BAB IV METODE PENELITIAN
4.3 Populasi dan Sampel Penelitian
Menurut Arikunto (2013: 137), “populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.” Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi kasus. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012: 61). Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru Sekolah Dasar ada di Kecamatan Pa’jukukang yang terdaftar sebagai Aparatur Sipil Negara maupun Non ASN.
4.3.2 Sampel
Menurut Rianto (2006: 52), sampel adalah bagian dari populasi.
Jenis sampel yang diambil harus mencerminkan populasi. Sampel dapat didefinisikan sebagai sembarang himpunan yang merupakan bagian dari suatu populasi. Sugiyono (2014: 120) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut. Bila populasi besar, peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
Adapun yang menjadi sampel pada penelitian hanya dari beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Pa’jukukang terdapat di dalam table berikut :
Tabel 4.1
Data Jumlah Guru Di Beberapa Sekolah Dasar di Kecamatan Pa’jukukang
No. Nama Sekolah NPSN
Status Sekolah
Jumlah Rombel
Guru
L P Jumlah
1 SD Inpres Ujung
Katinting 40303975 SD Negeri 8 1 7 8
2 SD Inpres
Panoang 40304079 SD Negeri 12 - 12 12
3 SD Inpres Papan
Loe 40304090 SD Negeri 6 4 2 6
4 SDN 62 Mawang 40304016 SD Negeri 6 3 3 6
5 SDN 52 Korong
Batu 40304018 SD Negeri 9 2 7 9
JUMLAH 10 31 41
Berdasarkan pertimbangan bahwa data yang diteliti tidak begitu banyak dan masih dapat dijangkau, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Menurut Sugiyono (2015: 156), “Sampling jenuh adalah Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.” Dengan teknik tersebut, maka dapat diketahui dari data di atas bahwa dalam penelitian ini jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 41 orang.
4.4 Teknik Pengambilan Data
Pengumpulan data merupakan langkah paling penting dalam penelitian untuk menguji hipotesis. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang utama dalam penelitian (Sugiyono, 2014: 308). Berikut penjelasan teknik- teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini.
4.4.1 Angket atau Kuesioner
Sugiyono (2014: 192) mengemukakan “angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”. Angket yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup yang disajikan dalam bentuk pernyataan. Responden disuruh untuk memilih kategori jawaban yang telah diatur oleh peneliti dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom yang tersedia.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk checklist dengan tingkatan-tingkatan nilai untuk setiap alternatif jawaban menggunakan skala likert. Responden disuruh untuk memberi tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Kuisioner yang digunakan adalah kuisioner tertutup yaitu kuisioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih (Arikunto, 2006: 152). Kuisioner yang digunakan terdiri dari pertanyaan
dengan jumlah item atau option 5 jawaban tertentu sebagai pilihan dalam setiap butirnya.
4.4.2 Observasi
Observasi merupakan metode penelitian dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian.
4.4.3 Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku-buku, literatur, jurnal-jurnal, referensi yang berkaitan dengan penelitian ini dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
4.5 Jenis dan Sumber Data 4.5.1 Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data subjek. Sebab tujuan penelitian ini adalah meneliti persepsi subjek guru sekolah dasar mengenai peran serta orang tua, motivasi , dan lingkungan sekolah di sekolah masing-masing.
4.5.2 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan data hasil kuisioner yang diperoleh langsung dari sumber data tanpa melalui perantara. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu metode survei dan
metode observasi. Dalam penelitian inidata diperoleh secara langsung dari responden dengan cara membagikan kuisioner/daftar pertanyaan pada responden. Sementara itu, kuisioner yang diajukan disusun berdasarkan variabel yang telah ditentukan.
