4. Jaringan Irigasi
2.3 Permasalahan Pembangunan Daerah
2.3.1 Permasalahan Daerah yang Berhubungan dengan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah
Berdasarkan evaluasi hasil capaian indikator kinerja Pemerintah Daerah terkait sasaran dan prioritas pembangunan tahunan dan lima tahunan serta kondisi eksisting yang terjadi di tengah masyarakat yang dijaring melalui penyampaian aspirasi masyarakat dalam setiap proses perencanaan mulai konsultasi publik, musrenbang kecamatan dan kabupaten di rumuskan dan disepakati permasalahan sebagai berikut :
2.3.1.1. Prioritas 1 RPJM : Memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai- nilai ke Islaman serta pelestarian adat dan budaya Salingka Nagari
Kemajuan teknologi informasi dan arus globalisasi telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat bahkan sampai ke pedesaan. Masyarakat dengan mudah dapat mengakses informasi dunia pendidikan, kesempatan kerja, peluang usaha, bahkan penyebarluasan ajaran agama. Namun kemajuan ini juga berdampak negative terutama di kalangan generasi muda yakni degradasi moral. Oleh karena itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah untuk membentengi masyarakatnya dari dampak negatif tersebut
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2019
II.89 melalui penguatan karakter berbasis ABS-SBK, permasalahan saat ini yang terkait dengan prioritas 1 RPJMD adalah1) Semakin maraknya kasus kasus LGBT, pedofilia, dan narkoba yang selama ini tidak terekspos.
2) Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dan KDRT.
3) Masih kecilnya persentasi nagari yang memiliki pedoman adat salingka nagari.
4) Masih rendahnya persentase penerimaan zakat.
5) Masih rendahnya Angka Partisipasi Kasar MDA.
2.3.1.2. Prioritas 2 RPJM : Penguatan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.
1) Masih lemahnya sistem akuntablilitas kinerja Pemerintah Daerah terutama monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan pembangunan daerah.
2) Masih rendahnya kapasitas keuangan daerah dan ketergantungan kepada Pemerintah Pusat yang semakin tinggi, sementara Pemerintah menerapkan kebijakan keuangan yang dinamis (tergantung penerimaan negara).
3) Masih kurangnya sarana prasarana aparatur.
4) Masih lemahnya penerapan inovasi dalam penyelenggraan pemerintahan dan pembangunan.
2.3.1.3. Prioritas 3 RPJM :Pembangunan sumber daya manusia.
1) Belum optimalnya mutu dan layanan pendidikan serta kesehatan.
2) Masih tingginya kasus gizi buruk, stunting.
3) Laju pertumbuhan penduduk yang cenderung meningkat menuntut peningkatan pemenuhan layanan dasar seperti kebutuhan pendidikan, kesehatan, pangan, perumahan, akses air minum dan sanitasi dan sebagainya
2.3.1.4.Prioritas 4 RPJM : Penguatan ekonomi rakyat dibidang kedaulatan pangan, agroindustri, agrobisnis, UMKM dan industri kreatif yang inovatif, unggul dan berdaya saing
1) Pertumbuhan ekonomi masih jauh dari target, meskipun dari tahun 2016 ke tahun 2017 terjadi peningkatan tetapi tidak signifikan.
2) Semakin banyaknya penggunaan bahan-bahan kimia, zat aditif lainnya ke dalam bahan pangan segar maupun olahan.
2.3.1.5. Prioritas 5 RPJM: Penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Masih tingginya angka kemiskinan walaupun dari tahun 2016 ke tahun 2017 terjadi penurunan, tetapi masih jauh dari target.
Persentase penduduk miskin dari tahun 2012 ke tahun 2014 cenderung menurun sampai dibawah target yang ditetapkan. Namun dari tahun 2014 sampai tahun 2016 persentase penduduk miskin cenderung meningkat dari target yang ditetapkan dalam RPJMD. Dari tahun 2016 ke
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2019
II.90 tahun 2017 terjadi penurunan dari 7,83 persen menjadi 7,59 persen, namun belum mencapai target yaitu pada angka 6,42 persen.Belum tercapainya target penurunan persentase penduduk miskin ini dipicu oleh:1) Pertumbuhan penduduk, karena kecenderungan keluarga miskin akan melahirkan keluarga miskin baru.
