• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asumsi 31 Desember 2018 8,40%

51. PERISTIWA HUKUM

a. Perkara Perdata No.728/Pdt.G/2016/PN.Mdn dengan Tjahaya sebagai Penggugat lawan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) selaku Tergugat I terkait Gugatan Perbuatan Melawan Hukum atas kehilangan reeffer part petikemas pada area PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) yang menyebabkan kerugian terhadap CV Sumatera Sejahtera. Adapun Putusan pada tingkat Pertama adalah Menghukum Tergugat untuk memberikan ganti rugi sebesar Rp 2.002.000.000 dan saat ini perkara dimaksud dalam proses banding di Peradilan Tinggi Medan.

b. Perkara No. 256/Pdt.G/2016/PN.Mdn tentang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum atas Pengembalian Down Payment (DP) yang telah diserahkan oleh CV SAA Inti Karya Tehnik sebesar Rp240.709.000. Saat ini sudah inkracht/selesai, namun belum diperoleh surat perintah eksekusi.

115

c. Gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan No. 43/TUN/2009/PTUN-Mdn tanggal 25 Agustus 2009 jo. 119/B/2009/PT.TUN-MDN tanggal 13 Januari 2010 jo. 152K/TUN/2010 tanggal 28 September 2010 jo. 37 PK/TUN/2013 tanggal 24 April 2013 tentang Gugatan T. Aswandin kepada Kantor Pertanahan Medan untuk pembatalan sebagian sertifikat HPL No. 1 tahun 1993 atas nama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero):

1) Tanah seluas 66.800 M2 di Jln. Bagan Deli Belawan

2) Tanah seluas 7.100 M2 di Jln. Pelabuhan (d/h Kampung Purwodadi) Belawan II 3) Tanah seluas 10 Ha di Jln Bagan Deli (d/h Kampung Skoni) Bagan Deli.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan PT Pelabuhan Indonesia I kalah pada PTUN, Pengadilan Tata Usaha Negara (PT TUN), Kasasi dan peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA).

Hasil peradilan yaitu:

1) Menolak permohonan kasasi Pemohon Kasasi.

2) Menyatakan batal Sertifikat HPL No.1/Belawan I khusus terhadap tanah Penggugat yang disebutkan di atas.

3) Memerintahkan Tergugat untuk mencabut sertifikat HPL No.1/Belawan I khusus terhadap tanah Penggugat.

d. Perkara No. 281/Pdt.G/2018/PN.Mdn tentang Gugatan wanprestasi (cidera janji) atas Perjanjian Kerjasama No. UM.58/41//18/P.I-04 – 001/AGR/PI-MI/04 tanggal 26 November 2004 antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT Metito Indonesia tentang Kerjasama Operasi Pengusahaan Air Minum di Pelabuhan Belawan, Dumai, dan Tanjung Balai Karimun. Persidangan menunggu hasil putusan dari majelis hakim dan sampai dengan saat ini belum ada surat panggilan (relaas) pemberitahuan putusan.

e. Perkara Perdata No. 672/Pdt.G/2018/PN. Mdn tanggal 08 Oktober 2018 dengan Tamrin selaku Penggugat lawan Agung Rachman Hidayat selaku Tergugat I dan Yarham Harid selaku Tergugat II terkait Pembatalan surat perjanjian No. B.VII-518/BLW-US.25 tanggal 26 September 2018 untuk melakukan kerjasama penggunaan lahan di jalan Indrapura Ujung (samping dermaga Kesatuan Penjagaan Laut & Pantai (KPLP)) dengan luas lahan yang akan digunakan adalah 895.59 m². Atas hal tersebut, Penggugat mengklaim telah menjalanan usaha CV Kepiting Bang Tamrin Dermaga Seafood selama 5 tahun. Majelis hakim memutus bahwa gugatan Penggugat tidak dapat diterima.

f. Perkara No. 95/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Mdn tentang prosedur pemutusan hubungan kerja dan perselisihan hak. Pengadilan Negeri (PN) Medan telah mengirimkan berkas Kasasi ke Mahkamah Agung.

g. Perkara No. 40/Pdt.G/2018/PN.Kis antara Asminah Sitorus selaku Penggugat lawan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) selaku Tergugat II tentang kepemilikan atas tanah seluas 10.000 m² di Dusun II Alai Desa Kuala Tanjung, Perwakilan Kecamatan Sei Suka, dahulu Kabupaten Asahan sekarang Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara. Telah adanya putusan dari PN Kisaran, dengan amar putusan menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya.

Perkara telah inkracht/selesai.

h. Perkara No. 49/Pdt.G/2018/PN.Kis antara Nurasiah Dkk, selaku Penggugat lawan PT. Pelindo I (Persero) selaku Tergugat IV tentang kepemilikan atas tanah seluas ±447 m² di Dusun III Alai Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, dahulu Kabupaten Asahan sekarang Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara. Telah adanya putusan dari PN Kisaran, dengan amar putusan menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Perkara ini telah inkracht/selesai.

116

i. Perkara No. 56/Pdt.G/2018/PN.Kis tentang Keberatan atas Penetapan Konsinyasi atas lahan seluas ±21.481,16 m² berlokasi di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara.

