• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4 Pengelolaan PSU Perumahan

K. Rangkuman

Prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) yang telah dibangun di lingkungan perumahan harus dikelola dengan baik agar dapat dioperasikan dan berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Pengelolaan PSU di lingkungan perumahan dilaksanakan sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab yang diberikan berdasarkan peraturan per- undang-undangan dengan dikoordinasikan oleh pemerintah daerah setempat.

44 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 45

BAB 5

PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

DALAM PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN

PERUMAHAN DAN PENYEDIAAN PSU

46 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

A. Indikator Keberhasilan

Dengan mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan peran pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan kualitas lingkungan perumahan dan penyediaan PSU.

B. Peran Pemerintah

Sebagai fasilitator penyelenggaraan PSU dengan memberikan peluang investasi kepada swasta, masyarakat, dan pemangku kepentingan, dengan menerapkan prinsip good governance.

Dalam fungsinya sebagai fasilitator, pemerintah dapat melakukan :

1) Fasilitasi penyelesaian masalah yang timbul baik dalam kawasan maupun antar kawasan perumahan dan permukiman.

2) Memberikan bantuan teknis, pembinaan teknis dan pendampingan teknis.

3) Sosialisasi produk pengaturan bidang keterpaduan PSU kawasan.

4) Memberikan bantuan stimulan PSU dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perumahan dan permukiman.

C. Peran Masyarakat

Peran serta masyarakat adalah keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses peningkatan kualitas lingkungan perumahan dan pembangunan PSU yang dilaksanakan secara terpadu.

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 47

Masyarakat selaku pemilik lahan perlu diperankan sebagai pelaku aktif pengembangan kawasan termasuk penyediaan dan pengelolaan PSU sehingga dapat memperoleh manfaat dari pengembangan dan penyelenggaraan keterpaduan PSU perumahan dan permukiman.

D. Peluang Investasi

Dalam penyelenggaraan kegiatan investasi pembangunan PSU kawasan perumahan, maka partisipasi modal masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan.

Partisipasi perlu dipertimbangkan dengan alasan sebagai berikut:

1) terbatasnya dana dan teknologi

2) pergeseran tanggung jawab dari pemerintah kepada swasta dan masyarakat

3) motivasi swasta dan masyarakat mendorong lembaga menjadi lebih efisien, transparan dan kompetitif

4) kondisi capacity building swasta dan masyarakat.

Kriteria yang digunakan dalam rangka menunjang keberhasilan partisipasi swasta dan masyarakat, yaitu :

1) untuk kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah 2) masalah lingkungan sesuai standar global

3) iklim investasi yang kondusif (kredibilitas pemerintah, komitmen, stabilitas politik) dan kesiapan lembaga pengelola

4) kelayakan investasi yang memadai dan terjamin

Tingkat keterlibatan swasta dalam pembangunan PSU bervariasi, yaitu : 1) untuk penyediaan pembiayaan, dan

2) kombinasi pembiayaan serta operasional.

Pihak-pihak yang dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan PSU diantaranya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

48 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Tabel 6. Pihak yang Dapat Berpartisipasi dalam Pembangunan PSU Swasta/ Masyarakat Peranan Investasi Imbal Hasil PT. PLN/Swasta Pembiayaan pembangunan

jaringan listrik

Hak rekening listrik PDAM/Swasta Pembiayaan pembangunan

jaringan air minum

Hak rekening air minum PT. Telkom/ Swasta Pembiayaan pembangunan

jaringan telkom

Hak rekening telkom Pengembang Harga material/upah yang

murah

Hak sebagai pengembang pembangunan kawasan Badan pengelola sampah/

air limbah

Harga/ biaya yang murah Hak lembaga pengelola

Bank Penjamin pembayaran

kredit

Hak eksklusif sebagai bank satu-satunya

Masyarakat Membeli unit rumah Hak untuk memperoleh skim pembayaran

Sumber : Permenpera Nomor: 34/PERMEN/M/2006 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Keterpaduan Prasarana, Sarana Dan Utilitas (PSU) Kawasan Perumahan

E. Latihan

1. Jelaskan hal-hal yang harus dilakukan oleh pemerintah terkait program peningkatan kualitas lingkungan perumahan dan penyediaan PSU.

