BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
F. Perkembangan Pendapatan Pasar Tahun 2016-2018
tempat pasar tradional tanaberu bertempat jauh dari perkotaan. Tapi untuk hasil jualan sebenarnya cukup bagus seperti penjualan ikan dan sayuran karna pasar tanaberu sangat terjangkau karna dekat dengan laut dan kebun jadi hasil tangkapan para nelayan dan para petani langsung menjual hasil tangkapan dan panennya dipasar tanaberu.
Untuk hasil dan kualitas seperti sayur-sayuran dan ikan kita bisa mendapatkan ikan dan sayuran yang segar di pasar tradisional tanaberu.dan untuk persaingan harga dipasar tradional tanaberu disbanding dengan pasar sentarl sangat jauh perbandingannya,dipasar tradisonal tanaberu sangat murah disbanding harga pasar sentral.
Dan semenjak itu kepala badan pendapatan daerah mulai mengespos pasar tradisional tanaberu dan akhirnya pemerinta mulai menangani apa keluhan-keluhan para pedagang dan pengunjung pasar tradisional tersebut.semenjak renovasi dilakukan pada tahun2014 sampai sekarang sudah mulai ada peningkatan pendapatan dari para pedagang pasar tradisional tanaberu.di tambah lagi sarana dan prasarana pasar tersebut sudah dibawah tangan kepala badan pendapatan daerah.bangunanpun sudah mulai direnovasi mulai dari pagar-pagar pasar,jalanan,kamar mandi dan bangunan seperti area jalan masuk dan jalan keluar begitupun jalanan menuju pasar tradisional tanaberu sudah mulai di aspal dan ada cek point untuk jalan menuju kepasar tadisonal tanaberu beserta angkutan umum sudah bisa masuk ke pasar tanaberu untuk mengambil penumpang dan pedagang.tidak hanya itu para gojek juga sudah difasilitasi tempat untuk memarkirkan motornya khusus tempat pangkalan ojek jadi para pengujung pasar tradisional tanaberu tidak kewalahan lagi untuk mencari pangkalan ojek atau berjalan keluar kejalan raya untuk menunggu angkutan umum.
SYARIAT ISLAM
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi. Dengan berinteraksi
mereka dapat mengambil dan memberikan manfaat. Salah satu praktek yang merupakan hasil interaksi sesama manusia adalah terjadinya jual beli yang dengannya mereka mampu
mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan. Islam pun mengatur permasalahan ini dengan rinci dan seksama sehingga ketika mengadakan transaksi jual beli, manusia mampu
berinteraksi dalam koridor syariat dan terhindar dari tindakan-tindakan aniaya terhadap sesama manusia, hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan ajaran yang bersifat universal dan komprehensif.
Melihat paparan di atas, perlu kiranya kita mengetahui beberapa pernik tentang jual beli yang patut diperhatikan bagi mereka yang kesehariannya bergelut dengan transaksi jual beli, bahkan jika ditilik secara seksama, setiap orang tentulah bersentuhan dengan jual beli. Oleh karena itu, pengetahuan tentang jual beli yang disyariatkan mutlak diperlukan.
• Definisi Jual Beli
Secara etimologi, al-bay’u(jual beli) berarti mengambil dan memberikan sesuatu, dan merupakan derivat (turunan) ketika mengadakan akad jual beli untuk saling menepukkan tangan sebagai tanda bahwa akad telah terlaksana atau ketika mereka saling menukar barang dan uang. Adapun secara terminologi, jual beli adalah transaksi tukar menukar yang
berkonsekuensi beralihnya hak kepemilikan, dan hal itu dapat terlaksana dengan akad, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Di dalam Fiqhus sunnah disebutkan bahwa al-bay’u
seseorang yang terkadang tidak mampu diperolehnya, dengan adanya jual beli dia mampu untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya, karena pada umumnya kebutuhan seseorang sangat terkait dengan sesuatu yang dimiliki saudaranya.
