BAB IV HASIL PENELITIAN
D. Hubungan atau kedekatan orang tua dan anak di Dusun
Pada anak mengatakan memiliki kedekatan yang berbeda- beda dengan orang tuanya. anak yang tinggal dengan orang tuanya dan merasa nyaman berinteraksi dengan ayah ibunya mengungkapkan perasaan dekat dengan keduanya. Mereka biasa berbagi cerita dengan orang tua tentang peristiwa yang dialami di Sekolah dan melakukan kegiatan bersama- sama menonton TV, melakukan tugas Rumah, dan ada pula yang berekreasi, ini berarti bahwa seorang anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan orang tuanya dibandingkan bersama dengan teman- temannya.
i
Tabel XI
7. Distribusi frekuensi Pernyataan anak mengenai orang tua sering bercanda dengan anak tentang hal- hal yang lucu.
No Jawaban Frekuensi Persentase (%)
1 Sering 9 75%
2 Kadang- kadang 3 25%
3 Tidak pernah 0 %
Jumlah 12 100%
Sumber data: Angket nomor 7 tahun 2015
Berdasarkan Tabel di atas, dapat dilihat 9 anak atau 75,% menyatakan bahwa orang tua sering bercanda dengan anaknya tentang hal- hal yang lucu, 3 anak atau 25% menyatakan bahwa orang tua kadang- kadang bercanda dengan anaknya tentang hal- hal yang lucu, dan 0 atau 0% anak menyatakan orang tua tidak pernah bercanda dengan anaknya te ntang hal- hal yang lucu.
Anak yang bermasalah di Sekolah pada umumnya adalah anak yang berasal dari keluarga yang bermasalah antara ayah dan ibu yang tidak sepaham.
Masalah dalam orang tua dan anak misalnya adalah orang tua terlalu sering memarahi anak tanpa melakukan klarifikasi pada anak, dan mudah memberikan hukuman pada anak. Bahkan dalam memberikan hukuman ada yang bersifat fisik seperti menjewer, mencetot, dan memukuln dengan tangan.
Ketika ditanya anak tentang harapannya anak kepada orang tua, anak yang sering dihukum berharap orang tuanya tidak lagi memberikan hukuman fisik padanya. Pemberian hukuman fisik pada mereka tidak hanya dirasakan sebagai sakit fisik, tetapi juga dimaknai sebagai rasa tidak sayang orang tua kepaa diri mereka. Anak berharap orang tua tidak mudah marah, karena dalam
i
pemahaman mereka kemarahan dan penghukuman yang dilakukan oleh orang tua menandakan orang tua tidak menghendaki keberadaan mereka secara pribadi. Respon anak yang dikembangkan adalah mereka merasa tidak betah di Rumah, dan membayangkan untuk pergi dari Rumah begitu saja.
Berbeda halnya dengan anak yang relatif tidak bermasalah di Sekolah maupun dengan orang tuanya. Pada umumnya mereka masih bisa menerima kemarahan orang tua bila mereka berbuat kesalahan. Bahkan anak yang merasa dekat dengan orang tua mempersepsikan kemarah orang tua sebagai salah satu tanda orang tua menyayangi mereka.
“Jumarni mengatakan bahwa kedekatan orang tua dengan anak dapat terjadi ketika orang tua banyak berinteraksi atau terbuka dengan anak begitu pula sebaliknya anak yang terbuka dengan orang tuanya dalam artian anak merasa nyaman ketika sedang bercerita atau curhat dengan orang tuanya dan diberikan umpan positif dari orang tua. Namun terkadang ini banyak terjadi ketika orang tua merespon anak dengan ekspresi mengabaikan anak, marah, menyinggung, dan bahkan menggretak anak, sehingga anak merasa curhatan hatinya tidak cocok dengan orang tuanya sampai akhirnya anak memilih bergaul dengan teman sebayanya yang dapat mendengarkan seluruh curahan hatinya.(wawancara di Dusun Jalikko 26 Februari 2015)”
Berangkat dari beberapa uraian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa orang tua menginginkan anak berperilaku baik sesuai dengan harapannya dan berusaha untuk mendidik anak dengan menyekolahkan di pendidikan formal serta selalu memberikan yang tebaik untuk anak. Orang tua perlu memberikan penjelasa mengapa hal tersebut perlu dilakuakan oleh anak.
Di sisi lain, anak pun perlu mengkomunikasikan harapannya pada orang tua dan belajar memahami maksud orang tua dibalik perkataan yang disampaikan pada anak. Cara berkomunikasi yang dilakukan orang tua maupun anak belum cukup memadai untuk menyampaikan pesan yang diinginkan, sehingga pesan tersebut dapat dipahami sesuai dengan maksud yang sebenarnya.
i BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan ini tentang Peranan Ibu rumah tangga dalam pembinaan akhlaq anak di Dusun Jalikko Desa Tallu Bamba Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang maka berdasarkan yang telah diuraikan sebelumnaya, penulis dapat menarik sebuah kesimpulan sebagai berikut:
1. Dusun Jalikko pada umumnya Ibu rumah tangga sangat berperan penting dalam membina akhlaq anaknya dalam mendampingi anak menuju masa dewasanya begitu pula ketika anak memasuki masa remaja, serta mendampingi anak untuk mencapai kesuksesan yang menjadi cita- citanya agar anak didik dapat menemukan jati dirinya dan mampu menjadi dirinya sendiri.