2. Jelaskan alasan kenapa masyarakat harus diperankan sebagai pelaku aktif dalam peningkatan kualitas perumahan dan penyediaan PSU.

3. Jelaskan kriteria yang menunjang keberhasilan partisipasi swasta dan masyarakat terkait terkait program peningkatan kualitas lingkungan perumahan dan penyediaan PSU.

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 49

F. Rangkuman

Untuk menunjang keberhasilan program peningkatan kualitas lingkungan perumahan dan penyediaan PSU perumahan, terutama di perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah harus melibatkan peran swasta dan masyarakat sesuai potensi yang ada.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan dapat dijamin ketersediaan PSU di lingkungan perumahan sehingga masyarakat dapat bertempat tinggal di lingkungan perumahan yang sehat, aman dan nyaman.

50 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 51

BAB 6

RENCANA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN

PENYEDIAAN PSU

52 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Rencana Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

A. Indikator Keberhasilan

Dengan mengikuti pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan dapat memahami dan menjelaskan rencana pelaksanaan peningkatan kualitas lingkungan perumahan dan penyediaan PSU perumahan.

B. Identifikasi Kebutuhan PSU

Peningkatan kualitas lingkungan perumahan bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan prasarana, sarana, dan utilitas umum dalam rangka mewujudkan perumahan dan permukiman layak huni. Lingkungan perumahan yang akan ditingkatkan kualitasnya adalah lingkungan perumahan yang sudah dihuni dan sudah ada layanan air bersih (air minum) dan layanan listrik, dimana layanan air minum atau penyelenggaraan SPAM dilakukan oleh BUMN/BUMD, UPT/UPTD, kelompok masyarakat, dan/atau badan usaha, sedangkan layanan listrik dilakukan oleh PT. PLN.

Pada umumnya Jenis PSU yang sangat diperlukan dan belum terpenuhi, terutama di lingkungan perumahan swadaya, adalah:

1) jalan lingkungan;

2) drainase;

3) tempat pengolahan sampah terpadu (TPST);

4) penerangan jalan umum (PJU), berupa trafo, tiang, lampu, dan kabel listrik dari sumber PLN atau sumber alternatif;

5) sumur resapan;

6) kolam retensi; dan 7) ruang terbuka hijau.

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 53

Peningkatan kualitas lingkungan perumahan dapat dilaksanakan melalui : 1) pembangunan baru PSU; dan/atau

2) perbaikan PSU.

Untuk dapat dilaksanakannya kegiatan pembangunan PSU (pembangunan baru dan/atau perbaikan PSU), sekurang-kurangnya harus memenuhi persyaratan yaitu :

1) PSU belum tersedia atau kondisinya tidak laik fungsi;

2) tersedia tanah untuk pembangunan PSU yang tidak dalam status sengketa.

Identifikasi kebutuhan PSU dilakukan dengan cara menilai tingkat kerusakan dan keadaan komponen PSU yang ada, dengan menggunakan kriteria fisik sebagaimana tercantum dalam tabel sebagai berikut:

54 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Tabel 7. Kriteria Pemilihan Kebutuhan PSU

No Kriteria Fisik Telaahan Singkat Rekomendasi

1 Jalan lingkungan

- Jalan rusak sekitar = > 25%, kerusakan struktur &

komponennya

- atau belum dibangun struktur jalan.

- Kerusakan struktur: subgrade (tanah dasar), subbase (pondasi bawah), lapis pondasi atas;

- Kerusakan komponen: lapisan permukaan, kansten, pelengkap.

