Unit kerja : Instalasi Gizi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo Identifikasi Isu : 1. Ketidaksesuaian praktek permorsian diet makan
pasien Diabetes Melitus di Instalasi Gizi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
2.
Kurangnya pengetahuan pasien rawat inap terkait pentinya pemenuhan gizi yang tepat dan seimbang di RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo 3. Masih rendahnya kepatuhan praktek hygienstenaga pengolah makanan di Instalasi Gizi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Isu yang diangkat : Ketidaksesuaian praktek permorsian diet makan pasien Diabetes Melitus di Instalasi Gizi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Gagasan pemecahan Isu : Sosialisasi Standar Porsi Diet Pasien Diabetes Melitus pada karyawan di Instalasi Gizi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
22
Tabel 2. 5 Matrik Rancangan Aktualisasi
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OUTPUT KETERIKATAN SUBTANSI MATA PELATIHAN
KONTRIBUSI VISI DAN MISI ORGANISASI
PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7
1 Menyusun panduan pemorsian dengan ukuran rumah tangga (URT) bahan makanan
Sumber Kegiatan:
Inovasi
Tersusunnya panduan pemorsian dengan
ukuran rumah tangga (URT) bahan
makanan
Manajemen ASN:
Kegiatan menyusun panduan dilakukan secara bertanggungjawab dan berintegritas tinggi (Kode Etik dan Kode Pelikau ASN) dengan tetap menghargai komunikasi dan kerjasama sesama Nutrisionis (Nilai Dasar ASN) serta, berkonsultasi dengan atasan sehingga menghasilkan Panduan yang benar dan dapat menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan pemorsian diet oleh tenaga juru masak di Instalasi Gizi hal ini sesuai dengan memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan. (Kode etik dan Perilaku ASN)
Smart ASN:
Dalam kegiatan penyusunan panduan ukuran rumah tangga (URT) bahan makanan kita mencari referensi data dan gambar bahan makanan dengan melakukan browsing di Internet dengan tetap memperhatikan Etika Digital (Digital Ethics), serta menggunakan perangkat komputer serta menggunakan aplikasi desain grafis dalam pembuatan desain gambar bahan makanan (Digital Skill)
Dengan tersusunnya panduan pemorsian dengan ukuran rumah tangga (URT) bahan
makanan maka
memberikan kontribusi terhadap VISI Rumah Sakit yaitu “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern dan Berbudaya”
dan Misi nomor 1 yaitu
“Memberikan Pelayanan yang profesional dan berkualitas”
Dengan tersusunnya panduan pemorsian dengan ukuran rumah tangga (URT) bahan makanan memberikan penguatan pada nilai organisasi:
1. Akuntabel 2. Profesional
23 a. Melakukan
koordinasi dengan teman sejawat nutrisionis dalam penyusunan draft panduan ukuran rumah tangga (URT) bahan makanan
Diperolehnya pemahaman yang sama dalam
penyusunan draft panduan ukuran rumah tangga (URT) bahan
makanan
Kolaboratif
Saya melakukan koordinasi sebagai wujud kesediaan bekerjasama dengan rekan sejawat nutrisionis dalam penyusunan panduan untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Kata kunci: kesediaan bekerjasama.
Harmonis:
Dalam pelaksanaan koordinasi saya belajar menghargai perbedaan pendapat antar nutrisionis dalam penyusunan panduan demi membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Kata Kunci: Perbedaan
Kode Etik: Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Kompeten
Saya melakukan koordinasi dengan teman sejawat nutrisionis yang lebih berpengalaman dalam penyususunan panduan kegiatan sehingga tugas dapat diselesaikan dengan kinerja terbaik.
