BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
B. Kajian Teori
6. Proses Pengambilan Keputusan
Banyak manajer yang harus membuat suatu keputusan dengan metode pembuatan keputusan informasi untuk member pedoman bagi manajer. Tidak ada pendekatan pembuatan keputusan yang dapat menjamin bahwa manajer akan selalu membuat keputusan yang besar.
Pengambilan keputusan harus dilakukan melalui proses atau tahap-tahap dengan menggunakan pendekatan logis dan memilih alternatif yang baik dari sekian banyak alternatif yang tersedia.
Pengambilan keputusan dibuat berdasar proses analisis, pendenahan, dan pensimulasian melalui berbagai perhitungan alternatif
solusi yang mungkin dilakukan. Tahap pengambilan keputusan mempunyai beberapa langkah :
Langkah 1
Pemahaman dan menyatakan dasar permasalahan. Para pemimpinsering berhadapan dengan kenyataan bahwa permasalahan yang sulit dipecahkan atau sukar diidentifikasikan, bukan merupakan dasar dari sebuah permasalahan. Para pemimpin dapat memahamimasalah yang sedang dihadapi dengan beberapa fase. Pertama, pemimpin secara sistematis menguji hubungan sebab-akibat. Kedua, pemimpin menganalisis perubahan atau penyimpangan normal sebuah permasalahan yang sedang berlangsung.
Langkah 2
Pencarian dan proses data analisis yang signifikan. Setelah pemimpin menemukan dan menyatakan masalah, pemimpin harus memformulasikan langkah kedepan. Langkah pertama pemimpin adalah harus menetapkan data dan informasi apa yang diperlukan dalam merumuskan keputusan yang akurat. Langkah yang kedua adalah memastikan bahwa informasi dan data tersebut mampu didapatkan secara tepat waktu dan relevan.
Langkah 3
Pegembangan solusi alternatif. Kecenderungan dalam menerimasolusi alternatif keputusan yang feasibel akan mampumenghindarkan pemimpin dari kegagalan dalam pencapaian
danpenyelesaian yang optimal. ekspansi sejumlah alternatif solusi membuat pemimpin secara otomatis menghalangi kecenderungan dalam pembuatan keputusan yang tergesa-gesa, sekaligus mengarahkan seorang pemimpn untuk merumuskan keputusan yang makin efektif. Pemimpin harus menentukan solusi alternatif yang secara overall mampu menyelesaikan permasalahan, walaupun pilihan tersebut bukanlah hal ideal.
Langkah 4
Evaluasi alternatif solusi. Setelah pemimpin mengemukakan sekumpulan alternative solusi, pemimpin harus melakukan evaluasi sekumpulan alternatif tersebut. Tujuan dari evaluasi adalah untuk menilai tingkat efektifitas dari setiap alternative solusi.
Langkah 5
Pemilihan alternatif solusi terbaik. Pengambila keputusan adalah hasil pengevaluasian berbagai alternatif yang tersedia. Alternatif yang terpilih harus didasarkan pada kemampuan pemimpin dalam menghadapi konsekwensi yang akan terjadi setelah implementasi dari alternatif terpilih tersebut.
Langkah 6
Implementasi Keputusan. Setelah solusi terbaik terpilih, para pemimpin harus menetapkan perencanaan untuk menghadapi berbagai potensi permasalahan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan keputusan.
Sejalan dengan itu, pemimpin perlu memperhitungkan berbagai
ketidakpastian dan bahaya sebagai konsekuensi dalam sebuah keputusan.
Pada langkah ini, keputusan pemimpin juga harus mensyaratkan prosedur pelaporan kemajuaan secara periodik serta menyusun tindakan preventif apabila timbul penyimpanggan dari implementasi keputusan.
