42. Agreements and Commitments (Continued) Pada tanggal 30 Desember 2016, Perusahaan
melakukan Pembahasan Perjanjian Konsesi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik yang dituangkan dalam Berita Acara. Berdasarkan Berita Acara, diperoleh kesepakatan jangka waktu konsesi selama 76 tahun dan fee konsesi sebesar 2,75% per tahun dari pendapatan kotor atas kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan di area konsesi.
On December 30, 2016, the Company had Discussion Regarding Concession Agreement with Harbourmaster Office and Port Authority Class II Gresik as outlined in Minutes. Based on Minutes, there was an agreement term concession for 76 years and a concession fee of 2.75% per year of income gross exploitation of port services for the activities in the concession area.
Berdasarkan Perjanjian Konsesi No.02.00/SPKS/BMS-KSOP/XII/2017 tanggal 15 Desember 2017, BMS dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik mengikatkan diri dalam perjanjian konsesi tentang kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhan terminal manyar di pelabuhan Gresik dengan jangka waktu selama 76 tahun terhitung dari sejak tanggal ditandatangani perjanjian dan fee konsesi sebesar 2,75% dari pendapatan kotor.
Based on the Concession Agreement No.02.00/SPKS/BMS-KSOP/XII /2017 dated December 15, 2017, BMS and the Gresik Class Port Authority and Authority Office bound themselves in a concession agreement concerning the activities of Manyar port terminal services in the port of Gresik for a period of 76 years from the date of the signing of the agreement and the concession fee of 2.75% of gross revenue.
PT Pelindo Husada Citra (PHC) PT Pelindo Husada Citra (PHC) a. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Kesehatan (BPJS)
a. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS)
PHC telah menyepakati perjanjian kerjasama pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) No.382/KTR/VII- 01/0315 atau No. HH.3.06.Yankes/1/5d/RSPS- 2014 pada tanggal 31 Maret 2015.
PHC has agreed to a cooperation agreement advanced level referral health services for participants of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) No.382/KTR/VII- 01/0315 or No.HH.3.06.Yankes/1/5d/RSPS- 2014 on March 31, 2015.
Sesuai dengan perjanjian, PHC memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta BPJS sesuai dengan lingkup pelayanan kesehatan yang telah disepakati yaitu meliputi:
In accordance with the agreement, PHC provided health care services to participants in accordance with the scope BPJS agreed health services which include:
1. Pelayanan rawat jalan tingkat lanjut (RTJL). 1. Outpatient treatment of advanced (RTJL).
2. Pelayanan rawat inap lanjutan (RITL). 2. Continued inpatient services (RITL).
3. Pelayanan persalinan. 3. Service delivery.
4. Pelayanan gawat darurat. 4. Emergency services.
5. Pelayanan obat. 5. Drug services.
6. Pelayanan alat kesehatan. 6. Services medical devices.
7. Pelayanan alat kesehatan lain sesuai dengan kebutuhan dan indikasi medis.
7. Services other medical devices in accordance with the needs and medical indications.
8. Pelayanan rujukan parsial. 8. Partial referral service.
9. Pelayanan ambulans. 9. Ambulance services.
10. Pelayanan rujuk balik. 10. Services refer turning.
11. Pelayanan kesehatan yang tidak dijamin. 11. A health service is not guaranteed.
(Lanjutan)
Tarif pelayanan yang diberikan bagi peserta sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan yaitu sesuai dengan pola pembayaran BPJS Kesehatan untuk Rumah Sakit (DRG/INA CBG’s) berdasarkan kesepakatan pihak BPJS dengan Asosiasi Fasilitas Kesehatan dengan mengacu pada standar tarif yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.
Rates of services provided to participants are in accordance with the rates established using the payment pattern of BPJS Health Hospital (DRG / INA CBG's) based on the agreement with the Association of Health Care Facilities BPJS with reference to a standard rate set by the Minister of Health.
Perjanjian ini telah beberapa kali diperbaharui, terakhir berdasarkan perjanjian No.
HH.3.06.Yankes/2/4/PT.PHC-2017 pada tanggal 29 Desember 2017. Perjanjian ini berlaku 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2019.
