BAB 4. KEDUDUKAN DAN RAGAM BIMBINGAN DAN KONSELING
C. Ragam Bimbingan dan Konseling Menurut Teknik
Menurut Nurihsan (2001)ditilik dari tekniknya ada beberapa macam ragam bimbingan yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan individu yaitu konseling, nasihat, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mengajar bernuansa bimbingan.Adapun teknik-teknik yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Konseling
Konseling merupakan bantuan yang bersifat terapeutis yang diarahkan untuk mengubah sikap dan perilaku individu. Konseling dapat dilaksanakan melalui wawancara langsung (face to face) dengan individu maupun tidak langsung (melalui media, seperti internet, telepon, sms). Konseling ditujukan kepada individu yang normal, bukan yang mengalami kesulitan kejiwaan, tetapi hanya mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.
Dalam konseling terdapat hubungan yang akrab dan dinamis. Individu merasa diterima dan dimengerti oleh konselor. Dalam hubungan tersebut konselor menerima individu secara pribadi dan tidak memberikan penilaian. Individu (konseli) merasakan ada orang yang mengerti masalah pribadinya, mau mendengarkan keluhan dan curahan perasaanya.
Dalam konseling berisi proses belajar yang ditujukan agar individu (konseli) dapat mengenal diri, menerima, mengarahkan, dan menyesuaikan diri secara realistis dalam kehidupannya di sekolah/kampus maupun di luar sekolah/kampus.
Dalam konseling tercipta hubungan pribadi yang unik dan khas, dengan hubungan tersebut individu diarahkan agar dapat membuat keputusan, pemilihan dan rencana yang bijaksana, serta dapat berkembang dan berperanan lebih baik di lingkungannya. Konseling membantu individu agar lebih mengerti diri sendiri, mampu mengeksplorasi dan memimpin diri sendiri dan penyelesaian tugas-tugas kehidupannya. Proses konseling lebih bersifat emosional diarahkan kepada perubahan sikap, perubahan pola-pola hidup, sebab hanya dengan perubahan- perubahan tersebut memungkinkan terjadi perubahan perilaku dan pemecahan masalah.
2. Nasihat
Nasihat merupakan salah satu teknik bimbingan yang dapat diberikan oleh konselor atau pun guru bimbingan dan konseling. Pemberian nasihat hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) didasarkan atas masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh konseli, (2) diawali dengan menghimpun data yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi, (3) nasihat yang diberikan bersifat alternatif yang dapat dipilih oleh individu, disertai kemungkinan keberhasilan dan kegagalan, (4) penentuan keputusan diserahkan kepada individu, alternatif mana yang akan diambil, (5) individu hendaknya mau dan mampu mempertanggungjawabkan keputusan yang diambilnya.
3. Bimbingan Kelompok
Bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi atau pun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan sosial.
Bimbingan kelompok dilaksanakan dalam kelompok kecil (2-6 orang), kelompok sedang (7-12 orang), kelompok besar (13-20 orang) atau pun kelas (20-40 orang). Pemberian informasi dalam bimbingan kelompok terutama dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang kenyataan, aturan-aturan dalam kehidupan, dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan tugas serta meraih masa depan dalam studi, karir, maupun kehidupan. Aktivitas kelompok
diarahkan untuk memperbaiki dan mengembangkan pemahaman diri dan pemahaman lingkungan, penyesuaian diri dan pengembangan diri.
Pemberian informasi banyak menggunakan alat-alat dan media pendidikan seperti: OHP, kaset audio-video, film, buletin, brosur, majalah, buku, dan lain-lain.
Kadang-kadang konselor mendatangkan ahli tertentu untuk memberikan ceramah (informasi) tentang hal-hal tertentu.
Aktivitas kelompok pada umumnya menggunakan prinsip dan proses dinamika kelompok, seperti dalam kegiatan diskusi, sosiodrama, bermain peran, simulasi, dan lain-lain. Bimbingan melalui aktivitas kelompok lebih efektif karena selain peran individu lebih aktif juga memungkinkan terjadinya pertukaran pemikiran, pengalaman, rencana dan pemecahan masalah.
