109 KODE UNIT : G.46RIT00.018.1
JUDUL UNIT : Menerapkan Perilaku Kerja Aman di Gerai Ritel DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini menjelaskan pengetahuan,
keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menerapkan praktek kerja yang aman di lingkungan kerja ritel agar pelanggan merasa nyaman dan puas.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Menerapkan
prosedur
keselamatan dasar
1.1 Prosedur keselamatan dilakukan untuk mencapai lingkungan kerja yang aman, sesuai dengan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang relevan, termasuk kode praktek mengenai bahaya tertentu di industri atau tempat kerja.
1.2 Praktek kerja yang tidak aman
110 terbatas dari orang lain sehingga tercapai peningkatan penjualan dan maksimalisasi laba.
1.2 Prosedur keselamatan meliputi penanganan uang tunai, keadaan darurat, kebakaran, kecelakaan kerja, evakuasi staf dan pelanggan, penanganan benda berbahaya, identifikasi bahaya, penyelesaian masalah, penanganan secara manual, keamanan pribadi, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelaporan insiden dan kecelakaan kerja di tempat kerja, keamanan gerai, manajemen stres, dan pembuangan limbah.
1.3 Praktek kerja yang tidak aman meliputi peralatan yang rusak, kemasan atau wadah yang rusak, saluran listrik dan air, alat pengelem, bahan mudah terbakar dan potensi bahaya kebakaran, tangga, prosedur pengangkatan, alat dan instrument yang tajam, tumpahan limbah dan puing-puing, stres zat beracun dan troli.
1.4 Instalasi dan peralatan meliputi peralatan yang rusak atau hancur, kemasan atau wadah yang rusak, perawatan mesin, alat pemotong dan instrumen yang tajam.
1.5 Kebijakan dan prosedur gerai yang berkaitan dengan K3 meliputi prosedur keselamatan dasar, pelanggan dan staf, benda berbahaya, prosedur penanganan darurat, perlengkapan dan peralatan, undang-undang dan peraturan K3, gedung, praktek penanganan dan pengangkatan secara manual, dan stok.
1.6 Praktek penanganan secara manual termasuk prosedur pekerjaan, praktek pengangkatan dan penggeseran, menggunakan peralatan seperti tangga dan troli.
1.7 Personil yang ditunjuk mencakup manajer, perwakilan keselamatan kerja, pengawas keselamatan kerja dan pimpinan tim.
1.8 Prosedur darurat meliputi penanganan kecelakaan kerja, perampokan bersenjata, kebakaran, wabah penyakit, evakuasi gerai, badai dan bencana alam.
2. Peralatan dan perlengkapan 2.1 Peralatan
2.1.1 Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
111 2.1.2 Papan tanda area bahaya
2.1.3 Alat kebersihan
2.1.4 Alat dasar keselamatan dan keamanan kerja sesuai dengan sektor dan konteks bisnis ritel
2.2 Perlengkapan
2.2.1 Formulir dan dokumen K3 sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan
2.2.2 Perlengkapan pendukung praktek keselamatan kerja, penerimaan dan penyimpanan barang
2.2.3 Buku panduan penggunaan atau pengoperasian peralatan kerja
3. Peraturan yang diperlukan
3.1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 3.2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen
3.3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung 4. Norma dan standar
4.1 Norma
4.1.1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 4.2 Standar
4.2.1 Kebijakan dan prosedur perusahaan mengenai keselamatan kerja pada gerai ritel
4.2.2 Kebijakan dan prosedur perusahaan mengenai penyimpanan barang di gudang
PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian
1.1 Penilaian dilakukan terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dapat dilakukan dengan cara lisan, tulisan, pengumpulan portofolio, laporan pihak ketiga, demonstrasi praktek dan/atau simulasi di tempat kerja dan/atau di Tempat Uji Kompetensi (TUK).
112 1.2 Hal-hal yang diperlukan dalam penilaian dan kondisi yang berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini adalah tempat uji yang mewakili tempat kerja beserta kelengkapan peralatan, bahan, dokumen dan formulir dalam rangka kelancaran demonstrasi praktek.
