Sehubungan dengan instrument penelitian kualitatif, sebagaimana tersebut di atas, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah interview atau wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebab bagi penelitian kualitatif,
88Ibid., 112.
fenomena dapat dimengerti maknanya dengan baik, apabila dilakukan interaksi dengan subyek melalui wawancara mendalam, dan observasi pada latar, di mana fenomena tersebut berlangsung.89 Berikut teknik pengumpulan data ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
d. Metode Interview/Wawancara
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. Dalam teknik purposive sampling terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi antara lain:
4) Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
5) Subjek yang diamati sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.
6) Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan.90
89 Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipliner: Normatif Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi, Sosiologi, Manajemen, Teknologi, Informasi, Kebudayaan, Politik, Hukum (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2009), 366.
90 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), 139-140.
Perumusan tujuan penelitian pada gilirannya menentukan siapa responden yang akan diwawancarai. Misalnya bila kita ingin mengetahui para pebisnis Tionghoa mendefinisikan diri mereka sebagai orang Indonesia, bila kita ingin mengetahui bagaimana para wartawan menghadapi kendala kewartawanan, jadi kita harus mewawancarai mereka. Jadi dapat memilih sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Inilah yang disebut pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling).Purposive sampling termasuk satu dari beberapa jenis pengambilan sampel nonpro-babilitas yang biasanya digunakan dalam penelitian kualitatif. Jadi sifat penelitian adalah ideografis dan kasuistik. Penelitian naturalistik memang harus hati-hati untuk mentransfer temuannya dari kasus satu orang atau satu kelompok ke kasus satu orang atau kasus satu kelompok lainnya.91
Wawancara atau interview merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Wawancara dilaksanakan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual.Sebelum melaksanakan wawancara, peneliti menyiapkan instrument wawancara yang disebut pedoman wawancara (interview guide). Pedoman ini berisi sejumlah pertanyaan dan pernyataan yang meminta untuk dijawab atau direspon oleh responden. Isi pertanyaan atau pernyataan bisa mencangkup fakta, data,
91 Dedi Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, 187.
pengetahuan, konsep, pendapat, persepsi, atau evaluasi respon berkenaan dengan fokus masalah atau variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian.92
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti.93
Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara mendalam di lokasi penelitian dan tanya jawab secara langsung mengenai latar belakang pelaksanaan metode Ummi pada Majlis Taklim Keluarga Salimah, implementasi sistem halaqah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran al- Qur‟an pada Majlis Taklim Keluarga Salimah, hasil dari implementasi sistem
halaqah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran al-Qur‟an pada Majlis Taklim Keluarga Salimah, dan penggunaan sistem halaqah dalam pembelajaran al-Qur‟an.
Apabila peneliti ingin mengetahui pertanyaan-pertanyaan di atas, maka peneliti menemui informan-informan yang akan diwawancarai antara lain:
5) Ketua pengurus studi al-Qur‟an di Majlis Taklim Keluarga Salimah di Masjid Besar Desa Balong Ponorogo.
6) Takmir Masjid Besar Desa Balong Ponorogo.
92 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), 216.
93 Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipliner: Normatif Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi, Sosiologi, Manajemen, Teknologi, Informasi, Kebudayaan, Politik, Hukum, 368.
7) Pengajar metode Ummi dengan sistem halaqah di Majlis Taklim Keluarga Salimah di Masjid Besar Desa Balong Ponorogo.
8) Peserta metode Ummi yaitu ibu-ibu lansia di Majlis Taklim Keluarga Salimah di Masjid Besar Desa Balong Ponorogo.
Hasil wawancara dari masing-masing informan tersebut ditulis lengkap dengan kode-kode dalam transkrip wawancara.
e. Metode Observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian, pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki, disebut observasi langsung. Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki.94
Menurut Nasution menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan.95 Menurut Marshall yang dikutip oleh Sugiyono yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi Mixed Method menyatakan bahwa melalui observasi peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari penelitian tersebut. Sedangkan menurut Sanafiah Faisalyang dikutip oleh Sugiyono yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,
94 Margono S, Metodologi Penelitian Pendidikan, 158-159.
95 Nasution, Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif (Bandung: Tarsito, 1988), 56.
dan Kombinasi Mixed Method mengklasifikasikan observasi menjadi observasi berpartisipasi, observasi yang secara terang-terangan dan tersamar, dan observasi yang tak berstruktur.96 Dalam penelitian kualitatif ini observasi yang digunakan adalah observasi tak terstruktur, karena fokus penelitian akan terus berkembang selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian ini dicatat dalam catatan lapangan, sebab catatan lapangan merupakan alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif.
