BAB II PRAKTEK PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN
C. Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menetapkan
2. Pertimbangan Hakim Melihat Demi Kemaslahatan
77
persidangan, yang membuktikan bahwa Pemohon adalah ayah Muhammad Saiful Basri bin Muhammad Ali jadi terbukti bahwa Pemohon mempunyai hubungan keluarga dengan Muhammad Saiful Basri bin Muhammad Ali maka dengan demikian hakim berpendapat bukti P.4 yang diajukan Pemohon sesuai menurut hukum dan sesuai juga dengan dalil para Pemohon maka dapat dipertimbangkan;
Menimbang, bahwa selain bukti surat yang dipertimbangkan di atas, Pemohon juga mengajukan dua orang saksi yang memberikan keterangan di bawah sumpah masing-masing bernama Suhaimi bin Saihu dan Ainul Zaki bin Somad, kedua saksi tersebut menguatkan dalil-dalil permohonan Pemohon dan saling berkesesuaian antara satu dengan yang lainnya (Pasal 309 RBg.) sehingga keterangan para saksidi bawah sumpah tersebut dapat dinilai memilik ikekuatan pembuktian;
Menimbang, bahwa berdasarkan dalil permohonan Pemohon, kedua calon pengantin dan keterangan saksi-saksi, dihubungkan dengan bukti-bukti yang diajukan, maka hakim telah menemukan fakta-fakta terungkap di persidangan.
M E N E T A P K A N 1. Mengabulkan Permohonan Pemohon;
2. Menetapkan, memberi dispensasi kepada Pemohon untuk menikahkan anak Pemohon bernama (Muhammad Saiful Basri bin Muhammad Ali) dengan calon istrinya bernama (Sofiani binti Bukran) ;
3. Membebankan biaya perkara kepada Pemohon sebesar Rp 216.000,- (dua ratus enam belas ribu rupiah);
Demikian penetapan ini dijatuhkan berdasarkan pendapat Hakim Pengadilan Agama Praya pada hari Kamis, tanggal 03 September 2020 M., bertepatan dengan tanggal 15 Muharram 1442 H., oleh Nismatin Niamah S.H.I., sebagai hakim Tunggal, penetapan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk, umum dibantu oleh Yulistina Puspita Anggri, S.H. sebagai Panitera Pengganti dengan dihadiri Pemohon.
78
melihat dari aspek kemaslahan. Baik itu maslahat untuk orang tua yang sebagai pemohon, atau kedua calon pasangan. Karena jika hakim tidak mengabulkan permohonan berdampak pada psikologis kedua pasangan, seperti perempuan bisa mengurungi diri dan lain-lain Sebagaimana disampaikan oleh bapak Jalaluddin mengatakan bahwa:
“Mengabulkan atau tidak dispensasi ini memang polemik juga.
Satu sisi kami mengabulkan dispensasi secara tidak langsung ada dampak buruk juga. Melihat banyak sekali angka perceraian karena usia ketika menikah masih belum matang, saya juga pernah teliti itu dulu bersama rekan saya. Di satu sisi lainnya tidak mengabulkan menimbulkan mudhorat juga.
Seperti telah hamil. Dengan alasan sudah hamil kami pasti mengabulkan. Karena dari segi maslahat dan kalau tidak mengabulkannya akan terjadi keburukan dikemudian hari baik untuk si ibu bahkan identitas anak yang tidak ada kekuatan hukum. Maka pasti kami kabulkan.”79
Dengan pernyataan yang sama diungkapkan oleh ibu Baiq Halkiyah bahwa:
“Mengabulkan atau tidak yang tentu maslahat menjadi pertimbangan disini dan yang terpenting para pihak telah memenuhi maksud dari PERMA No. 5 Tahun 2019 tentang pedoman mengadili permohonan dispensasi kawin, saya berharap masyarakat terutama tokoh-tokoh masyarakat dan adat lebih ketat dalam mencegah perkawinan usia dini.”80 Selanjutnya peneliti menanyakan bagaimana jika umur masih sangat dini, misalnya umur di bawah 15 (lima belas) tahun atau bawah dari 15 tahun.
Lalu Pak Syafruddin mengatakan bahwa:
“pertimbangan hakim menetapkan dispensasi dilihat pula dari segi umur jika yang masih sangat dini, misal 15 Tahun
79Jalaluddin (Hakim), Wawancara Di Pengadilan Agama Praya 04 Mei 2021
80Baiq halkiyah (Ketua Pengadilan Agama Praya), Wawancara Di Pengadila Agama Praya 30 Mei 2021.