4.6 Metode Analisis Data
Data penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan Teknik regresi dan korelasi. Analisis dilakukan dengan pengolahan sacara manual memakai Microsoft excel dengan Langkah-langkah sebagai berikut:
4.6.1 Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Statistik deskriptif bertujuan untuk menyajikan data, ukuran data, ukuran sentral, serta penyebaran. Penyajian data mencakup daftar distribusi dan histogram. Ukuran sentral meliputi mean, median, dan modus. Ukuran penyebaran berupa varian dan simpangan baku atau standar deviasi.
Dalam pelaksanaan analisis deskriptif data, Langkah-langkah yang dilakukan adalah membuat tabulasi data untuk setiap variabel, mengurutkan data secara interval dan menyusunnya dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dengan analisis ini dapat diketahui besarnya
pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat secara langsung. Besarnya pengaruh dari variabel bebas dan terikat dinyatakan oleh besarnya koefisien determinan. Selanjutnya untuk menguji signifikan keofisien digunakan uji-t dan thitung yang diperoleh dan dibandingkan dengan ttabel. Analisis data dilakukan dengan taraf signifikansi 0,05 dan 0,01.
Untuk menghitung prosentase, terlebih dahulu dilakukan penskoran dengan skor tertinggi 5 dan skor terendah 1. Selanjutnya dari perolehan skor untuk setiap responden dihitung jumlah dan rata-ratanya. Rata-rata skor dari setiap responden dikelompokkan berdasarkan kriteria yang sudah dijelaskan yaitu:
Tabel 4.2
Pengelompokan Kriteria
Interval Skala Kategori Keterangan 1,00 – 1,80
1,81 – 2,60 2,61 – 3,40 3,41 – 4,20 4,21 – 5,00
Sangat Kurang Kurang
Cukup Baik
Sangat Baik
SK K C B SB
Setelah diperoleh banyaknya data dengan kelompok Sangat Baik hingga Sangat Kurang, kemudian dihitung persentasenya dengan rumus:
Persen Kategori = x 100%
Selain persentase, juga dilakukan perhitungan rata-rata hitung (mean), median, variansi, standar deviasi, dan penyajian data dalam grafik histogram.
4.6.2 Uji Persyaratan
Sebelum diuji hipotesis penelitian berupa analisis regresi, maka terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat untuk meyakinkan bahwa persamaan garis regresi yang diperoleh adalah linier dan dapat dipergunakan untuk peramalan, yaitu uji normalitas, uji linieritas, dan uji multikolinieritas.
4.6.2.1 Uji Normalitas Data
Penggunaan statistic parametris seperti t-test dan regresi mensyaratkan bahwa data setiap variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Oleh karena itu sebelum pengujian hipotesis dilakukan, maka terlebih dahulu akan dilakukan pengujian normalitas data. Pengujian normalitas data diamksudkan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi penelitian masing-masing variabel penelitian yang meliputi orang tua (X1), motivasi (X2), lingkungan sekolah (X3), dan minat belajar peserta didik (Y).
4.6.2.2 Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas digunakan untuk mengukur tingkat asosiasi (keeratan) hubungan/pengaruh antar variabel bebas melalui besaran koefisien korelasi (r). uji kolinieritas juga dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi diantara sesame variabel bebas. Model regresi dalam penelitian ini dapat memenuhi syarat apabila tidak terjadi multikolinieritas atau adanya korelasi diantara variabel bebas, (Santoso, 1999: 293).
4.6.2.3.Uji Heteroskedastisitas (Koefisien Spearman’s Rho)
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda di sebut uji heteroskedastisitas.
Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2013).
Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi veriabel terikat (dependen) dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada
tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dengan dasar analisis sebagai berikut :
a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
b. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas
4.6.2.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh peran serta orang tua,motivasi dan lingkungan sekolah terhadap minat belajar pada sekolah dasar di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng dengan variabel- variabel tersebut dapat disusun dalam fungsi atau persamaan sebagai berikut (Ghozali, 2005):
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e Dimana :
Y = Minat Belajar a = Nilai konstanta
b1 = Koefisien regresi variabel X1 (Orang Tua)
b2 = Koefisien regresi variabel X2 (Motivasi) b3 = Koefisien regresi variabel X3 (Lingkungan
Sekolah) X1 = Orang Tua X2 = Motivasi
X3 = Lingkungan Sekolah 4.6.2.5 Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan Y, apakah variabel X1, X2, dan X3 (kedisiplinan, loyalitas, dan kepemimpinan) benar-benar berpengaruh terhadap variabel Y (produktivitas) secara terpisah atau parsial (Ghozali, 2005). Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah : Ho: Variabel-variabel bebas (orang tua, motivasi dan lingkungan
sekolah) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap variabel terikat (Minat Belajar Peserta Didik).
Ha: Variabel-variabel bebas (orang tua, motivasi dan lingkungan sekolah) mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap variabel terikat (Minat Belajar Peserta Didik).
Dasar pengambilan keputusan (Ghozali, 2005) adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi, yaitu :
a. Apabila angka probabilitas signifikani > 0.05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.
b. Apabila angka probabilitas signifikansi < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.
4.6.2.6 Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan Y, apakah variabel X1, X2 dan X3 (peran serta orang tua , motivasi, lingkungan sekolah) benar-benar berpengaruh terhadap variabel Y (minat belajar peserta didik) secara terpisah atau parsial (Ghozali, 2005). Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah :
Ho : Variabel-variabel bebas (orang tua, motivasi dan lingkungan sekolah)) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Minat Belajar Peserta Didik).
Ha : Variabel-variabel bebas (orang tua, motivasi dan lingkungan sekolah)) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Minat Belajar Peserta Didik).
Dasar pengambilan keputusan (Ghozali, 2005) adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi, yaitu :
a. Apabila angka probabilitas signifikansi > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak.
b. Apabila angka probabilitas signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
4.6.2.7 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) dimaksudkan untuk mengetahui tingkat ketepatan paling baik dalam analisa regresi dimana hal yang ditunjukan oleh besarnya koefisien determinasi (R2) antara 0 (nol) dan I (satu). Koefsien determinasi (R2) nol variabel independen sama sekali tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Apabila koefisien determinasi semakinmendekati satu, maka dapat dikatakan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen, Selain itu koefisien determinasi (R2) dipergunakan untuk mengetahui presentase perubahan variabel tidak bebas (Y) yang disebabkan oleh variabel bebas (X).
Sehingga diketahui seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen. Analisis ini juga digunakan untuk mengetahui seberapa besar faktor –faktor lain diluar variabel dependent yang mempengaruhi variabel independent.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.1. Profil Obyek Penelitian
Kabupaten Bantaeng melakukan proses pembangunan di segala bidang satu diantaranya adalah bidang pendidikan dan kebudayaan, terkoordinasi melalui Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan bidang pendidikan (Pergub No: 26 Tahun 2008).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membawahi sekolah, khusunya sekolah dasar. Sekolah dasar tersebar di semua kecamatan. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah sekolah dasar di Kecamatan Pa’jukukang, yang terdiri dari : SD Inpres Ujung Katinting; SD Inpres Panoang; SD Inpres Papan Loe; SDN 62 Mawang dan SDN 52 Korong Batu.
5.1.2. Profil Responden
Responden merupakan seluruh Guru yang bertugas di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Pa’jukukang. Jumlah responden dalam
penelitian ini yaitu berjumlah 41 Guru. Profil responden yang diamati dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan.
Profil responden disajikan sebagai berikut : 5.1.2.1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Responden berdasarkan jenis kelamin dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu pria dan wanita, dapat dilihat pada tabel 5.1
Tabel 5.1
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Persen
1. Laki Laki 10 24.39
2 Perempuan 31 75.61
Total 41 100
Sumber: Data Primer diolah, 2021
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa ada 41 responden dalam penelitian ini, terdapat sebanyak 10 (24,39%) responden laki – laki sedangkan perempuan sebanyak 31 (75,61%). Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan dalam penelitian ini sebagai proporsi yang lebih besar dibanding jenis kelamin laki-laki. Ini karena pekerjaan sebagai seorang guru sangat cocok untuk perempuan. Guru merupakan pendidik yang profesional dengan tugas utama mendidik, membimbing, mengarahkan, mengajar, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didiknya, maka untuk pekerjaan tersebut sangat cocok untuk perempuan.
