PEMUKIMAN KEMBALI (LARPF, LAND ACQUISITION AND RESETTLEMENT POLICY FRAMEWORK)
6.3 PROGRAM PEMBANGUNAN KAPASITAS
Proyek ini juga akan mendanai Konsultan Dukungan Pengelolaan Proyek untuk BPIW, termasuk perencanaan, penganggaran, pengendalian mutu, pemantauan, pelaporan dan koordinasi Program Pembangunan Pariwisata Indonesia, untuk memastikan bahwa program ini sesuai dengan tujuan program dan sesuai dengan perjanjian pinjaman. Tugas Tim Dukungan Pengelolaan Proyek meliputi:
a. Memberikan bantuan pengelolaan Program secara keseluruhan;
b. Mengkoordinasi kegiatan Program;
c. Menciptakan sinergi antar pemangku kepentingan;
d. Memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan, pemantauan dan pelaporan keuangan program;
e. Penapisan potensi investasi dari Program;
f. Membantu penyusunan proposal pengeluaran tahunan terkonsolidasi dari program;
g. Membangun Sistem Manajemen Informasi yang Transparan untuk Pembangunan Kepariwisataan;
h. Memastikan penerapan Kerangka Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (ESMF) secara konsisten;
i. Memastikan partisipasi aktif masyarakat setempat;
j. Mendorong praktik tata ruang yang tepat sesuai dengan Rencana Induk Pariwisata Terpadu;
k. Pengembangan kapasitas di tingkat daerah tujuan wisata untuk pemantauan dan konservasi kekayaan alam dan budaya yang penting bagi pariwisata;
l. Memastikan penanganan dan penyelesaian pengaduan keluhan yang benar;
m. Memastikan kapasitas yang memadai dari semua pemangku kepentingan Program;
n. Memastikan penyampaian laporan secara tepat waktu dan memastikan penyajian dokumen yang relevan.
Pembangunan kapasitas untuk kementerian utama lainnya juga penting untuk memastikan bahwa sumber daya manusia yang ada siap untuk bekerja sesuai dengan uraian tugas yang telah ditetapkan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Pelatihan yang dibutuhkan yang melibatkan “kementerian utama” disajikan di Tabel 18 dan tabel 19 namun tidak terbatas pada dan akan memprioritaskan mereka yang ada di daerah-daerah tujuan wisata. Rencana pelatihan ini akan diperbarui sesuai dengan kebutuhan yang diidentifikasi di kemudian hari selama pelaksanaan proyek:
Tabel 18. Kegiatan Pelatihan Pembangunan Kapasitas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Item Program Pelatihan Target Peserta Lingkup Pelatihan Daerah Tujuan Wisata Prioritas 1 Proses dan prosedur
pelaksanaan ESMF
- KemenPUPR - Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) - Konsultan
ITMP
- Memberikan penjelasan mengenai program yang didanai oleh IPF
- Implikasi lingkungan dan sosial kegiatan IPF - Maksud dan tujuan
ESMF
- Lingkup bidang studi ESMF
- Pelaksanaan ESMF - Pokok-pokok/aturan/
prosedur (penapisan), penilaian, pengelolaan, dan pemantauan langkah-langkah mitigasi dari proyeksi dampak lingkungan dan sosial dari investasi yang tidak diketahui pada saat penilaian Proyek
- Langkah-langkah dan rencana untuk menghilangkan, mengurangi dan/atau mengimbangi dampak negatif dan
meningkatkan dampak positif, melakukan perkiraan biaya dan mengalokasikan dana untuk membiayai tindakan dan rencana tersebut, dan berisi informasi mengenai lembaga dan pihak- pihak yang bertanggung jawab untuk menangani dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan; dan - Memeriksa dan
menyetujui proses instrumen pengamanan lingkungan dan sosial
Lombok, Borobudur- Yogyakarta- Prambanan, Lake Toba
2 Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan Rencana Induk Terpadu dan Rencana lainnya yang dibiayai di bawah Komponen 4 dan FS serta DED yang didukung oleh Komponen 1
- KemenPUPR - SKPD - Konsultan
ITMP
- Maksud dan Tujuan, Ruang Lingkup Kegiatan, Teknik Penyusunan, Prosedur dan Sistem Penyusunan Dokumen yang
berkaitan dengan aspek lingkungan dan sosial seperti: KLHS, AMDAL, UKL-UPL, LARAP, IPP
Lombok, Borobudur- Yogyakarta-
Prambanan, Danau Toba
3 Peningkatan Kapasitas
- KemenPUPR - Penanganan limbah
secara berkelanjutan
Lombok, Borobudur-
Pengelolaan
Lingkungan pada isu yang khusus
- Pemerintah Daerah - Masyarakat
Setempat
- Drainase, sanitasi, pengelolaan sampah dan pengolahan air limbah berkelanjutan - Memperkenalkan