• Dalil Disyari’atkannya Jual Beli
Islam telah mensyariatkan jual beli dengan dalil yang berasal dari A;-Qur’an, sunnah, ijma’ dan qiyas (analogi).
• Dalil Sunnah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, profesi apakah yang paling baik?
Maka beliau menjawab, bahwa profesi terbaik yang dikerjakan oleh manusia adalah segala pekerjaan yang dilakukan dengan kedua tangannya dan transaksi jual beli yang dilakukannya tanpa melanggar batasan-batasan syariat. (Hadits shahih dengan banyaknya riwayat,
diriwayatkan Al Bazzzar 2/83, Hakim 2/10; dinukil dari Taudhihul Ahkam ).
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Emas ditukar dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, kurma dengan kurma, garam dengan garam, sama beratnya dan langsung diserahterimakan. Apabila berlainan jenis, maka juallah sesuka kalian namun harus langsung diserahterimakan/secara kontan” (HR. Muslim: 2970)6
6 (HR.Muslim:2970)
Kebutuhan manusia untuk mengadakan transaksi jual beli sangat urgen, dengan transaksi jual beli seseorang mampu untuk memiliki barang orang lain yang diinginkan tanpa
melanggar batasan syariat. Oleh karena itu, praktek jual beli yang dilakukan manusia
semenjak masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini menunjukkan bahwa umat telah sepakat akan disyariatkannya jual beli (Fiqhus Sunnah,).
• Dalil Qiyas
Kebutuhan manusia menuntut adanya jual beli, karena seseorang sangat membutuhkan sesuatu yang dimiliki orang lain baik, itu berupa barang atau uang, dan hal itu dapat diperoleh setelah menyerahkan timbal balik berupa kompensasi. Dengan demikian, terkandung hikmah dalam pensyariatan jual beli bagi manusia, yaitu sebagai sarana demi tercapainya suatu keinginan yang diharapkan oleh manusia (Al Mulakhos Al Fiqhy,).
• Syarat-syarat Sah Jual Beli
Kondisi umat ini memang menyedihkan, dalam praktek jual beli mereka meremehkan batasan-batasan syariat, sehingga sebagian besar praktek jual beli yang terjadi di masyarakat adalah transaksi yang dipenuhi berbagai unsur penipuan, keculasan dan kezaliman.
Lalai terhadap ajaran agama, sedikitnya rasa takut kepada Allah merupakan sebab yang mendorong mereka untuk melakukan hal tersebut, tidak tanggung-tanggung berbagai upaya
7Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim
Jika kita memperhatikan praktek jual beli yang dilakukan para pedagang saat ini, mungkin kita dapat menarik satu konklusi, bahwa sebagian besar para pedagang dengan “ringan tangan” menipu para pembeli demi meraih keuntungan yang diinginkannya, oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya para pedagang itu adalah kaum yang fajir (suka berbuat maksiat), para sahabat heran dan bertanya, “Bukankah Allah telah menghalalkan praktek jual beli, wahai Rasulullah?”. Maka beliau menjawab, “Benar, namun para pedagang itu tatkala menjajakan barang dagangannya, mereka bercerita tentang dagangannya kemudian berdusta, mereka bersumpah palsu dan melakukan perbuatan-perbuatan keji.” (Musnad Imam Ahmad 31/110, dinukil dari Maktabah Asy Syamilah; Hakim berkata: “Sanadnya shahih”, dan beliau
disepakati Adz Dzahabi, Al Albani berkata, “Sanad hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh mereka berdua”, lihat Silsilah Ash Shahihah 1/365; dinukil dari Maktabah Asy
Syamilah).8
Oleh karena itu seseorang yang menggeluti praktek jual beli wajib memperhatikan syarat- syarat sah praktek jual beli agar dapat melaksanakannya sesuai dengan batasan-batasan syari’at dan tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang diharamkan .
8 Silsilah ash shahihah 1/365 ; dinukil dari maktabah asy syamilah
mereka ini dilandasi kenyataan bahwa terkadang para pedagang mengambil keuntungan yang sangat besar dari pembeli. Atas dasar inilah mereka menyamakan antara jual beli dan riba?!.