2) Meningkatnya Garis Kemiskinan yaitu dari Rp. 315.804.- perkapita per bulan pada tahun 2016 naik sebesar 3.54 persen menjadi Rp.
327.004.- perkapita perbulan pada tahun 2017.
3) Belum efektifnya program-program pengentasan kemiskinan karena belum terintegrasi secara baik dan belum dievaluasi secara baik.
4) Kapasitas produksi dan akses terhadap berbagai sumberdaya produktif bagi masyarakat miskin masih jauh di bawah tingkat yang memungkinkan untuk berusaha dalam upaya meningkatkan pendapatan serta memenuhi kebutuhan dasarnya.
5) Kegiatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang diharapkan menjadi sandaran bagi masyarakat miskin untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka, masih menghadapi kendala seperti iklim usaha yang kurang kondusif, dan produktivitas yang rendah. Hal ini dari rendahnya kualitas produk sehingga melemahkan daya saing, keterbatasan terhadap sumberdaya produktif serta akses terhadap pasar serta keterbatasan teknologi.
6) Up dating data kemiskinan yang diserahkan ke Pemerintah Daerah memerlukan sumber daya yang sangat besar, akibatnya daerah melakukan up dating data secara parsial.
7) Adanya keterbatasan pada OPD terkait kriteria teknis pelaksanaan program kegiatan, sehingga tidak dapat betul-betul memfokuskan sasaran kegiatan pada kelompok keluarga miskin.
8) Belum berjalannya data terpilah oleh OPD terkait sasaran program kegiatan yang menyasar ke keluarga miskin.
9) Tingkat pengangguran terbuka masih tinggi, dari tahun 2016 ke tahun 2017 stagnan, tidak terjadi pengurangan.
2.3.1.6. Prioritas 6 RPJM :Pembangunan berbasis kewilayahan dan pemberdayaan masyarakat.
Pembangunan kawasan berbasis komoditi unggulan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah masih belum terintegrasi dengan baik.
2.3.1.7.Priritas 7 RPJM : Pembangunan berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana.
1) Penurunan kualitas lingkungan akibat alih fungsi lahan dan pencemaran air disekitar Danau Maninjau yang mengancam kelangsungan biota danau dan penurunan sektor.
2) Pengelolaan limbah B3 baik di RSUD maupun di Puskesmas belum berjalan baik.
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2019
II.91 3) Kabupaten Agam merupakan salah satu daerah dengan potensibencana yang besar maka pengarusutamaan pengurangan resiko bencana harus sudah terintegrasi mulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan program
2.3.1.8.Prioritas 8 RPJM :Pengembangan pariwisata unggulan.
Meskipun jumlah kunjungan wisatawan meningkat, akan tetapi dari pengeluaran dan lama tinggal di wilayah Kabupaten Agam menurun.
Objek wisata daerah hanya sebagai persinggahan, tidak sebagai tujuan.
2.3.1.9. Prioritas 9 RPJM :Pembangunan dan pemerataan infrastruktur. 1) Masih belum meratanya pembangunan infrastruktur.
2) Penerapan tataruang yang belum optimal, pengendalian pemanfaatan ruang baru sebatas kepada yang mengurus izin, sementara penindakan kepada bangunan atau usaha yang menyalahi arahan tata ruang belum terlaksana dengan baik, sehingga berpotensi untuk menciptakan kawasan kumuh.
2.3.2 Permasalahan pembangunan terkait penyelenggaraan urusan pemerintahan pelayanan dasar, non dasar dan pilihan.
Selanjutnya berdasarkan evaluasi hasil capaian indikator kinerja kunci dan capaian program serta kondisi eksisting yang terjadi di tengah masyarakat yang dijaring melalui penyampaian aspirasi masyarakat dalam setiap proses perencanaan mulai konsultasi publik, musrenbang kecamatan dan kabupaten di rumuskan dan disepakati permasalahan sebagai berikut : 2.3.2.1. Urusan Wajib Layanan Dasar.