Langkah 7
Evaluasi perolehan keputusan. Implementasi evaluasi keputusan harus diawasi secara periodik. pemimpin akan melakukan penilaian apakah implementasi telah dilakukan secara baik dan keputusan membuahkan hasil yang ditargetkan.34
Proses pengambilan keputusan mengandung beberapa aktivitas yang saling berbeda. Menurut S.Prajudi Atmosudirjo Proses Pengambilan Keputusan dalam Mohammad Nuzulul Saputra terdiri atas 5 tahap, yaitu sebagai berikut :
a. Identifikasi masalah dan ketidakjelasan (uncertainties)
Seseorang mula-mula harus menyadari dan menempatkan diri sebagai pimpinan dalam organisasi dan bertanggung jawab sebagai pimpinan organisasi serta harus memutuskan sesuatu jika dalam organisasi tersebut muncul masalah.
b. Mengumpulkan informasi
Masalah yang dihadapi, terlebih dahulu harus ditelaah, mengingat masalah tersebut memiliki macam-macam sifat, bentuk dan kompleksitasnya.
34 Risky Eka Febriansah, S.Mb., M.SM., Dewi Ratiwi Meiliza, SE. MM. 2020. Teori Pengambilan Keputusan. Sidoarjo: UMSIDA Press 3-5.
c. Membuat prediksi kemungkinan yang terjadi
Setelah ditelaah, kemudian harus dianalisis situasi yang mempengaruhi organisasi dan masalahnya.
d. Mengambil keputusan dari alternatif-alternatif yang ada
Menelaah keputusan yang dibuatnya, terutama yang telah ditelaah adalah alternatif-alternatif tersebut yang dianggap paling tepat.
e. Mengevaluasi hasil terhadap prediksi yang telah dibuat
Setelah keputusan diambil, kemudian keputusan itu dilaksanakan. Keberhasilannya tergantung pada jiwa dan manajemen dari kepemimpinan.
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 3 tahap yaitu penemuan masalah, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
a. Penemuan Masalah
Tahap ini merupakan tahap untuk mendefinisikan masalah dengan jelas, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah (misalnya isu) menjadi jelas. Sehingga masalah yang dihadapi dapat dicari model dan cara jalan keluar yang sesuai.
b. Pemecahan Masalah
Tahap ini merupakan tahap penyelesaian terhadap masalah yang sudah ada atau sudah jelas. Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:
1) Identifikasi alternatif-alternatif keputusan untuk memecahkan masalah. Perhitungan mengenai faktor-faktor yang tidak dapat
diketahui sebelumnya atau diluar jangkauan manusia, identifikasi peristiwa-peristiwa di masa yang akan datang.
2) Pembuatan alat (sarana) untuk mengevaluasi atau mengukur hasil, biasanya berbentuk tabel hasil.
3) Pemilihan dan penggunaan model pengambilan keputusan.
c. Pengambilan Keputusan
Keputusan yang diambil adalah berdasarkan pada keadaan lingkungan atau kondisi yang ada, seperti kondisi pasti, kondisi tidak pasti, dan kondisi konflik.
Proses pengambilan keputusan pasti akan ada terjadi masalah.
Masalah didefinisikan sebagai suatu kondisi atau kejadian yang membahayakan atau berpotensi membahayakan perusahaan secara negatif. Namun, masalah juga dapat menguntungkan atau berpotensi memberikan keuntungan dengan cara positif. Masalah tersebut dapat dibagi dalam tiga golongan, yaitu :
a. Masalah korektif adalah masalah yang timbul karena adanya penyimpangan dari apa yang direncanakan. Masalah ini banyak terjadi dalam kegiatan pelaksanaan suatu rencana sehingga pembuatan keputusan dilakukan untuk memperbaiki rencana, bila rencana tersebut keliru.
b. Masalah progresif adalah suatu masalah yang terjadi akibat adanya keinginan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu prestasi atau hasil masa lalu.
c. Masalah kreatif adalah suatu masalah yang muncul karena adanya keinginan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru.
Efisiensi dan efektivitas suatu perusahaan biasanya dapat diduga dari jenis masalah yang sering dihadapi. Perusahaan yang terlalu sering menghadapi masalah korektif menggambarkan cara kerja yang kurang efisien dan kurang efektif, dan perusahaan yang lebih sering menghadapi masalah progresif dan kreatif menggambarkan perusahaan yang relatif sukses dan inovatif.
7. Faktor-faktor yang Diperhatikan dalam Pengambilan Keputusan Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
a. Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan b. Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai
tujuan organisasi
c. Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain
d. Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan
e. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik
f. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama
g. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik
h. Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul
i. Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.