- Jalan lingkungan minimal sebagai akses orang beraktivitas keluar masuk perumahan dan kendaraan roda 4 (empat) khususnya untuk ambulance dan pemadam kebakaran, ditambah dengan ruang sepanjang jalan berupa bahu jalan untuk perletakan utilitas umum, penghijauan dan tiang listrik penerangan jalan.

- Jalan dilengkapi dengan drainase jalan, untuk menjaga jalan tidak tergenang air hujan, agar tetap terjaga kualitasnya. Untuk tingkat RT, minimal ada jalan yang dapat memberikan akses pada setiap rumah - Kebutuhan luas permukaan jalan dan

drainase ditetapkan sekitar 35% dari luas tanah lokasi perumahan.

- Bila kerusakan sekitar = < 25%, dinyatakan belum perlu perbaikan.

- Bila kerusakan sekitar = > 25%, dinyatakan perlu perbaikan.

- Bila belum ada jalan, dinyatakan perlu pembuatan, persyaratannya perlu tanah dengan luas dan letak tertentu.

2 Drainase

- Drainase rusak sekitar = > 25%, kerusakan struktur dan komponennya.

- Drainase lingkungan dalam hal perumahan menjadi perlintasan air hujan dari

sekelilingnya, yang berpotensi menggenangi

- Bila kerusakan sekitar = < 25%, dinyatakan belum perlu perbaikan.

- Bila kerusakan sekitar = > 25%,

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 55

No Kriteria Fisik Telaahan Singkat Rekomendasi

- atau tidak tersedia drainase.

- Kerusakan struktur : tanah dasar, pondasi bawah, lapis pondasi atas - Kerusakan komponen : lapisan

permukaan, pengaman/bak kontrol

lokasi perumahan.

- Untuk menghindari banjir tersebut, diupayakan saluran drainase dengan dilengkapi bangunan penangkap dan pembuang keluar lokasi.

- Drainase lingkungan bila tidak ada indikasi ketersediaan tanah untuk itu, dapat dipertimbangkan dibuat dalam bentuk sumur resapan, atau membahas dengan RT sekitar sebagai solusi bersama.

dinyatakan perlu perbaikan.

- Bila tidak ada indikasi kebutuhannya, dinyatakan tidak perlu pembuatan.

- Bila ada indikasi kebutuhannya, persyaratannya perlu tanah dengan luas dan letak tertentu.

3 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) - Tempat pengolahan sampah rusak

sekitar = > 25% , kerusakan struktur dan komponenya - atau tidak tersedia - Kerusakan struktur : alat

pengangkut sampah/gerobag sampah (tidak berfungsi), bak sampah

- kerusakan komponen: dinding bak sampah, pintu bak sampah, atau kerusakan pada lantai bak sampah - kerusakan sarana angkutan

- Lokasi perumahan mempunyai potensi keluaran sampah padat dari rumah tangga atau bangunan lainnya yang dilengkapi fungsi yang dapat membuang sampah.

- Proses pembuangan sampah dimulai dari setiap rumah atau bangunan berupa kantong sampah, yang dibuang ke pengumpul kantong sampah berupa bak sampah dengan menggunakan gerobag sampah, dan diangkut dengan kendaraan sampah ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) atau untuk pengolahan lebih lanjut.

- Bila kerusakan sekitar = < 25%, dinyatakan belum perlu perbaikan.

- Bila kerusakan sekitar = > 25%, dinyatakan perlu perbaikan.

- Bila belum/tidak tersedia, dinyatakan perlu penyediaan, persyaratannya perlu tanah dengan luas dan letak tertentu.

56 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

No Kriteria Fisik Telaahan Singkat Rekomendasi

sampah: gerobak sampah, becak pengangkut sampah

- Untuk lingkungan perumahan tingkat RT, pembuangan sampah diperlukan bak sampah minimal 4 (empat) buah.

- Untuk tingkat RT dengan 100 unit rumah, luas tanah untuk bak sampah yang

diperlukan termasuk dalam 35% luas tanah lokasi perumahan.

