• Tidak ada hasil yang ditemukan

PASAL 37 PEKERJAAN INTERIOR

3. PERSYARATAN KHUSUS BAHAN-BAHAN

3. 1.1 LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan yang dimaksud meliputi pekerjaan pasangan solid surface untuk area dinding backdrop meja pelayanan PTSP serta pekerjaan lainnya seperti yang tercantum dalam gambar kerja.

3.1.2 PERSYARATAN BAHAN Spesifikasi :

- jenis : lembaran, - Permukaan : polished - Tebal : 12 mm

- Ukuran : disesuaikandengan gambar kerja - Produk : Ex. lokal

- Desain, pola dan warna sesuai dengan gambar kerja.

3.1.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN

3.1.3.1 Solid surface dipasang diatas dinding multi 15 mm, dengan rangka hollow 40x40x1,7mm

3.1.3.2 Pemasangan solid surface dengan menggunakan perekat lem kuning atau rezin

3.1.3.3 Pola pemasangan solid surface dan ukuran harus sesuai dengan gambar atau petunjuk Direksi/Perencana.

3.1.3.4 Pemasangan solid surface harus rata, waterpas, rapi terhindar dari kotoran kotoran bekas lem

3.1.3.5 Pemasangan solid surface mengikuti petunjuk cara pemasangan yang distandarkan pabrik pembuatnya

4.1 PEKERJAAN KAYU 4.1.1 LINGKUP PEKERJAAN

4.1.1 Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat bantu lainnya yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan ini secara lengkap meliputi :

a. Pekerjaan kayu kasar (unfinished) terdiri dari rangka kayu untuk pekerjaan interior: treatment dinding, dan pekerjaan lainnya seperti yang tercantum dalam gambar kerja.

b. Pekerjaan kayu halus (finished), terdiri dari pekerjaan interior : treatment dindingdan pekerjaan lainnya seperti yang tercantum dalam gambar kerja.

4.2.1 PERSYARATAN BAHAN

4.2.1.1 Mutu dan kualitas kayu adalah kayu lokal sesuai dengan persyaratan bahan yang berlaku di Indonesia.

4.2.1.2 Semua kayu yang dipakai harus tua, benar-benar kering (oven), lurus, tanpa cacat mata kayu, putih dan retak. Ukuran kayu adalah ukuran jadi seperti tertera pada gambar kerja.

4.2.1.3 Sebelum pelaksanaan semua pekerjaan kayu, material yang digunakan harus sesuai contoh yang disetujui direksi dari setiap jenis-jenis kayu yang dipilih.

4.2.1.4 Jenis kayu yang dipergunakan :

a. Menggunakan kayu solid berkualitas baik dengan serat lurus.

b. Plywood/multiplex dari produk lokal yang berkualitas baik. Setiap lembar plywoodyang dipakai harus mempunyai tanda/cap dari pabrik pembuat.

c. Kayu kamper oven solid untuk rangka (unfinished), ruang lingkup sesuai gambar kerja.

4.2.1.5 Harus dihindarkan adanya cacat-cacat kayu baik yang merupakan cacat bawaan seperti terlalu banyaknya mata kayu, putih kayu, pecah-pecah atau cacat yang terjadi karena kesalahan proses penebangan, pemotongan dan penyimpanan seperti melenting, menggeliat dan kebiruan (blue stain) serta cacat lain yang tidak dapat memenuhi standar untuk pekerjaan ini.

4.2.1.8 Kelembaban kayu

a. Untuk ketebalan kayu < 3 cm, diisyaratkan kelembaban kayu tidak lebih 14% terpasang.

b. Untuk ketebalan kayu > 7 cm, diijinkan kelembaban kayu maksimum 25%

terpasang.

c. Untuk ketebalan kayu antara 3 cm sampai dengan 7 cm, kelembaban yang diijinkan maksimum 18% pada saat terpasang.

4.2.1.9 Pengawetan kayu

Semua kayu terkecuali lembaran kayu lapis yang dipergunakan melalui proses pengeringan/dry clean dan harus sudah diberi bahan antirayap sebelum pelaksanaan.

Pekerjaan anti rayap dilakukan dengan menggunakan bahan pengawet clorodane960 EC dengan konsentrasi 2%.