2. Persyaratan kompetensi
2.1 G.46RIT00.008.1 Berkomunikasi Aktif dalam Lingkungan Kerja Ritel
3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan 3.1 Pengetahuan
3.1.1 Strategi mengendalikan risiko melalui hirarki pengendalian bahaya
3.1.2 Penggunaan pakaian dan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat, menghilangkan potensi bahaya, mengisolasi potensi bahaya, menggunakan kontrol administrasi, menggunakan kontrol engineering
3.1.3 Prosedur penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan 3.1.4 Identifikasi potensi bahaya di area kerja meliputi kebakaran, bahaya bahan kimia dan listrik, mengelola kerusakan dan kerusakan alat, terpeleset dan terjatuh, tumpahan dan kebocoran bahan, penyimpanan barang berbahaya dan zat berbahaya, penanganan limbah
3.1.5 Pengelolaan K3 yang meliputi proses komunikasi dan konsultasi K3, menterjemahkan symbol dan rambu-rambu K3, prosedur penangan secara manual, prosedur pelaporan 3.1.6 Kebijakan dan prosedur yang berdasarkan pada prosedur
darurat K3, praktek dan kode etik perusahaan yang relevan, hak dan tanggung jawab personil yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam penerapan K3 di area kerja
3.1.7 Undang-undang dan peraturan keselamatan kerja
113 3.2 Keterampilan
3.2.1 Komunikasi dan keterampilan interpersonal untuk melaporkan praktik kerja yang tidak aman, kerusakan instalasi dan peralatan serta insiden dan kecelakaan
3.2.2 Keterampilan membaca dan berhitung untuk mengestimasi bobot, ukuran, kuantitas dan campuran
3.2.3 Keterampilan menerjemahkan penggunaan simbol dan rambu-rambu K3, serta instruksi keselamatan kerja
3.2.4 Keterampilan pengelolaan limbah secara tepat
3.2.5 Kerampilan penanganan kerusakan dan kerusakan alat, iidentifikasi bahan dan zat yang berpotensi bahaya
3.2.6 Keterampilan menggunakan alat pemadam kebakaran, dan Alat Pelindung Diri (APD)
4. Sikap kerja yang diperlukan
4.1 Cermat mengidentifikasi potensi bahaya
4.2 Patuh terhadap prosedur, peraturan dan ketentuan yang berlaku 4.3 Hati-hati saat menggunakan peralatan K3 dan alat pelindung diri 4.4 Teliti menyiapkan dokumen dan laporan K3
4.5 Telaten melakukan perawatan peralatan K3
4.6 Komunikatif saat mengkomunikasikan peraturan K3 kepada seluruh anggota tim
5. Aspek kritis
5.1 Ketepatan dalam melakukan prosedur keselamatan untuk mencapai lingkungan kerja yang aman, sesuai dengan peraturan K3 yang relevan
5.2 Keberhasilan dalam mematuhi prosedur darurat, evakuasi dan kebakaran sesuai dengan kebijakan gerai dan undang-undang K3
114 KODE UNIT : G.46RIT00.019.1
JUDUL UNIT : Menerapkan Kemampuan Berbahasa, Literasi, dan Numerasi Untuk Mendukung Kinerja di Tempat Bekerja
DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk menunjukan pemahaman dan kemampuan berbahasa, literasi dan numerasi yang dibutuhkan di tempat bekerja termasuk kemampuan berbahasa selain Indonesia untuk melayani pelanggan luar negeri.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Menunjukan
kemampuan
berbahasa, membaca dan menghitung
1.1 Kemampuan berbahasa, literasi, dan numerasi diidentifikasi untuk menunjang kinerja di bisnis ritel.
1.2 Pendekatan sederhana untuk mengembangkan dan melatih keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi diidentifikasi untuk diterapkan.
2. Mengidentifikasi
kebutuhan berbahasa, membaca, dan
menghitung di tempat bekerja
2.1 Kebutuhan keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi diidentifikasi untuk menunjang keberhasilan tugas sehari-hari.
2.2 Perbedaan pribadi dan budaya di tempat kerja diidentifikasi untuk menjawab tantangan kebutuhan keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi.