4 Penerangan Jalan Umum, berupa trafo, tiang, lampu, dan kabel listrik dari sumber PLN atau sumber alternatif - Penerangan Jalan Umum (PJU)

rusak sekitar = > 25%, kerusakan struktur dan komponennya - atau tidak tersedia

- kerusakan struktur: pondasi tiang listrik dan/atau tiang lampu (indikasi tiang miring atau patah), kabel/kotak sekring/bateri sehingga lampu tidak menyala - Kerusakan komponen: fiting lampu

rusak, lampu mati.

- Pada jalan lingkungan sebagai prasarana penting untuk seluruh pelayanan ke setiap rumah, perlu kelengkapan yang berguna bagi mendukung pemanfaatan jalan secara optimal, diantaranya berupa penerangan jalan umum. Pertimbangan atas keadaan gelap pada malam hari, yang mengakibatkan ketidak amanan dan kenyamanan, perlu PJU.

- Pembangunan PJU perlu pertimbangan tersedia cukup “ruang” di sepanjang jalan.

- Bila kerusakan sekitar = <25%, dinyatakan tidak perlu perbaikan.

- Bila kerusakansekitar = > 25%, dinyatakan perbaikan.

- Bila tidak tersedia, dinyatakan perlu pembuatan, persyaratannya perlu tanah dengan luas dan letak tertentu.

5 Sumur Resapan

- Sumur resapan air di lokasi rusak sekitar = > 25%, kerusakan struktur dan komponennya.

- Letak lokasi berada di suatu cekungan, (“catchment area”/tangkapan air)

berpotensi menjadi tempat mengumpulnya

- Bila kerusakan sekitar = < 25%, dinyatakan belum perlu perbaikan.

- Bila kerusakan sekitar = > 25%,

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 57

No Kriteria Fisik Telaahan Singkat Rekomendasi

- atau tidak tersedia sumur resapan.

- Kerusakan struktur sumur: tanah, pasangan dinding, lapisan kerikil.

- Kerusakan komponen: saluran yang terdiri atas struktur tanah dasar, pondasi bawah, pasangan.

air hujan, mestinya tempat seperti ini harus dihindarkan untuk perumahan.

- Toleransi yang diberikan dengan membatasi KDB (Koefisien Dasar Bangunan = building coverage (BC), misalnya = 15% dan KLB (Koefisien Lantai Bangunan, yang tergantung daerahnya. Lebih dari ketentuan air hujan atau buangan akan menggenang.

- Dengan diketahui Perda Tata Ruang

mengenai KDB, bila ternyata melebihi batas tersebut, berindikasi air tidak cukup meresap dalam tanah, jadi perlu sumur resapan.

dinyatakan perlu perbaikan.

- Bila tidak ada indikasi kebutuhannya, dinyatakan tidak perlu pembuatan.

- Bila ada indikasi kebutuhannya, persyaratannya perlu tanah dengan luas dan letak tertentu.

6 Kolam retensi

- Kolam retensi rusak sekitar = >

25%, kerusakan struktur dan komponennya

- atau tidak tersedia bangunan kolam retensi

- kerusakan struktur: pondasi saluran atau kolam atau saluran pembuangan

- kerusakan komponen berupa:

pelapis permukaan saluran

- Kolam retensi, disediakan untuk perumahan yang mempunyai potenai besar terkena banjir akibat dari luar lingkungan.

- Dalam keadaan demikian untuk tingkat RT diperlukan space tanah yang cukup untuk membuat saluran dan kolam retensinya.

- Bila kerusakan = < 25%, dinyatakan tidak perlu perbaikan.

- Bila kerusakan sekitar = > 25%, dinyatakan perlu perbaikan.

- Bila tidak ada indikasi kebutuhannya, dinyatakan tidak perlu pembuatan.

- Bila ada indikasi kebutuhannya, perlu pembuatan, persyaratannya perlu tanah dengan luas dan letak tertentu.