This Agreement has been amended several times, most recently under the agreement No. HH.3.06.Yankes/2/4/PT.PHC-2017 on December 29, 2017. This agreement was valid for 1 (one) year from January 1, 2017 until December 31, 2019.
b. PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia b. PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia PHC telah menyepakati perjanjian kerjasama
pelayanan kesehatan bagi peserta PT Asuransi
Jiwa Inhealth Indonesia
No. HH.3.06.Yankes/1/5e/RSPS-2017 pada tanggal 1 Maret 2017.
PHC has agreed to provides health care services for participants with PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia No. HH.3.06.
Yankes/1/5e/RSPS-2017 dated March 1, 2017.
Sesuai dengan perjanjian, PHC memberikan layanan kesehatan kepada Peserta Inhealth yang meliputi konsultasi medis, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan layanan kesehatan lainnya.
In accordance with the agreement, PHC provided health care services to Participants Inhealth which includes medical consultation, examination, treatment, and other health-care measures.
Biaya atas pelayanan kesehatan diterima oleh PHC dengan system Fee for Sevice dengan tarif yang telah disepakati. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 1 April 2017 sampai dengan 30 Juni 2020.
The cost of health services was received by PHC with the Fee for Sevice system with the agreed rates. This agreement is valid from April 1, 2017 until June 30, 2020.
c. PT Kimia Farma Apotek c. PT Kimia Farma Apotek PT PHC telah menyepakati perjanjian
kerjasama pelayanan Obat-obatan bagi peserta BPJS di Instalasi Farmasi RS PHC Surabaya No. PKS 13/KFA-PRJ/11/2019 atau No.
HH.3.06/1/10/PT.PHC-2019 pada tanggal 13 Maret 2019.
PT PHC has agreed on a cooperation agreement on drug services for BPJS participants in PHC Surabaya Pharmacy Installation No. PKS 13 / KFA-PRJ / 11/2019 or No. HH.3.06 / 1/10 / PT.PHC-2019 on March 13, 2019.
Perjanjian ini berlaku 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal 28 Februari 2019 hingga 27 Februari 2024.
This agreement is valid for 5 (five) years from February 28, 2019 to February 27, 2024.
d. PT Asuransi Jasa Indonesia d. PT Asuransi Jasa Indonesia PHC telah menyepakati perjanjian kerjasama
pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan bagi peserta PT Asuransi Jasa Indonesia No.PKS.044/UUJH/149-1/VII/2018 atau No.
HH.3.06.Yankes/3/1/PT.PHC-2018 pada tanggal 1 Agustus 2018. Perjanjian ini berlaku 2 tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2018 hingga 31 Juli 2020.
PHC has agreed to a cooperation agreement advanced level referral health services for participants of PT Asuransi Jasa Indonesia No.PKS.044/UUJH/149-1/VII/2018 or No.HH.3.06.Yankes/3/1/PT.PHC-2018 on August 1, 2018. This agreement is valid for 2 years from the date of January 1, 2018 until July 31, 2020.
(Lanjutan)
PT Pelindo Marine Service (PT PMS) PT Pelindo Marine Service (PT PMS) 1. Berdasarkan Berita Acara Rapat
No. BA.23/KP.0201/PEL-2016 tanggal 18 Oktober 2016 tentang Berita Acara Rapat Koordinasi antara PMS dengan PT PEL dalam rangka pemenuhan kebutuhan kontrak PT PEL dengan PT Humpuss Transportasi Kimia menyatakan bahwa:
1. Based on minutes of meeting No. BA.23/KP.0201/PEL-2016 dated October 18, 2016 on minutes of meeting coordination between PMS and PT PEL in accordance with fulfillment of the contract between PT PEL and PT Humpuss Transportasi Kimia, it was stated that:
1. PMS dan PT PEL menyepakati pembukaan standby letter of credit untuk pemenuhan kebutuhan kontrak PT PEL dengan PT Humpuss Transportasi Kimia, dimana PT PEL setuju untuk mengakui seluruh biaya bank yang dikeluarkan oleh PMS dalam rangka pembukaan standby letter of credit + margin 5% dari keseluruhan biaya bank yang dikeluarkan PMS.