Alasan ini sangat keliru, Allah ta’ala telah menampik anggapan seperti ini. Allah ta’ala berfirman:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti
berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275)9
Tidak ada pembatasan keuntungan tertentu sehingga diharamkan untuk mengambil keuntungan yang lebih dari harga pasar, akan tetapi semua itu tergantung pada hukum
permintaan dan penawaran, tanpa menghilangkan sikap santun dan toleran (disadur dari Fikih Ekonomi Keuangan Islam, hal. 87 dengan beberapa penyesuaian). Bahkan Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam menyetujui tatkala sahabatnya Urwah mengambil keuntungan dua kali lipat dari harga pasar tatkala diperintah untuk membeli seekor kambing buat beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari bab 28 nomor 3642)10
Mendengar istilah jual beli saham sudah menjadi hal yang umum sekarang ini dan sering dilihat dalam acara televisi yang membahas mengenai saham. Namun, untuk umat muslim yang belum mengetahui hukum jual beli saham dalam islam dan apa arti dari saham, saham merupakan surat berharga yang menjadi tanda dari penyertaan modal pada perseroan terbatas
9 (QS.albaqarah:275)
10 HR.bukhari bab 28 nomor 3642
a. Hukum Halal Jual Beli Saham
. Saat mengikuti kegiatan jual beli saham pada perusahaan yang bergerak di bidang haram, maka seseorang juga ikut andil dalam membantu kemaksiatan tersebut. I’anah ‘Ala Al-Ma’ashiy ma’shiyyatun [menolong atas kemaksiatan adalah perbuatan maksiat].
“Barang siapa menghindari syubhat, berarti ia telah menjaga agama dan kehormatannya.”
[HR. Al-Bukhary dan Muslim].11
b. Hukum Saham di Bank atau perusahaan
Sementara untuk hukum jual beli saham pada perusahaan atau bank yang bertransaksi dengan cara macam macam riba maka tidak diperbolehkan. Jika penanam modal ingin melepaskan dirinya dari keikut sertaan dalam perusahaan riba tersebut atau menjual saham, maka harus dilakukan dengan cara lelang dengan harga yang berlaku di pasar modal lalu hasilnya hanya boleh diambil sebesar modal yang sudah dikeluarkan dan sisanya harus diinfakan di jalan kebaikan dalam Islam sebab tidak halal untuk mengambil sedikit pun dari bunga atau keuntungan saham.
c. Hukum Jual Beli Saham Secara Terbuka
Perusahaan ataupun badan usaha yang tidak menjalani praktik riba seperti pinjaman tanpa riba dan tidak menjual barang haram, maka diperbolehkan untuk menanam saham.
Sedangkan untuk perusahaan yang menjalani praktik riba atau transaksi haram, maka haram
11 (HR AL-BUKHARY DAN MUSLIM)
d. Ketentuan Hukum Islam Tentang Jual Beli Saham
Dasar hukum Islam dalam urusan saham diperbolehkan menurut syariah apabila sudah memenuhi beberapa persyaratan seperti yang disebutkan dalam ulasan berikut ini:
1. Saham Mempunyai Underlying Asset
Saham yang akan diperjualbelikan harus memiliki underlying asset yang menjadi landasan utama sehingga saham tidak boleh dalam bentuk uang semata.
2. Saham Harus Berbentuk Barang
Saham juga harus berbentuk barang dan tidak diperbolehkan untuk menjual saham dalam bentuk uang. Dalam praktiknya, sesudah perusahaan berhasil menjual saham, maka saham tersebut tidak boleh lagi diperjualbelikan dalam bursa kecuali sesudah dijalankan menjadi usaha riil dan juga uang ataupun modal sudah berbentuk barang.
