• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prestasi Belajar

Dalam dokumen INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PAREPARE (Halaman 37-42)

ABSTRAK

1.4 Kegunaan Penelitian

2.1.2 Prestasi Belajar

Kata prestasi belajar terdiri dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. Kata prestasi dan belajar mempunyai arti yang berbeda.

Adapun yang dimaksud dengan “prestasi “ adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan atau dikerjakan. Baik itu hasil pelajaran yang diperoleh dari kegiatan belajar disekolah atau diperguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian.

Sedangkan yang dimaksud dengan “Belajar” ialah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh pendidik.23 Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, ini berarti berhasil tidaknya pencapaian proses belajar yang dialami oleh murid sebagai anak didik.24

22Inu Kencana Syafiie, Al-Qur’an dan Ilmu Administras, (Jakarta: Rineka Cipta 2000) h. 1-4

23Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Cet. III. Jakarta: Balai Pustaka, 2002), h. 895

24Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, (Cet II Jakarta: PT Rineka Cipta 2004), h. 125

Prestasi dalam belajar sangatlah wajar apabila dari mereka yang memiliki inteligensi tinggi diharapkan agar dapat diperoleh prestasi belajar yang tinggi pula.

Salah satu definisi inteligensi, antara lain merupakan kemampuan untuk belajar. Pada umumnya orang berpendapat bahwa inteligensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan performasi yang optimal. Hal ini didukung oleh fakta bahwa lembaga-lembaga pendidikan lebih bersedia menerima calon peserta didik yang menampakkan indikasi kemampuan intelektual tinggi dari pada yang tidak.

Belajar dalam pengertian yang paling umum adalah setiap perubahan perilaku yang diakibatkan pengalaman atau sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Dalam pengertian yang lebih spesifik, belajar dapat didefinisikan sebagai akuisisi atau perolehan pengetahuan dan kecakapan baru. Pengertian inilah yang merupakan tujuan pendidikan formal disekolah-sekolah atau dilembaga- lembaga pendidikan yang memiliki program terencana. Dalam hal ini pengertian prestasi atau keberhasilan belajar dapat dioperasionalkan dalam bentuk indicator- indikator berupa nilai rapor, indeks prestasi studi, angka kelulusan, predikat keberhasilan, dan semacamnya.

2.1.2.1 Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

Menurut M. Alisuf Sabri dan Muhibbinsyah, mengenai belajar ada berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar peserta didik di sekolah, secara garis besarnya dapat dibagi kepada dua bagian, yaitu:

a. Faktor internal (faktor dari dalam diri peserta didik), meliputi keadaan kondisi jasmani (fisiologis), dan kondisi rohani (psikologis)

b. Faktor eksternal (faktor dari luar diri peserta didik), terdiri dari faktor lingkungan, baik sosial dan nonsosial dan faktor instrumental.25

25H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1998), h. 59

19

Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar (faktor eksternal) individu. Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu peserta didik dalam mencapai prestasi belajar yang sebaik-baiknya.26

A. Faktor internal

1. Faktor jasmaniah (psikologi) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh.

Yang termasuk faktor ini misalnya penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan sebagainya.

2. Faktor psikologis

3. faktor intelektif yang meliputi faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat, dan faktor kecakapan yaitu prestasi yang telah dimiliki, sedangkan Faktor non- intelektif yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi, penyesuaian diri.

4. Faktor kematangan fisik maupun psikis B. Yang tergolong faktor eksternal yaitu:

a. Faktor sosial yang terdiri atas 1. Lingkungan keluarga

2. Lingkungan sekolah 3. Lingkungan masyarakat 4. Lingkungan kelompok b. Faktor budaya

26Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologo Belajar, (Cet. II, Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta 2004), h. 13

c. Faktor lingkungan fisik

d. Faktor lingkungan spiritual atau keamanan27

Faktor tersebut saling berinteraksi secara langsung ataupun tidak langsung dalam mencapai prestasi belajar.28 Proses pembelajaran di sekolah menginginkan berbagai tujuan, salah satunya adalah agar peserta didik mendapatkan suatu prestasi yang baik. Dengan prestasi tersebut diharapkan dapat berguna bagi kemajauan peserta didik itu sendiri untuk kedepannya .berkaitan dengan prestasi belajar, dimana hal ini akan tercapai apabila diusahakan semaksimal mungkin, baik itu melalui latihan maupun pengalaman, untuk mencapai hal tersebut harus memulai dari diri sendiri.

Disamping itu ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis.

Salah satu konsep yang pernah dirumuskan oleh para ahli mengatakan bahwa keberhasilan dalam belajar dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersumber dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) dari masing-masing individu.29 Adapun hasil dari proses pembelajaran adalah perubahan prilaku individu yang baru, posibetif, fungsional, dan sebagainya. Prilaku yang dimaksud sebagai hasil dari pembelajaran adalah efektif, kongnitif, dan psikomotorik. Berhasil atau tidaknya peserta didik dalam belajar disebabkan oleh beberapa faktor yang mempegaruhi pencapaian hasil belajar yaitu dari dalam diri peserta didik atau dari luar diri peserta didik itu sendiri.

27 Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Cet Ke, 11, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2011),

h. 64

28H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, h. 59

29Saifuddin Azwar, Pengantar Psikologi Inteligensi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar 1996), h.

163-164.

21

Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar peserta didik.

Namun demikian, pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa peserta didik, sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible (tak dapat diraba). Oleh karna itu, yang dapat dilakukan pendidik dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar peserta didik, baik yang berdemensi cipta dan rasa maupun yang berdemensi karsa.

Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar peserta sebagai mana yang terurai diatas adalah mengetahui garis-garis besar indicator (penunjuk adanya adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur. Adapun Pendekatan evaluasi prestasi belajar ialah sebagai berikut: Ada dua macam pedekatan yang amat popular dalam mengevaluasi atau menilai tingkat keberhasilan/presstasi belajar, yakni :Norm-referencing atau Norm- referenced assessment dan Criterion-referencing atau Criterian-referenced assessment. Pendekatan-pendekatan ini lazim disebut Penilaian acuan Normatif (PAN) dan Penilaian Acuan Kriteria (PAK).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh peserta didik selama berlangsungnya belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu, umumnya prestasi belajar sekolah berbentuk pemberian nilai dari pendidik kepada peserta didik sebagai tolak ukur bahwa seberapa jauh peserta didik telah memehami atau menguasai materi pelajaran yang disampaikan oleh pendidik kepada peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

Dalam dokumen INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PAREPARE (Halaman 37-42)

Dokumen terkait