Metode observasi digunakan untuk mencari data secara langsung yang menambah keabsahan data, memperoleh data lapangan yang lebih meyakinkan, mengungkap masalah yang sebenarnya terjadi di lokasi penelitian, menambah wawasan konsepsional yang bersifat empiris, memperoleh data-data baru yang terkait meskipun sebelumnya tidak dipikirkan, memperdalam pengamatan dengan berbagai teknik komunikasi langsung, dialog interaktif, dan diskusi. Dan memperkuat validitas data dan memudahkan melakukan antithesis terhadap teori-teori yang sudah ada berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.97
Peneliti dalam memperoleh data menggunakan observasi partisipatif atau pengamatan secara langsung terhadap proses kegiatan pembelajaran al- Qur‟an menggunakan metode Ummi dengan sistem halaqah, letak geografis
96 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi MixedMethod (Bandung: Alfabeta, 2013), 309-310.
97 Affifuddin, dan Beni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: CV PustakaSetia, 2009),135.
Masjid Besar Desa Balong Ponorogo, dan sikap ibu-ibu yang belajar al- Qur‟an menggunakan metode Ummi dengan sistem halaqah.
Data yang dapat dicari dalam metode observasi seperti:
4) Observasi awal yang bersifat alami
Yaitu aktivitas pertama yang dilakukan peneliti untuk terjun ke lokasi penelitian tanpa membawa paradigma apa pun. Tujuan observasi awal adalah memperoleh gambaran umum yang bersifat deskriptif. Oleh karena itu, data yang ditemukan masih bersifat global, tidak diinterpretasi, ditambah atau dikurangi oleh pemahaman peneliti.
5) Observasi yang terfokus
Setelah observasi awal dilakukan, peneliti sudah memiliki modal pertama, yaitu data awal yang dapat diarahkan pada penemuan fokus penelitian. Peneliti telah merumuskan permasalahan yang sistematis dan terfokus.
6) Observasi yang terpilih dan terpilah
Observasi terakhir yang lebih terfokus. Dalam langkah ketiga ini, peneliti melakukan observasi didasarkan pada pemilihan dan pemilahan data yang hendak dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian. Dan ada beberapa macam observasi yang dapat dilakukan oleh peneliti dalam penelitian untuk mendapatkan data, yaitu sebagai berikut:
d) Observasi partisipatif
Peneliti dalam melakukan observasinya ikut melibatkan diri ke dalam kehidupan sosial sehari-hari di lokasi penelitian.
e) Observasi terus-terang atau tersamar
Peneliti berterus terang bahwa dirinya sedang melakukan penelitian dan hal itu diketahui oleh masyarakat atau orang yang sedang diteliti sejak awal dari datang hingga selesai penelitian.
f) Observasi tak berstruktur
Observasi dilakukan secara acak dan multidimensi sehingga tidak memerlukan penjadwalan yang tetap. Bahkan fokus penelitian dapat berubah tergantung pada hasil penjelajahan umum di lokasi penelitian.98
f. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan mencatat data-data atau dokumen-dokumen yang ada, yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Sehatzman dan Strauss menegaskan bahwa dokumen historis merupakan bahan penting dalam penelitian kualitatif. Menurut mereka, sebagian dari metode lapangan (field method) peneliti dapat menelaah dokumen historis dan sumber-sumber sekunder lainnya karena kebanyakan situasi yang dikaji mempunyai sejarah dan dokumen ini seiring menjelaskan
98 Ibid., 139.
sebagian aspek situasi tersebut.99 Dokumen dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, kriteria, biografi, peraturan kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan perlengkapan dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Perlu dicermati bahwa tidak semua dokumen memiliki kredibilitas yang tinggi. Contohnya banyak foto yang tidak mencerminkan keadaan aslinya.100
Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data non insani.
Dokumentasi merupakan pembuatan dan penyimpanan bukti-bukti (gambar, tulisan, suara, dll) terhadap segala hal, baik objek atau peristiwa yang terjadi.
Hal-hal yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah foto-foto kegiatan pembelajaran al-Qur‟an menggunakan metode Ummi dengan sistem halaqah, kegiatan-kegiatan yang ada di Majlis Taklim Keluarga Salimah, kegiatan- kegiatan di Masjid Besar Desa Balong Ponorogo, sejarah berdirinya Majlis Taklim Keluarga Salimah, sejarah berdirinya Masjid Besar Desa Balong Ponorogo, struktur kepengurusan Masjid Besar Desa Balong Ponorogo, struktur kepengurusan Majlis Taklim Keluarga Salimah, visi, misi, motto,
99 Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, 195-196.
100 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi MixedMethod, 326- 327.
tujuan, sasaran, manfaat Majlis Taklim Keluarga Salimah, dan susunan jadwal imam dan pengisian kultum.