5.1.2.2. Responden Berdasarkan Usia
Responden berdasarkan usia dikelompokkan menjadi tiga kelompok interval usia yaitu usia 31 – 40 tahun, 41 – 50 tahun dan 51 – 60 tahun, dapat dilihat pada tabel 5.2
Tabel 5.2
Responden Berdasarkan Usia
No Interval Usia (tahun) Jumlah Persen
1. 31 – 40 9 21.95
2. 41 – 50 17 41.46
3. 51 - 60 15 36.59
Total 41 100
Sumber: Data Primer diolah, 2021
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa ada 41 responden dalam penelitian ini, terdapat sebanyak 9 (21,95%) responden berusia antara 31 – 40 tahun, terdapat sebanyak 17 (41,46%) responden berusia antara 41 – 50 tahun dan terdapat sebanyak 15 (36,59%) responden berusia antara 51 – 60 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa usia responden paling banyak pada usia antara 41 - 50 tahun dimana usia tersebut sudah tergolong tidak muda lagi. Namun pada interval usia tersebut sangat paham dalam menghadapi peserta didik. Kegiatan mendidik, membimbing, mengarahkan, mengajar, melatih, menilai, dan mengevaluasi dapat dilakukan dengan baik karena di usia tersebut emosi sudah dapat terkontrol.
5.1.2.3. Responden Berdasarkan Pendidikan
Responden berdasarkan pendidikan dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu S2 (Pasca Sarjana) dan S1 (Sarjana), dapat dilihat pada tabel 5.3
Tabel 5.3
Responden Berdasarkan Pendidikan
6.
No Interval Usia (tahun) Jumlah Persen
1. S2 (Pasca Sarjana) 1 2.44
2. S1 (Sarjana) 40 97.56
Total 41 100
Sumber: Data Primer diolah, 2021
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa ada 41 responden dalam penelitian ini, terdapat sebanyak 1 (2,44%) responden berpendidikan S2 (Pasca Sarjana) dan terdapat sebanyak 40 (97,56%) responden berpendidikan S1 (Sarjana). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden merupakan lulusan S1 (Sarjana), menandakan sebagian besar guru pada beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng sudah berpendidikan tinggi.
5.1.3. Analisis Deskriptif
Pada dasarnya analisis deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan kondisi variabel yang diteliti.
Untuk menggambarkan kondisi tersebut digunakan statistik sebagai alat untuk mendeskripsikannya. Statistik yang biasa digunakan atau secara umum sering digunakan adalah frekuensi.
Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran deskriptif mengenai responden penelitian ini, khususnya variabel-variabel penelitian yang digunakan. Dalam penelitian ini, kuesioner yang dibagikan menggunakan skala Likert. Maka perhitungan indeks jawaban responden dilakukan dengan rumus sebagai berikut : Nilai Indeks = ((F1x1) + (F2x2) + (F3x3) + (F4x4) + (F5x5)) / 5
Dimana :
F1 adalah frekuensi jawaban responden yang menjawab 1.
F2 adalah frekuensi jawaban responden yang menjawab 2.
F3 adalah frekuensi jawaban responden yang menjawab 3.
F4 adalah frekuensi jawaban responden yang menjawab 4.
F5 adalah frekuensi jawaban responden yang menjawab 5.
