BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Profil Subjek Penelitian
“Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia subjek adalah sesuatu yang diperbincangkan, didiskusikan, dikaji, dan diteliti.”51
“Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto, subjek penelitian adalah benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang dipermasalahkan.”52
“Saifuddin Azwar mengatakan bahwa subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian, yaitu yang memiliki data mengenai variable- variabel yang diteliti.”53
Dari kedua batasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan subjek penelitian adalah individu, benda atau organisme yang dijadikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian atau seperti yang diajukan.
51 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), h. 1905.
52 Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), h. 116.
53 Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), h. 34.
Menurut kerlinger dalam Syamsudin AR:
“Kerlinger bahwa subjek penelitian itu adalah responden, yaitu orang yang memberi respon atas suatu perlakuan yang diberikan kepadanya. Menurut beliau, responden ini hanya tepat pada penelitian eksperimen yang dilakukan bukan atas manusia. “54
Berdasarkan pemaparan diatas, maka subyek dalam penelitian ini adalah individu atau masyarakat yang kesehariannya melakukan tindakan, berperan, berinteraksi, dan pembuat kebijakan pada lembaga Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiang.
1. Informan Penelitian
Teknik penentuan informan yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, Sugiyono menuturkan
“Teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu”. Informan penelitian adalah seseorang yang memiliki informasi mengenai objek penelitian tersebut. Informan dalam penelitian ini yaitu berasal dari dari wawancara langsung yang disebut sebagai narasumber. Dalam penelitian ini menentukan informan dengan menggunakan teknik purposive, yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu, yang benar-benar menguasai suatu objek yang peneliti teliti. “55
Peneliti beralasan menggunakan purposive sampling yaitu untuk mengumpulkan suatu data yang benar-benar real atau nyata dengan mewawancarai seorang informan yang dianggap mengetahui atau menguasai suatu keahlian atau pekerjaan tertentu dibidangnya. Sehingga dari purposive sampling tersebut yang peneliti gunakan untuk penelitian itu guna mempermudah pengolahan data untuk keperluan penelitian itu sendiri.
54 Syamsudin AR DN Vismaia S. Damaianti, Metode Penelitian Pendidikan Bangsa (Bandung, Remaja Rosdakarya, 2006), h. 87.
55 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfa Beta, 2010) h. 300.
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari beberapa informan. Masing-masing informan menurut peneliti telah mewakili terhadap fokus penelitian. Peneliti mendapatkan informan dari lingkungan dan hasil pencarian peneliti yang di bantu oleh beberapa teman.
2. Profil Informan
Untuk memaparkan hasil dari penelitian ini, terlebih dahulu harus diawali dengan gambaran umum termasuk diantaranya gambaran informan yang terlibat, sebabnya perlu dikemukakan secara ringkas bagaimana profil informan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lima orang, karena informan ini yang bertindak secara langsung dengan fokus penelitian dan informan dapat mewakili informan lainnya yaitu sebagai berikut:
a. Ust. H. Drs Saukani
Beliau merupakan Ketua yayasan Al-Akhsyar sebagai payung hukum di lembaga Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiang yang bertanggung jawab penuh dengan semua aktivitas lembaga Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiangk2 dan mempunyai kewenangan dalam hal perekrutan, penyeleksian, dan pengangkatan guru, selain itu, yayasan juga berperan dalam hal pengawasan terhadap Ustad, Ustadzah dan seluruh kegiatannya b. KH. Ahmad Nurhayani, S.Pd.I
Beliau adalah pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiang juga merupakan Kepala Madrasah Tsanawiyah Darussalam yang mempunyai kewenangan dalam hal pengawasan, pembuat program dan kegiatan terhadap Ustad dan Ustadzah serta Santri.
c. Ust. Sunardi, S.Pd.
Beliau adalah Kepala Madrasah Aliyah Darussalam Pondok Pesantren Modern Darussalam Kepahiang, yang mempunyai kewenangan dalam hal pengawasan, pembuat program dan kegiatan terhadap Ustad dan Ustadzah serta Santri.
d. Ust. M Alvian, S.Pd.I
Beliau adalah selain menjadi guru juga sebagai Waka Kesiswaan tentunya banyak informasi yang dapat di gali dan didapatkan.
e. Ust. Rofiki Nasrowi. S.Pd.I
Beliau adalah Pembina Organisasi Santri Putra tentunya banyak informasi yang dapat di gali dan didapatkan dak2ri informan
f. Ustd. Enik Binti Yunani. M.Pd.I
Beliau selain menjadi guru juga sebagai Kepala Bagian Pengasuhan Santri Putri tentunya banyak informasi yang dapat di gali dan didapatkan dari informan.
g. Ustd. Luddya Pramuningtiyas
Beliau selain menjadi guru juga sebagai Pembina OSPPMD Putri tentunya banyak informasi yang dapat di gali dan didapatkan dari informan.
h. KH. Ahmad Daroini
Beliau merupakan praktisi pendidikan dan pengasuhn pondok pesantren Pancasila Bengkulu, beliau juga sebagai Pembina Yayasan Akhsyar Pondok Pesantren Modern Darussalam sehingga dari informasi yang beliau
sampaikan dapat memperjelas tentang pendidikan santri dan efektifitas ta‟zir dalam membentuk karakter kedisiplinan santri.
i. Sumsilawati
Beliau adalah wali saantri Jihan santri putri pondok pesantren Darussalam Kepahiang kelas VIII, dari informasi yang beliau sampaikan dapat memperjelas tentang efektifitas ta‟zir dalam membentuk karakter kedisiplinan santri
Teknik penentuan informan yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling.
Informan (narasumber) penelitian adalah seseorang yang memiliki informasi mengenai objek penelitian tersebut. Informan dalam penelitian ini yaitu berasal dari dari wawancara langsung yang disebut sebagai narasumber. Dalam penelitian ini menentukan informan dengan menggunakan teknik purposive, yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu, yang benar-benar menguasai suatu objek yang peneliti teliti.
Peneliti beralasan menggunakan purposive sampling yaitu untuk mengumpulkan suatu data yang benar-benar real atau nyata dengan mewawancarai seorang informan yang dianggap mengetahui atau menguasai suatu keahlian atau pekerjaan tertentu dibidangnya. Sehingga dari purposive sampling tersebut yang peneliti gunakan untuk penelitian itu guna mempermudah pengolahan data untuk keperluan penelitian itu
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari beberapa informan. Masing-masing informan menurut peneliti telah mewakili terhadap fokus penelitian.