,7 6,9 115 123 114 19.00 149 27,8 7,3 108 101 109

11 19.30 151 27,9 6,7 107 115 106 19.30 149 26,2 7,1 102 95 103

PT P L N (PERSERO) WILAYAH

UNIT PELAYANAN TRANSMISI SULSELRABAR TRANSMISI DAN GARDU INDUK PANAKUKKANG

59

12 19.00 151 27,3 6,2 104 112 103 19.00 149 25,7 6,6 100 93 101

13 19.00 149 29,2 6,9 114 122 113 18.30 147 27,4 7,3 108 101 109

14 20.30 149 29,2 6,7 113 121 112 20.30 148 27,2 7,2 107 100 108

15 13.30 147 30,9 8 122 130 121 14.30 145 28,4 8,8 114 107 115

16 19.30 149 30,2 7,2 119 127 118 19.30 147 28,2 7,5 111 104 112

17 18.30 150 30,6 7,4 120 128 119 18.30 148 28,8 7,9 112 105 113

18 18.30 150 29 6,9 112 120 111 18.30 149 27,2 7,2 106 99 107

19 20.00 152 27,4 6,4 104 112 103 19.30 151 25,9 6,8 99 92 100

20 18.30 #N/A 30,1 7,2 117 125 116 18.30 149 28,3 7,7 110 103 111

21 14.00 149 29,6 8,3 117 125 116 13.30 148 27,6 8,3 108 101 109

22 13.00 149 29,3 8,3 115 123 114 13.30 147 27,7 8,5 109 102 110

23 18.30 149 30 7,2 117 125 116 18.30 148 28,2 7,7 110 103 111

24 18.30 149 30 7,2 117 125 116 18.30 148 28,2 7,7 110 103 111

25 18.30 149 30 7,2 117 125 116 18.30 148 28,2 7,7 110 103 111

26 18.30 149 30 7,2 117 125 116 18.30 148 28,2 7,7 110 103 111

27 19.00 150 29,8 7,2 112 120 111 19.30 149 28 7,8 109 102 110

28 19.00 150 29,4 7,3 104 112 103 19.00 148 27,7 7,8 108 101 109

29 19.30 149 29,4 7,1 115 123 114 19.30 148 27,6 7,5 108 101 109

30 19.00 149 29,8 7,2 116 124 115 19.30 148 28,1 7,7 110 103 111

31 19.00 149 29,8 7,2 116 124 115 19.30 148 28,1 7,7 110 103 111

Beban puncak siang adalah beban antara jam 07:00 s.d 17 :00 Beban puncak malam adalah beban antara jam 17:00 s.d 24:00

0 5 10 15 20 25 30 35

1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31

BBP TRANSMS ; LINE 1

LINE 2

Gambar 4.8. Skema Beban puncak saluran transmisi GI Panakkukang Beban pada saluran transmisi GI Panakkukang – GI Tello terbagi dalam 2 bagian, yaitu beban line 1 dan beban line 2 dan dihitung dalam waktu sebulan.

a) Beban Line 1

Beban puncak untuk line 1 terjadi pada tanggal 15 April 2020 pada pukul 13.30 ( beban puncak siang ) dengan pemakaian 30,9 MW dimana pemakaian ini adalah pemakaian yang paling tinggi nilainya dibanding pemakaian di hari- hari lainnya selama sebulan yakni bulan April 2020.

b) Beban Line 2

Beban puncak untuk line 2 terjadi pada tanggal 17 April 2020 pada pukul 18.30 ( beban puncak malam ) dengan pemakaian 28,8 MW dimana pemakaian ini adalah pemakaian yang paling tinggi nilainya dibanding pemakaian di hari- hari lainnya selama sebulan yakni bulan April 2020.

Dalam gambar 4.8 menggambarkan skema beban saluran transmisi GI Panakkukang – GI Tello antara lie 1 dan line 2 memiliki perbedaan, yakni line 1 memiliki beban yang lebih tinggi dibandingkan dengan line 2.

