BAB 2 MODEL PEMBELAJARAN
E. Persamaan dan Perbedaan Model Desain
Gambar 3 Diagram model pengembangan sistem pembelajaran menurut Kemp
Bella H. Banathy Merumuskan tujuan
Briggs
Menentukan tujuan Perincian tujuan Rumusan tujuan Analisis tujuan
Kemp
Tujuan khusus pembelajaran
Mengembangkan tes menganalisis kegiatan pembelajaran
Penyiapan evaluasi Sekuen dan jenjang belajar
Analisis tugas Analisis pembelajaran
Mendesain Sistem Insruksional
Penentuan kegiatan belajar
Masalah pembelajan Monitoring pelaksanaan
kegiatan yang direncanakan
Sumber-sumber pembelajaran Instrumen evaluasi Penyampaian pembelajaran Strategi pembelajaran Melakukan tes hasil Evaluasi formatif
Evaluasi sumatif
Evaluasi formatif Evaluasi sumatif Komponen tersebut di
atas bersifat prosedural atau berurutan
Komponen tersebut di atas bersifat prosedural atau berurutan
Komponen tersebut di atas bersifat prosedural atau berurutan karena bentuknya melingkar F. Model Pembelajaran IDI
IDENTIFY PROBLEM
ANALYZE SETTING ORGANIZE MANAGEMENT Asses needs
Establish priority State problem
Audience Conditions Relevant resources
Task Responsibility Time lines
IDENTIFY OBJECTIVES
SPESIFY METHODES
CONSTRUCT PROTOTYPE Terminal
objective (TO) Enabling objective (OE)
Learning
Instruction Media
Instructional Material Evaluation Materials Define
Develop
PERENCANAAN SISTEM PEMBELAJARAN (Teori dan Praktik)
25
Bagan 2.4 Model Desain Pembelajaran IDI
Berdasarkan bagan diatas, model desain pembelajaran IDI dapat dijabarkan sebagai berikut (Depdikbud, 1994).
Tahapan pembatasan (define) Identitas masalah
Identitas masalah dimulai dengan need assessment. Seperti kita ketahui, pendidikan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan individu (anak didik dan keluarganya) dan kebutuhan masyarakat.
Pada prinsipnya need assessment berusaha menemukan perbedaan (discrepancy) antara apa yang ada sekarang dan apa yang diidealkan. Dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut.
Perbedaan tersebut menyebabkan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah. Hal ini berarti timbul masalah. Bila perbedaan dapat ditemukan, tujuan pemecahan masalah dapat dicarikan.
Paket 3 Model Desain Pembelajaran: IDI, Dick and Carrey, PPSI dan Berbasis Kompetensi
Evaluate
TEST TRY OUT ANALYZE RESULTS IMPLEMENT/
RECYCLE Conduct Try Out Objectives Review
Coliect Methods Decide
Evaluation Evaluation ACT
Data Techniques
Contoh
Komponen Uraian
Keadaan Ideal Pembelajaran Fakultas Tarbiyah semester 1 harus tahu bagaimana caranya membaca al-Qur’an berdasarkan makharij al-huruf yang benar.
Keadaan Sekarang Mereka belum tahu cara-cara membaca al-Qur’an berdasarkan makharij al-huruf dengan benar.
Kebutuhan Masalah Mereka perlu mempelajari cara-cara membaca al- Qur’an dengan benar.
Bagaimana caranya agar mereka dapat mengetahui dan mampu membaca al-Qur’an berdasarkan makharij al-huruf dengan benar.
Analisis Latar (Analyze Setting)
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan pada langkah kedua ini, sebagai berikut.
1. Karakteristik pembelajaran. Kegiatan instruksional hendaknya berorientasi pasif dan dapat diperlukan sewenag-wenang oleh pembelajar, tetapi sebagai subjek yang masing-masing mem- punyai ciri, karakteristik, dan kebutuhan masing-masing.
Oleh karena itu mereka berbeda-beda, kegiatan instruksional yang kita sajikan hendaknya disesuaikan dengan kekhususan tersebut dan dapat mengakomondasikan kebutuhan mereka.
Informasi tentang pembelajar dalam mengembangkan program instruksional antara lain meliputi: jumlah, jenis kelamin, gaya belajar, motivasi dan pengalaman/pengetahuannya ditingkat/
bidang yang akan dipelajari.
2. Kondisi. Berbagai hambatan yang mungkin dijumpai hen- daknya diidentifikasi juga untuk mempertimbangkan langkah- langkah selanjutnya.