1. PMS and PT PEL agreed on the opening of a standby letter of credit for the fulfilment of the contract between PT PEL and PT Humpuss Transportasi Kimia, whereby PT PEL: agreed to admit the entire bank fees incurred by PMS in connection with the opening of the standby letter of credit + margin of 5% of the overall cost of the bank that issued PMS.
2. PMS akan meminta mitra perbankan PMS untuk mengajukan penawaran resmi terkait pembukaan standby letter of credit dengan mengunakan plafon milik Perusahaan.
2. PMS will ask the banking partner of PMS for bid related official opening of standby letter of credit by using ceiling property the Company.
3. PT PEL akan menerima hasil keputusan PMS terkait pihak bank yang dipilih untuk pembukaan standby letter of credit.
3. PT PEL will receive the results of the decisions PMS related parties of the bank chosen for the opening of a standby letter of credit.
Pada tanggal 31 Maret 2017 jumlah fasilitas standby letter of credit yang digunakan oleh PMS adalah USD4,858,165.
On March 31, 2017 the amount of the standby letter of credit facility used by PMS was USD4,858,165.
2. Pada tanggal 4 Mei 2017, PMS melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang tercantum pada Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No.
KU.04/13/P.III-2017 dengan keputusan antara lain menyetujui pembelian saham 10% Van Oord Dredging and Marine Contractors.
2. On May 4, 2017, PMS held the Annual General Meeting of Shareholders as stated in the Annual General Meeting of Shareholders No.
KU.04/13/P.III-2017 with the decision to approve the purchase 10% shares of Van Oord Dredging and Marine Contractors.
(Lanjutan)
PT Pelindo Energi Logistik (PEL) PT Pelindo Energi Logistik (PEL) a. Berdasarkan perjanjian No.HK.0501/14/PEL-
2015 tanggal 8 Desember 2015, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama tentang Jasa Pengurusan Pengapalan dengan PT Indonesia Power dengan jangka waktu 7 tahun dan diperbarui dengan addendum pertama tanggal 31 Mei 2016. Perubahan dalam perjanjian tersebut mencakup definisi, ruang lingkup, tarif, menghapus ketentuan mata uang dan jaminan pembayaran.
a. Based on the agreement No.HK.0501/14/PEL- 2015 dated December 8, 2015, the Company agreed to sign a cooperation agreement of Shipment Handling Services with PT Indonesia Power for 7 years period and the agreement has been renewed by the first addendum dated May 31, 2016. The change in the agreement covered definitions, scope, rate, and deleted the provision of currency and guarantee of payment.
b. Berdasarkan perjanjian No.HK.0501/15/PEL- 2015 tanggal 8 Desember 2015, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama tentang Jasa Penyediaan Fasilitas Penyimpanan LNG dengan PT Indonesia Power dengan jangka waktu 7 tahun dan diperbarui dengan addendum pertama tanggal 31 Mei 2016. Perubahan dalam perjanjian tersebut mencakup definisi, ruang lingkup, tarif, menghapus ketentuan mata uang dan jaminan pembayaran.
b. Based on the agreement No.HK.0501/15/PEL- 2015 dated December 8, 2015, the Company agreed to sign a cooperation agreement on LNG Storage Facility Services Provision with PT Indonesia Power for 7 years and the agreement has been renewed by the first addendum dated May 31, 2016. The changes on the agreement includes the definition, scope, rate, delete the provision of currency and a guarantee of payment.
c. Berdasarkan perjanjian No.HK.0501/16/PEL- 2015 tanggal 8 Desember 2015, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama tentang Jasa Terminal LNG dengan PT Indonesia Power dengan jangka waktu 5 tahun. Salah satu klausul perjanjian menyebutkan bahwa pada akhir masa pelaksanaan Jasa Terminal LNG, Perusahaan wajib menyerahkan kepada PT Indonesia Power fasilitas regasifikasi (Floating Regasification Unit - FRU, tidak termasuk pipa gas di darat dan dermaga) dalam keadaan layak, baik, dan siap beroperasi dengan kemampuan dan kapasitas regasifikasi tidak kurang dari 50Bbtu per hari, dan PT Indonesia Power tidak memiliki kewajiban untuk memberikan pembayaran apapun kepada Perusahaan terkait penyerahan peralatan fasilitas tersebut. Perjanjian ini diperbarui dengan addendum pertama tanggal 31 Mei 2016. Perubahan dalam perjanjian tersebut mencakup tarif dan menghapus ketentuan mata uang.