2. Keluarga memiliki peran yang utama dalam menanamkan nilai- nilai pada anak. Melalui interaksi dengan anak, orang tua melakukan sosialisasi nilai, sikap dan budaya yang dipandang penting untuk dimiliki oleh anak.
Harapannya kelak agar anak dapat menjadi pribadi yang taat beribadah, mandiri dan bertanggung jawab, dan memiliki kehidupan yang lebih baik dari pada orang tuanya. Anak juga diharapkan menjadi pribadi yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya. Untuk mencapai harapan tersebut orang tua berupaya menyiapkan anak- anaknya agar menjadi pribadi seperti yang diharapkan, dengan menanamkan nilai- nilai yang dianggap penting bagi anak.
46
i
3. Pencetus kendala antara orang tua dan anak dapat berasal dari dua belah pihak. Dari pihak orang tua memandang anak berperilaku kurang sesuai
4. dengan harapan orang tuanya, dan dari pihak anak merasa orang tua kurang memahami dirinya. Dari gambaran area kendala tersebut, tampak bahwa orang tua belum berhasil mengkomunikasikan harapannya pada anak dengan baik sehingga anak benar- benar belum memahami maksud orang tuanya.
5. Orang tua menginginkan anak berperilaku tertentu, orang tua perlu memberikan penjelasan mengapa hal tersebut perlu dilakuakan oleh anak. Di sisi lain, anak pun perlu mengkomunikasikan harapannya pada orang tua dan belajar memahami maksud orang tua dibalik perkataan yang disampaikan pada anak. Cara berkomunikasi yang dilakukan orang tua maupun anak belum cukup memadai untuk menyampaikan pesan yang diinginkan, sehingga pesan tersebut dapat dipahami sesuai dengan maksud yang sebenarnya.
6. Kedekatan anak dengan orang tua dapat terbentuk melalui kebersamaan dalam melakukan aktivitas dan berbagi cerita. Kedekatan anak dengan orang tua memengaruhi pemaknaan anak terhadap sikap dan prilaku orang tua dalam pengasuhan. Namun adanya kedekatan orang tua-anak bukan berarti menjadikan relasi orang tua-anak tanpa konflik orang tua- anak, sehingga konflik tersebut tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
i B. Saran-saran
Dalam melihat suatu permasalahan yang muncul selama penulis mengadakan penelitian di Dusun jalikko desa tallu bamba Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang, maka dibawah ini ada beberapa saran dari penulis:
1. Peranan Ibu rumah tangga dalam Pembentukan Akhlaq Anak di Dusun Jalikko Desa Tallu bamba kecamatan Enrekang kabupaten Enrekang dalam hal ini penanaman nilai dalam pembentukan karakter dan prilaku anak. Orang tua dalam pembentukan prilaku anak dengan menanamkan nilai- nilai yang dipandang penting bagi anak, yakni ketaatan beribadah, nilai jujur, rukun dan hormat hal inilah yang perlu dikembangkan dan diberikan kepada anak serta dicontohkan oleh orang tua.
2. Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Prilaku Anak di Dusun Jalikko Desa Tallu Bamba Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang dalam hal ini kendala yang terjadi antara orang tua- anak tidak dapat dihilangkan akibat orang tua yang tidak sejalan dengan anak, harapan anak berbeda dengan harapan orang tua ini diakibatkan kurangnya komunikasi antara keduanya. Hal inilah yang perlu dirubah di dalam keluarga jika terjadi masalah antara orang tua- anak baiknya dikomunikasikan di lingkungan keluarga dan mencari solusi yang baik.
3. Kepada warga masyarakat Dusun Jalikko diharapkan pula kesadarannya untuk memahami peranan orang tua terhadap anak dan pentingnya menjaga keluarga dalam rangka pembinaan Akhlaq generasi muda sebagai generasi pelanjut.
