Program Promosi Kesehatan di Indonesia dan Dunia
11.3 Program Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan yang berawal dari pendidikan kesehatan di Negara yang sudah berkembang pendidikan kesehatan telah dilaksanakan sejak satu abad yang silam dan masuk kedalam Program akademik, yang bertujuan untuk melatih tenaga pendidik kesehatan untuk bekerja di sekolah, namun peran pendidik kesehatan yang bekerja di masyarakat menjadi lebih dikenal mulai tahun 1940-an dan 1950-an. Pendidikan kesehatan mempromosikan atau memperkenalkan tentang kesehatan dengan berbagai pengalaman belajar (Green, Kreuter, Deeds, & Partridge, 1980).
Pengalaman pendidikan dapat memfasilitasi dalam memperoleh pengetahuan baru, menyesuaikan sikap, dan memperoleh serta mampu mempraktikkan sebagai perilaku baru yang dapat merubah derajat kesehatan. Promosi kesehatan secara konsep merupakan kombinasi antara dua tingkat tindakan dalam kesehatan antara lain adanya pendidikan kesehatan dan tindakan lingkungan untuk mendukung kondisi hidup sehat lebih baik (Green &
Kreuter, 1999). Tindakan lingkungan dengan menargetkan seluruh masyarakat, dengan Strategi dan intervensi lingkungan seperti itu mencakup perubahan politik, ekonomi, sosial, organisasi, peraturan, dan legislatif.Sarana dan prasarana yang mendukung untuk promosi kesehatan,serta meningkatkan investasi dalam pembangunan kesehatan di seluruh sektor.
Program promosi kesehatan dapat membantu secara fisik, psikologis, pendidikan, dan pekerjaan bagi individu serta membantu mengontrol atau
mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan secara keseluruhan dengan menekankan pada upaya pencegahan munculnya masalah kesehatan, dengan mempromosikan gaya hidup sehat, meningkatkan kepatuhan pasien, dan memfasilitasi akses ke pelayanan dan perawatan kesehatan. Program promosi kesehatan berperan dalam menciptakan individu, keluarga, masyarakat, tempat kerja, dan organisasi yang lebih sehat. Masyarakat berperan pada lingkungan untuk mempromosikan dan mendukung kesehatan baik secara individu dan masyarakat secara menyeluruh. Program promosi kesehatan sangat bermanfaat dan mempunyai peran penting untuk mengatur masyarakat seperti di sekolah, Tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan dan masyarakat umum, yang sebagai sasarannya anak-anak, remaja, orang dewasa, dan keluarga dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengambil keputusan yang tepat untuk kesehatannya.
Program promosi kesehatan yang direncanakan, secara terorganisir, dan terstruktur kegiatan dan acara selama waktu itu fokus membantu individu, kelompok dan masyarakat membuat keputusan tentang kesehatan mereka, program promosi kesehatan juga mendorong perubahan kebijakan, lingkungan, peraturan, organisasi, dan legislatif di berbagai tingkat pemerintahan dan organisasi. intervensi yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan individu dan Masyarakat.
Program promosi kesehatan sangat bermanfaat dan mempunyai peran penting untuk mengatur masyarakat seperti di sekolah, Tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan dan masyarakat umum, yang sebagai sasarannya anak-anak, remaja, orang dewasa, dan keluarga dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengambil keputusan yang tepat untuk kesehatannya. Program promosi kesehatan yang direncanakan, secara terorganisir, dan terstruktur kegiatan dan acara selama waktu itu fokus membantu individu, kelompok dan masyarakat membuat keputusan tentang kesehatan mereka, program promosi kesehatan juga mendorong perubahan kebijakan, lingkungan, peraturan, organisasi, dan legislatif di berbagai tingkat pemerintahan dan organisasi. intervensi yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan individu dan Masyarakat.
Program promosi kesehatan merupakan program yang sangat penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, informasi kesehatan dapat disampaikan kepada masyarakat dengan melaksanakan program kesehatan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari- hari.
Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan perlunya mengutamakan tindakan
pelayanan kesehatan promotif dan preventif dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di Indonesia.
11.3.1 Program promosi Kesehatan dalam berbagai Setting
Menurut WHO ( Organisasi Kesehatan Dunia, 1998 ) tempat kerja dan tempat pelayanan kesehatan, sekolah serta masyarakat secara umum merupakan tempat untuk melakukan promosi kesehatan. Dalam Deklarasi Jakarta ada konsep pengaturan tempat promosi kesehatan di mana ada interaksi sosial yang melibatkan orang banyak dalam beraktivitas sehari hari baik itu lingkungan, personal, kelompok dan masyarakat yang dapat memengaruhi status kesehatan. yang di dipromosikan tentang kesehatan melalui interaksi dengan banyak orang. ada empat aturan dalam program promosi kesehatan yaitu adanya Planning ( perencanaan ), Implementasi dan evaluasi di suatu daerah tertentu yang merupakan karakteristik yang berbeda dari lingkungan dan personal.
Sekolah
Sekolah mempunyai peranan penting untuk perkembangan dan pertumbuhan baik secara fisik dan mental, di sekolah dapat diterapkan pendidikan kesehatan sejak dini atau masa anak- anak, remaja, dan dewasa muda. yang termasuk dalam pengelompokan sekolah dimulai dari tempat penitipan anak, usia Prasekolah, taman kanak – kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah menengah atas serta perguruan tinggi baik itu diploma maupun sarjana.
mereka banyak menghabiskan waktu di tempat mereka belajar. disini ada hubungan antara proses pembelajaran dan kesehatan yang telah didokumentasikan.