Kata kunci: kinerja terbaik b. Melakukan
konsultasi dengan Kepala Instalasi Gizi
dan meminta
masukan
Diperolehnya masukan terkait standar URT (Ukuran Rumah
Tangga) bahan makanan
Kolaboratif
Saya mau menerima masukan dari Kepala Instalasi Gizi dan bersedia bekerjasama dalam penyusunan panduan untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Kata kunci: kesediaan bekerja sama Kompeten
Saya belajar dari atasan yang ahli dibidangnya serta mempunyai pengalaman
24
kerja yang lebih banyak sehingga kita bisa meningkatkan kompetensi diri dalam penyusunan panduan kegiatan.
Kata kunci: ahli dibidangnya.
Harmonis
Dalam pelaksanaan konsultasi saya belajar menghargai perbedaan pendapat dan mau menerima masukan dari atasan demi kesempurnaan penyusunan panduan kegiatan.
Kata kunci: Perbedaan
c. Menyusun panduan pemorsian dengan ukuran rumah tangga (URT) bahan makanan
Tersusunnya panduan pemorsian dengan
ukuran rumah tangga (URT) bahan
makanan
Berorientasi pelayanan:
Dengan menyusun panduan ukuran rumah tangga (URT) bahan makanan dapat menjadi acuan dalam kegiatan pemorsian sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai kebutuhan gizi pasien.
Kata kunci: Kualitas Loyal
Saya ikut berkontribusi dalam menyusun paduan permorsian dengan ukuran rumah tangga (URT) yang menjadi salah satu acuan dalam kegiatan pemorsian. Dengan adanya acuan kegiatan sehingga meminimalisir kesalahan dalam bekerja.
Kata kunci: kontribusi Kompeten
Dengan menyusun panduan pemorsian dengan ukuran rumah tangga (URT) bahan makanan menjadi salah satu acuan dalam
25
kegiatan pemorsian sehingga dapat melaksanakan tugas dengan kinerja terbaik.
Kata kunci: kinerja terbaik
2 Menyusun standar porsi diet Diabetes mellitus
Sumber Kegiatan:
Inovasi
Tersusunnya Standar Porsi Diet Diabetes Mellitus
Manajemen ASN:
Dengan tersusunnya standar porsi diet yang benar dan dapat menjadi acuan untuk Nutrisonis dalam penulisan pemesanan diet serta menjadi acuan tenaga juru masak dalam melaksanakan kegiatan pemorsian diet di Instalasi Gizi hal ini sesuai dengan memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan. (Kode etik dan Perilaku ASN)
Smart ASN:
Dalam penyusunan standar porsi diet perlu dilakukan perhitungan kebutuhan gizi dengan menggunakan aplikasi software Nutri dari perangkat komputer (Digital Skill)
Dengan tersusunnya standar porsi Diet Diabetes Melitus maka memberikan kontribusi terhadap VISI Rumah Sakit yaitu “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern dan Berbudaya”
dan Misi nomor 1 yaitu
“Memberikan Pelayanan yang profesional dan berkualitas”
Dengan tersusunnya standar porsi Diet Diabetes Melitus
`memberikan penguatan pada nilai organisasi:
1. Akuntabel 2. Profesional
a. Melakukan koordinasi dengan rekan sejawat nutrisionis dalam penyusunan standar porsi diet Diabetes Melitus
Diperolehnya pemahaman yang sama dalam
penyusunan standar porsi diet Diabetes Mellitus.
Kolaboratif
Saya melakukan koordinasi dengan terbuka bersama rekan sejawat nutrisionis dalam melakukan penyusunan standar diet Diabetes Melitus sehingga tercipta sinergi untuk hasil yang lebih baik.
Kata kunci: Sinergi untuk hasil yang lebih baik.
Harmonis:
Dalam pelaksanaan koordinasi saya belajar menghargai perbedaan pendapat antar
26
nutrisionis dalam penyusunan standar porsi diet demi membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Kata Kunci: Perbedaan
Kode etik: membangun lingkungan kerja yang kondusif
Kompeten
Melalui koordinasi saya dapat mengembangkan kapabilitas dengan belajar dari teman nutrisionis yang lebih berpengalaman dalam penyusunan standar diet sehingga menghasilkan kinerja terbaik.