2.3 Manfaat dari pengembangan keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi di tempat kerja diidentifikasi untuk meningkatkan kinerja.
3. Menerapkan pendekatan yang mendukung keterampilan
berbahasa, literasi, dan numerasi di tempat kerja
3.1 Kemampuan berbahasa, literasi dan numerasi diterapkan saat melayani pelanggan.
3.2 Perilaku yang menghambat kemampuan keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi didiskusikan dengan personil yang tepat.
3.3 Penilaian terkait keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi didapatkan dari personil yang tepat.
115 ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
3.4 Saran dan masukan dari personil yang tepat terkait pengembangan keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi diterima untuk direalisasikan.
3.5 Komunitas formal, informal atau dukungan khusus untuk pengembangan keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi diidentifikasi untuk dipilih.
BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel
1.1 Unit kompetensi ini berlaku untuk karyawan floor/frontliner dan back office yang bekerja pada berbagai ukuran gerai dan macam aspek dan bisnis ritel yang bekerja berdasarkan panduan operasional dengan pengawasan tidak langsung dan bimbingan dari atasan, dan dapat memecahkan masalah sederhana dengan metode yang baku sesuai kebijakan dan prosedur perusahaan.
1.2 Literasi dapat mencakup keterampilan membaca untuk memahami informasi, keterampilan menulis, keterampilan komunikasi lisan dan keterampilan menggunakan teknologi digital.
1.3 Numerasi meliputi keterampilan untuk melakukan operasi matematika sederhana seperti menambah, mengurangi, mengalikan, dan membagi, membaca skala dan alat pengukur, menggunakan kalkulasi, membaca dan menafsirkan tabel dan diagram serta membaca dan menafsirkan peta
1.4 Pendekatan sederhana untuk mengembangkan dan melatih keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi meliputi pengembangan dalam menggunakan, bahasa internasional yang umum digunakan di bisnis ritel, pengembangan dalam menggunakan komunikasi lisan, pengembangan dalam menggunakan teks tertulis, pengembangan dalam menggunakan daftar kosakata tempat kerja atau pribadi, penggunakan pertanyaan aktif untuk mengkonfirmasi instruksi
1.5 Perbedaan pribadi dan budaya dapat mencakup perbedaan budaya disebabkan pendidikan formal, pengalaman atas trauma, tidak bisa
116 berbahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang umum digunakan di bisnis ritel
1.6 Pelanggan dapat berupa pelanggan dalam negeri maupun luar negeri 1.7 Perilaku yang menghambat kemampuan keterampilan bahasa,
literasi, dan numerasi mencakup absensi dari program-program pengembangan keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi yang diadakan perusahaan, apatis terhadap pengembangan diri, frustasi dan putus asa atas kekurangan yang dimiliki, mengelak dan menghindar dari kenyataan.
1.8 Personil yang tepat mencakup penyelia (supervisor)¸ spesialis berbahasa, literasi, dan numerasi serta rekan kerja yang dianggap lebih mahir dalam berbahasa, literasi, dan numerasi.
1.9 Dukungan khusus tergantung pada kebutuhan individu dan sumber daya yang tersedia di tempat kerja, meliputi namun tidak terbatas kepada spesialis berbahasa, literasi, dan numerasi, program pemerintah yang didanai nasional, hotline berbahasa, literasi, dan numerasi, Translating and Interpreting Service (TIS)
2. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan 2.1 Peralatan
2.1.1 Media komunikasi
2.1.2 Media digital penerjemah bahasa 2.1.3 Jaringan saluran komunikasi 2.2 Perlengkapan
2.2.1 Kosakata dasar bahasa internasional (Inggris, Mandarin, Korea, dan sebagainya)
3. Peraturan yang diperlukan
3.1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
4. Norma dan standar 4.1 Norma
4.1.1 Kode etik mengenai pelayanan pelanggan
117 4.1.2 Kesehatan dan kebersihan gerai
4.1.3 Tata krama, kesopanan dan tutur kata yang sesuai dengan citra gerai dan budaya setempat
4.2 Standar
4.2.1 Kebijakan dan prosedur perusahaan mengenai pelayanan pelanggan
4.2.2 Kebijakan dan prosedur perusahaan mengenai kebersihan dan kenyamanan berbelanja pelanggan
PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian
1.1 Penilaian dilakukan terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dapat dilakukan dengan cara lisan, tulisan, pengumpulan portofolio, laporan pihak ketiga, demonstrasi praktek dan/atau simulasi di tempat kerja dan/atau di Tempat Uji Kompetensi (TUK).