Penggunaan dilakukan dengan kuas, minimum 200 cc larutan untuk menutupi 1 m2permukaan.

Semua prosedur penggunaan bahan dan cara pelaksanaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat

4.2.1.10 Penimbunan kayu.

Penimbunan kayu ditempat pekerjaan sebelum pelaksanaan pekerjaan harus diletakan di satu tempat/ruangan yang kering dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan harus dilindungi dari kerusakan.

Timbunan kayu tersebut harus diberi alas sehingga tidak langsung terhampar di lantai.

4.2.1.11 Semua pengikat berupa paku, skrup, baut, dinabolt, kawat dan lain-lain harus di galvanis sesuai dengan persyaratan bahan yang berlaku di Indonesia.

4.2.1.12 Bahan perekat.

Jenis : lem Kuning untuk kayu dan harus tahan air.

Produk : merk Fox

4.2.1.13 Kontraktor wajib mengajukan contoh bahan/material untuk mendapatkan persetujuan direksi.

4.3.1 PERSYARATAN PELAKSANAAN

4.3.1.1 Sebelum pelaksanaan, kontraktor diwajibkan untuk :

a. Mempelajari bentuk, pola penempatan, cara pemasangan, detail-detail sambungan dan hubungan kayu dengan material lain sesuai gambar kerja atau petunjuk direksi, terutama pada pekerjaan kayu halus.

b. Melakukan pengukuran keadaan lapangan untuk mendapatkan ketepatan pemasangan di lapangan.

c. Khususnya untuk pekerjaan kayu halus, kontraktor harus membuat shop drawing yang menggambarkan detail pemasangan dan sistem perkuatan yang sesuai dengan gambar kerja dan kondisi lapangan. Shop drawing tersebut harus diajukan kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan.

d. Selama pelaksanaan pekerjaan kayu ini, kontraktor harus selalu koordinasi dengan paket pekerjaan EE, ES, ME, SA. Kontraktor harus menyediakan manholeuntuk pemeliharaan/perawatan instalasi disiplin lain tersebut yang tersembunyi dibalik permukaan kayu yang luas.

e. Semua proses pemotongan dan pembuatan bentuk kayu dikerjakan dengan menggunakan mesin, kecuali untuk detail tertentu atas persetujuan direksi.

Tidak diperkenankan proses pengerjaan dilakukan di tempat pemasangan.

f. Bentuk, ukuran, profil, nat dan peil yang tercantum dalam gambar kerja adalah hasil jadi/finish. Bila ada penyimpangan tanpa persetujuan direksi/perencana, maka kontraktor harus membongkar dan memperbaiki kembali tanpa mengurangi mutu yang disyaratkan.

g. Pelaksanaan sambungan seperti pemasangan klos, baut, plat penggantung, anker, dynabolt, skrup, paku dan lem perekat harus rapi serta sempurna, tidak diperkenankan mengotori bidang-bidang tampak.

Khusus pada permukaan bidang tampak/exposed tidak diperkenankan pemasangan paku tetapi harus diskrup atau cara lain yang disetujui direksi/perencana. Ukuran bahan/material sambungan adalah baut “3/8”

untuk balok kayu dengan dinding pasangan batu bata dan permukaan beton. Paku dan sekrup sesuai keperluan, klem dari plat baja strip tebal 3 mm, lebar 4 mm.

h. Bilamana pada sistem perkuatan yang tertera dalam gambar dianggap kurang kuat oleh kontraktor, maka menjadi kewajiban dan tanggungan kontraktor untuk menambahkannya setelah disetujui oleh direksi/perencana. Dalam hal ini kontraktor tidak dapat mengklaim sebagai pekerjaan tambah.

i. Semua pekerjaan pendempulan harus rapi, rata dan halus setelah dempul kering digosok ampelas halus.

j. Untuk bahan material yang melekat pada kayu, bahan/material tersebut harus diberi lapisan pelindung atau lapisan cat yang sesuai seperti yang disyaratkan.

k. Rangka kayu yang akan dipasang bahan penyelesaian lain harus diperhalus, rata, danwaterpas.

l. Hasil akhir dari pemasangan harus rata, lurus dan tidak melampaui toleransi kerataan 0.5 cm setiap 2 m2.

m. Permukaan kayu yang terlihat atau yang akan dilapisi dengan bahan material lain harus diserut sedemikian rupa sehingga siap menerima bahan/material tersebut.