61 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Relai distance bekerja semakin lambat dari zona 1 ke zona 2 sampai zona 3 dimana distance relai bekerja pada zona 1 dengan waktu ≈ 0,001 detik, pada zona 2 bekerja dalam waktu 0,4 - 0,8 detik, dan pada zona 3 bekerja dalam waktu 1,2 – 1,6 detik. Relai distance dikontrol pada Gardu Induk yang mana relai tersebut merupakan sistem proteksi yang paling pokok dan bekerja dengan membandingkan impedansi yang telah di setting sesuai pengaturannya pada rel, dimana zona 1 mencakup 80% dari panjang saluran antar GI, dan zona 2 melindungi 20% atau 15% dari panjang saluran antar GI yg tidak dilindungi oleh zona 1 dan ditambah 50% untuk melindungi saluran GI berikutnya, dalam artian zona 2 ini memback up zona 1, sedangkan zona 3 melindungi dari sisa zona 2 yang mencakup 50% serta ditambah 25% pada saluran berikutnya, dalam artian zona 3 adalah back up dari zona 1 dan zona 2 jika terjadi kegagalan dikedua zona.

Pada tabel perhitungan impedansi relai distance bisa dilihat impedansi zona terus meningkat yakni zona1 0,151 Ω, zona2 0,2657 Ω, dan zona3 2,868 Ω, dari hasil perhitungan tersebut terlihat perbedaan yang tidak jauh perbedaannya dengan settingan yang ada pada GI yakni zona1 0,151 Ω, zona2 0,271 Ω, dan zona3 1,853 Ω, kecuali pada Zona 3 GI Panakkukang – GI Tello terdapat selisih perhitungan dengan setting relai bisa terjadi karena beberapa faktor yang mampu mempengaruhi perubahan impedansi atau human error dan lainnya.

B. Saran

Saluran transmisi ini merupakan hal pokok dalam unit penyaluran tenaga listrik, oleh karena itu harus betul-betul kita perbaiki sistem yang ada dalamnya, terutama pada sistem pengamannya yakni relai proteksi saluran transmisi agar hal- hal yang dapat mengganggu kinerja saluran transmisi tersebut agar peralatan pada sistem transmisi yang terkait tidak mengalami kerusakan yang parah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Maka dari semua itu, pemasangan relai proteksi utama serta relai proteksi cadangan sangat perlu diperhatikan dalam perencanaan maupun pembangunan saluran transmisi agar bisa meminimalisir gangguan atau hal-hal yang bisa merugikan pihak PT. PLN.

63

DAFTAR PUSTAKA

Afa, John Tarilanyo. (2013). Substation Protection And The Climatic Environment Of Niger Delta. Departement. Of Electrical Engineering.

Niger Delta Unersity, Wilberforce Island, Bayelsa State, Nigeria

A. Tjahjono, A. Priyadi, M.H. Alfa, K.F. Purnomo, M. Pujiantara. (2015).

Optimum Coordination of Overcurrent Relays in Radial System with Distributed Generation Using Modified Firefly Algorithm

Alawiy, Taqiyuddin Muhammad. 2006. Proteksi Sistem Tenaga Listrik Seri Relay Elektromagnetis. Universitas Islam Malang.

Banndri, Sepanur. (2016).Studi Settingan Distance Rele Pada Saluran Transmisi 150 Kv Di Gi Payakumbuh Menggunakan Software Matlab.Fakultas Teknologi industry, Institut Teknologi Padang. Indonesia

Berahim, Hamzah. 2011. Teknik Tenaga Listrik Dasar. Garaha Ilmu: Yogyakarta 55283

Fakhrian, David Dhio. (2017). Analisis Perhitungan Setting Relay Jarak Pada Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 KV Gardu Induk Kentungan- Sanggrahan. Teknik Elektro. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, D.I. Yogyakarta.

Izykowski, J. (2008). Fault Location On Power Transmission Line. Faculty Of Electrical Engineering. Ofycina Wydawnicza Politechniki Wroclawskiej, Wroclaw. Poland.

