Perpustakaan merupakan organisasi pelayanan publik dalam bidang ilmu pengetahuan. Perpustakaan memmberikan bahan pustaka kepada masyarakat melalui berbagai media, baik cetak maupun rekam, bersifat edukatif.
Perpustakaan berupaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pengetahuan dan informasi dalam rangka memperluas pendidikan, lapangan kerja, penelitian, dan sebagai sarana bagi kehidupan intelektual bangsa. (Elva Rahmah, 2018 : 1-2)
Perpustakaan berasal dari kata dasar Pustaka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pustaka mengacu pada buku atau kitab. Dalam bahasa Inggris disebut "library", istilah tersebut berasal dari kata "librer" atau "libri"
yang artinya buku. Dari kata llatin tersebut terbentuklah Istilah librarius, yaitu tentang buku. (Sulistyo Basuki, 1993 : 3)
Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, perpustakaan adalah lembaga yang secara profesional mengelola koleksi karya tulis, cetak, dan rekaman secara standar, yang dapat memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan hiburan pengunjung. (UU No.43 Tahun 2007)
Perpustakaan sebagai sebuah lembaga atau wadah dalam penyaluran informasi dan wawasan keilmuan memiliki bayak koleksi buku dan lain-lain sebagai bahan referensi untuk para pembaca dalam memenuhi wawasan keilmuannya. Dalam sejarahnya perpuskaan hadir untuk memberikan pelayanan kepada para pengungjungnya. Hal ini dapat di lihat dari kemunculan perpustakaan pertama di dunia yang hingga hari ini terus berkembang dan
banyak sekali. Dalam beberapa negara mempunyai banyak perpustakaannya sendiri dan ada yang sampai ratusan hingga ribuan banyaknya. Koleksi buku yang terdapat di dalamnya banyak sekali tentang berbagai macam pembahasan di dalamnya, dan hampir tidak ada pembahasan yang tidak ada dalam perpustaan itu sendiri.
Indonesia sebagai negara yang berkembang tidak ketinggalan untuk terus mengembangkan perpustakaannya sebagai salah satu syarat untuk mewujudkan kecerdasan bangsa. Hal ini dapat di lihat dalam perkembangan perpustakaan di indonesia. Bahkan hampir di seluruh wilayak di negara ini memiliki perpustaannya masing-masing baik itu perpustakaan nasional, perpustakaan daerah maupun di seluruh institusi pendidikan dalam hal ini sekolah hingga pada tinggat universitas memiliki perpustakaannnya masing-masing.
Karena tingkat kegiatan pembelajaran yang berbeda dari sekolah dasar hingga universitas, ditambah dengan minat pembaca yang berbeda, berbagai jenis dan bentuk perpustakaan bermunculan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Ada perpustakaan umum yaitu perpustakaan yang digunakan oleh masyarakat secara umum, dan ada perpustakaan khusus yaitu perpustakaan hanya untuk melayani orang atau kelompok tertentu dimana perpustakaan itu di dirikan.
Perpustakaan sebagai suatu wadah dalam pelayan kepustakaan memberikan banyak pelayanan dalam rangka melayani para pembaca.
Menurut Sugiyanto adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan
koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.
(https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/08/pengertian-perpustakaan- menurut-para-ahli.html)
2. Jenis-jenis Perpustakaan
Pada prinsipnya, membangun perpustakaan memiliki tujuan dan tugas yang berbeda, karena tipe perpustakaan yang berbeda memiliki tujuan dan tugas yang berbeda pula. Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menjelaskan bahwa perpustakaan terbagi sebagai berikut:
a. Perpustakaan nasional
Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 1 ayat 5 mendefinisikan Perpustakaan Nasional sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang mengelola perpustakaan, perpustakaan referensi, penyimpanan perpustakaan, dan perpustakaan buku penelitian, perpustakaan konservasi dan perpustakaan rujukan, dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan di ibukota negara.
b. Perpustakaan umum.
Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang dikelola oleh suatu lembaga atau lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat yang koleksinya mencakup berbagai bidang keilmuan. Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang menghimpun buku, bahan cetakan dan catatan lain untuk kepentingan umum.
c. Perpustakaan khusus.
Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang didirikan untuk mendukung visi dan misi lembaga khusus, serta berfungsi sebagai pusat informasi khusus khususnya yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan. Biasanya perpustakaan berafiliasi dengan lembaga, lembaga atau perusahaan publik, industri, ilmu pengetahuan, pemerintahan dan organisasi pendidikan, seperti universitas, perusahaan, departemen, asosiasi profesi, instansi pemerintah, dll.
d. Perpustakaan perguruan tinggi.
Perpustakaan perguruan tinggi adalah lembaga pendidikan tinggi, lembaga bawahannya, atau perpustakaan yang melekat pada perguruan tinggi, tujuan utamanya adalah membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya.
e. Perpustakaan sekolah.
Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung dalam suatu sekolah, dan perpustakaan tersebut dikelola oleh sekolah yang bersangkutan untuk mencapai tujuan pendidikan secara umum.