c. Based the agreement No.HK.0501/16/PEL-2015 dated December 8, 2015, the Company signed a cooperation agreement on LNG Terminal Services with PT Indonesia Power for a period of 5 years. One of clause of the agreement stated that at the end of the implementation of the Services LNG Terminal, the Company shall submit to PT Indonesia Power regasification facilities (Floating Regasification Unit - FRU, excluding gas pipeline on land and dock) in a decent state, good, and ready to operate with the ability and a regasification capacity of not less than 50Bbtu per day and PT Indonesia Power had no obligation to provide any payment to the Company related to the delivery of equipment to the facility. This agreement was updated with the first addendum dated May 31, 2016. The change in the agreement included a provision removing fare and currency.
d. Berdasarkan perjanjian sewa berjangka waktu tanggal 31 Maret 2016, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama tentang sewa menyewa kapal Untuk Pengangkutan LNG dengan PT Humpuss Transportasi Kimia dengan jangka waktu 7 tahun.
d. Based on the lease term dated March 31, 2016, the Company agreed to sign a lease agreement on boats for Transporting LNG by PT Humpuss Transportasi Kimia for a period of 7 years.
(Lanjutan)
e. Berdasarkan perjanjian tanggal 22 Januari 2016, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama tentang Perjanjian Bangun, Guna, Serah Satu Unit Regasifikasi Apung dengan PT Benoa Gas Terminal. Jangka waktu perjanjian sewa selama 5 tahun. Salah satu klausul menyebutkan bahwa pada akhir masa perjanjian Perusahaan akan mendapatkan hak atas kepemilikan Unit Regasifikasi Apung dengan kompensasi sebesar USD1.
e. Based on the agreement dated January 22, 2016, the Company agreed to sign a cooperation agreement on Build, in Order, Handover Agreement Floating Regasification Unit with PT Benoa Gas Terminal. The term of the rental agreement was for 5 years. One of the clauses stated that at the end of the agreement the Company would obtain ownership rights of the Floating Regasification Unit with compensation amounting to USD1.
f. Berdasarkan perjanjian jual beli saham bersyarat No. KU.0201/03/PEL-2017 dengan PT Jaya Samudra Karunia Gas tanggal 27 November 2017, Perusahaan melakukan transaksi pembelian kembali atas saham yang dimiliki oleh PT Jaya Samudra Karunia Gas sejumlah 1.000.000 lembar saham dengan harga beli sebesar Rp4.395.000.
f. Under the share purchase agreement No. KU.0201.03/PEL-2017 with PT Jaya Samudra Karunia Gas dated November 27, 2017, the Company signed a repurchase transaction of shares owned by PT Jaya Samudra Karunia Gas amounting to 1,000,000 shares at a purchase price of Rp4,395,000.
g. Berdasarkan perjanjian No. HK.0501/22/PEL- 2017 tanggal 27 Desember 2017 Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Indonesia Power tentang jasa fasilitas midstream LNG di Benoa. Dalam perjanjian tersebut dikatakan, PT Indonesia Power tidak memiliki hak maupun klaim berkaitan kepemilikan floating regasification unit (FRU) dengan dasar apapun.
g. Based on the agreement No. HK. 0501/22/MOP- 2017 dated December 27, 2017 Corporations held agreements with PT Indonesia Power regarding the service facilities of midstream LNG in Benoa. In the agreement it was stated that PT Indonesia Power had no right or claim ownership of related to the floating regasification units (FRU) with any reasons.
PT Lamong Energi Indonesia (LEI) PT Lamong Energi Indonesia (LEI) 1. Berdasarkan Perjanjian No. 020/GFA/LGL/
MPI/V/2015 tanggal 22 Mei 2015 antara LEI dengan PT Maxpower Indonesia tentang penyediaan pembangkit listrik berbahan bakar gas sebesar 13,39 MW.