4. Konseling Kelompok
Konseling kelompok merupakan bantuan kepada individu dalam situasi kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Konseling kelompok bersifat pencegahan dalam arti bahwa individu yang bersangkutan mempunyai kemampuan normal atau berfungsi secara wajar dalam masyarakat, tetapi memiliki beberapa kelemahan dalam kehidupannya sehingga menggangu kelancaran berkomunikasi dengan orang lain. Konseling kelompok bersifat memberi kemudahan bagi pertumbuhan dan perkembangan individu, dalam arti memberikan kesempatan, dorongan pengarahan kepada individu-individu yang bersangkutan untuk mengubah sikap dan perilakunya selaras dengan lingkungannya.
Konseling kelompok merupakan proses antar pribadi yang dinamis, terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif, orientasi pada kenyataan, katarsis, saling mempercayai, saling memperlakukan dengan hangat, saling pengertian, saling menerima dan mendukung. Fungsi-fungsi terapi itu diciptakan dan dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling mempedulikan di antara para peserta konseling kelompok. Individu dalam konseling kelompok pada dasarnya adalah individu normal yang memiliki berbagai kepedulian dan kemampuan, dan persoalan yang dihadapi bukanlah gangguan kejiwaan yang tergolong sakit, hanya kekeliruan dalam penyesuaian diri. Individu dalam konseling kelompok menggunakan interaksi kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan
tujuan-tujuan tertentu, untuk mempelajari atau menghilangkan sikap-sikap dan perilaku yang tidak tepat.
5. Belajar Bernuansa Bimbingan
Individu akan lebih berhasil dalam belajar apabila konselor menerapkan prinsip-prinsip dan memberikan bimbingan waktu mengajar. Lebih jelas bimbingan waktu mengajar yang dapat dilakukan oleh konselor berupa menjelaskan tujuan dan manfaat perkuliahan/pemebelajaran, cara belajar mata kuliah yang diberikan, dorongan untuk berprestasi, membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi individu, penyelesaian tugas, merencanakan masa depan, memberikan fasilitas belajar, memberi kesempatan untuk berprestasi dan lain-lain.
Secara umum bimbingan dapat diberikan guru sambil mengajar adalah: (1) mengenal dan memahami individu secara mendalam; (2) memberikan perlakuan dengan memperhatikan perbedaan individual; (3) memperlakukan individu secara manusiawi; (4) memberi kemudahan untuk mengembangkan diri secara optimal; dan (5) menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
Suasana kelas dan proses belajar-mengajar yang menerapkan prinsip- prinsip/bernuansa bimbingan tampak sebagai berikut.
a. Tercipta iklim kelas yang permisif, bebas dari ketegangan dan menempatkan individu sebagai subyek pengajaran.
b. Adanya arahan/orientasi agar terselenggaranya belajar yang efektif, baik dalam bidang studi yang diajarkannya, maupun dalam keseluruhan perkuliahan/pembelajaran.
c. Menerima dan memperlakukan individu sebagai individu yang mempunyai harga diri, dengan memahami kekurangan, kelebihan, dan masalah- masalahnya.
d. Mempersiapkan dan menyelenggarakan perkuliahan/pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu.
e. Membina hubungan yang dekat dengan individu, menerima individu yang akan berkonsultasi dan meminta bantuan.
f. Konselor berusaha mempelajari dan memahami individu untuk menemukan kekuatan, kelemahan, kebiasaan, dan kesulitan yang dihadapinya, terutama dalam hubungannya dengan bidang studi yang diajarkannya.
g. Memberikan bantuan kepada individu yang menghadapi kesulitan, terutama yang berhubungan dengan bidang studi yang diajarkannya.
h. Pemberian informasi tentang masalah pendidikan, pengajaran, dan jabatan/karir.
i. Memberikan bimbingan kelompok di kelas.
j. Membimbing individu agar mengembangkan kebiasaan belajar yang baik.
k. Memberikan layanan perbaikan bagi individu yang memerlukannya.
l. Bekerja sama dengan dosen/guru lain, wali kelas, konselor tenaga pendidikan lainnya dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh individu.
m.Memberikan umpan balik atas hasil evaluasi.
n. Memberikan pelayanan rujukan (referal) bagi individu yang memiliki kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh dosen/guru sendiri.