BAB II SISTEM KERJA ANTARA BURUH
D. Proses Pembayaran Upah Yang Diterima
Pembayaran upah diterima oleh buruh angkut sesaat setelah buruh tersebut selesai mengangkut ikan kering gorongan, tidak hanya itu buruh angkut terkadang memperoleh upahnya sehari sampai dua hari setelah mengangkut ikan kering gorongan. Penundaan upah tersebut terjadi dikarenakan pemilik ikan kering gorongan menunggu ikan kering tersebut habis laku terjual kemudian pemilik ikan kering tersebut membayar upah buruh angkut ikan kering. Penundaan upah sering terjadi namun tidak menjadi masalah karena sudah adanya perjanjian kerja anatara buruh dan pemilik ikan tersebut.46
Sesuai penejelasan dari ibu par selaku pemilik ikan :
“ Tidak hanya saya bahkan banyak pemilik ikan kering gorongan yang lain juga melakukan penundaan pembayaran, Karena kami menunggu ikan kering habis terjual dulu baru kemudian upah buruh angkut kami bayarkan. Namun, buruh tidak mempemasalahkan hal tersebut karena mata pencaharian para buruh tidak hanya mengangkut ikan melainkan mereka juga memiliki pekerjan sampingan”47
Dari Abdillah Bin Umar, Rasulullah SAW bersabda:
ُْهُقَسَع َّف ِجًَ ْن َ
أ َلْبَق ُهَس ْج َ أ َري ِج َ
الأ اىُطْع َ أ
46 Par pemilik usaha, wawancara, Batuyang, 21 Agustus 2021
47 Par pemilik usaha, wawancara desa Batuyang, 20 Agustus 2021
Artinya: “Berikanlah upah orang sebelum keringatnya kering” (HR.
Ibnu Majah)48
Hadist dari Abdillah bin Umar menjelaskan tentang proses pembayaran upah sebaiknya dibayarkan sebelum kering keringat dari seorang buruh, namun menurut hasil wawancara dengan amak awan beliau menjelaskan :
“ Upah angkut biasanya tidak langsung dibayarkan, karena menunggu ikan-ikan kering tersebut laku habis terjual oleh pemiliknya. Barulah kemudian setelah ikan tersebut habis terjual upah kami dikeluarkan. Upahnya pun dibayar secara borongan tidak menghitung berapa gorong ikan kering yang saya angkut.”49
Penundaan upah sebaiknya tidak dilakukan namun karna perjanjian kerja antara buruh angkut dan pemilik ikan sudah menyetujui perjanjian kerja bahwa upah angkut ikan dibayar sesaat setelah ikan kering laku habis terjual barulah kemudian upah buruh dibayarkan.
Hal ini ditunjukkan oleh hasil penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti yang hasilnya menunjukkan bahwa para buruh angkut seringkali menerima penundaan upah dari pemilik ikan kering yang di angkut tersebut.
48 Al-Qazwini Abi Muhammad ibn Yazid, Sunan Ibn Majah, juz II, (Beirut: Dar Al-Ahya Al-Kutub al-Arabiyyah, t.t., 20080, hlm. 20
49 Awan buruh angkut, wawancara, Batuyang,21 Agustus 2021
Adapun hasil penelitian awal tersebut menghasilkan sebuah data sebagai berikut :
1. Hasil wawancara beserta angket penelitian membuktikan bahwa para buruh angkut yang ada dibatuyang tidak mempersoalkan jika upahnya dibayar secara tertundaa.
2. 75% buruh tersebut memiliki pekerjaan sampingan sehingga tidak mempersoalkan jika penundaan upah angkut ikan kering gorongan didapatkan.
3. 20-25% buruh yang diwawancarai tidak mengetahui bahwa upah sebaiknya dibayarkan tanpa harus ditunda.
4. 85% dari buruh yang diwawancarai melakukan peejanjian kerja yakni diupah secara bororngan tanpa menghitung berapa gorongan ikan kering yang diangkut.