i
DAFTAR PUSTAKA
Al- qur‟an Terjemahan
Ahmad Azhar Basyir.SeriRisalah Islamiyah Bidang Akhlaq, Cet.I.Yogyakarta:
Penerbit Muhammadiyah Majelis tarjih, 1990
Akhlaq Husain, Menjadi Orang tua Muslim Terhormat, Cet I Surabaya: Gema insai, 2000
Arikunto Suharsini, Prosedur Penelitian, Cet VIII: Jakarta, Rineka Cipta, 1992 Athian Ali moh Da‟i.2001 Keluarga Sakinah.Pt Raya Grafindo Persada.jakarta Bambang Trim.2005.Akhlak Mulia.Publishing
Asmaran As.Pengantar Studi Akhlak (PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta:1994) hlm 1-2
Dewi, W Aisyah. 2003. Mahligai Rumah Tangga Seorang Muslim. Putra Pelajar:
Http: //Www.Pksanz.Org, Http:// ajie.Web.Id/index.Php.diakses tanggal 09 januari 2015
Darajat Zakiah.Ilmu Jiwa Agama. Cet IV. Jakarta : Bulan Bintang
Filed under.Lingkungan Keluarga. Tagged: Artikel Tentang Kepribadian Anak, Http: Www.Pksan ,Org, Http: /// Ajie.We.id/index.Php.diakses taggal 17 januari 2015
Hasan Muflihun, Ahnan Maftuh.2003. Mengendalikan Dinamika Rumah Tangga Dengan Al Qur‟an. Putra Pelajar Suraaya Jawa Timur
Http: //Www.Pksanz.Org, Http:// ajie.Web.Id/index.Php.diakses tanggal 09 januari 2015
Jalaluddin Jalaluddin. 1996. Mempersiapkan Anak Sholeh Telaah Pendidikan Terhadap Sunnah Rasul Saw. Pt Raja Grafido Persada 1996, Jakarta Jalaluddin.1995 Psikologi Agama. Ed Revisi. Fajar Iterpratama. Offset PT Raja
Grafido Persada
Kahar, Mashur. 1985. Membina Moral Dan Akhlaq. Kalam Mulia Jakarta . Radar Jaya Offset Jakarta
Muhammad Bin Sholih Ustmani, Imam. Akhlaqul Karimah. H.3
Margono. Metodelogi penelitian pendidikan, Cet I, jakarta Rineka Cipta 1989 Sarupaet RI.2001.Rahasia Mendidik Anak Indonesia. Publishing house :Bandung Sarumpaet R,I 2003 Pedoman Berumah Tangga . Indoesia Publishing Haouse
49
i
Talib M.1995.Tanggung Jawab Orang tua Terhadap Anak.Irsyad Baitus Salam (lbs)
Thalib,Muhammad.2000.Praktek Rasulullah Saw Mendidik Anak Bidang Akhlak Dan Pergaulan.Irsyad Baitus Salam Sukamenah Indah Blok I-42 Bandung 40227
Sukardi,Ph.D, 2003.Metodelogi Penelitian Pendidikan Dan Kompetensi Dan Prakteknya.PT Bumi Aksara.
i
i
ANGKET PENELITIAN
A. Mukaddimah
1. Peneliti adalah Mahasiswa Fakultas Agama Islam Jurusan Pendidikan Agama Islam UNISMUH Makassar.
2. Angket ini dibuat dalam rangka penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I).
3. Judul skripsi ini adalah “Peran Ibu Rumah Tangga dalam Pembinanaan Akhlaq Anak di Dusun Jalikko Desa Tallu Bamba Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang.
4. Demi kesempurnaan penulisan skripsi ini maka anda diharapkan memberikan jawaban sesuai keadaan yang sebenarnya.
B. Petunjuk Kegiatan
1. Pilihlah salah satu jawaban yang telah disediakan dan berilah tanda silang (X) pada pilihan saudara.
2. Pilihan anda diharapka sejujur mungkin dan objektif tanpa ada pengaruh orang lain.
3. Periksalah kembali koesioner ini sebelum anda kembalikan, jangan sampai ada yang tidak terjawab.
4. Kerahasiaan data yag ada berikan kami jaga.
i
C. Identitas Responden
1. Nama : 2. Umur :
3. Jenis Kelamin : 4. Pekerjaan : D. Pedoman Angket.
1. Bagaimanakah tindakan Bapak/ Ibu bila mengetahui anda pergi tanpa pamit?
a. Memarahi b. Menasehati c. Membbiarkan
2. Bagaimanakah Bapak/Ibu apabila anda terlambat pulang je Rumah?
a. Memarahi b. Menasehati
c. Membiarkannya begitu saja
3. Bagaimana tindakan Bapak /ibu ketika melihat anda seksi atau tidak sopan?
a. Memarahi b. Menasehati
c. Membiarkannya begitu saja
4. Bagaiman tindakan Bapak/Ibu jika mengetahui anda menjalin
asmara dengan seseorang lawan jenis(pacaran)?
i
a. Setuju
b. Melarang c. Menasehati
5. Apakah Bapak/Ibu mengizinkan anda untuk memakai telpon genggam (HP)?
a. Setuju
b. Biasa-biasa saja c. Tidak setuju
6. Apakah Bapak/Ibu sering bercanda kepada anda tentyang hal- hal yang lucu?
a. Sering
b. Kadang-kadang
c. Tidak pernah
i
i
i