• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Hukum Ekonomi di Indonesia

Dalam dokumen PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUL MANNAN (Halaman 63-71)

jauh lebih diperlukan daripada dalam organisasi sekular mana pun, yang para pemilik modalnya mungkin bukan merupakan bagian dari manajemen. Islam menekankan kejujuran, ketepatan dan kesungguhan dalam urusan perdagangan, karena hal itu mengurangi biaya penyediaan (supervise) dan pengawasan.

d) Bahwa faktor manusia dalam produksi dan strategi usaha barangkali mempunyai signifikan lebih diakui dibandingkan dengan strategi manajemen lainnya yang didasarkan pada memaksimalkan keuntungan atau penjualan.65

Serikat sejak 2007 yang dipicu macetnya kredit perumahan (subprime mortgage) juga telah menimbulkan permasalahan yang mendunia.

Dampak yang dirasakan Indonesia antara lain karena perekonomian dunia melemah sehingga pasar ekspor bagi produk Indonesia menjadi sangat menurun, nilai tukar rupiah terdepresiasi sehingga hutang luar negeri pemerintah maupun swasta menjadi beban yang cukup berat. Sejarah Indonesia dalam kurun waktu yang panjang sebagai negara jajahan bangsa asing karena alasan ekonomi bahwa Indonesia merupakan sumber hasil bumi yang sangat penting bagi dunia juga memperlihatkan bahwa masalah ekonomi adalah masalah yang penting bagi suatu negara.

Dari uraian diatas, kita dapat melihat bahwa persoalan-persoalan ekonomi selalu muncul dari penggunaan sumber daya yang langka untuk memuaskan keinginan manusia yang tak terbatas dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya. Akibat kelangkaan, maka terjadi perebutan untuk menguasai sumber daya yang langka tersebut. Perebutan menjadi penguasa atas sumber daya yang langka bisa menimbulkan persengketaan antar pelaku ekonomi bahkan bisa memicu perang baik antar daerah maupun antar negara. Permasalahan ekonomi ini perlu diatur agar pemanfaatan sumber daya yang terbatas dapat berjalan dengan baik

dengan prinsip-prinsip keadilan. Hukum ekonomi merupakan salah satu alat untuk mengatasi berbagi persoalan tersebut.66

Dalam kaitannya dengan pemikiran Muhammad Abdul Mannan tentang produksi dimana Ia, telah menjelaskan adanya prinsip kesejahteraan serta faktor produksi berupa tanah, tenaga kerja, modal dan organisasi telah menemukan relevansinya dengan hukum ekonomi yang berlaku di Indonesia. Antara lain sebagai berikut:

1. Prinsip Kesejahteraan

Prinsip kesejahteraan di Indonesia tertuang dalam ideologi Pancasila sila kelima dan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Dalam Pancasila, prinsip keadilan terdapat pada sila kelima yaitu

“Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”. Keadilan dapat

didefinisikan sebagai kewajiban memberikan kepada pihak lain apa yang menjadi haknya. Jadi, maksud dari sila kelima pancasila tersebut adalah suatu hak yang seharusnya diterima oleh masyarakat tanpa adanya ketimpangan sosial sehingga harus diterima secara adil dan merata demi kesejahteraan masyarakat.

Kedua, dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 menyatakan bahwa kesejahteraan dicapai dengan “mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Jadi, prinsip

kesejahteraan tersebut dapat dicapai dengan mewujudkan suatu keadilan contohnya dalam segala hal tentang pemberantasan

66 Perkembangan Hukum Ekonomi di Indonesia

http://agungwiroprabowo.blogspot.co.id/2012/06/perkembangan-hukum-ekonomi-di- indonesia.html. (diakses pada tanggal 15 Oktober 2017, jam 19:42).

kemiskinan, peningkatan faktor produksi dengan membuka lapangan pekerjaan, pemberian modal bagi usaha mikro dan kecil dan memberikan kebebasan untuk meningkatkan kreatifitas warga yang memilki ketrampilan.67

2. Faktor Tanah

Faktor pemanfaatan tanah di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2016 tentang pengendalian penguasaan tanah pertanian, yang mana dalam undang-undang ini berisi tentang aturan dalam pengalihan atas hak penguasaan tanah yang digunakan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian, juga diterangkan pada pasal 3 tentang batasan-batasan dalam penguasaan tanah.68

Sedangkan pemanfaatan tanah yang digunakan untuk industri tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industri, yang mana dalam undang-undang ini diatur tentang pembangunan, pemanfaatan maupun pengelolaan kawasan industri dengan kewenangan-kewenangan pemerintah yang melakukan intervensi demi terciptanya suatu kawasan industri yang dapat memberikan kesejahteraan masyarakat.69 3. Faktor Tenaga Kerja

67 UUD 1945.

68 Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2016 tentang pengendalian penguasaan tanah pertanian.

69 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industri.