3. Kaidah Pada Aneka Aset
Aset dalam jual beli saham yang akan dijalani juga harus lebih dominan pada aset barang adn bukan hanya uang. Apabila aset perusahaan beragam seperti jasa, barang, piutang dan uang maka kaidah yang berlaku.
piutang, maka komposisi dari aset barang haruslah lebih dominan dan para ulama
kontemporer sudah memberi batasan jika aset yang bukan barang tidak boleh melebihi dari 51 persen.Apabila aset perusahaan berbentuk barang dan sebagian kecil berbentuk uang kas, maka harus mengikuti kaidah dan jika aset perusahaan adalah beraneka macam barang, maka untuk menentukan jenis barang yang dijadikan underlying adalah yang paling dominan aghlabnya.
5. Emiten Harus Memenuhi Kriteria
Selain itu, emiten atau perusahaan publik juga harus sudah memenuhi beberapa macam kriteria seperti berikut ini:
• Jenis usaha, jasa dan produk barang yang diberikan dan juga akad dan cara mengelola perusahaan emiten atau perusahaan publik yang menggunakan sifat syariah tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah yang sudah ditetapkan.
• Jenis kegiatan tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah seperti transaksi tingkat nisbah, hutang perusahaan di lembaga keuangan ribawi yang lebih dominan dari modalnya atau lembaga konvensional atau ribawi seperti perbankan dan asuransi konvensional.
e. Jenis Jual Beli Saham Haram
Ada beberapa aktivitas jual beli saham yang termasuk dalam aktivitas ribawi dan sudah diharamkan dalam nash dan berikut ini adalah contoh jual beli terlarang, yakni:
• Makanan haram atau minuman haram: Produsen, distributor dan juga penyedia berbagai jasa atau barang yang bisa merusak moral dan memiliki sifat mudara adalah diharamkan atau dilarang seperti menjual atau memasarkan makanan haram dalam Islam, minuman keras dalam Islam.
• Menggunakan efek syariah: Sebuah emiten atau perusahaan publik yang
menggunakan efek syariah sangat wajib untuk menandatangani dan juga memenuhi seluruh ketentuan dari akad yang sesuai dengan syarat12
H. PENERAPAN YANG DILAKUKAN UNTUK MEMPERTAHANKAN ATAU MENINGKATKAN PASAR TRADISIONAL TANABERU
Pemasaran produk adalah salah satu hal penting yang ikut menentukan performa perusahaan. Strategi pemasaran produk adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memperkenalkan produk secara lebih luas ke masyarakat. Di bawah ini kita akan membahas beberapa strategi pemasaran terbaik yang harus dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk anda di pasar
a. Menggunakan Social Media
Kita semua pasti setuju, social media adalah alat pemasaran yang paling ampuh karena hampir semua orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, sangat aktif menggunakannya. Dengan social media, perusahaan dapat menjalin interaksi secara luas dengan berbagai kalangan, dengan biaya yang murah dan visibilitas atau
12 https://dalamislam.com/hukum-islam/ekonomi/hukum-jual-beli-saham-dalam-islam
di mana pun sekaligus pengembangan aset usaha.
b. Menawarkan Produk Secara Gratis
Cara ini dianggap sangat ampuh untuk menjaring konsumen, karena sesuatu yang gratis akan sangat sulit dilewatkan begitu saja. Alasan lain kenapa strategi ini dianggap perlu juga karena seringkali seorang costumer belum membeli sebuah produk, karena mereka belum pernah mencoba tentang produk tersebut. Sebuah perusahaan bisa saja memilih event atau langsung menawarakan sample dan contoh gratis secara door to door kepada calon konsumennya. Jika produk tersebut berupa jasa ataupun media digital maka perusahaan bisa menawarkan free trial atau mencoba gratis untuk menarik minat calon konsumen mengetahui sebuah produk.
