i r
Itata-raia [larl Jumat Agustus 1967
>V
c\--d/\ >W>--
l-nma waktu lineal, dalam Jam
Keperiuan untuk bekcrja-- Scraua keperiuan
— Krpcrluan unluk bcla/ija
Gambar 3.11. Bangunan Parkir Bertingkat Banyak : Lama Waktu Tinggal Menurut
Keperiuan Perjalanan Tahun 1967, Coventry {Coventry Transportation Study : Report on
Dengan demikian akan didapat tingkat turnover pada hari-hari tertentu dan dari hasil tersebut dapat dibuat grafik yang menunjukkan hubungan antara tingkat turnover dengan hari-hari tertentu.
Kendati tidak ada data dipresentasikan disini, pengalaman menunjukkan bahwa turnover rate untuk semua fasilitas-fasilitas parkir secara gabungan di dan di sekitar area-area sentral, meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran daerah perkotaan bersangkutan. Pengalaman di Amerika menunjukkan bahwa ruang-ruang parkir trotoar memiliki turnover rate yang cenderung tiga hingga empat kali lebih tinggi daripada ruang-ruang off-street parking, dan ruang-ruang parkir permukaan memiliki turnover rate lebih tinggi daripada garasi-garasi parkir.
3.3.5 Indeks Parkir
Menurut Kadiyali (1978), indeks parkir adalah persentase jumlah ruang parkir yang disediakan dengan jumlah kendaraan yang menempati areal tersebut.
Merupakan hal yang biasa untuk menggambarkan indeks parkir ini sebagai perhitungan pada sebuah peta areal survey (O'Flaherty, 1974).
Indeks parkir dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Indeks Parkir (%)= J^yang terisi xl00% (3.20)
jumlah teoritis yang tersedia
3.4. Rumus-rumus Dasar Analisa
Rumus-rumus yang dipergunakan dalam perhitungan analisa kapasitas
parkir digunakan antara lain :
a. Rata-rata Durasi Parkir
A) = J=I— (3.21)
n
dengan :
D = rata-rata durasi parkir kendaraan
di = durasi parkir kendaraan ke-i (1 dan kendaraan ke-1 hingga
kendaraan ke-n)
b. Jumlah Ruang Parkir yang Dibutuhkan
Z=l^D- (3.22)
7
dengan :
Z = ruang parkir yang dibutuhkan (kendaraan)
y = jumlah kendaraan yang parkir dalam satuan waktu
D = rata-rata durasi (Jam) T = lama survey (jam)
3.5. Pergerakan Kendaraan dalam Fasilitas Parkir
Proses parkir kendaraan mencakup aktifitas : 1. Mencari ruangan tempat parkir kendaraan.
2. Manuver kendaraan masuk ke ruangan parkir kendaraan.
3. Penumpang turun menuju ke tujuan.
4. Penumpang berjalan dari tujuan ke kendaraan.
5. Manuver kendaraan keluar dari fasilitas parkir.
Pergerakan kendaraan dalam area! parkir dapat bersifat pergerakan satu arah maupun dua arah tergantung pada ukuran dan bentuk fasilitas parkir
kendaraan.
Umumnya pergerakan satu arah adalah merupakan pergerakan arus kendaraan yang paling efisien dengan jumlah titik konflik minimum, apabila menggunakan sudut parkir kurang dari 90°, sedangkan untuk pergerakan lalu lintas dua arah, yang terbaik menggunakan sudut parkir 90°. (O'FIaherty, 1997)
Pendapat Hobbs (1995), mengatakan bahwa tata letak harus sedemikian
rupa sehingga kendaraan dapat diparkir dalam satu gerakan, tanpa kemudi
kehabisan putaran. Penggunaan areal parkir paling efisien dapat dicapai dengan
jalan mobil berjalan mundur ke tempat parkir dengan sudut parkir 90°.