Penggunaan meni sama sekali tidak disetujui termasuk memberi lapisan dempul atau sejenisnya, kecuali diisyaratkan oleh direksi.

n. Kayu harus dipotong menurut pola dan urutan pengerjaan yang ditentukan oleh direksi atau dalam gambar kerja. Kayu yang telah dipola tersebut diserut dengan mesin, kemudian dengan serutan tangan untuk sambungan-sambungan. Untuk sambungan sambungan seperti tenon, ekor burung layang-layang (dove tail), dowel atau tipe sambungan lain harus dikerjakan mesin dengan toleransi 0 mm.

o. Bila komponen berjumlah lebih dari 10 (sepuluh) buah, maka pemotongan menurut pola dan pengerjaanassemblingharus mengunakan jig.

p. Semua bagian kayu yang terlihat (exposed) harus di-finish, termasuk semua permukaan yang terlihat apabila ada bagian yang tidak ditutup, dibuka, diangkat dan lain-lainnya.

q. Jika diperluan bahan perekat, maka kontraktor terlebih dahulu harus mengajukan bahan perekat tersebut baik kualitas maupun jenisnya kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan.

r. Pada bidang kayu yang terlihat tidak boleh ada lubang-lubang paku bekas penyetelan penunjang atau penyiku.

s. Pekerjaan daun pintu kayu.

Pemasangan/penyetelan semua daun pintu pada kosen harus menghasilkan celah yang merata (2 mm) dan lurus.

t. Semua kayu yang telah terpasang harus dilindungi dari segala benturan, pecah, retak noda dan cacat lain.

Apabila hal tersebut diatas ditemui, maka kontraktor harus membongkar dan mengganti tanpa mengurangi mutu. Biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab kontraktor, tidak dapat diklaim sebagai pekerjaan tambah.

u. Bahan Penguat.

 Bahan penguat sekrup, paku dan sebagainya terbuat dari kuningan atau metal antikarat.

 Sekrup yang terlihat harus sesuai dengan penyelesaianhardware.

 Sekrup yang terlihat harus ditanam dan lubangnya ditutup kayu dengan warna dan serat yang sama. Lubang bekas paku pada permukaan yang terlihat, ditutup dempul kayu warna sama.

5.1 PEKERJAAN HPL 5.1.1 LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan yang dimaksud meliputi : Pekerjaan Interior melekat, treatment dinding 5.1.2 PERSYARATAN BAHAN

5.1.2.1 Plastic laminate yang digunakan ex.import, setara HPL.

Produk : merk Taco

5.1.2.2 Merk, nomor catalog, warna dan sebagainya, plastic laminate decorative harus sesuai dengan bagan spesifikasi bahan dan finishing.

Untuk permukaan yang datar digunakan plastic laminate dengan ketebalan 1.2 mm. Merk Taco/ setara

5.1.2.3 Untuk permukaan yang melengkung digunakan plastic laminate dengan ketebalan 0.8 mm [1.32”].

5.2.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN

5.2.3.1 Lem yang dipergunakan bahan dasarnya urea dan harus tahan air, sesuai dengan instruksi pabrik. Lem dengan dasar karet dan contact adhesive tidak boleh dipergunakan.

5.2.3.2 Bila mungkin laminasi diproses secara hidrolis di bengkel Kontraktor.

5.2.3.3 Pelapisan tidak boleh diterapkan pada kayu dengan kadar kelembaban lebih dari 15 % atau ruangan yang bersuhu kurang dari 150 C [60 F].

5.2.3.4 Pelapisan hanya diterapkan pada plywood berserat renggang/terbuka seperti fir plywood tidak boleh dipergunakan.

5.2.3.5 Bagian bawah plastic laminate pemasangannya sebagai berikut : - Untuk bidang harizontal, ke arah panjang.

- Untuk bidang vertical, ke arah vertical.

- Untuk tepian dan bagian atas dari rak/shelves ke arah panjang.

5.2.3.6 Arah serat dari plastic laminate harus ditunjukkan dalam gambar kerja/detail. Permukaan plastic laminate tidak boleh diampelas.