Perpustakaan sekolah meliputi: perpustakaan taman kanak-kanak, perpustakaan sekolah dasar, perpustakaan sekolah menengah pertama, dan perpustakaan sekolah menengah atas. (Undang-undang No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini membawa dampak dan pengaruh yang sangat luar biasa dalam perkembangan
komunikasi informasi di dunia ini. Hal yang demikian pula tak terlepas dari perkembangan ilmu perpustakaan. Perpustakaan hadir untuk melayani masyarakat yang haus akan ilmu dan pengetahuan yang berdampak pada pelayanan dan strategi negara dalam hal ini adalah pemerintah untuk terus mengembangkan bidang perpustakaan. Perpustakaan nasional, umum, perguruan tinggi, khusus, maupun sekolah tidak terlepas dari pelayanan yang semakin berkembang dan maju setiap tahunya. Hal ini terus mendorngang pemerintah dalam hal mengembangkan pelayanannya melalui para pustakawan yang di bekali dengan keterampilan yang cukup untuk melayani masyarakat.
3. Pengertian Pustakawan
Ikatan Pustakawan Indonesia memberikan pengertian bahwa yang disebut pustakawan adalah orang-orang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas instansi yang lebih tinggi, berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan.
Pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan dan dapat membantu orang menemukan buku, majalah, dan informasi lainnya.
Pustakawan adalah salah satu komponen terpenting dalam sebuah perpustakaan. Komponen ini penting untuk memberikan layanan (jasa) kepada pengguna perpustakaan untuk memuaskan masyarakat yang dilayani. Pelayan dinilai sesuai dengan kebutuhan atau tingkat pelayanan. (Wiji Suawarno, 2015 : 88)
Dalam UU No. 43 Tahun 2007 juga menegaskan bahwa pustakawan adalah orang yang memiliki kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan dan / atau pelatihan pustakawan, serta memiliki kewajiban dan tanggung jawab atas pengelolaan dan layanan perpustakaan. (UU No. 43 Tahun 2007) Dengan demikian pustakawan merupakan sebuah istilah yang merujuk kepada orang dalam memberikan pelayanan dalam perpustakaan.
Beberapa tahun terakhir disiplin ilmu perpustakaan membekali para pustakawan dengan berbagai macam keterampilan yang memadai untuk dapat memberikan pelayanan yang bagus kepada para pembaca. Pustakawan sebagai seorang pelayan dalam memberikan akses informasi dalam perpustakaan secara sadar menyadari bahwa dalam pelayanan perpustakaan banyak kendala yang di hadapi, karna pengunjung atau para pembaca tidak semuanya normal seperti manusia pada umumnya. Dalam beberapa literatur di ketahui bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama dalam pelayanan dan mengakses informasi, tidak terlepas dengan orang-orang yang mempunya kekurangan dalam konteks fisik dalam hal ini adalah penyamndang disabilitas. Untuk itu seorang pustakawan bisa melihat kondiosi tersebut sebagaimana mestinya dan memberikan pelayanan yang sama pula tanpa membedakan ras, suku, budaya, agama dan bahkan orang-orang penyandang disabilitas, oleh karenannya seorang pustakawaan harus mempunyai keahlian yang cukup untuk melayani para pengunjung atau pembaca.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pustakawan perlu memiliki kemampuan yang lebih dan mampu beradaptasi dengan kondisi dan kondisi
komunitas pengguna. Pustakawan harus mampu memperlakukan pengunjung khususnya anggota perpustakaan sebagai aset perpustakaan yang penting untuk meningkatkan kemajuan perpustakaan. Kemampuan yang di maksud harus meliputi barbagai macam aspek dalam konteks pelayanan kepustakaan, baik itu untuk melayani pembaca yang normal maupun pengunjung yang memiliki kekurangan (disabilitas).
4. Fungsi Pustawakan
Seorang pustakawan sebagai sebuah profesi dalam disiplin ilmu perpustakaan di tuntuk untuk memiliki keterampilan yang sesuai dengan proses pelaysanan dalam mengakses perpustakaan yang memadai dalam tuntutan profesinya pustakawan memiliki fungsi atau perananannya dalam melayani.
Peran pustakawan sangat penting dalam mendukung fungsi dan layanan perpustakaan. Pustakawan memiliki beberapa peran dalam pelayanan perpustakaan, yaitu sebagai berikut:
a. Sebagai administrator meliputi: struktur organisasi, pendaftaran anggota perpustakaan, dan aturan tata cara pengelolaan perpustakaan, agenda surat menyurat. Keberadaan pemustaka harus didata untuk pengaturan pemanfaatan koleksi. Pengelolaan data pemustaka diolah dalam sistem yang telah ditentukan sehingga pemustaka dapat langsung memanfaatkan koleksi yang ada.
b. Sebagai pelayan pengadaan koleksi, pustakawan melaksanakan tugas pengadaan sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan perpustakaan, agar tujuan pengadaan dapat tercapai dan berkelanjutan. Pembeli
melakukan tugas melestarikan koleksi perpustakaan, peralatan dan sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi layanan perpustakaan.
Penjelasan di atas merujuk pada fungsi sebagai seorang pustakawan.
Profesi pustakawan merupakan profesi yang penting dalam dunia pendidikan dalam rangka mewujudkan kehidupan bagsa yang cerdas dan berwawasan luas.
dalam membangun peradaban sebuah bangsa maupun negara pendidikan merupakan pondasi utama untuk membangun itu, maka dengan demikian perpustakaan adalah salah satu syarat dalam pengembangan pendidikan dengan terus menciptakan pustakawan yang berwasasan luar dan berkerampilan dalam semua bidang.
Dalam rangka menata perpustakaan demi kepuasan pengunjung, karir pustakawan harus selalu proaktif dalam pengembangan diri. Peran dan tanggung jawab pustakawan menjadi tolak ukur kepuasan pengunjung. Peran pustakawan diperlukan untuk mendengarkan pendapat pengguna dan memberikan saran untuk perbaikan dan perbaikan layanan.