Adanya pencabutan pemeriksaan tingkat kasasi perkara oleh Penggugat sehingga perkara dimaksud telah berkekuatan hukum tetap.

j. Perkara No. 6/Pdt.G/2018/PN.Dum tanggal 07 Februari 2018 antara PT Dahlia Bina Utama lawan General Manager Cabang Dumai PT. Pelindo I (Persero) dan Kantor Pusat PT Pelindo I selaku Tergugat III dan IV tentang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Penerbitan Telegram Kementrian Perhubungan cq. Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. 65/VI/DM/17 tanggal 16 Juni 2017 dan Surat Edaran No. 50/16/20/DUM.17.TU tanggal 08 September 2017. Saat ini diajukan upaya hukum Kasasi oleh Penggugat ke Mahkamah Agung RI.

k. Perkara Perdata No. 672/Pdt.G/2019/PN.Mdn antara Tamrin sebagai Penggugat lawan Agung Rachman Hidayat (Tergugat I) dan Yarham Harid sebagai General Manager Cabang Belawan (Tergugat II). Dengan objek gugatan adalah atas Kerjasama pemanfaatan lahan milik PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) yang terletak di Jalan Indra Pura No. 14 Kel. Belawan I Kec.

Medan Belawan Kota Medan, provinsi Sumatera Utara yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan Agung Rachman, yang dengan adanya Kerjasama tersebut Penggugat (CV Kepiting Bang Tamrin) merasa dirugikan. Posisi terakhir saat ini adalah penggugat melakukan upaya hukum Kasasi ke Mahkama Agung RI atas putusan tingkat banding dari PT Medan.

l. Perkara Perdata No. 95/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Mdn antara Muhammad Rajab Parinduri dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) sebagai Tergugat dengan objek gugatan mengenai prosedur pemutusan hubungan kerja dan perselisihan hak. Telah adanya Putusan Kasasi Majelis Agung Republik Indonesia yang pada intinya menyatakan Putus Hubungn Kerja antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan M. Rajab Fandi Parinduri. Bahwa PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) juga harus membayarkan kepada M. Rajab Fandi Parinduri kekurangan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang pengganti hak seluruhnya sebesar Rp28.140.400.

m. Perkara No. 19/Pdt.G/2019/PN.Tpg antara Roland P. Sinaga sebagai Penggugat lawan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) terkait Kepemilikan atas tanah seluas 100 m x 200 m atau seluas 30.000 m2 yang terletak di Jl. Korindo, Kel. Sei Lekop, Kec. Bintan Timur, Kab. Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Posisi perkara saat ini telah adanya putusan Pengadilan yang menyatakan menolak gugatan Penggugat (Roland Sinaga, dkk.) seluruhnya.

n. Perkara Perdata No. 281/Pdt.G/2019/PN.Mdn antara PT Metito Indonesia sebagai Penggugat lawan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan objek gugatan dugaan warprestasi (cidera janji) atas Perjanjian Kerjasama No. UM.58/41/18/P.I-04-001/AGR/PI-MI/04 tanggal 26 November 2004 antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan PT Metito Indonesia tentang Kerjasama Operasi Pengusahaan Air Minum di Pelabuhan Belawan Dumai, dan Tanjung Balai Karimun. Posisi perkara saat ini adanya perlawanan hukum Banding oleh Penggugat.

o. Perkara No. 27/Pdt.G/2019/PN.Bna atas keputusan Tergugat I yang menyatakan kendaraan yang diakui Penggugat beserat teman-temannya sebagai kepemilikannya menjadi Barang Milik Negara (BMN) berdasarkan Keputusan tergugat I (Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Banda Aceh) No. kep-48/WBC.01/KPP.MP.02.2015 tanggal 29 Juli 2015 tentang Penetapan Barang Yang Dinyatakan Tidak Dikuasai menjadi Barang Yang Menjadi Milik Negara berupa kendaraan bermotor bukan baru. Posisi perkara saat ini adanya putusan yang menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima.

117

p. Perkara No. 661/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Pst antara PT Pelindo I (Persero) selaku Penggugat, mengajukan gugatan terhadap PT Cahaya Karangetang Abadi (PT CKA) atas dugaan perbuatan melawan hukum dari PT CKA yang tidak melakukan pembayaran atas pelayanan jasa kepelabuhanan yang telah diterima oleh kapal-kapal yang diageni oleh PT CKA di Cabang Pelabuhan Dumai. Posisi perkara saat ini adanya agenda putusan yang menyatakan mengabulkan gugatan Penggugat (PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)) dengan putusan verstek.

q. Perkara Perdata No. 95.Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Mdn antara Kusnan/Kusnan-II sebagai Penggugat melawan Koperasi Karyawan Maritim Indonesia (Kopkarmar) sebagai Tergugat I dan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) sebagai Tergugat II. Dengan objek gugatan adalah mengenai Gugatan Perselisihan Hak yang menurut Penggugat timbul karena adanya pemutusan kerjasama antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan Kopkarmar sehingga para pekerja Kopkarmar dialihkan kepada perusahaan lain. Pada saat proses peralihan tersebut Penggugat merasa belum menerima hak-haknya sesuai dengan ketentuan. Posisi terakhit adala penyerahan konklusi.

Manajemen berkeyakinan bahwa peristiwa hukum tidak berdampak material pada laporan keuangan Perusahaan.

Dokumen terkait