1. Based on an agreement No. 020/GFA/LGL/
MPI/V/2015 dated May 22, 2015 between LEI and PT Maxpower Indonesia regarding provision of gas fired power plant of 13.39 MW.
Berdasarkan perjanjian tersebut, PT Maxpower Indonesia harus membangun, memiliki, mengoperasikan dan mengalihkan sebuah pembangkit dengan kapasitas terpasang sebesar 13,39 MW untuk tujuan membangkitkan listrik yang akan dipasok untuk LEI dan untuk mengalihkan kepemilikan kepada LEI setelah seluruh Unit Pembangkit (Jangka Waktu BOT) telah menyelesaikan 59.999 jam operasi per Unit Pembangkit dan untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan besar atas Pembangkit, yang akan dimulai pada jam operasi 60.000 dan berakhir pada saat jam operasi mencapai 119.999 (Jangka Waktu O&M).
Based on this agreement, PT Maxpower Indonesia shall build, own, operate and transfer the Plant with an installed capacity of 13.39 MW for the purpose of generating electricity to be supplied by LEI and to transfer ownership to LEI after all Generating Units (the BOT Period) have bee completed for 59,999 operating hours per Generating Units and to perform operation and maintenance and major overhaul of the Plant, which shall commence from 60,000 operating hours and end when reaching 119,999 operating hours (the O&M Period).
(Lanjutan)
PT Maxpower Indonesia akan memasok dengan jumlah minimum 3,349 Kw x 4 x 24 jam x jumlah hari dalam 1 bulan x 80% per bulan sebagai minimum Ambil atau Bayar (TOP) sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian. LEI akan membayar kepada PT Maxpower Indonesia dengan jumlah yang setara atau melebihi jumlah.
PT Maxpower Indonesia shall supply a minimum amount of 3.349 Kw x 4 x 24 hours x number of days in 1 month x 80% per month as a minimum Take or Pay (TOP) in accordance with the terms of this agreement. LEI shall pay to the PT Maxpower Indonesia an amount equal to or exceeding the TOP volume.
TOP dikalikan tarif pada “ambil atau bayar” atau
“take or pay”, terlepas apakah LEI menerima atau meminta seluruh jumlah atau sebagian dari jumlah TOP.
TOP is multiplied by the tariff on a “take or pay”
basis, regardless of whether LEI accepts or requests all or a portion of the TOP volumes.
Setelah berakhirnya jangka waktu BOT, dengan ketentuan pembayaran sebelumnya dari seluruh jumlah yang belum dibayar oleh LEI kepada PT Maxpower Indonesia secara penuh, seluruh kepemilikan Pembangkit akan dialihkan kepada LEI tanpa biaya pembelian apapun, kecuali jika menurut ketentuan pemerintah yang berlaku ada beban pajak yang dikenakan untuk pengalihan tersebut, maka LEI akan membayar setiap dan seluruh pajak terhutang sehubungan dengan pengalihan tersebut kepada LEI.
Upon expiration of the BOT period, subject to prior payment in full of all understanding amounts owed by the LEI to the PT Maxpower Indonesia, all ownership of the Plant shall be transferred free of any further purchase cost to LEI, except if based on prevailing government regulation, there are taxes applicable for such transfer, then LEI shall pay any and all taxes payable in connection
with such transfer to LEI.
Perubahan atas perjanjian tersebut berdasarkan
Addendum No. 038/GFA/LGL/
MPI/IX/2015 tanggal 31 Agustus 2015.
Perubahan tersebut terkait dengan penambahan pasal terkait perubahan merugikan yang material dan perubahan tersebut berlaku efektif sejak tanggal 22 Mei 2015.
Amendment of this agreement was based on Amendment No. 038.GFA/LGL/MPI/IX/2015 dated August 15, 2015. Those changes regarded as the addition of article about material adverse changes which was effective as of May 22, 2015.
Perubahan kedua atas perjanjian tersebut berdasarkan Addendum tanggal 9 Mei 2016.
Perubahan tersebut berlaku efektif sejak tanggal 1 September 2016.
Second amendment of this agreement was based on Amendment dated May 9, 2016. Those changes were effective on September 1, 2016.