1.2 Hal-hal yang diperlukan dalam penilaian dan kondisi yang berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini adalah tempat uji yang mewakili tempat kerja beserta kelengkapan peralatan, bahan, dokumen dan formulir dalam rangka kelancaran demonstrasi praktek.
2. Persyaratan kompetensi
2.1 G.46RIT00.008.01 Melakukan Komunikasi Aktif dalam Lingkungan Kerja Ritel
3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan 3.1 Pengetahuan
3.1.1 Percakapan dasar dalam berbahasa Inggris
3.1.2 Kebijakan dan prosedur gerai yang berhubungan dengan:
a. Pelayanan pelanggan
b. Berinteraksi kepada pelanggan
c. Keluhan pelanggan (produk atau personil gerai) 3.1.3 Citra gerai
118 3.1.4 Peraturan perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan baik
lokal, nasional ataupun asosiasi 3.2 Keterampilan
3.2.1 Berkomunikasi lisan untuk menanyakan saran atau masukan terkait keterampilan berbahasa, literasi dan numerasi
3.2.2 Membaca dokumen yang rutin ditemukan dan dikerjakan di tempat kerja
3.2.3 Mengorganisasikan waktu untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, literasi dan numerasi
3.2.4 Penyelesaian masalah keterampilan berbahasa, literasi dan numerasi
4. Sikap kerja yang diperlukan
4.1 Proaktif menggunakan bahasa internasional yang sering digunakan di bisnis ritel
4.2 Konsisten dan rajin mempelajari kosakata dasar bahasa internasional yang sering digunakan di bisnis ritel
4.3 Suportif menerima saran dan masukan dari pihak lain terkait keterampilan berbahasa, literasi dan numerasi
4.4 Patuh terhadap Standard Operating Procedure (SOP), peraturan dan ketentuan yang berlaku
5. Aspek kritis
5.1 Ketepatan dalam mengidentifikasi kemampuan berbahasa, literasi, dan numerasi untuk menunjang kinerja di bisnis ritel
5.2 Ketepatan dalam mengidentifikasi kebutuhan keterampilan berbahasa, literasi, dan numerasi untuk menunjang keberhasilan tugas sehari-hari
5.3 Ketepatan dalam menerapkan kemampuan berbahasa, literasi dan numerasi saat melayani pelanggan
119 KODE UNIT : G.46RIT00.020.1
JUDUL UNIT : Mencapai Standar Kinerja dalam Lingkungan Ritel DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan pengetahuan, keterampilan dan
sikap kerja yang diperlukan untuk mencari umpan- balik dalam meningkatkan kinerja dan menggunakan teknologi terkini saat menjalankan tugas.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1. Mengatur jadwal kerja 1.1 Tujuan dan rencana kerja ditetapkan bersama pihak yang relevan.