Untuk mendapatkan kecenderungan jawaban responden terhadap masing-masing variabel, maka akan didasarkan pada nilai skor rata-rata dari hasil perhitungan Three Box Method (Augusty Ferdinand, 2006), sebagai berikut:
Batas atas rentang skor : (%Fx5)/5 = (41x 5)/5 = 205/5 = 41 Batas bawah rentang skor : (%Fx1)/5 = (41 x 1)/5 = 41/5 = 8,2
Menurut Augusty Ferdinand (2006), angka jawaban responden tidak dimulai dari angka 0, tetapi mulai dari angka 1 hingga 5. Angka indeks yang dihasilkan menunjukkan skor antara 8,2 - 41. Dengan menggunakan Three Box Method maka rentang sebesar 32,8 dibagi menjadi 3 bagian, sehingga menghasilkan rentang untuk masing-masing bagian sebesar 10,93 dimana akan digunakan sebagai interpretasi nilai indeks sebagai berikut:
8,2 – 19,13 : Rendah 19,14 – 30,06 : Sedang 30,07 – 41 : Tinggi
Analisis deskriptif ini digambarkan oleh setiap tabel deskriptif, dimana setiap tabel mewakili satu pertanyaan.
Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Peran Serta Orang Tua (X1)
Berikut ini analisis deskriptif setiap item pertanyaan untuk variabel Peran Serta Orang Tua (X1) :
Tabel 5.4
Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Peran Serta Orang Tua (X1)
1 2 3 4 5
1
Adanya pola asuh dan pemeliharan yang baik didalam keluarganya
0 0 17 19 5 152 30,4 sedang
2
Adanya tempat mencurahkan isi hatinya didalam keluarganya
1 4 13 17 6 146 29,2 sedang
3 Adanya kasih sayang
didalam keluarganya 1 8 13 10 9 141 28,2 sedang
4
Tidak ada
hubungannya antara peran orang tua dengan dunia pendidikan.
1 8 12 17 3 136 27,2 sedang
5
Tidak ada kaitanya orang tua dengan minat belajar peserta didik
4 8 23 5 1 114 22,8 sedang
689 137,8
137,8 27,56
Jumlah
Indeks Y1 sedang
No Indikator Skor
Jml Indeks Kriteria
Sumber : Data primer yang diolah, 2021
Frequency table menunjukkan bahwa:
x1.1 valid 3 = 17 (41,5%),valid 4 = 19(46,3%),valid 5 = 5 (12,2%).
x1.2 valid 1= 1 (2,4%),valid 2 = 4 (9,8%),valid 3=13(31,7%), valid 4=
17(41,5%),valid 5= 6(14,6%).
x1.3 valid 1=1(2,4%),valid 2=8(19,5%),valid 3= 13(31,7%),valid 4=
10(24,4%),valid 5 = 9(22,0).
x1.4 valid 1=1(2,4%),valid 2= 8 (19,5%),valid 3=12(29,3),valid 4=17(41,5%),valid 5=3 (7,3%)
x1.5 valid 1=4 (9,8%),valid 2 = 8 (19,5%),valid 3 = 23 (56,1), valid 4 = 5 (12,2%), valid 5 = 1 (2,4%)
Tabel diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden untuk lima pernyataan yang diajukan berkaitan dengan peran serta orang tua terlihat berimbang tidak ada yang sangat mencolok dan semua berada pada skala sedang. Hal ini menunjukkan bahwa peran serta orang tua memberi kontribusi dalam meningkatkan minat belajar siswa.