Kata kunci: kinerja terbaik Loyal
Semua pihak dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan standar diet Diabetes Melitus
Kata kunci/ Kode etik: Kontribusi
b. Melakukan konsultasi dengan Kepala Instalasi Gizi dan meminta masukan
Diperolehnya masukan terkait penyusunan standar porsi diet Diabetes Mellitus
Kolaboratif
Saya bersedia bekerjasama dengan atasan dengan menerima saran dan kritikan dalam penyusunan standar porsi diet untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Kata Kunci: kesediaan bekerjasama Kompeten
Saya belajar dari atasan yang mempunyai pengalaman kerja yang lebih baik dalam penyusunan standar porsi diet sehingga saya bisa meningkatkan kompetensi diri dalam guna menjawab tantangan yang selalu berubah
27
Kode etik : Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah.
Harmonis
Dalam pelaksanaan konsultasi saya belajar menghargai perbedaan pendapat dan mau menerima masukan dari atasan demi kesempurnaan penyusunan standar porsi diet.
Kata kunci: Perbedaan
c. Menyusun standar porsi diet Diabetes Melitus
Tersusunnya dokumen standar porsi diet Diabetes Mellitus
Berorientasi pelayanan:
Dengan tersusunnya standar porsi diet Diabetes Melitus dapat menjadi acuan dalam memberikan Pelayanan Gizi sehingga dapat menghasilkan pelayanan yang berkualitas sesuai kebutuhan pasien.
Kata kunci: Kualitas Adaptif
Penyusunan standar porsi diet menjadi salah satu inovasi dalam upaya memperbaiki pelayanan gizi kepada pasien agar dapat memberikan diet yang sesuai kebutuhan pasien.
Kata kunci: inovasi Loyal
Saya ikut berkontribusi dalam menyusun standar porsi diet yang menjadi salah satu acuan dalam kegiatan pemorsian. Dengan adanya acuan kegiatan sehingga meminimalisir kesalahan dalam bekerja.
Kata Kunci: Kontribusi.
28 3 Menyiapkan media
sosialisasi berupa Leaflet
Sumber Kegiatan:
Inovasi
Tersedianya Leaflet untuk Media
Sosialisasi
Manajemen ASN:
Saya membuat desain leaflet yang menarik dan informatif serta materi standar porsi diet yang mudah dipahami hal ini sesuai dengan memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan. (Kode etik dan Perilaku ASN)
Smart ASN:
Dalam kegiatan pembuatan desain leaflet saya menggunakan aplikasi desain grafis online Canva dengan perangkat komputer (Digital Skill). Saya melakukan browsing di Internet untuk mencari referensi materi dengan tetap memperhatikan Etika Digital (Digital Ethics)
Dengan tersedianya leaflet untuk media sosialisasi maka memberikan kontribusi terhadap VISI Rumah Sakit yaitu “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern dan Berbudaya”
dan Misi nomor 1 yaitu
“Memberikan Pelayanan yang profesional dan berkualitas”
Dengan tersedianya leaflet untuk media
sosialisasi memberikan penguatan pada nilai organisasi:
Profesional
a. Membuat desain leaflet
Tersedianya rancangan desain leaflet
Adaptif
Antusias dalam menerapkan ide-ide yang inovatif dan kreatif dalam pembuatan media informasi leaflet untuk sosialisasi .
Kata kunci: inovasi Kompeten
Dalam pembuatan desain membuat saya belajar hal yang baru dan mengembangkan kapabilitas untuk menghasilkan kinerja terbaik sehingga tercipta desain leaflet yang menarik dan informatif.
Kata kunci: kinerja terbaik.