Kemudian, dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan awal bahwa;
1. Memang benar bahwa para buruh angkut yang ada didesa Batuyang terhadap sistem pembayaran upah buruh masih kurang.
2. Memang benar bahwa para buruh angkut ikan kering gorongan melakukan perjanjian angkut secara borongan tanpa menghitung gorongan ikan kering yang mereka angkut.
Jadi, jika menilik dari hasil penelitian awal yang dilakukan peneliti maka tepat rasanya melakukan penelitian perjanjian serta pembayaran upah yang terjadi antara buruh angkkut ikan kering dan pemilik ikan kering, sehingga dapat dikeahui secara pasti tentang bagaimana tinjauan hokum ekonomi syariah terhadap praktik jasa angkut ikan kering gorongan yang terjadi di Desa Batuyang.
Hal ini setara dengan penjelasan bapak Na‟im salah satu buruh angkut yang ada di Desa Batuyang, beliau menjelaskan :
“ Saya pribadi sudah lama menjadi buruh angkut ikan dan penundaan upah memnag sudah sering terjadi. Sebelum pegangkutan ikan kering tersebut biasanya saya diberi tahukan oleh pemilik ikan bahwa upah angkut dibara setelah habis terjual ikan kering tersebut, jika saya setuju barulah kami berangkat untuk mengambil ikan tersebut ke bos besarnya. “ 50
Adapun respon para buruh perihal penundaan upah tersebut di jelaskan oleh beberapa buruh yang peneliti wawancarai.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh bapak juhaeri buruh angkut di desa Batuyang :
“ Karna saya memiliki pekerjaan sampingan mengangkut sayur juga dan tidak hanya mengangkut ikan saja makanya saya tidak begitu mempermasalahkan jika penundaan upah dibayarkan oleh pemilik ikan. Karna sudah berlangganan juga sehingga jika terjadi penundaan upah tidak kami permasalahkan”.
50 Naim buruh angkut, wawancara batuyang 22 Agustus 2021
Adapun hasil wawancara dengan inak dedi salah satu pemilik ikan kering tersebut, beliau menjelaskan :
“ Upahnya memang terkadang saya bayar sesaat setelah ikan- ikan kering saya laku terjual baru upahnya saya bayar.
Penundaan upahnya juga saya tanyakan terlebih dahulu kalo memang setuju upahnya saya tunda baulah kami berangkat ke bos besar ikan untuk mengambl ikan yang akan saya pasarkan nantinya. Mengenai upah juga saya hitung secara borongan karena berat ikan tersebut tidak sama pergorongnya, makanya saya bayar upah angkutnya ya borongan sesuai kesepakatan negosiasi dengan buruh angkut sebelum kami berangkat mengambil ikan kering gororngan tersebut.”51
Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dapat di katakana sebagian besar buruh yang ada didesa batuyang sudah setuju dengan penundaan upah yang terjadi antara pemilik ikan dan buruh angkut ikan kering. Proses pembayaran secara boronganpun tidak sembarangan dilakukan pemilik ikan memiliki beberapa alasan yang salah satunya yakni karna berat netto ikan kering tersebut tidak sama disetiap gorongnya, jauh dekat lokasi engambilan ikan juga menjadi salah satu pertimbangan sehingga terjadilah perjanjian pengupahan tersebut dilakukan secara borongan yang terjadi di Desa Batuyang tersebut.
Penundaan upah tersebut tidak dipermasalahkan oleh para buruh karna sudah lama meraka bekerja sama dengan pemilik ikan
51 Dedi pemilik usaha, wawncara batuyang, 23 Agustus 2021
tersebut, para buruh juga rat-rata memiliki pekerjaan sampingan berupa angkut sayur dan lain sebagainya. Pengankutan ikan kering ini bisanya dilakukan padaa saat sore hari, karena pagi hari pemilik ikan langsung kepasar untuk memasarkan ikan kering tersebut barulah setelah ikan kering tersebut laku terjual upah para buruh angkutpun dibayarkan oleh pemilik ikan tersebut.
49