Tanggapan terhadap pernyataan nomor dua tentang adanya tempat mencurahkan isi hatinya didalam keluarganya mengidentifikasikan kebutuhan kemampuan belajar siswa. Namun peranserta orang tua masih perlu lebih ditingkatkan lagi di masa masa yang akan datang
Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Motivasi (X2)
Berikut ini analisis deskriptif setiap item pertanyaan untuk variabel motivasi (X2 )
Tabel 5.5
Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Motivasi (X2)
1 2 3 4 5
1
Adanya dorongan yang baik baik dalam keluarga dan sekolah
0 10 17 10 4 131 26,2 sedang
2
Adanya rasa ingin tahu dari apa yang mereka sedang pelajari
5 7 18 9 2 119 23,8 sedang
3
Adanya keberania mengemukakan ide yang bertentangan
0 3 26 8 4 136 27,2 sedang
4
Terciptanya motivasi dalam keadaan suasana kelas yang membosankan
5 7 18 9 2 119 23,8 sedang
5
Tibulnya motivasi dalam keadaan pemberian ganjaran yang tidak mendidik
0 10 17 10 4 131 26,2 sedang
636 127,2 sedang
127,2 25,44 sedang
Jml Indeks Kriteria
Jumlah Indeks Y1
No Indikator Skor
Sumber : Data primer yang diolah, 2021
Frequency table menunjukkan bahwa:
x2.1 valid 2=10(24,4%) ,valid 3=17(41,5%), valid 4= 10 (24,4%),valid 5 = 4(9,8%)
x2.2 valid 1 =5 (12,2%),valid 2 = 7 (17,1%), valid 3 =18(43,9), valid 4 = 9 (22,0%),valid 5=2 (4,9%).
x2.3 valid 2=3(7,3%), valid 3 = 26 (63,4%), valid 4=8 (19,5%), valid 5 = 4 (9,8%)
x2.4 valid 1=5 (12,2%), valid 2 = 7(17,1%), valid 3 =18(43,9%),valid 4 = 9(22,0%), valid 5 = 2 (4,9%)
x2.5 valid 2 = 10 (24,4%), valid 3 = 17(41,5%) ,valid 4 =10 (24,4%), valid 5= 4 (9,8%)
Tabel diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden untuk lima pernyataan yang diajukan berkaitan dengan motivasi terlihat berimbang tidak ada yang sangat mencolok dan semua berada pada skala sedang. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi siswa dan guru di Sekolah Dasar Kecaatan Pa’jukukang sudah memadai.
Terlihat terdapat tanggapan yang lebih menonjol yaitu pada poin ketiga pernyataan terkait dengan adanya keberanian mengemukakan ide yang bertentangan, mendapat responden yang baik. Namun motivasi masih perlu lebih ditingkatkan lagi di masa masa yang akan datang.
Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Lingkungan Sekolah (X3)
Berikut ini analisis deskriptif setiap item pertanyaan untuk variabel Lingkungan Sekolah (X3) :
Tabel 5.6
Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Lingkungan Sekolah (X3)
1 2 3 4 5
1
Lingkungan sekolah memiliki fungsi mempersiapkan ,menyediakan,membe ntuk peserta didik.
0 5 12 16 8 150 30 sedang
2
Lingkungan sekolah mengajarkan peserta didik menaati peraturan peraturan sekolah
2 5 15 14 5 138 27,6 sedang
3
Pelayanan ,alat belajar,gedung dan metode belajar sangat mempengaruhi minat belajar peserta didik
0 2 20 15 4 144 28,8 sedang
4
Manejem sekolah yang kurang disiplin akan meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar.
0 3 18 14 6 146 29,2 sedang
5
Lingkungan sekolah tidak berperang penting terhadap peningkatan minat belajar peserta didik.
2 4 14 14 7 143 28,6 sedang
721 144,2
144,2 28,84
Jumlah
Indeks Y1 sedang
No Indikator Skor
Jml Indeks Kriteria
Sumber : Data primer yang diolah, 2021
Frequency table menunjukkan bahwa:
x3.1 valid 2 = 5(12,2%), valid 3 =12(29,3%) ,valid 4= 16( 39,0%), valid 5 = 8 (19,5%)
x3.2 valid 1 = 2 (4,9%), valid 2= 5 (12,2%), valid 3= 15 (36,6%) , valid 4 = 14 (34,1%), valid 5 = 5 (12,2%)
x3.3 valid 2= 2(4,9%) , valid 3 = 20 (48,8), valid 4 = 15 (36,6 %), valid 5 = 4 (9,8%)
x3.4 valid 2 = 3 (7,3%), valid 3= 18 (43,9%) ,valid 4 = 14 (34,1%), valid 5 = 6 (14,6%)
x3.5 valid 1 = 2 (4,9%) , valid 2 = 4 (9,8 %), valid 3 = 14(34,1%), valid 4 = 14(34,1%), valid 5 = 7 (17,1%)
Tabel diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden untuk lima pernyataan yang diajukan berkaitan dengan lingkungan sekolah terlihat berimbang tidak ada yang sangat mencolok dan semua berada pada skala sedang. Hal ini menunjukkan lingkungan sekolah adalah hal yang perlu perhatian.
