BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Produktivitas kerja
1. Pengertian Produktivitas Kerja
Produktivitas adalah tidak lebih dari sekedar ilmu pengetahuan,
teknologi, manajemen karena produktifitas mengandung pula falsafah dan
sikap mental yang selalu termotivasi pada pengembangan diri menuju
mutu kehidupan hari esok yang lebih baik. Produktivitas juga diartikan
sebagai tingkatan efisiensi dalam memproduksi barang dan jasa,
produktivitas mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap
pengertian produktivitas kerja maka penulis mengutip dari beberapa
pendapat para ahli antara lain:
Menurut Sutrisno (2011:100), produktivitas kerja merupakan sikap
mental. sikap mental yang selalu mencari perbaikan terhadap apa yang
telah ada. Suatu keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan pekerjaan
lebih baik hari ini daripada hari kemarin dan hari esok lebih baik hari ini.
Pendapat tersebut didukung oleh Ravianto (1985), mengatakan
produktivitas pada dasarnya mencakup sikap mental yang selalu
mempunyai pandangan bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari
hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Siagian (2015:75) bahwa produktivitas adalah kemampuan
memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari sarana dan prasarana
yang tersedia dengan menghasilkan output yang optimal bahkan kalau
mungkin yang maksimal.
Hasibuan (2013:94) menambahkan bahwa produktivitas kerja
adalah perbandingan antara output dan input, dimana outputnya harus
mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik.
Sedangkan Komaruddin (2002) berpendapat bahwa produktivitas
pada hakikatnya meliputi sikap yang senantiasa mempunyai pandangan
bahwa metode kerja hari ini harus lebih baik dari metode kerja hari ini
harus lebih baik dari metode kerja kemarin dan hasil yang dapat diraih
esok harus lebih banyak atau lebih bermutu daripada hasil yang diraih
hari ini.
Produktivitas kerja adalah salah satu ukuran perusahaan dalam
paling strategik dalam organisasi, harus diakui dan diterima oleh
manajemen. Peningkatan produktivitas kerja hanya mungkin dilakukan
oleh manusia karena tenaga kerja merupakan faktor penting dalam
mengukur produktivitas.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktifitas kerja
Menurut Tohari (2002:452), faktor-faktor yang mempengaruhi
produktivitas kerja antara lain adalah:
a.
Pendidikan dan latihan, pada umumnya orang yang pendidikan akan mempunyai wawasan pula terutama penghayatan akan pentingnya artiproduktifitas. Tingginya kesadaran akan pentingnya produktivitas dapat
mendorong yang bersangkutan melakukan tindakan yang produktif.
b.
Keterampilan, pada aspek tertentu apabila karyawan semakin terampil, maka karyawan akan menjadi lebih terampil apabila mempunyaikecakapan dan pengalaman yang cukup.
c.
Disiplin kerja, dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi karyawan memiliki sikap mental yang baik dan mampu menyelesaikan tugasdengan hasil yang maksimal.
d.
Budaya dan etika kerja, dalam sebuah perusahaan harus memiliki budaya dan etika kerja yang baik karena budaya organisasimerupakan dasar dari terbentuknya perusahaan.
e.
Manajemen, disini dapat berkaitan dengan sistem yang yang diterapkan oleh pimpinan untuk mengelola ataupun memimpin sertaf.
Tingkat penghasilan, apabila tingkat penghasilan memadai dapat menimbulkan konsentrasi kerja dan kemampuan yang yang dimilikidapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas.
g.
Kesempatan berprestasi, karyawan yang bekerja tentu mengharapkan peningkatan karier atau pengembangan potensial pribadi yangnantinya akan bermanfaat baik bagi dirinya maupun organisasi.
Apabila terbuka kesempatan berprestasi maka akan menimbulkan
dorongan psikologis untuk meningkatkan dedikasi serta pemanfaatan
potensi yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitasnya.
h.
Beban pekerjaan, beban kerja yang sesuai dengan kemampuan karyawan dapat mempermudah karyawan menyelesaikan pekerjaansehingga produktivitas dapat meningkat.
i.
Lingkungan kerja, lingkungan yang baik akan mendorong karyawan agar senang bekerja dan meningkatkan rasa tanggung jawab untukmelakukan dengan lebih baik menuju kearah peningkatan
produktivitas.
j.
Teknologi, dengan teknologi yang dipakai tepat dan lebih maju maka akan dapat mendukung peningkatan produktivitas.3. Indikator Produktivitas kerja
Menurut Hasibuan (2012), untuk mengukur produktivitas kerja,
diperlukan suatu indikator, yaitu sebagai berikut:
a.
Kemampuan mencapai targetMempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas.Kemampuan
serta profesionalisme mereka dalam bekerja.Ini memberikan daya
untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya kepada mereka.
b.
Meningkatkan kuantitas kerja atau hasil yang dicapaiBerusaha untuk meningkatkan hasil yang dicapai.Jika jumlah
pekerjaan yang dapat diselesaikan karyawan semakin banyak, maka
semakin baik pula kinerja yang dihasilkan.
c.
Semangat kerjaIni merupakan usaha untuk lebih baik dari hari kemarin.
d.
Pengembangan diriPengembangan diri dapat dilakukan dengan melihat tantangan dan
harapan dengan apa yang dihadapi.
e.
Mutu atau kualitas hasil kerja karyawanMutu merupakan hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan
kualitas kerja seorang karyawan.
f.
EfisiensiPerbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan
sumber daya yang digunakan. Produktivitas kerja karyawan
perusahaan dapat dinilai untuk mengetahui menurun atau meningkat.
Produktivitas karyawan yang mempengaruhi pencapaian tujuan
perusahaan. Tujuan perusahaan dapat dicapai melalui peningkatan
produktivitas karyawan, menurunkan perputaran kerja dan mengurangi
tingkat absensi sekaligus meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
4. Pengukuran Produktivitas Kerja
Pengukuran produktivitas kerja digunakan sebagai sarana untuk
bermanfaat untuk menentukan target dan kegunaan, atau dapat
dikatakan sebagai standar dalam pembayaran upah karyawan.
Menurut Ravianto (1985) terdapat dua macam alat pengukuran
produktivitas, yaitu:
a.
Physical productivity, yaitu produktivitas secara kuantitatif seperti ukuran, panjang, berat, banyaknya unit, waktu, dan biaya tenaga kerja.Pengukuran produktivitas tenaga kerja menurut sistem pemasukan
fisik per orang bisa dengan menggunakan metode pengukuran waktu
tenaga kerja (jam, hari atau tahun). Pengukuran diartikan sebagai
jumlah hasil kerja yang dapat dilakukan dalam waktu tertentu oleh
karyawan yang bekerja menurut pelaksanaan standar.
b.
Value productivity, yaitu ukuran produktivitas dengan menggunakan nilai uang yang dinyatakan dalam rupiah, yen, dollar dan seterusnya.pengukuran produktivitas ini dilihat dari hasil yang diperoleh
perusahaan dari hasil kerja yang telah dilakukan berupa pendapatan
yang dihitung dengan uang.