1.2 Tujuan dan rencana individu, disesuaikan dengan tujuan dan rencana organisasi.
1.3 Rencana dan beban kerja diatur prioritasnya dengan waktu tertentu.
2. Menyelesaikan tugas- tugas pekerjaan
2.1 Tugas-tugas dalam jadwal kerja diselesaikan sesuai dengan kebutuhan gerai dan instruksi.
2.2 Komunikasi efektif digunakan untuk mencari solusi dari rekan-rekan ketika mengalami kesulitan.
2.3 Faktor yang mempengaruhi pekerjaan diidentifikasi untuk penyesuaian tindakan yang diambil.
2.4 Teknologi ritel digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan.
2.5 Kemajuan tugas dikomunikasikan dengan supervisor, teman atau rekan kerja terkait.
3. Mengevaluasi kinerja 3.1 Umpan balik kinerja diminta kepada penyelia (supervisor) atau rekan kerja.
3.2 Kinerja diperbaiki sesuai dengan umpan balik dan pencapaian standar kinerja.
3.3 Peluang untuk meningkatkan kinerja dikenali bersama dengan rekan kerja.
BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel
1.1 Unit kompetensi ini berlaku untuk karyawan floor/frontliner dan back office yang bekerja pada berbagai ukuran gerai dan macam aspek dan bisnis ritel yang bekerja berdasarkan panduan
120 operasional dengan pengawasan tidak langsung dan bimbingan dari atasan, dan dapat memecahkan masalah sederhana dengan metode yang baku sesuai kebijakan dan prosedur perusahaan
1.2 Pihak yang relevan meliputi rekan kerja, anggota staf lain, penyelia (supervisor) dan mentor.
1.3 Kebutuhan gerai mengenai prinsip dan praktek kesetaraan, kebijakan yang terkait dengan anti-diskriminasi, rencana bisnis dan kinerja, standar etika, tujuan, sasaran, rencana, sistem dan proses, kebijakan, pedoman dan persyaratan hukum, proses dan standar kualitas dan perbaikan secara berkelanjutan
1.4 Rekan-rekan meliputi mentor, anggota tim lain, rekan kerja dalam satu tim atau setingkat, supervisor dan manajer
1.5 Faktor yang mempengaruhi pekerjaan meliputi prosedur yang baru, perubahan dalam organisasi, persaingan tuntutan pekerjaan, faktor lingkungan seperti waktu dan cuaca, tuntutan pekerjaan lain, masalah sumber daya, kerusakan pada teknologi/peralatan
1.6 Teknologi meliputi aplikasi, alat pengolah data, catatan elektronik, mesin fax, mesin fotokopi, alat pencetak dan scanner
1.7 Umpan balik kinerja meliputi penilaian kinerja secara resmi/non- formal, mendapatkan umpan balik dari pelanggan, mendapatkan umpan balik dari supervisor dan rekan, strategi perilaku yang mencerminkan personal, metode organisasi rutin untuk pengiriman pelayanan pemantauan
1.8 Peluang untuk meningkatkan kinerja mencakup namun tidak terbatas kepada bimbingan, pembinaan dan/atau pengawasan, penyediaan pelatihan internal/eksternal, belajar mandiri, pengakuan atas kompetensi saat ini/ pengakuan keterampilan, dan penilaian keterampilan kerja.
2. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan 2.1 Peralatan
2.1.1 Aplikasi alat pengolah data 2.1.2 Alat pengolah data
2.1.3 Catatan elektronik
121 2.1.4 Mesin fax
2.1.5 Mesin photocopy 2.1.6 Alat pencetak 2.1.7 Scanner 2.2 Perlengkapan
2.2.1 Formulir dan dokumen sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan dalam pengukuran standar kinerja ritel
2.2.2 Perlengkapan pendukung untuk mencapai kinerja dalam lingkungan ritel
3. Peraturan yang diperlukan
3.1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 3.2 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan 3.3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan
4. Norma dan standar 4.1 Norma
4.1.1 Kode etik mengenai pengukuran standar kinerja dalam lingkungan ritel
4.2 Standar
4.2.1 Kebijakan dan prosedur perusahaan mengenai standar kinerja dalam lingkungan ritel
PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian
1.1 Penilaian dilakukan terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dapat dilakukan dengan cara lisan, tulisan, pengumpulan portofolio, laporan pihak ketiga, demonstrasi praktek dan/atau simulasi di tempat kerja dan/atau di Tempat Uji Kompetensi (TUK).
1.2 Hal-hal yang diperlukan dalam penilaian dan kondisi yang berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini adalah tempat uji yang mewakili tempat kerja beserta kelengkapan peralatan, bahan, dokumen dan formulir dalam rangka kelancaran demonstrasi praktek.
122 2. Persyaratan kompetensi
(Tidak ada.)