5.2.3.7 Finish plastic laminate adalah standard setin atau furniture sesuai dengan yang disyaratkan.

5.2.3.8 Sample yang memperlihatkan permukaan yang bertekstur / berpola harus disetujui oleh perencana sebelum dipasang.

6.1 PEKERJAAN GYPSUM BOARD.

6.1.1 LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat bantu lainnya yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan ini secara lengkap meliputi :

a. Pemasanganceiling gypsum board.

b. Pekerjaan lainnya seperti yang tercantum dalam gambar kerja.

6.2.1 PERSYARATAN BAHAN

Dataperformance material gypsum board. a. Type : Jaya board ex. lokal/setara.

b. Tebal : 9 mm untukceiling, dengan dua tipe akhiran:

- Recesed Edgeuntuk penyambungan rata/flush join.

- Square Edge untuk gypsum board yang bertemu dengan bingkai kayu.

c. Penggunaanproduk kelengkapan darigypsum memakai ex. Jayaboard /setara.

6.3.1 PERSYARATAN PELAKSANAAN

Pekerjaan pemasangangypsum board, antara lain :

a. Pekerjaan pemasangan gypsum board harus ditangani oleh orang yang benar-benar ahli dalam bidang ini.

b. Pemasangan antara sambungan gypsum boardharus tepat di as rangka pada masing masing jenis pekerjaan.

c. Penempelan gypsum board pada rangka menggunakan skrup berkualitas baik.

d. Pemasangan antara sambungan gypsum board dengan gypsum board menggunakan plester penyambungan dan metal lath serta dempul yang sesuai dengan spesifikasi pabrik.

e. Permukaan sambungan gypsum board yang telah diberi dempul dan kering diampelas sehingga rata dan halus.

f. Penggunaan bahan-bahan pelengkap pekerjaan gypsum sesuai peruntukkannya misal :

- untuk sudut dalam siku dipakai pita kertas (corner reinforcement tape) ex. Jayaboard.

- untuk sudut pertemuangypsumdipakaicornice adhesive.

- untuk sudut luar siku memakaiexternal corner bead.

g. Hubungan antaragypsum boarddengan rangka dapat dilihat pada gambar kerja.

6.4.1 PEKERJAAN CEILING

6.4.1.1 Pekerjaan yang dimaksud meliputi pemasangan ceiling gypsum board dan pekerjaan lainya seperti tercantum dalam gambar kerja.

Pada pekerjaan ceiling langit-langit ini perlu diperhatikan adanya pekerjaan lain yang dalam pelaksanaannya sangat erat hubungannya dengan pekerjaan langit-langit.

6.4.1.2 Bahan rangka yang digunakan, untuk :

Ceiling Gypsum datar/berundak,ex. Jayaboard tipe Concealed Grid Ceiling Systembeserta kelengkapannya.

6.4.1.3 Sebelum dilaksanakan pemasangan langit-langit pekerjaan lain yang terletak di atas langit langit harus sudah terpasang.

6.4.1.4 Disiplin lain yang terkait disini antara lain : a. Mekanikal dan elektrikal.

b. AC dan lampu penerangan.

c. Sound system.

d. Fire alarm/fire detector. e. Sprinkler.

f. Perlengkapan instalasi lain yang diperlukan.

6.4.1.5 Bila pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas tidak tercantum dalam gambar rencanaceiling, maka harus diteliti dahulu pada gambar-gambar instalasi yang lain (sipil, elektrikal, mekanikal dan lain-lain).

6.4.1.6 Untuk detail pemasangan harus konsultasi dengan direksi/pengawas.

6.4.1.7 Pola rangka penggantung langit-langit sesuai dengan gambar rencana dan diperhatikan benar-benar peilnya.

7.1 PEKERJAAN PENGECATAN 7.1.1 LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini secara lengkap, meliputi :

a. Pekerjaan pengecatan dinding pasangan, permukaan beton dan langit- langit.

b. Pekerjaan pengecatan lainnya seperti tercantum dalam gambar kerja.

7.2.2 PERSYARATAN BAHAN

7.2.2.1 Bahan harus dari kualitas utama, tahan terhadap udara dan garam, jenisnya sesuai dengan bidang permukaan yang akan diberi lapisan cat.

Seluruh bahan harus sesuai dengan standard bahan yang berlaku di IndonesiaProduk ICI Dulux/setara, warna sesuai colour scheme material.