4.1. Deskripsi Wilayah Penelitian
Untuk mendukung jalannya penelitian, maka dipilih kawasan Stasiun Tugu. Kawasan tersebut mempunyai dua areal parkir, yaitu pelataran parkir timur dan pelataran parkir selatan yang disediakan sebagai fasilitas parkir oleh Stasiun Tugu, kepada pengunjungnya. Adapun deskripsi kedua pelataran parkir pada saat
penelitian adalah :
1. Pelataran Parkir Timur
Sistem arus : pergerakan lalu lintas searah.
Arah arus : lalu lintas masuk dan keluar melalui jalan Pengeran Mangkubumi melalui dua pintu masuk sama yang dipisahkan oleh median jalan.
Panjang areal pelataran parkir (total) : 233,8 m.
Lebar areal pelataran parkir rata-rata : 20 m.
Sistem drainasi terbuka.
Tidak mempunyai fasilitas pejalan kaki.
Jems kendaraan yang diparkir
28
- Kendaraan roda empat (mobil penumpang, taksi).
- Kendaraan roda dua (sepeda motor).
- Kendaraan tidak bermotor (andong, becak, sepeda).
Pola parkir : bervariasi (parkir miring 45°, melintang dan 90° ).
Jenis parki r : off-streetparking (di 1uar badan jalan).
2. Pelataran Parkir Selatan
Sistem arus pergerakan lalu lintas searah dan dua arah.
Arah arus lalu lintas masuk dan keluar melalui jalan Pasar Kembang melalui dua pintu masuk yang berbeda.
Panjang areal pelataran parkir (total) : 163,55 m.
Lebar areal pelataran parkir rata-rata : 25 m.
Sistem drainasi terbuka.
Tidak mempunyai fasilitas pejalan kaki.
Jenis kendaraan yang diparkir
- Kendaraan roda empat (mobil penumpang, taksi).
- Kendaraan roda dua (sepeda motor).
- Kendaraan tidak bermotor (becak, sepeda).
Pola parkir : parkir miring 60° dan lurus 90°.
• Jenis parkir : off-street parking (di luar badan jalan).
4.2. Peralatan Penelitian
Semua alat yang mendukung pelaksanaan penelitian :
1. Tiga jenis karcis untuk kendaraan bermotor, alat tulis, kertas dan Iain-lain.
2. Formulir Angket wawancara.
3. Stopwatch dan jam sebagai penunjuk waktu.
4. Alat pencacah jumlah kendaraan (counter) 5. Pita ukur dengan panjang 50 meter.
6. Komputer sebagai hardware, Software MS Word, MS Excel, SPSS, AutoCad dan Iain-lain untuk pengolahan data dan alat pembuat laporan tugas akhir.
7. Printer, Plotter sebagai alat cetak dan gambar.
4.3. Inventaris Data :
Untuk meneliti dan menganalisis kapasitas parkir di Stasiun Tugu diperlukan suatu metoda pengumpulan data disekitar daerah survei yang akan ditinjau. Inventaris data ini meliputi data primer dan data sekunder.
4.3.1 Data Primer
Data primer adalah data yang didapat dari hasil penelitian langsung di lapangan melalui survei kendaraan yang parkir di areal parkir stasiun maupun di sekitar stasiun dengan mengadakan pengamatan dan penghitungan terhadap kendaraan yang diparkir. Data primer terdiri dari durasi parkir, akumulasi parkir yang didapat dari pengolahan tiket parkir yang disebar (lampiran 1-1).
Selain itu juga diambil data penumpang naik dan penumpang turun dengan menggunakan angket yang sebar guna menganalisis karakteristik penumpang kereta api di Stasiun Tugu (angket dapat dilihat pada lampiran 1-2).
4.3.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari PT Kereta Api, baik dari
pihak DAOP VI Yogyakarta maupun Stasiun Tugu. Adapun data-data sekunder
itu meliputi:
1. Lay out Stasiun Tugu.
2. Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA).
3. Jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api (lampiran 1-3) 4.4. Langkah Penelitian
1. Suvei Pendahuluan
Survei pendahuluan ini dilaksanakan sebelum penelitian lapangan. Survei penentuan jenis kendaraan yang akan didata, menentukan titik tempat survei yang memudahkan pengamatan dan penyerahan karcis untuk kendaraan bermotor serta jadwal pengamatan yang merupakan waktu puncak pengunjung Stasiun Tugu.