3.Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan 3.1 Pengetahuan
3.1.1 SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan KKNI (Kerangka Kerja Nasional Indonesia) di bidang ritel.
3.1.2 Prinsip-prinsip etika kerja dan kode praktek
3.1.3 Undang-undang dan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
3.1.4 Kebijakan, perencanaan dan prosedur perusahaan 3.2 Keterampilan
3.2.1 Membaca dan menulis untuk mengelola informasi tertulis dan lisan mengenai persyaratan kerja
3.2.2 Mengelola keterampilan untuk memecahkan masalah rutin 3.2.3 Mengidentifikasi teknologi yang tepat untuk penyelesaian
tugas sesuai dengan standard kinerja
3.1.1 Melakukan diskusi dengan pihak-pihak yang relevan mengenai karir di industri ritel
3.1.2 Melakukan pencarian di internet mengenai standar kinerja di lingkungan ritel, SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan KKNI (Kerangka Kerja Nasional Indonesia) di bidang ritel
4. Sikap kerja yang diperlukan
4.1 Patuh terhadap Standard Operating Procedure (SOP), peraturan dan ketentuan yang berlaku
4.2 Cermat dalam membuat perencanaan kerja setiap hari agar agar sesuai dengan standar kinerja perusahaan
4.3 Disiplin melakukan tindakan-tindakan sesuai perencanaan kerja 4.4 Teliti dalam mengidentifikasi hal-hal yang dapat meningkatkan
kinerja
4.5 Mandiri menggali informasi untuk meningkatkan standar kinerja
123 5. Aspek kritis
5.1 Kecermatan dalam mengatur prioritas rencana dan beban kerja dengan waktu tertentu
5.2 Keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam jadwal kerja sesuai dengan kebutuhan gerai dan instruksi
5.3 Keberhasilann dalam memperbaiki kinerja sesuai dengan umpan balik dan pencapaian standar kinerja
124 KODE UNIT : G.46RIT00.021.1
JUDUL UNIT : Menangani Makanan dengan Aman di Gerai Ritel DESKRIPSI UNIT : Unit Kompetensi ini menjelaskan pengetahuan,
keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menangani kebersihan produk makanan dilingkup operasional retail sesuai dengan prosedur dan kebijakan gerai demi memnuhi tuntutan pelanggan.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Mengikuti program
keamanan makanan.
1.1 Informasi dari program keamanan makanan diakses untuk memastikan pengendalian makanan secara aman.
1.2 Keamanan makanan dipantau sesuai prosedur dengan menggunakan dokumen pendukung apabila diperlukan.
1.3 Bahaya pada makanan dikendalikan sesuai dengan prosedur kerja.
1.4 Tindakan korektif diambil dalam lingkup tanggung jawab pekerjaan ketika terdapat bahaya keamanan makanan dan ketidakpatuhan terhadap standar keamanan makanan.
1.5 Informasi keselamatan makanan dicatat, termasuk kerusakan peralatan yang berkaitan dengan program keamanan makanan.
2. Menempatkan makanan sesuai jenisnya
2.1 Persediaan makanan ditempatkan pada area penyimpanan yang tepat dengan segera, aman dan tanpa merusak sesuai dengan jenisnya.
2.2 Makanan ditangani pada lingkungan yang terhindar dari kontaminasi dengan memaksimalkan kesegaran, kualitas dan tampilan.
2.3 Makanan dditempatkan pada suhu yang terkendali sesuai dengan item makanan 2.4 Proses pemanas dan pendinginan
digunakan sebagai pendukung kinerja mikrobiologis keamanan makanan.
2.5 Sesuatu yang berpotensi tidak aman terhadap proses keselamatan makanan diidentifikasi untuk dihilangkan
2.6 Bahan cucian dan sanitasi ditangani sesuai
125 ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
dengan prosedur untuk menghindari kontaminasi silang
2.7 Makanan yang dibuang harus dipisahkan dari makanan lainnya
2.8 Makanan terkontaminasi harus segera dibuang untuk menghindari terjadi kontaminasi silang.
3. Mempertahankan standar kebersihan pribadi.
3.1 Prosedur sanitasi dan higienis dipatuhi untuk meminimalkan risiko kontaminasi.
3.2 Pakaian dan sepatu yang dipakai sesuai dengan standar kebersihan seragam.
3.3 Rambut dan luka yang terbuka ditutup untuk meminimalkan risiko keamanan makanan.
3.4 Masalah kesehatan atau penyakit dilaporkan kepada personil yang relevan.
4. Memelihara
peralatan dan area kerja.