c. Memilih Tempat Strategis
Tempat strategis masih menjadi salah satu strategi pemasaran yang patut dipertimbangkan, karena dengan tempat penjualan yang strategis berarti produk Anda memiliki kemungkinan terlihat lebih tinggi dan tentu saja memicu penjualan yang tinggi. Kriteria pemilihan tempat strategis ini harus menyesuaikan dengan target sasaran serta kemudahan untuk menjangkaunya. Misalnya, jika Anda memutuskan untuk menjual kebutuhan perlengkapan anak kos, maka berjualan di dekat area kampus atau tempat sekolah akan membuat kemungkinan produk Anda cepat laku dan terlihat.
pelanggan yang telah memakai produk tersebut Anda harus memberi penghargaan berupa insentif yang menarik. Insentif sebuah testimoni tidak harus selalu berupa uang, namun bisa berupa hadiah produk atau potongan harga. Dengan adanya insentif ini secara tidak langsung perusahaan memenangkan dua pihak untuk sasaran
marketing, yaitu pelanggan yang loyal dan calon pelanggan.
e. Menjalin Hubungan Baik dengan Pelanggan
Pelanggan yang loyal adalah sebuah aset penting perusahaan. Mereka telah berulangkali membeli produk Anda dan ikut menyumbang pemasukan secara rutin.
Jika tidak ingin kehilangan sebuah pembelian, di tengah persaingan banyaknya produk serupa, maka tidak ada salahnya Anda memberi penghargaan kepada para pelanggan yang loyal terhadap perusahaan dengan cara menaggapi masukan pelanggan maupun memberi hadiah secara langsung atas pembelian yang mereka lakukan. Setelah strategi pemasaran produk ini berjalan dengan baik, Anda juga harus mulai mengelola keuangan dengan baik. Karena dengan pengelolaan keuangan yang baik dan tepat maka bisnis pun akan terus berkembang.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang analisis implementasi program revitalisasi pasar tradisional terhadap pendapat dan minat beli konsumen dalam prespektif ekonomi islam di pasar tradisional tanaberu kel.sapolohe kec.bontobahari kab. bulukumba, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pasar dalam pengertian teori ekonomi adalah suatu situasi dimana pembeli (konsumen) dan penjual (produsen dan pedagang) melakukan transaksi setelah kedua bela pihak mengambil sepakat tentang harga tehadap sejumlah kuantitas barang dengan kuantitas tertentu yang menjadi obyek transaksi . Di pasar tradisional pengunjung tidak selalu menjadi pembeli , naamun bisa menjadi
penjual.Bahkan setiap orang bisa menjual dagangannya di pasar tradisional. Untuk itu tetap dilakukan perbaiakan dan peningkatan aktifitas ekonomi yang merujuk kepada aspek social budaya serta lingkungan.
2. Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti harus validasi terhadap peneliti meliputi pemahaman metode penelitian kualitatif penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, memiliki hal-hal yang pokok memfokuskan pada hal-hal yang penting.dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gamberan yang lebih jelas dan memprtmudah peneliti untuk melakukan data selanjutnya,dan mencari bila di perlukan.
kualitas dan kondisi fisik bangunan, tata ruang,sistem penghubung, sistem tanda atau reklame, sarana dan prasarana.. Berdasarkan wawancara dengan beberapa konsumen lama pasar tradisional tanaberu, mengatakan bahwa tidak ada motivasi khusus untuk berbelanja dipasar tradisional tanaberu. Keberadaan pasar
tradisional tanaberu yang sudah lama berdiri menjadi kebiasaan konsumen berbelanja dipasar tradisional. Kriteria pemilihan tempat strategis ini harus menyesuaikan dengan target sasaran serta kemudahan untuk menjangkaunya.
Misalnya, jika Anda memutuskan untuk menjual kebutuhan perlengkapan anak kos, maka berjualan di dekat area kampus atau tempat sekolah akan membuat kemungkinan produk Anda cepat laku dan terlihat.
B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan yang telah disebutkan diatas,maka penulis akan memberikan saran-saran sebagai berikut;
1. Kepada penjual,untuk para penjual hendaknya didalam melakukan proses transaksi jual beli saling terang-terangan atau saling jujur.untuk menghindari perselisihan antara kedua belah pihak yaitu penjual dengan pembeli,dan untuk menghindari adanya salah satu pihak yang dirugikan.
