• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG

Dalam dokumen Download (Halaman 35-38)

SIGNIFIKAN 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES

AND ASSUMPTIONS Kelompok Usaha membuat estimasi dan asumsi tertentu

terkait masa depan. Estimasi dan pertimbangan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa depan yang diyakini wajar. Hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasi, asumsi dan pertimbangan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas diungkapkan di bawah ini.

The Group makes certain estimates and assumptions regarding the future. Estimates and judgments used in preparing the consolidated financial statements are continually evaluated and are based on historical experience and other factors, including expectations of future events that are believed to be reasonable. Actual results may differ from these estimates. The estimates, assumptions and judgments that have a significant effect on the carrying amounts of assets and liabilities are disclosed below.

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG

SIGNIFIKAN (Lanjutan) 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (Continued)

Pertimbangan Judgments

Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh sangat signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.

The following judgments are made by management in the process of applying the Group’s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements:

(a) Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (a) Classification of financial assets and financial liabilities

Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 50 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2e dan 2f.

The Group determines the classification of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 50. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group’s accounting policies disclosed in Notes 2e and 2f.

(b) Penyisihan atas kerugian penurunan nilai atas piutang-

evaluasi individual (b) Allowance for impairment losses on receivables-

individual assessments Kelompok Usaha mengevaluasi akun-akun tertentu

jika terdapat informasi bahwa pelanggan dan debitur yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan mereka dan status kredit dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan dan debitur guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha.

The Group evaluates specific accounts where it has information that certain customers and debitor are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Group uses judgment, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with them and the customer’s current credit status and known market factors, to record specific provisions for customers and debitor against amounts due to reduce its receivable amounts that the Group expects to collect.

Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang.

These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment losses on receivables.

(c) Taksiran restitusi pajak penghasilan (c) Claims for income tax refund Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku

saat ini, manajemen mempertimbangkan apakah jumlah yang tercatat dalam akun taksiran restitusi Pajak Penghasilan dapat dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor Pajak. Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, nilai tercatat taksiran restitusi Pajak Penghasilan adalah masing-masing sebesar Rp 0 dan Rp 5.450.731.570.

Based on tax regulations currently enacted, the management judges if the amounts recorded under estimates claims for Income Tax refund account are recoverable from and refundable by the Tax Office.

As of 31 December 2016 and 2015, the carrying amount of estimates claims for Income Tax refund amounted Rp 0 and Rp 5,450,731,570, respectively.

Estimasi dan asumsi Estimates and Assumptions Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi

ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Situasi dan asumsi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed below. The Group bases its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

(a) Penyisihan atas kerugian penurunan nilai atas piutang-

evaluasi individual (a) Allowance for impairment losses on receivables- individual assessments

Bila Kelompok Usaha memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, menyertakannya dalam kelompok piutang dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai.

Karakteristik yang dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan dan debitur untuk melunasi jumlah terutang.

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed receivables, whether significant or not, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. The characteristics chosen are relevant to the estimation of future cash flows for groups of such receivables by being indicative of the customers’ and debitor ability to pay all amounts due.

Arus kas masa depan pada kelompok piutang yang dievaluasi secara kolektif untuk penurunan nilai diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian historis bagi piutang dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang pada kelompok tersebut.

Future cash flows in a group of receivables that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience for the receivables with credit risk characteristics similar to those in the group.

(b) Liabilitas imbalan paska kerja (b) Liability for post-employment benefits Penentuan liabilitas imbalan paska kerja Kelompok

Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.

The determination of the Group’s liability for post- employment benefits is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such accounts. Those assumptions include among others, discount rates, annual salary increase rate, annual employee turn- over rate, disability rate, retirement age and mortality rate.

Walaupun Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas imbalan paskakerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas estimasi liabilitas pasca-kerja Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar Rp 45.495.367.619 dan Rp 29.465.411.913. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 21.

While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group’s actual results or significant changes in the Group’s assumptions may materially affect its estimated liability for post-employment benefits and net employment benefits expense. The carrying amounts of the Group’s estimated post-employment liabilities as of 31 December 2016 and 2015 amounted Rp 45,495,367,619 and Rp 29,465,411,913, respectively. Further details are discussed in Note 21.

Dalam dokumen Download (Halaman 35-38)