Terlihat terdapat tanggapan yang lebih menonjol pada poin satu pernyataan terkait dengan lingkungan sekolah memiliki fungsi mempersiapkan, menyediakan, membentuk peserta didik. yang utama responden menyampaikan pendapatnya.
Tapi hasil penelitian ini menyiratkan bahwa lingkungan sekolah masih perlu lebih ditingkatkan lagi di masa masa yang akan datang.
Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Minat Belajar Peserta Didik (Y1)
Berikut ini analisis deskriptif setiap item pertanyaan untuk variabel Minat Belajar Peserta Didik (Y1)
Tabel 5.7
Analsis Deskriptif Item Pertanyaan Untuk Variabel Minat Belajar Peserta Didik (Y2)
1 2 3 4 5
1
Peserta didik memiliki perhatian yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran
0 0 7 24 10 167 33,4 Tinggi
2
Peserta didik tidak terpengaruh terhadap kegiatan diluar sekolah disaat pembelajaran berlangsung.
1 10 12 15 3 132 26,4 sedang
3
Peserta didik memiliki dorongan dari dalam dirinya sebagai motivasi untuk belajar.
0 0 7 24 10 167 33,4 Tinggi
4
Faktor pendekatan belajar tidak ada hubunganya dengan minat belajar peserta didik
2 3 20 14 2 134 26,8 sedang
5
Faktor Eksternal (Faktor dari luar sekolah ) tidak mempengaruhi minat belajar peserta didik.
1 10 12 15 3 132 26,4 sedang
732 146,4 244 48,8 Jumlah
Indeks Y1 sedang
No Indikator Jml Indeks Kriteria
Sumber : Data primer yang diolah, 2021
Frequency table menunjukkan bahwa:
Y1 valid 2 = 7 (17,1 %), valid 3 = 24 (58,5%), valid 4 = 10 (24,4%)
Y2 valid 1 = 1 (2,4%) , valid 2 = 10(24,4 %) ,valid 3 = 12 (29,3%), valid 4 = 15 (36,6%), valid 5 = 3 (7,3 %)
Y3 valid 2 = 7(17,1%), valid 3 = 24 (58,5%) , valid 4 = 10 (24,4%)
Y4 valid 1 = 2 (4,9%) , valid 2 = 3(7,3%) ,valid 3 = 20 (48,8%) , valid 4 = 14 (34,1 %), valid 5 = 2 (4,9%)
Y5 valid 1 = 1 (2,4%) , valid 2 = 10 (24,4 %) , valid 3 = 12 (29,3 %), valid 4 = 15 (36,6%) , valid 5 = 3 (7,3 %)
Tabel diatas menunjukkan bahwa tanggapan responden untuk lima pernyataan yang diajukan berkaitan dengan minat belajar peserta didik terlihat berimbang tidak ada yang sangat mencolok dan semua berada pada skala sedang/ tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa minta belajar pesrta didik perlu semakin ditingkatkan.
Terlihat terdapat tanggapan yang lebih menonjol pada poin pertama dan ketiga pernyataan terkait dengan peserta didik memiliki perhatian yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran dan Peserta didik memiliki dorongan dari dalam dirinya sebagai motivasi untuk belajar mendapat responden baik. Tapi hasil penelitian ini menyiratkan bahwa minar belajar peserta didik masih perlu lebih ditingkatkan lagi di masa masa yang akan datang.