29 b. Melakukan konsultasi
dengan Kepala Instalasi Gizi dan meminta masukan terkait rancangan desain leaflet
Diperolehnya masukan terkait rancangan desain leaflet
Kolaboratif
Saya bersedia bekerjasama dengan atasan dengan menerima saran dan kritikan untuk penyempurnaan rancangan desain leaflet.
Kata Kunci: kesediaan bekerjasama Adaptif
Bersikap proaktif dalam menanggapi saran perbaikan dari atasan dalam penyempurnaan desain leaflet.
Kata kunci: proaktif Harmonis
Menghargai perbedaan pendapat dari atasan terkait desain leaflet yang dibuat sehingga tetap terjalin lingkungan kerja yang kondusif dengan atasan.
Kata Kunci: perbedaan.
c. Mencetak Leaflet Tersedianya leaflet
Akuntabel
Menggunakan komputer dan printer kantor secara bertanggung jawab secara efektif dan efisen saat proses mencetak leaflet.
Kode etik: menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien.
Kompeten
Dengan tersedianya leaflet dapat menjadi media yang membantu orang lain belajar dan memahami isi materi.
Kode etik: Membantu orang lain belajar
30 4 Melakukan
sosialisasi Standar Porsi Diet Diabetes Mellitus kepada karyawan di Instalasi Gizi
Sumber Kegiatan:
Inovasi
Terpahaminya standar
pemorsian diet Diabetes Mellitus oleh karyawan di Instalasi Gizi
Manajemen ASN:
Saya melakukan sosialisasi standar pemorsian diet Diabetes Mellitus kepada seluruh karyawan di Instalasi Gizi agar semua karyawan mengetahui Standar diet dan Standar permorsian diet Diabetes Mellitus yang benar. Hal ini sesuai dengan memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan (Kode etik dan Perilaku ASN )
Smart ASN:
Dalam kegiatan mencari referensi materi untuk sosialisasi dengan melakukan browsing materi dengan tetap menerapkan etika digital saat berselancar di dunia digital (Digital Ethics).
Menggunakan perangkat komputer untuk membuat power point (Digital Skill).
Dengan terpahaminya standar pemorsian diet Diabetes Mellitus oleh karyawan di Instalasi Gizi maka memberikan kontribusi terhadap VISI Rumah Sakit yaitu
“Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern dan Berbudaya”
dan Misi nomor 1 yaitu
“Memberikan Pelayanan yang profesional dan berkualitas”
Dengan terpahaminya standar
pemorsian diet Diabetes
Mellitus oleh karyawan di Instalasi Gizi memberikan penguatan pada nilai organisasi:
Profesional
a. Melakukan konsultasi terkait jadwal pelaksanaan
kegiatan sosialisasi kepada Kepala Instalasi Gizi
Diperolehnya kesepakatan jadwal pelaksanaan kegiatan sosialisasi
Kolaboratif
Saya bersedia bekerjasama dengan atasan dengan menerima saran terkait penentuan jadwal pelaksanaan kegiatan sosialisasi.
Kata kunci: kesediaan bekerja sama Harmonis
Menghargai perbedaan pendapat dalam penentuan jadwal pelaksanaan kegiatan sosialisasi sehingga tetap terjalin lingkungan kerja yang kondusif dengan atasan.
Kata Kunci: perbedaan.
31 b. Menyiapkan sarana
dan prasarana untuk kegiatan sosialisasi
Tersedianya sarana, prasarana kegiatan sosialisasi
Akuntabel
Memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di Rumah sakit dengan penuh tanggung jawab, efektif dan efisien guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan sosialisasi.
Kode etik: menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien.