7.2.2.2 Pengecatan Dinding Bata Plesteran, Dinding Partisi Gypsum : Lapisan dasar : Alcali resisting primer(Interior). Water base Lapisan akhir : Acrylic emulsion(Interior) dengan gradasi halus.

7.2.2.3 Bahan yang didatangkan harus langsung dari pabrik, masih tersegel dalam kemasannya dan tidak cacat. Kontraktor wajib membuktikan keaslian cat dari produk yang dipilih mengenai kemurnian cat.

7.2.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN.

7.2.3.1 Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kontraktor wajib melakukan percobaan yang akan dilaksanakan. Biaya percobaan ini ditanggung oleh kontraktor.

Hasil percobaan tersebut harus diperlihatkan/diserahkan kepada direksi untukmendapatkan persetujuanbagi pelaksanaan pekerjaan.

7.2.3.2 Lakukan pengecatan dengan cara terbaik yang umum dilakukan, kecuali apabila disyaratkan lain. Urutan pengecatan, penggunaan lapisan dasar dan tebal lapisan penutup minimal sama dengan syarat yang dikeluarkan pabrik.

7.2.3.3 Pengecatan harus rata, tidak bertumpuk, tidak bercucuran atau ada bekas yang menunjukan tanda-tanda sapuan roller maupun semprotan. Tebal minimum dari tiap lapisan jadi/finished minimum sama dengan syarat spesifikasi pabrik.

7.2.3.4 Apabila dari cat yang dipakai ada yang mengandung bahan dasar beracun atau membahayakan keselamatan manusia, maka kontraktor harus menyediakan peralatan pelindung misalnya masker, sarung tangan dan sebagainya yang harus dipakai pada waktu pelaksanaan pekerjaan.

7.2.3.5 Tidak diperkenankan melaksanakan pekerjaan ini saat cuaca lembab/hujan, berdebu.

Terutama pada pelaksanaan dalam ruangan, untuk cat dengan bahan dasar beracun atau membahayakan keselamatan manusia, maka ruangan tersebut harus mempunyai ventilasi yang cukup agar penggantian udara berlangsung lancar. Dalam keadaan tertentu misalnya untuk ruangan tertutup, kontraktor

harus memakai kipas angin/fan untuk memperlancar penggantian aliran udara.

7.2.3.6 Peralatan seperti kipas, roller, sikat kawat, pompa udara tekan/vacuum cleaner, semprotan dan sebagainya harus tersedia dari kualitas/mutu terbaik.

7.2.3.7 Khusus untuk semua cat dasar harus disapukan dengan kuas. Penyemprotan hanya boleh dilakukan apabila disetujui direksi.

7.2.3.8 Pemakaian ampelas, pencucian dengan air maupun pembersihan dengan kain kering terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan tertulis dari direksi terkecuali disyaratkan lain dalam spesifikasi ini.

7.2.3.9 Selama pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus diawasi tenaga ahli/supervisi dari pabrik pembuatnya.

7.2.3.10 Hasil akhir pengecatan harus membentuk bidang cat yang rata tidak berbintik-bintik atau menggelembung dan hasilnya harus dijaga terhadap kotoran yang mungkin melekat. Bila hasil pekerjaan tidak disetujui oleh direksi, maka pengecatan harus diulang dan diganti.

7.2.3.11 Kontraktor harus melakukan pengecatan kembali apabila ada cat dasar atau cat finish yang kurang menutupi atau lepas, sebagaimana ditunjukan oleh direksi. Biaya untuk hal ini ditanggung oleh kontraktor dan bukan sebagai pekerjaan tambah.

8.1 PEKERJAAN STAINLESS STEEL 8.1.1 LINGKUP PEKERJAAN

8.1.1.2 Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan bahan, alat bantu yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan ini secara lengkap meliputi :

pekerjaan interior seperti yang tercantum dalam gambar kerja.

8.2.2 PERSYARATAN BAHAN 3.5.2.1 Spesifikasi :

- Jenis : Stainless Steel - Tebal : 0,8 mm

- Finish : hair line

Desain disesuaikan dengan gambar kerja.

8.3.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN

8.3.3.1 Pemotongan bahan dari lembaran besar harus menggunakan mesin pemotong khusus (tidak diperkenankan memakai gunting) agar hasilnya rapih.