Seorang buruh atau tenaga kerja memiliki hak dan tanggungjawab yang sangat besar bagi pemerintah. Untuk itu, di Indonesia peraturan mengenai ketenagakerjaan diatur pada Bab X tentang perlindungan, pengupahan, dan kesejahteraan.

Bagian kesatu, paragraf satu tentang perlindungan terhadap peyandang cacat terdapat dalam pasal 67 ayat 1 dan 2, yang dijelaskan bahwasanya pengusaha yang memperkerjakan seorang pekerja cacat wajib memberikan perlindungan terhadapnya. Selanjutnya dalam paragraf dua berisi tentang perlindungan terhadap anak dalam pasal 68, dijelaskan bahwasanya dilarang untuk memperkerjakan anak.

Selanjutnya pasal 69, dijelaskan tentang ketentuan pengusaha dalam memperkerjakan anak. Kemudian pasal 70, memberi penjelasan terhadap pelatihan yang wajib diberikan kepada anak. Selanjutnya pasal 71 sampai pasal 75, menjelaskan tentang syarat dan hal-hal yang dilarang dalam mempekerjakan anak. Kemudian, paragraf tiga berisi tentang perlindungan terhadap perempuan. Pasal 76 dijelaskan tentang ketentuan dalam mempekerjakan perempuan dalam hal waktu dan kondisi. Paragraf empat berisi tentang waktu kerja. Pasal 77 menjelaskan ketentuan waktu kerja, pasal 78 menjelaskan ketentuan waktu terhadap buruh yang kerja penuh atau lembur maupun paruh waktu yang dilandasi atas dasar perjanjian, pasal 79 menjelaskan tentang wajibnya seorang pengusaha memberikan waktu istirahat dan cuti bagi buruhnya, pasal 80 menjelaskan kewajiban pengusaha

memberikan waktu untuk beribadah, pasal 81, pasal 82 dan pasal 83 menjelaskan tentang ketentuan waktu bekerja untuk perempuan, pasal 85 berisi tentang ketentuan buruh yang tidak boleh bekerja pada hari libur atau resmi. Terakhir, paragraf kelima tentang keselamatan dan kesehatan kerja pasal 86, berisi tentang hak untuk memperoleh perlindungan sedangkan dalam pasal 87 dijelaskan penerapan sistem manajemen.

Bagian kedua, tentang pengupahan. Pasal 88 ayat 1 sampai 3, menjelaskan tentang hak para buruh dalam memperoleh upah sedangkan dalam pasal 89 ayat 2 upah minimum yang layak untuk diterima oleh setiap buruh.

Bagian ketiga, tentang kesejahteraan pasal 99 menjelaskan bahwasanya buruh berhak memperoleh jaminan sosial. Sedangkan pasal 100 memberikan kewajiban kepada pengusaha untuk memberikan fasilitas kesejahteraan dan pasal 101 menjelaskan bentuk usaha yang harus ditingkatkanuntuk memenuhi kesejahteraan tersebut.70

4. Faktor Modal

Modal dalam fungsinya sangat berperan penting sebagai sesuatu untuk mewujudkan suatu produksi. dalam kaitannya dengan modal Indonesia telah mengatur sedemikian rupa dalam Undang- undang No 25 tahun 2007 tentang penanaman modal.

70 Undang-undang RI Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Bab 1 pasal 1 tentang ketentuan umum dijelaskan bahwasnya modal itu berasal dari dalam negeri ataupun luar negeri, Bab 2 pasal 3 ayat 1 dan 2 tentang asas dan tujuan penanaman modal yang mana asas tersebut diselenggarakan berdasarkan kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, perlakuan yang sama dan tidak membedakan asal negara, setra kebersamaan. Sedangkan tujuannya adalah mensejahterakan masyarakat. Selanjutnya Bab 3 pasal 4 ayat 1 sampai 2, berisi tentang penetapan dasar modal serta kebijakan dasar dalam penanaman modal. Kemudian, Bab 5 pasal 5 ayat 1-3 mengatur tentang bentuk badan usaha dan kedudukan. Yang dimaksud adalah bentuk usaha yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum serta brntuk usaha perseorangan 71

5. Faktor Organisasi

Organisasi adalah alat penggerak ataupun memanajement perusahaan forum atau lainnya demi terlaksananya sebuah tujuan.

Dalam Undang-undang RI Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Bab XI bagian kesatu pasal 102 ayat 3 yang menjelaskan bahwasanya dalam hubungan industrial antara buruh memiliki fungsi untuk menjalankan pekerjaan sedangkan dalam pasal 103 menjelaskan tentang sarana yang digunakan dalam hubungan industrial.

71 Undang-undang No 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Bagian kedua, pasal 104 ayat 1 dan 2 membentuk serikat pekerja dalam menjalankan fungsi yang tercantum pada pasal 102 Bagian ketiga pasal 105 kewajiban untuk membentuk organisasi.72

72 Undang-undang RI Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

BAB IV

ANALISIS PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUL MANNAN TENTANG

Dalam dokumen PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUL MANNAN (Halaman 63-71)

Dokumen terkait