2. Cara Kerja
Pengamatan dilakukan di areal parkir dan di gedung Stasiun Tugu.
a. Survei durasi
Survei ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pola permintaan parkir. Pada survei ini pengendara kendaraan bennotor diberikan karcis sesuai jenis kendaraan dengan mencatat jam masuknya kendaraan. Dan pada saat kendaraan akan meninggalkan areal parkir, karcis tersebut diminta kembali pada pengendara kendaraan dengan mencatat jam keluar kendaraan.
Karcis dikumpulkan selama jam pengamatan Jenis kendaran yang didata adalah
mobil pribadi, taksi dan sepeda motor.
b. Survei pencacahan jumlah kendaraan
Survei ini dilakukan terhadap mobil, taksi, sepeda motor dengan cara mencatat jumlah kendaraan yang keluar dan masuk pelataran parkir setiap 15 menit. Dari survei ini didapat akumulasi kendaraan.
c. Wawancara
Survei dilakukan dengan cara mewawancarai penumpang naik dan penumpang turun dengan menggunakan angket yang disebar guna menganalisis karakteristik penumpang kereta api di Stasiun Tugu.
3. Jadwal Pelaksanaan
Penelitian dilakukan selama 8 hari yaitu hari Jum'at, Sabtu, Minggu dan Senin dalam waktu dua minggu dimulai dari minggu pertama dan kedua bulan Oktober 2000 yaitu tanggal 1,2,6,7,8,9,13 dan 14 Oktober 2000. Waktu pengamatan dibagi dua periode yaitu pagi jam 07.00 sampai dengan jam 09.00, dan sore jam 17.00 sampai dengan jam 20.00.
4. Pelaksanaan Survei
a. Survei durasi parkir dan survei akumulasi parkir dibuat sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
b. Pengukuran pelataran parkir meliputi : panjang dan lebar daerah parkir, ukuran median jalan, ukuran badan jalan, ukuran pintu masuk dan pintu keluar serta ukuran lainnya secara mendetail dan kemudian dibuat sketsa.
c. Untuk becak dilakukan pengukuran jarak as-as, depat tergantung, belakang
tergantung, panjang total, lebar as-as dan lebar total guna penentuan SRP.
angket kepada penumpang yang naik maupun turun.
5. Cara Analisis Data
a. Dari hasil survei data primer dan sekunder akan dilakukan analisis sebagai
berikut:
1) Analisis karakteristik parkir dengan menggambarkan nilai akumulasi, durasi, volume, pergantian dan indeks parkir dalam bentuk tabel dan grafik.
2) Analisis satuan kebutuhan ruang parkir (luas areal parkir) Stasiun Tugu.
3) Analisis karakteristik penumpang Stasiun Tugu dengan mentabulasikan hasil angket yang disebarkan.
b. Penataan parkir dan pola pergerakannya dilakukan dengan studi literatur dan mempertimbangkan efisiensi penggunaan ruang.
c. Pendekatan analisisnya dengan stastistik
f Mulai ^
Judul Skripsi
Persiapan dan Pelaksaan Survei I
Formulir Survei Kendaraan
Pengumpulan Data Primer dan Data Sekunder
Data Primer:
Jenis Kendaraan
Waktu Kendaraan Keluar Masuk Parkir
Data Penumpang Kereta Api Pengukuran Lay-out Stasiun Tugu
Data Sekunder:
Lay-out Stasiun Tugu
Daftar Kedatangan & Keberang
katan KA
Analisis Data :
1. Analisis Karakteristik Parkir
2. Analisis Karakteristik Penumpang 3. Analisis Kebutuhan Ruang Parkir 4. Analisis Kapasitas Parkir
Hasil Analisis dan Alternatif Pemecahan Masalah
Kesimpulan dan Saran
Selesai
Gambar 4.1. Flow Chart Metode Tugas Akhir
Dalam dokumen
TUGAS AKHIR ANALISIS KAPASITAS PARKIR DI STASIUN TUGU
(Halaman 40-51)