8.3.3.2 Pemasangan terhadap interior melekat menggunakan lem jenis herferin ex.

Jerman.

8.3.3.3 Kotoran bekas lem yang menempel pada kayu dan stainless steel supaya dibersihkan.

9.1. PEKERJAAN KACA

9.1.1 LINGKUP PEKERJAAN

9.1.1.1 Pekerjaan yang dimaksud meliputi penyediaan tenaga, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini secara lengkap.

Lingkup pekerjaan tersebut adalah : a. Devider meja pelayanan

b. Dinding kaca water fall kolam pintu masuk

c. Pekerjaan lain yang tercantum dalam gambar kerja 9.1.2 PERSYARATAN BAHAN

a. Kaca.

- Jenis a.Clear float glass, , kaca 12 mm tempered , 6 mm - Produk : Asahi glass / setara

b. Semua kaca harus bebas dari noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-bercak, tidak bergelombang dan harus memenuhi standar bahan yang berlaku di Indonesia

9.1.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN

9.1.3.1 Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar kerja, persyaratan persyaratan atau sesuai petunjuk direksi. Pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan keahlian dan ketelitian.

9.1.3.2 Syarat dan Mutu.

a. Dimensi.

b. Toleransi ketebalan kaca lembaran tidak boleh melebihi dari 0. 3 mm.

c. Toleransi lebar dan panjang tidak boleh melebihi 2 mm.

d. Kesikuan.

9.1.3.3 Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut siku serta tepi potongan yang rata dan lurus. Toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1.5 mm/m, kecuali disyaratkan lain oleh direksi.

9.1.3.4 Ukuran, tebal warna dan jenis bahan yang dipasang sesuai dengan gambar kerja, buku spesifikasi ini atau sesuai dengan petunjuk direksi.

9.1.3.5 Pemotongan harus rapi dan lurus, menggunakan alat pemotong kaca khusus, sesuai standar pabrik.

Sisi-sisi kaca yang tampak maupun tidak akibat pemotongan harus digurinda dan dihaluskan sampai berbentuk tembereng.

9.1.3.6 Pekerjaan Pemasangan Kaca.

Sebelum pemasangan kaca, semua rangka pemegang sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja dan persyaratan pekerjaan untuk bahan rangka pemegang tersebut.

Tepi kaca pada sambungan atau antara kaca dengan rangka pemegang harus diberi sealant atau dempul khusus untuk menutupi celah dengan rangka seperti yang disyaratkan dalam gambar kerja.

Tidak diperkenankan sealant mengenai kaca terpasang lebih dari 0.5 cm batas garis sambungan dengan kaca.

91.3.7 Kualitas Pekerjaan

a. Tidak boleh terjadi retak tepi pada semua kaca akibat pemasangan lis maupun skrup.

b. Kaca harus telah terkunci dengan baik, sempurna dan tidak bergeser dari rangka pemegang dan list yang ada.

c. Semua kaca pada saat terpasang tidak boleh bergelombang, retak dan tergores.

d. Apabila masih terlihat adanya gelombang, maka kaca tersebut harus dibongkar dan diperbaiki/diganti. Biaya untuk hal ini menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak dapat diajukan sebagai pekerjaan tambah.

e. Kontraktor wajib memelihara dan melindungi hasil pekerjaan dari kerusakan dan benturan, untuk itu pekerjaan kaca harus diberi tanda agar mudah terlihat/diketahui. Semua kerusakan yang timbul menjadi tanggung jawab kontraktor untuk memperbaiki sampai pekerjaan selesai.

10.1 PEKERJAAN KUSEN ALUMUNIUM 10.1.1 LINGKUP PEKERJAAN

Pekerjaan yang dimaksud meliputi pekerjaan Kusen, Pintu interior area Back office dan Toilet.

10.2 PERSYARATAN BAHAN Spesifikasi :

- Jenis : - Kusen Alumunium ex. alexindo - Karet kaca / Sealant

- Ukuran : 4 x 10 cm - Produk : ex. alexindo

- Profile Seri : Finished Good : SA-70 & YCB – 110 - Finishing : Anodize Plus

10.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN

Pemasangan dan pelaksanaan mengacu kepada persyaratan pemasangan dan pelaksanaan sesuai yang dianjurkan oleh produk tersebut diatas.