• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 9. Hubungan Jenis Buah pada Sebelum dan Saat Pandemi

Berdasarkan gambar 9 menunjukkan bahwa pada penelitian ini terdapat 3 jenis buah yang paling sering dikonsumsi oleh mahasiswa yaitu buah mangga, pisang, dan jeruk. Mayoritas mahasiswa mengonsumsi buah mangga dan tidak mengalami perubahan konsumsi buah mangga pada sebelum dan saat pandemi Covid-19 yaitu tetap sebanyak 80 responden. Konsumsi jeruk, pisang, dan lainnya mengalami peningkatan di masa pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan penelitian Bachtiar et al., (2016), bahwa rata-rata jenis buah yang paling sering dikonsumsi oleh mahasiswa gizi yaitu buah mangga, pepaya dan pisang, sedangkan pada mahasiswa non gizi yaitu buah mangga dan jeruk. Menurut Utami et al., (2021), jenis buah yang paling banyak dikonsumsi oleh mahasiswa pada penelitiannya yaitu buah mangga (53%), pisang (50%), dan jeruk (37%). Konsumsi buah jeruk yang meningkat di masa pandemi ditandai dengan melonjaknya permintaan buah jeruk, karena buah jeruk mengandung tinggi vitamin C, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal virus Covid-19 (Kementrian Pertanian, 2020). Menurut penelitian Saragih et al., (2022), responden membeli buah jeruk karena rasanya. Hal ini menunjukkan bahwa selain mengandung tinggi vitamin C, rasa jeruk juga sangat disukai oleh responden.

Jenis buah lainnya yang dikonsumsi oleh mahasiswa pada sebelum pandemi yaitu alpukat, kelengkeng, apel, semangka, pir, jambu, strawberry, pepaya, dan yang paling banyak dikonsumsi yaitu melon sebanyak 9 responden, sedangkan pada

80

41

72

26 80

60

74

45

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Mangga Jeruk Pisang Lainnya

Sebelum Pandemi Saat Pandemi

paling banyak dikonsumsi yaitu semangka sebanyak 9 responden. Alasan mahasiswa mengonsumsi buah yaitu untuk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, rasanya enak, menjaga berat badan, cuci mulut, melancarkan pencernaan, dan rutinitas. Mayoritas mahasiswa pada sebelum pandemi dan saat pandemi mengonsumsi buah yaitu untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya karena buah merupakan sumber nutrisi alami yang diperlukan oleh tubuh.

Selain mengonsumsi buah segar, responden juga mengonsumsi buah olahan.

Buah olahan merupakan buah-buahan yang diolah dengan metode tertentu untuk menjadi suatu makanan ataupun minuman. Setiap responden dapat memilih lebih dari satu jenis buah olahan yang dikonsumsinya. Jenis buah olahan yang dikonsumsi oleh mahasiswa yaitu sebagai berikut.

Gambar 10. Hubungan Jenis Buah Olahan pada Sebelum dan Saat Pandemi Berdasarkan data pada gambar 10 mayoritas mahasiswa mengonsumsi jus buah dan hanya mengalami sedikit perubahan konsumsi pada sebelum dan saat pandemi Covid-19 yaitu hanya selisih 1 responden, untuk sebelum pandemi sebanyak 115 reponden dan saat pandemi 116 responden yang mengonsumsi jus buah. Hal ini sejalan dengan penelitian Kamelia & Afif (2021), bahwa jus buah merupakan jenis buah olahan yang dikonsumsi paling banyak karena rasanya yang

4 2 6 13

28 33

115

2 4 6 8

21

37

116

0 20 40 60 80 100 120 140

Lainnya Dodol Buah kaleng Manisan Keripik Selai Jus buah Sebelum pandemi Saat pandemi

menyegarkan, mudah dalam proses pengolahannya, dan kaya akan serat yang dapat melancarkan sistem pencernaan.

Konsumsi buah olahan selai dan dodol mengalami peningkatan di saat pandemi, sedangkan keripik, manisan, dan lainnya mengalami penurunan konsumsi. Menurut penelitian Kamelia & Afif (2021), dodol buah merupakan olahan buah yang frekuensi konsumsinya sedikit karena proses pengolahannya yang cukup sulit dan dodol jarang ditemukan. Menurut Hapsari et al., (2020), terdapat penurunan konsumsi keripik dan lainnya pada respondennya di masa pandemi Covid-19.

Buah olahan lainnya yang dikonsumsi pada sebelum pandemi yaitu salad buah, smoothie, dan asinan, sedangkan pada saat pandemi buah olahan yang dikonsumsi yaitu salad buah dan smoothie. Alasan mahasiswa mengonsumsi buah olahan yaitu rasanya enak, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, camilan yang sehat,, meningkatkan imunitas tubuh, cuci mulut, praktis, dan menyegarkan. Alasan mayoritas mahasiswa pada sebelum pandemi dan saat pandemi mengonsumsi buah olahan yaitu mereka menyukai rasa buah olahan karena enak..