4.1 Peralatan, permukaan dan alat masak dipelihara sesuai dengan prosedur gerai.
4.2 Kebersihan, pengawasan dari kontaminasi dan pemeliharaan makanan dilaporkan kepada pihak terkait.
4.3 Peralatan dan perkakas masak yang patah dan rusak, segera dibuang.
4.4 Langkah-langkah dalam lingkup tanggung jawab diambil untuk memastikan bahan makanan bebas dari serangga, hama dan merugikan.
4.5 Insiden-insiden penemuan hama dan binatang pada makanan dilaporkan kepada personil yang relevan.
BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel
1.1 Unit kompetensi ini berlaku untuk staf pada berbagai sektor dan konteks bisnis ritel yang bekerja di bawah pengawasan dan bimbingan dari orang lain untuk menangani makanan dengan aman.
1.2 Unit kompetensi ini berlaku untuk menangani makanan dengan aman di gerai ritel yang meliputi kegiatan mengikuti program keamanan makanan, menyimpan dan menangani makanan dengan aman, mempertahankan standar kebersihan pribadi, memelihara peralatan dan area kerja.
126 1.3 Bahaya pada makanan meliputi makanan basi atau terkontaminasi, makanan yang kadaluarsa, keluhan pelanggan mengenai kontaminasi makanan, situasi yang menindikasikan kebutuhan penarikan kembali makanan.
1.4 Standar keamanan makanan meliputi peraturan keamanan pangan, K3, undang-undang perlindungan lingkungan, penghargaan dan perjanjian keamanan makanan, pembuangan limbah, penanganan bahan berbahaya dan berpontensi mengkontaminasi, dan prosedur penanganan makanan secara manual.
1.5 Personil yang relevan termasuk petugas kebersihan, pengawas keamanan makanan, manajer dan pimpinan tim.
2. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan 2.1 Peralatan
2.1.1 Alat Kebersihan 2.1.2 Kemasan
2.1.3 Bak sampah
2.1.4 Unit penyimpanan dan pemajangan usaha retail sesuai dengan jenis
2.1.5 peralatan lain sesuai dengan sektor dan konteks bisnis ritel 2.2 Perlengkapan
2.2.1 Formulir dan dokumen sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.
2.2.2 Perlengkapan pendukung praktek kebersihan pemajangan, dan penyimpanan barang.
2.2.3 Buku panduan penggunaan atau pengoperasian peralatan kerja
3. Peraturan yang diperlukan
3.1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 3.2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen
3.3 Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif
127 4. Norma dan standar
4.1 Norma
4.1.1 Kode etik mengenai penanganan pangan pada gerai 4.1.2 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
4.2 Standar
4.2.1 Kebijakan dan prosedur perusahaan mengenai penanganan pangan pada gerai
4.2.2 Kebijakan dan prosedur perusahaan mengenai penyimpanan dan pemajangan bahan makanan
4.2.3 Perjanjian Kerja Sama antara perusahaan dengan pemasok (supplier)
PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian
1.1 Penilaian dilakukan terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dapat dilakukan dengan cara lisan, tulisan, pengumpulan portofolio, laporan pihak ketiga, demonstrasi praktek dan/atau simulasi di tempat kerja dan/atau di tempat uji kompetensi (TUK).
1.2 Hal-hal yang diperlukan dalam penilaian dan kondisi yang berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini adalah tempat uji yang mewakili tempat kerja beserta kelengkapan peralatan, bahan, dokumen dan formulir dalam rangka kelancaran demonstrasi praktek.
2. Persyaratan kompetensi
2.1 G.46.RIT.008.01 Berkomunikasi Aktif dalam Lingkungan Kerja Ritel
3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan 3.1 Pengetahuan
3.1.1 Kebijakan dan prosedur gerai dan perundang-undangan yang berlaku dalam praktek kebersihan diri, pakaian pelindung yang benar, peraturan keselamatan untuk melindungi diri dan orang lain.
3.1.2 Teknik untuk meminimalkan kontaminasi dan pembusukan.