Kolaboratif
Dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada dan saling bersinergi untuk hasil yang baik guna mendukung pelaksanaan kegiatan sosialisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Kata kunci: sinergi untuk hasil yang lebih baik.
c. Melakukan
Sosialisasi Panduan pemorsian dengan URT dan Standar Porsi Diet Diabetes Mellitus kepada karyawan di Instalasi Gizi
Terpahaminya Panduan pemorsian dengan URT dan standar porsi diet Diabetes Mellitus oleh karyawan di Instalasi Gizi
Kompeten
Sosialisasi merupakan kegiatan untuk peningkatan kompetensi teknis guna
mengembangkan kapabilitas serta pengatahuan tenaga juru masak dan nutrisionis di Instalasi Gizi sehingga dapat melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik Kode etik: melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
Adaptif
Dengan kegiatan sosialisasi diaharapkan tenaga juru masak bersikap proaktif dan dapat cepat menyesuaikan diri dengan standar pemordian dan panduan pemorsian.
Kata kunci: proaktif
32
Kode etik: cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan.
Loyal
Setelah dilakukan sosialisasi diharapakn semua karyawan di Instalasi gizi dapat berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan pemorsian diet sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kata kunci/ kode etik: Komitmen.
5 Melakukan Evaluasi kegiatan pemorsian diet Diabetes Mellitus
Sumber Kegiatan:
Perintah Atasan
Diketahuinya kesalahan dalam kegiatan pemorsian diet sehingga bisa melakukan perbaikan dalam
pemorsian diet sesuai standar porsi diet.
Manajemen ASN:
Hasil pengamatan yang saya lakukan dalam kegiatan evaluasi kemudian dibuat laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban suatu kegiatan, hal ini sesuai dengan mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik (Nilai Dasar ASN) serta sesuai dengan melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggungjawab dan berintegritas tinggi (Kode etik dan Perilaku ASN)
Smart ASN:
Dalam kegiatan evaluasi form checklist menggunakan google form yang lebih mudah dalam merekap hasilnya serta penggunaan komputer untuk pembuatan laporan (Digital Skill)
Dengan diketahuinya kesalahan dalam kegiatan pemorsian diet sehingga bisa melakukan perbaikan dalam pemorsian diet sesuai standar porsi diet memberikan kontribusi terhadap VISI Rumah Sakit yaitu “Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern dan Berbudaya”
dan Misi nomor 1 yaitu
“Memberikan Pelayanan yang profesional dan berkualitas”
Dengan diketahuinya kesalahan dalam kegiatan pemorsian diet sehingga bisa melakukan perbaikan dalam
pemorsian diet sesuai standar porsi diet memberikan penguatan pada nilai organisasi:
Akuntabel
a. Menyiapkan form check list
Tersusunnya Form Check list pemorsian diet Diabetes Mellitus
Berorientasi Pelayanan
Dengan pembuatan form checklist bisa digunakan sebagai sarana untuk evaluasi kegiatan guna melakukan perbaikan dalam
33
peningkatan kualitas pelayanan di Instalasi gizi.
Kata kunci: kualitas Kolaboratif
Dalam penyusunan form kuesionar tetap membuka kesempatan kepada berbagai pihak yakni teman sejawat nutrisionis untuk berkontribusi melalui kegiatan berkoordinasi karena menyangkut pelayanan di Instalasi gizi.
Kode etik: membuka kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi.
b. Melakukan evaluasi kegiatan pemorsian diet Diabetes Mellitus
Tersedianya form checklist yang sudah terisi
Akuntabel
Melakukan kegiatan evaluasi dan mengisi hasil evaluasi dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tingg dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kode etik: melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi
Kolaboratif
Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dalam perbaikan pelayanan di Instalasi Gizi melalaui kegiatan evaluasi.
Kode etik: memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi.
34 c. Membuat laporan
evaluasi kegiatan pemorsian diet Diabetes Mellitus
Tersusunnya laporan kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan pemorsian diet
Akuntabel
Transparan dalam menyampaikan hasil pengisian form checlist ke dalam laporan.
Kata kunci: transparan.
Kompeten
Membuat laporan dengan kualitas terbaik dan lengkap sehingga dapat dipertanggung jawabkan.
Kode etik: melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
35