79
kebawah maka kami menolak permohonannya karena pasti belum siap alat reproduksinya, mental akan berisiko buruk, jika alasan pemohon bukan karena hamil. Namun jika hamil maka kami mengabulkan dengan pertimbangan psikis pasangan perempuan, orang tua menanggung malu, bagaimana anaknya lahir tanpa ayah, pasti kami terima jika telah hamil. Secara kaca mata hukum Islam juga memperbolehkan menikah saat hamil asal dengan lelaki yang menghamilinya” 81
Dan pernyataan serupa dijawab oleh bapak M. Jalaluddin sebagai mengatakan bahwa:
“Lihat pula alasannya seperti apa, karena hamil maka majlis hakim mengabulkan.karena usia yang sangat dini alasannya karena sudah terlalu mendesak. Kalau tidak maka muncul dampak buruk. Masyarakat memerlukan peran hakim untuk mendapatkan keadilan jika tidak dikabulkan akan sangat berdampak buruk nantinya terjadi pada masyarakat. Sudah terlanjur mendaftarkan ke KUA maka pasti dari keluarga pasangan telah banyak persiapan dalam hal ini kami memberikan dispensasi”82
Berdasarkan wawancara peneliti dengan informan maka pertimbangan hakim menetapkan dispensasi demi kemaslahatan. hal tersebut sejalan dengan apa yang peneliti saksikan dalam persidangan dispensasi. Seperti salah satu alasan dari pemohon anaknya telah berhubungan biologis dengan kekasihnya karena dikahawatirkan hamil, telah mendafkan terlebih dahulu ke Kantor Urusan Agama (KUA), telah melaksanakan adat istiadat (merarik) dikemudian hari dan tentu menimbulkan kemudhorotan baru. Oleh karenaya hakim mengabulkan permohonan pemohon dapat dilihat pada perkara Nomor: 234/Pdt.P/2021/PA.Pra.
81Syafruddin (Wakil Ketua Pengadilan Agama Praya), Wawancara, Pengadilan Agama Praya 29 April 2021.
82Jalaluddin (Hakim Pengadilan Agama Praya), Wawancara, Pengadilan Agama Praya 04 Mei 2021.
80
Hakim menetapkan permohonan pemohon selain mempertimbangkan karena berdasarkan kemaslahatan ketahanan sosial, tidak membuat penetapan yang memicu masyarakat bentrok (telah melaksanakan adat). Maka hal ini menjadi salah satu pertimbangan hakim untuk menetapkan permohona pemohon. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Bapak Syafruddin:
“budaya merari, menurut masyarakat disini ketika sudah dibawa lari maka harus segera dinikahkan. Meskipun umur belum mencapai usia yang ditentukan”83
Peryataan tersebut dikuatkan lagi oleh Bapak Jalaluddi, mengatakan bahwa:
“Masyarakat lombok ini sangat menghormati hukum adat, tidak melihat dampak negetif dari perkawinan anak, karena rendahnya pendidikan juga mempengaruhi pandangannya.
Tingginya norma adat menjadikan mereka banyak mengajukan dispensasi karena ingin segera menikahkan anak-anaknya, pemohon telah siap mental juga fisiknya.
Oleh karenanya hakim menanyakan para pihak alasan mengajukan itu apa, memasikan tidak dipaksakan orang tua atau keluarga dan lain-lainnya.”
Pengakuan senada dari Hendra bahwa menyatakan:
“iya kak, kami sudah ke KUA tapi tidak bisa di suru ke Pengadilan dulu. Saya sudah merarik kira-kira sudah 7 hari atau 8 hari, dari keluarga meminta kami untuk menikah saya juga ingin menikah.”84
Merarik merupakan sebuah adat yang masih kental di tengah masyarakat Lombok terkhusus masyarakat Lombok Tengah. Hal ini terlihat dari banyaknya pengajuan permohonan dispensasi dengan alasan telah
83 Syafruddin (Wakil Ketua Pengadilan Agama Praya), Wawancara Di Pengadilan Agama Praya 29 Mei 2021.
84Hendra (Pasangan Laki-laki), Wawancara, Pengadilan Agama Praya 11 Februari 2021.
81
melaksanakan selarian/merari. Jika tidak dikabulkan ketika pasangan sudah merari bisa menimbulkan mudhorat di masyarakat, benturan antar keluarga pasangan. Contoh pertimbangan hakim dalam menetapkan permohonan dispensasi karena melihat dari segi kemaslahatan dapat dilihat pada penetapan dengan No.Perkara 367/Pdt.P/2021.PA.Pra.
Pertimbangan Hakim Dari Aspek Kemaslahatan
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum Amanda Siska Ayulia Putri binti Amaq Manda dan Rando Calos bin Con sudah selarian dan Amanda Siska Ayulia Putri binti Amaq Manda sudah tinggal di rumah orang tua/ keluarga calon suaminya maka Hakim menilai bahwa pernikahan yang akan dilaksanakan adalah merupakan langkah darurat yang ditempuh oleh kedua belah pihak untuk mencegah terjadinya kemudhoratan baik kemudhoratan dalam pelanggaran norma hukum, agama dan kesusilaan maupun untuk mencegah terjadi kemafsadatan berupa gunjingan dan stigma negatif dimasyarakat.
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum Amanda Siska Ayulia Putri binti Amaq Manda dan Rando Calos bin Con telah selarian maka apabila hal ini dibiarkan terus-menerus dan tidak diikat dalam sebuah tali perkawinan, dikhawatirkan akan mengundang fitnah dan menimbulkan keresahan dan stigma negatif dimasyarakat, bahkan menimbulkan mudhorot yang lebih besar berupa terjadinya pelanggaran terhadap norma-norma agama dan kesusilaan, ataupun hal-hal negatif lain yang tidak diinginkan.
Dalam Penetapan permohonan dispensasi kawin dengan No.Perkara:1086/Pdt.P/2021/PA.Pra. pemohon Amaq Manda bin Amaq Purne atas anak perempuannya atas nama Amanda Siska Aulia Putri usia 17 tahun 11 bulan dari Kecamatan Praya Timur. Dan hakim yang menangani permohonan dispensasi ini adalah bapak Unung Sulistio menetapkan permohonan dengan mengabulkan permohonan dari pemohon dan membebani seluru biaya perkara pada pemohon.