Beberapa perubahan sebagai berikut: Several changes are as follows:
1. “Tanggal Operasi Komersial Terjadwal”
berarti sehubungan dengan Kapasitas Pertama adalah tanggal 1 Februari 2017 dan sehubungan dengan Kapasitas Kedua adalah tanggal 1 Desember 2017.
1. “Scheduled Commercial Operation Date”
means with respect to the First Capacity was February 1, 2017 and with respect to the Second Capacity was December 1, 2017.
2. Perubahan ketentuan yang berkait dengan definisi yang berlaku pada periode BOT dan O&M.
2. Amend provisions related to the applicable definitions for the BOT and O&M period.
(Lanjutan)
3. BOT akan berlaku pada saat Jangka Waktu BOT (yaitu sejak Tanggal Siap Untuk Komisioning Unit Pembangkit pertama dan berakhir pada tanggal dimana masing- masing Unit Pembangkit sudah mencapai Tanggal Pengalihan dan sebelum Jangka Waktu O&M).
3. BOT shall be valid during the BOT Period (which is the period commencing from the Ready for Commissioning Date of the first Generating Unit and concluding on the date when each Generating Unit has reached Transfer Date and prior to the O&M Period).
4. Jangka Waktu O&M setelah berakhirnya Jangka Waktu BOT dan Jasa O&M akan berlaku pada saat Jangka Waktu O&M yaitu setelah Unit Pembangkit pertama melewati Tanggal Pengalihan dan akan berakhir pada saat Unit Pembangkit mencapai 119.999 jam operasi, untuk masing-masing Unit Pembangkit.
4. The O&M Period upon the expiry of BOT Period and the O&M Service shall commence on the O&M Period, which is when the first Generating Unit passed the Transfer Date and shall end when 119,999 operating hours is reached, for each of the Generating Unit.
5. Mengubah ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan Tarif O&M dan Jaminan Pembayaran.
5. Amend all provisions related to O&M Tariff and Security of Payment.
6. Mengubah jadwal tanggal operasi komersial, untuk Engine No.1 dan No. 2 pada 1 Februari 2017, Engine No.3 dan No. 4 pada 1 Desember 2017.
6. Change the scheduled commercial date, of Engine No.1 and No.2 on February 1, 2017, and Engine No.3 and No.4 on December 1, 2017.
Perusahaan dan PT MPI menandatangani subject to contract amendment pada tanggal 31 Oktober 2017, yang menyetujui beberapa perubahan yang efektif berlaku sejak tanggal 1 April 2017 sebagai berikut:
The Company and PT MPI signed subject to contract amendment on October 31, 2017, that agreed on several changes effective on April 1, 2017 which consist of:
1. Kapasitas total unit untuk proyek adalah sebanyak 2 unit x 3.349 kW.
1. Total unit capacity for the project are 2 units x 3,349 kW.
2. Periode BOT selama 36 bulan sejak pembayaran pertama setelah tanggal persiapan operasional komersil.
2. The BOT period is 36 months since the first payment after the commercial operation readiness date.
3. BOT tariff per kWh Rp410/kWh, tidak termasuk PPN 10%, dengan rincian untuk komponen A Rp275/kWh, komponen B Rp20/kWh, dan komponen D Rp115/kWh.
Sehingga biaya tetap BOT bulanan yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp729.412.200 dan biaya variable BOT bulanan yang harus dibayar sesuai dengan kWh bulanan actual dan dikalikan tarif komponen B&D.
3. BOT tariff per kWh was Rp410/kWh, excluding 10% VAT, consisting of component A Rp275/kWh, component B Rp20/kWh and component D Rp115/kWh. Fixed BOT monthly payment to be paid amounting to Rp729,412,200 and variable BOT monthly payment to be paid based on actual monthly kWh and multiplied by tariff component B&D.
4. Tarif B&D dikenakan ekalasi tahunan sebesar 3% yang berlaku 1 tahun setelah tanggal operasional komersil 1 Januari 2019 (yang mana yang lebih dulu).
4. B&D tariff shall be subject to an annual escalation of 3% which shall apply 1 year after the commercial operation date or January 1, 2019 (whichever faster).