program 3R (reduce - reuse - recycle) - Pemulihan mata
pencaharian - Gender, kelompok
rentan
- FPIC, pembagian manfaat
Yogyakarta-
Prambanan, Danau Toba
4 Memberikan insentif dan disinsentif untuk kegiatan pariwisata
- KemenPUPR - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang - SKPD - Sektor
Swasta Masyarakat Setempat
- Prosedur pemberian insentif dan disinsentif dalam peraturan zonasi yang terkait dengan kegiatan pariwisata - Insentif dan disinsentif
Lombok, Borobudur- Yogyakarta-
Prambanan, Danau Toba
Tabel 19. Kegiatan Pelatihan Pembangunan Kapasitas Kementerian Pariwisata
No Program pelatihan Sasaran Cakupan Lokasi
1 Program Pengelolaan Wisatawan di Daerah Tujuan Pariwisata
- Kementerian Pariwisata - SKPD - Masyarakat
setempat - LSM
- Potensi dan tantangan
- Teori dan Konsep Pembangunan (tantangan lingkungan dan sosial)
- Kerangka pengelolaan wisatawan berbasis indikator dan standar
- Strategi dan Teknik Pelaksanaan
Borobudur- Yogyakarta- Prambanan
2. Pengembangan sektor usaha (KPS – Kemitraan
Pemerintah dan Swasta)
- Kementerian Pariwisata - Sektor Swasta - LSM
- Masyarakat Setempat - Kementerian
UKM - BKPM - Badan
Koordinasi Penanaman Modal
- Implementasi aspek kajian lingkungan dan sosial dalam skema KPS
Lombok, Borobudur- Yogyakarta- Prambanan, Danau Toba
3. Pengembangan Homestay (rumah penduduk yang sebagian kamarnya disewakan kepada
tamu) yang
Berkelanjutan
- Kementerian Pariwisata - SKPD - Masyarakat
Setempat - LSM
- Manfaat
(pemberdayaan masyarakat)
- Studi Kasus Terbaik - Persyaratan dan
komponen
Lombok, Borobudur- Yogyakarta- Prambanan, Danau Toba
(Eco-Homestay) - Pelaksanaan dan program
pengelolaan 4. Pariwisata masal dan
eko-wisata (eco- tourism)
- Kementerian Pariwisata - SKPD - Masyarakat
Setempat - LSM
- Memahami pariwisata masal dan eko-wisata - Komponen
pengembangan pariwisata masal dan eko-wisata - Langkah dan
kebutuhan pariwisata masal/
pengembangan eko wisata
- Studi kasus
Lombok, Borobudur- Yogyakarta-
Prambanan, Danau Toba
5. Informasi - Edukasi - Promosi Pariwisata
- Kementerian Pariwisata - SKPD
- Sektor Swasta - Masyarakat
Setempat - LSM
- Prosedur pengembangan informasi, edukasi, dan promosi pariwisata
- Pengembangan jalur warisan budaya - Prosedur
pemetaan (fasilitas pendukung pariwisata, infrastruktur pendukung, dll.)
Lombok, Borobudur- Yogyakarta-
Prambanan, Danau Toba
6. Pemberdayaan Masyarakat
- Kementerian Pariwisata - Kementerian
Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil (UKM) - SKPD - Masyarakat
Setempat - LSM
- Kepemimpinan Lokal
- Kegiatan ekonomi lokal harus diperkuat - Pariwisata/Jalur
Warisan Budaya - Pemanfaatan
infrastruktur dan fasilitas pariwisata - Pengelolaan
operasional
- Penerapan teknologi (TIK, Manajemen Sistem, Informasi terkait Pariwisata dll.)
- Tata cara
pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan - Studi kasus Peningkatan bahasa asing (bahasa Inggris, bahasa Jepang, dll.)
Lombok, Borobudur- Yogyakarta-
Prambanan, Danau Toba
Tabel 20. Kegiatan Pelatihan Pembangunan Kapasitas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
Item Program pelatihan Target Lingkup Pelatihan
1 Mengelola kualitas air Danau Toba dan pengembangan pengelolaan DAS yang berkelanjutan di Danau Toba
- KLHK - SKPD
- Konsultan ITMP - Masyarakat Setempat
- Konsep secara teori dan studi kasus perencanaan fasilitas pengolahan air limbah
- Rehabilitasi kawasan hutan kritis melalui penanaman pohon
- Pengantar metode pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan - Mengolah air limbah dan
menyediakan solusi air bersih yang memadai
- Melaksanakan langkah-langkah untuk memperbaiki program kesadaran kualitas air atau sanitasi pada kebersihan pribadi kepada masyarakat setempat
2 Memperkuat program identitas lokal (masyarakat adat, flora dan fauna)
- KLHK - SKPD
- Konsultan ITMP - Masyarakat Setempat
- Teknik untuk mengidentifikasi masyarakat adat, desa adat, kegiatan ekonomi lokal, budaya lokal, flora dan fauna (pemetaan) - Pengembangan sentra komoditas
unggul (pertanian dan perkebunan) - Pengembangan potensi ekosistem
setempat (terumbu karang,
bakau/mangrove, budidaya ikan air tawar, dll.)