Promosi kesehatan sekolah mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, WHO’s Global school Health Initiative”promosi kesehatan yang diarahkan pada penguatan promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan dengan sasaran anak usia sekolah serta Pengaruh promosi kesehatan terhadap derajat kesehatan anak sekolah, guru, karyawan dan lingkungan sekolah. ( Notoatmodjo 2012 ). (Dan et al., 2019) Ada pengaruh promosi kesehatan di sekolah terhadap tingkat pengetahuan anak dan sikap anak tentang Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) setelah dilakukan promosi kesehatan di sekolah. Artinya adanya perubahan perilaku
pada siswa setelah diberikan promosi kesehatan baik itu dengan melakukan penyuluhan kepada siswa tentang perlunya PHBS.
Tempat Kerja
Tempat kerja merupakan di mana orang bekerja sebagai aktivitas sehari- hari baik itu di sektor pemerintahan maupun swasta. Pengusaha telah menemukan bahwa secara finansial masuk akal untuk mendorong dan mendukung praktik sehat karyawan. program promosi kesehatan berbasis tempat kerja kepada karyawan mereka. Program-program ini telah terbukti meningkatkan kesehatan karyawan, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan laba atas investasi yang signifikan bagi pemberi kerja (O'Donnell, 2002; Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 2009). Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, telah aktif dalam menciptakan tempat kerja yang aman dan bebas narkoba. Ketika pengusaha menyadari bahwa perilaku seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan gizi yang buruk berdampak buruk pada kesehatan dan produktivitas karyawan mereka.
Menurut Departemen kesehatan RI upaya promosi kesehatan kerja yang diselenggarakan di tempat kerja untuk mengenali masalah dan tingkat kesehatan pekerja serta kemampuan mengatasi, memelihara, dan melindungi pekerja dan tempat kerja yang sehat. WHO juga menyatakan bahwa adanya pemberdayaan masyarakat pekerja untuk memelihara kesehatannya seperti adanya pekerja perempuan yang mempunyai risiko gangguan kesehatan (Notoatmodjo 2005)
(Rochmah, Prabandari and Setyawati, no date) juga menunjukkan intervensi WHP multilevel meningkatkan peran sasaran tersier (pimpinan perusahaan) dan sekunder (tenaga kesehatan dan keluarga) untuk membantu pekerja melakukan pengelolaan sindroma metabolik. Secara keseluruhan disimpulkan intervensi WHP multilevel lebih baik dalam meningkatkan perilaku pekerja dengan sindroma metabolik dibandingkan dengan WHP konvensional.
(Masyarakat and Airlangga, 2016) Kegiatan tersebut adalah kebijakan presiden VICO, pemenuhan fasilitas, edukasi, sosialisasi, inspeksi, training, dan juga kegiatan lain yang berhubungan dengan kesehatan pekerja. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah strategi promosi kesehatan di Health department VICO Indonesia, Kalimantan Timur tahun 2016, telah menjalankan lima sarana aksi dalam Ottawa Charter.
Masyarakat
Komunitas merupakan tempat tinggal bagi orang orang seperti: RT/RW, Kelurahan, kecamatan, Kabupaten/Kota, yang mempunyai tujuan yang sama walaupun tinggal tidak berdekatan antara satu dengan yang lainnya.
masyarakat mempunyai karakteristik yang majemuk dan keunikkan yang termasuk di dalamnya ada keluarga, kelompok budaya dan ras, organisasi kemasyarakatan. sasaran Program promosi kesehatan ada yang dari lingkungan fisik maupun dilingkungan sosial. yang menjadi target program promosi kesehatan seluruh anggota masyarakat. Dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program promosi kesehatan, terlebih dahulu mengetahui siapa pemangku kepentingan/ stakeholders yang berkaitan dengan masalah kesehatan.
11.3.2 Komponen Program promosi kesehatan
Istilah promosi kesehatan sering berubah dalam penggunaannya tetapi tergantung pada negara atau situasi. Dalam bagian ini, istilah promosi kesehatan secara konsep sebagaimana dalam Piagam Ottawa yaitu "proses yang memungkinkan orang untuk meningkatkan kendali atas kesehatan mereka dan faktor penentu, dan dengan demikian meningkatkan kesehatan mereka" (Organisasi Kesehatan Dunia, 1986).
Konferensi Konsensus Galway memperkenalkan perubahan dan pemahaman secara global yang berkaitan dengan kompetensi inti dalam persiapan profesional dan praktik spesialis promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan.
Dalam Konferensi tersebut akan didesain dan menyediakan form untuk rekognisi domain kompetensi inti yang dibutuhkan untuk mengembangkan promosi kesehatan, dan sistem penjamin mutu pendidikan, pelatihan, dan praktik.
Promosi kesehatan bertindak sebagai pengatur kelengkapan yang dimulai dari tingkat personal, kelompok dan masyarakat. Promosi kesehatan dilakukan dengan tingkatan dan berbeda untuk mengkontribusikan informasi kepada masyarakat yang dibuktikan dengan kemampuan/kompetensi dan keterampilan spesifik dengan mengacu pada dan pendekatan interdisipliner (Fertman and Allensworth, no date) (Allegrante et al., 2009)
Gambar 11.1: Komponen Program Promosi Kesehatan