2. Untuk pembeli,untuk para pembeli ketika membeli sesuatu haruslah lebih teliti lagi dengan apa yang dibelinya.pembeli juga bisa menanyakan dahulu kepada penjual apabila pembeli tidak yakin terhadap barang yang dibelinya baik dari
(Yogyakarta: BPFE, 2002),h.43
Danisworo, Mohammad & Widjaja Martokusumo, 2000, Revitalisasi Kawasan kota sebuah catatan dalam pengembangan dan pemanfaatan kawasan kota, di akses dari www.urdi.org (urban and regional development institute pada 17 Mei 2017
Danang Sunyoto, Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen (Yogyakarta:CAPS (Center For Academic Publishing Service, 2012)., h.257.
Exy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (bandung ; PT Remaja Rosda karya, 2006), h. 6
Eis Al Masitoh, “Upaya Menjaga Eksistensi Pasar Traditisional (Studi Revitalisasi Pasar Piyungan Bantul)”. Jurnal PMI, Vol. X.No.2 (Maret 2013), h.66.
Gunawan Sumodiningrat, membangun perekonomian rakyat, (Yogyakarta Pustaka Belajar, 1998)
Mankiw, N. Gregory, Principles of Economics, Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro, Edisi 3, terjemahan Chriswan Sungkono (Jakarta: SalembaEmpat, 2006), h.78
M.Chatib Basri, DKK, Rumah Ekonomi Rumah Budaya (Membaca Kebijakan Perdagangan Indonesia) (Jakarta: PT GramediaPustakaUtama, 2012), h.14.(47)
Mari Elka Pangestu, Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Tentang Pasar Tradisional yang Modern (Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Pasar Tradisional), Tahun 2004-2009, h.3
Philip Kotler dalam Danang Sunyoto, Konsep Dasar Riset Pemasarandan Perilaku Konsumen, Cet 1 (Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Puplishing Service, 2012), h.258.
PeraturanPresidenRepublik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Traditional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern
Manajemen dan Usahawan Indonesia Desember 2004
Taliziduhu Ndaraha Research Teori Metodologi Administrasi, (Jakarta; PT Bina Aksara, 1985), h 60
Waluyo Hadi, Dini Hastuti, Kamus Terbaru Ekonomi dan Bisnis (Surabaya:
Reality Publisher, 2011), h.364-365.(48) (HR.Muslim:2970) 1
Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim Silsilah ash shahihah 1/365 ;
(QS.albaqarah:275)
HR. bukhari bab 28 nomor 3642 dinukil dari makta bahasa syamilah (HR AL-BUKHARY DAN MUSLIM)
https://dalamislam.com/hukum-islam/ekonomi/hukum-jual-beli-saham-dalam- islam
SALAH SATU PEDAGANG TAHU DAN TEMPE DI PASAR TANABERU
TEMPAT PENJUALAN IKAN YANG ADA DI TPASAR TRADISIONAL TANABERU KEBERSIHANNYA MASIH BELUM EFISIEN KARNA BELUM DI PERADAKAN OLEH PEMERINTAH PETUGAS KEBERSIHAN
WAWANCARA SALASATU PEDAGANG SAYURAN YANG SUDAH ADA SEJAK AWAL PASAR TRADISIONAL DIDIRIKAN.
SALAH SATU PEDAGANG BERAS YANG ADA DIPASAR TANABERU
TAMPAK BAGIAN SAMPING PEDAGANG JAGUNG DAN BERAS YANG MASIH MENEMPAATI TEMPAT PENYEWAAN YANG MURAH
SALAH SATU PEDAGANG IKAN SEGAR DIPASAR TRADISIONA TANABERU
HARI BIASA PENGUNJUNG TIDAK TERLALU RAMAI KECUALI HARI WEEKEND DAN HARI- HARI RAYA SEPERTI HARILIBUR DAN BULAN PUASA