Jayachandra , G. Sivakumar (2014).Calculation of Apparent Impedance and Distance Rele Tripping Characteristics in Ehv/Uhv Transmission Line with and Without Capacitance.Advanced Engineering.

Kalam, A. and D. P. Kothari. Power System Protection and Communications.

Replika Press Pvt. Ltd. 2010.

Mason, C. Rulles. 1979. The Art and Science of Protective Relaying.

Mohajeri, Seyedi, Sabahi, 2015, “Optimal Setting of Distance Relays Quadrilateral Characteristic Considering the Uncertain Effective Parameters,” International Journal of Electrical Power and Energy Systems, Vol. 73, No. 1, hal. 1051–59, 2015.

N. Tirza. (2014). Analisa setting OCR terhadap arus gangguan pada jaringan 150 KV di Gardu Induk Tanggul

Rambabu, M. (2015). Three Zone Protection By Using Distance Relays in SIMULINK/MATLAB. Electrical And Electronics Engineering. GMR Institute of Technology, Rajam. India.

Sanusi, Muhammad, 2017, “Analisa Proteksi Rele Jarak Pada Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV Gardu Induk Rembang Baru-Gardu Induk Pati,” Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta, Vol. 1, No.

2, hal. 1–20, 2017.

Seethalekshmi, K., S. N. Singh and S. C. Srivastava. Synchrophasor Assisted Adaptive Reach Setting of Distance Relays in Presence of UPFC. IEEE Systems Journal. 2011; 5 (3): 396-405.

http://dx.doi.org/10.1109/JSYST.2011.2158694

Semuel, Nopransi, Hans Tumaliang, Lily S. Patras, Marthinus Pakiding, 2013,

“Koordinasi Setting Relai Jarak Pada Transmisi 150 kV PLTU 2 SULUT 2 X 25 MW,” Jurusan Teknik Elektro-FT, Vol.2, No. 3, hal. 1–7, 2013.

Short, T. (2004). Electric power distribution handbook. New York Washington, D.C.: CRC

Stevenson. W. D. Jr. 1990. Analisis Sistem Tenaga Listrik, Edisi Keempa.

Penerbit Erlangga: Jakarta.

65

Stevenson, William D. Jr. 1984. ”Analisa Sistem Tenaga Listrik”. McGraw-Hill.

Inc New York.

Suci Lestari, Dince (2010). Analisis Kontingensi Proteksi Rele Jarak Pada Sistem Tegangan Tinggi Di PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA. Teknik Elektro. Institut Teknologi Nasional, Bandung. Indonesia.

Syafar, A. Muhammad (2010).Studi Keandalan Distance Rele Jaringan 150 Kv Gi Tello - Gi Pare-Pare. Jurusan Teknik Elektro. Universitas Islam Makasar, Makasar. Indonesia

Vaidya, A.P. & Venikar, Prasad A. (2012). Distance Protection Scheme For Protection of Long Transmission Line Considering the Effect of Fault Resistance By Using the ANN Approach. Department of Electrical Engineering. Walchand College of Engineering, Sangli, Maharashtra, India.

Vishwakarma D. N, dan Ram Badri, 1995. Power System Protectio and Swicgear, Tata McGraw-Hill, New Delhi

66 LAMPIRAN

GAMBAR ALAT DAN BAHAN

GAMBAR KEGIATAN PENELITIAN

67

GAMBAR NAME PLAT

SINGLE LINE DIAGRAM ULTG PANAKKUKANG

69

SKEMA TOWER TRANSMISI 150 KV RUTE TELLO – PANAKKUKANG

DATA RATIO CT DAN CVT SERTA SETTING DISTANCE RELAY DI PT. PLN ULTG PANAKKUKANG

A. Data Ratio CT dan CVT

B. Data Setting Distance Relay

71

SURAT PERMOHONAN PENELITIAN

SURAT BALASAN PENELITIAN

73

75

77

79

81

83

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 75-80)

Dokumen terkait