4.2.2 Frekuensi Konsumsi Buah dan Olahannya

WHO secara umum menganjurkan untuk mengonsumsi buah setiap hari dengan jumlah 150 gram. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi konsumsi buah dan olahannya pada mahasiswa jurusan Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran yaitu sebagai berikut.

Tabel 6. Hubungan Frekuensi Konsumsi Buah dan Olahannya pada Sebelum dan Saat Pandemi

No. Frekuensi Konsumsi Buah

Sebelum Pandemi Saat Pandemi Jumlah Persentase

(%)

Jumlah Persentase (%)

1. <1 kali dalam sehari 105 83 90 71

2. ≥1 kali dalam sehari 22 17 37 29

Jumlah 127 100 127 100

kurang dari frekuensi yang dianjurkan oleh WHO yaitu mengonsumsi buah setiap hari. Mahasiswa yang mengonsumsi buah setiap hari pada saat pandemi mengalami peningkatan tetapi tidak signifikan, yaitu hanya memiliki selisih 15 responden dibanding sebelum pandemi. Frekuensi konsumsi buah pada mahasiswa dapat dikatakan cukup apabila mahasiswa mengonsumsi buah satu kali atau lebih setiap harinya dan dikatakan kurang apabila mengonsumsi kurang dari 1 kali dalam sehari atau dapat diartikan tidak mengonsumsi buah setiap harinya. Dapat disimpulkan bahwa frekuensi konsumsi buah mahasiswa pada penelitian ini hanya sebagian kecil yang temasuk dalam kategori cukup. Sejalan dengan penelitian Yanto et al., (2020), bahwa hanya 20 (25%) dari 79 responden yang termasuk kategori cukup dalam frekuensi konsumsi buah per hari. Menurut hasil penelitian Sundari et al., (2021), sebagian besar respondennya masih jarang mengonsumsi buah, baik sebelum maupun saat pandemi.

Frekuensi konsumsi buah individu tidak selalu menggambarkan jumlah konsumsi buah yang sesuai. Terdapat responden mahasiswa yang mengonsumsi buah setiap hari, namun jumlah konsumsi (gram) buah tidak terpenuhi sehingga belum tentu pola konsumsinya tergolong baik. Hal ini sejalan dengan penelitian Putri et al., (2019), bahwa frekuensi konsumsi pada respondennya termasuk kedalam kategori cukup, namun jumlah yang dikonsumsi masih tergolong kurang 4.2.3 Jumlah Konsumsi Buah dan Olahannya

Jumlah konsumsi buah yang dianjurkan oleh WHO yaitu sebanyak 150 gram per hari. Hasil penelitian menunjukkan jumlah konsumsi buah dan olahannya pada mahasiswa jurusan Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran yaitu sebagai berikut.

Tabel 7. Hubungan Jumlah Konsumsi Buah dan Olahannya pada Sebelum dan Saat Pandemi

No. Jumlah Konsumsi buah dan olahannya

Sebelum Pandemi Saat Pandemi Jumlah Persentase

(%)

Jumlah Persentase (%)

1. < 150 gram/hari 116 91 95 75

2. ≥ 150 gram/hari 11 9 32 25

Jumlah 127 100 127 100

Data pada tabel 7 menunjukkan bahwa pada penelitian ini mayoritas mahasiswa pada sebelum pandemi maupun saat pandemi termasuk kategori kurang dalam jumlah mengonsumsi buah dan olahannya. Mahasiswa yang mengonsumsi buah sesuai anjuran WHO yaitu minimal 150 gram per hari mengalami peningkatan pada saat pandemi dengan selisih 21 responden, karena mahasiswa ingin meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19. Terdapat 11 mahasiswa yang termasuk kategori cukup pada sebelum pandemi, diantaranya 10 mahasiswa memenuhi konsumsi buah minimal 150 gram per hari dengan mengonsumsi buah segar dan 1 mahasiswa memenuhi dengan mengonsumsi buah olahan, sedangkan saat pandemi dari 32 mahasiswa, 28 diantaranya memenuhi konsumsi buah minimal 150 gram per hari yaitu dengan mengonsumsi buah segar, 2 mahasiswa memenuhi dengan mengonsumsi buah olahan, dan 2 mahasiswa mengonsumsi perpaduan antara buah segar dan buah olahan.

Jumlah konsumsi buah dan olahan pada mahasiswa dalam penelitian ini dapat dikategorikan cukup apabila mahasiswa mengonsumsi buah dan olahannya dengan jumlah minimal 150 gram per hari. Dapat disimpulkan bahwa jumlah konsumsi buah dan olahan mahasiswa pada penelitian ini hanya sebagian kecil yang temasuk ke dalam kategori cukup. Hal ini sejalan dengan penelitian Yanto et al., (2020), bahwa sebagian kecil respondennya yaitu 37 (47%) responden termasuk kategori cukup dalam jumlah konsumsi buah per hari. Menurut penelitian Mustakim et al., (2021), terjadinya peningkatan konsumsi buah pada respondennya selama pandemi COVID-19 sebanyak 32%, walaupun konsumsi buah selama

4.3 Tabulasi Silang Karakteristik Responden dan Pola Konsumsi Buah

Dokumen terkait