3. Sumber-sumber yang sesuai. Kecuali hambatan, sumber- sumber yang tersedia, baik yang bersifat human maupun nonhuman, baik yang segaja dirancang maupun yang dapat kita manfaatkan, hendaknya diidentifikasi pula. Termasuk ketersediaan biaya.
PERENCANAAN SISTEM PEMBELAJARAN (Teori dan Praktik)
27
Pengelola Organisasi (Organize Management)
Pada hakikatnya pengembangan instruksional adalah pekerjaan suatu tim. Pertanyanan-pertanyaan penting yang perlu dijawab dalam pengelolaan organisasi tim ini adalah sebagai berikut; Apa yang harus dikerjakan; Siapa yang akan mengerjakan; Siapa yang mempunyai kemampuan untuk mengerjakan; Kapan dan dimana harus dikerjakan.
Tahap Pengembangan
Identifikasi Tujuan,pada tahap ini, tujuan instruksional yang hendak dicapai perlu diidentifikasi. Ada 2 macam tujuan Instruksional, yaitu TIU (Tujuan Instruksional Umum) atau disebutkan juga terminal objectives atau TIK (Tujuan Instruksional Khusus), kadang-kadang disebut behavioral objectives atau enabling objectives. Karena TIK merupakan penjabaran lebih rinci dari TIU, maka bila TIK tercapai kemungkinan akan tercapainya TIU akan lebih besar. Perumusan TIK perlu karena:
1. Membantu pembelajar dan pembelajar memahami dengan jelas apa yang diharapkan sebagai suatu kegiatan instruksional, 2. TIK merupakan “building block” dari kuliah yang diberikan,
dan
3. TIK merupakan penanda tingkah laku yang harus diperhatikan pembelajar sesuai kegiatan instruksional. Bersamaan dengan perumusan TIK hendaknya dipikirkan pula instrument evaluasinya.
Penentuan Metode
Penentuan metode berkaitan dengan cara yang akan ditempuh untuk mencapai ttujuan tersebut diatas. Pertanyaan yang berkaitan dengan hal itu sebagai berikut. Bagaimanakah urutan/isi bahan yang akan kita sajikan; Bagaimanakah bentuk instruksional yang bagaimana yang dipakai kegiatan laboratorium, kegiatan dikelas, atau belajar sendiri; Teknologi instruksional apa yang dipilih sesuai dengan karakteristik peserta didik dan situasi kondisi disini.
Penyusun Prototipe
Pada tahap ini prototype bahan instruksional dikembangkan sesuai TIK yang sudah dirumuskan. Dengan demikian, antara TIK dan bahan instruksional harus ada hubungan yang erat (relevan).
Pada tahap ini juga, instrument evaluasi perlu disusun. Antara TIK denganbahan evaluasi harus terdapat kaitan yang erat, karena evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah TIK telah tercapai atau belum.
Pada tahap ini pula media yang diperlukan tetapi belum ada, harus dibuatkan prototipenya.
Tahap Penilaian Tes Uji Coba
Setelah prototype program instruksional selesai disusun harus diujikan. Ujicoba ini biasa dilakukan pada sample audience, mungkin pada teman-teman sejawat. Tujuan ujicoba ini adalah mengumpulkan data tentang kebaikan/kelemahan dan efesien/efektivitas program yang disusun.
Analisis Hasil
Hasil ujicoba perlu dianalisis. Ada 3 hal yang perlu diosoroti, sebagai berikut.; Apakah tujuan dapat dicapai? Bila tidak dimanakah kesalahannya? Sudah tepatkah perumusannya; Apakah metode yang dipakai sedah cocok untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut mengingat karakteristik siswi dan siswa seperti yang telah diidentifikasi; Apakah tidak ada kesalahan dalam pembuatan instrumen evaluasi; Apakah sudah dievaluasi hal-hal yang seharusnya perlu dievaluasikan?
Pelaksanaan (Recycling)
Bila dari analisis tersebut ternyata terbukti tujuan sudah dapat dicapai, teknik yang dipakai sudah sesuai untuk mencapai tujuan yang dirumuskan dan tidak terjadi kesalahan dapat diimplimintasikan.
Tetapi apabila ternyata masih ada kesalahan dalam merumuskan tujuan, atau kesalahan dalam teknik penyajian untuk mencapai tujuan maka perlu diadakan revisi. Masalah tidak aka nada habisnya.
Begitu masalah yang satu diatasi timbul masalah yang lain. Begitulah
PERENCANAAN SISTEM PEMBELAJARAN (Teori dan Praktik)
29 seterusnya proses pengembangan instruksional itu tidak akan pernah berhenti tetapi akan terus berulang dan penyempurnaan