58 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

No Kriteria Fisik Telaahan Singkat Rekomendasi

dan/atau kolam dan/atau lantai kolam dan/atau saluran

pembuangan dan/atau pintu outlet, dan/atau mesin pompa 7 Ruang Terbuka Hijau

- Ruang Terbuka Hijau (RTH) rusak sekitar = > 25%, kerusakan struktur dan komponennya

- atau tidak tersedia

- kerusakan struktur : kerusakan permukaan tanah/ perkerasan dan/atau saluran sekitar RTH - kerusakan komponen: tempat

duduk dan/atau kelengkapan RTH

- Ruang terbuka hijau diperlukan untuk tingkat RT sebagai tempat bertemu, berkomunikasi antar penghuni, tempat bermain dan sebagai tempat orientasi, sekaligus dapat berfungsi sebagai “daerah resapan air hujan”.

- Untuk pembuatan RTH diperlukan tanah yang dapat menampung jumlah kepala keluarga yang berkumpul, sekitar luas 15%

dari luas lokasi perumahan (termasuk untuk sarana sosial dan ekonomi).

- Bila kerusakan = < 25%, dinyatakan tidak perlu perbaikan.

- Bila kerusakan sekitar = > 25%, dinyatakan perlu perbaikan.

- Bila belum ada RTH dan tersedia tanah, maka dinyatakan perlu pembuatan.

- Bila belum ada dan kebutuhannya ada dapat dinyatakan perlu, persyaratannya perlu tanah dengan luas dan letak tertentu.

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 59

C. Prioritas Kebutuhan PSU

Setelah seluruh jenis komponen PSU telah diidentifikasi dan disinkronisasi, maka langkah selanjutnya yaitu :

1) Kebutuhan komponen diurutkan berdasarkan skala prioritas PSU yang perlu ditangani segera.

2) Memperkirakan kebutuhan biaya untuk memastikan biaya yang diperlukan masih dalam batas alokasi anggaran yang tersedia, dengan ketentuan :

a) dipilih prioritas kesatu terlebih dahulu,

b) bila masih mencukupi dipilih prioritas kedua, dan c) bila masih mencukupi dipilih prioritas ketiga;

3) menyusun DED (Detailed Engineering Design) untuk komponen PSU yang dipilih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lokasi.

Tabel 8. Acuan penyusunan DED

No. Komponen Pedoman

1. Jalan Lingkungan SNI 02-240-1991, Tata Cara Perencanaan Jalan Umum dan Drainase Perkotaan,

SNI 03-3424-1994, Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan, dan

SNI 03-0691-1996, Bata Beton (Paving Block).

2. Drainase SNI 02-240-1991, Tata Cara Perencanaan Jalan Umum dan Drainase Perkotaan,

SNI 03-3424-1994, Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan

3. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)

SNI 19-2454-2002, Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah di Perkotaan dan

SNI 3242-2008, Pengelolaan Sampah Permukiman.

4. Penerangan Jalan Umum (PJU)

Kelengkapan dan spesifikasi teknis kelistrikan mengikuti ketentuan SNI 04-0225-2000 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000)

60 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

No. Komponen Pedoman

5. Sumur Resapan SNI 03-1724-1989, Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidrolika untuk bangunan di Sungai,

SNI 03-2453-1991, Tata Cara Perencanaan Teknik Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Pekarangan, SNI 03-2459-1991 dan SNI 06-2405-1991, Tata Cara Perencanaan Teknik Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Pekarangan.

6. Kolam Retensi SNI 03-1724-1989, Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidrolika untuk bangunan di Sungai,

SNI 03-2453-1991, Tata Cara Perencanaan Teknik Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Pekarangan, SNI 03-2459-1991 dan SNI 06-2405-1991, Tata Cara Perencanaan Teknik Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Pekarangan

7. Ruang Terbuka Hijau (RTH)

SNI 03-1733-2004, Tatacara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan

D. Bantuan Pembangunan PSU melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)

Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.

13/PRT/M/2016 Tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, diatur hal-hal sebagai berikut :

1) Maksud dan Tujuan kegiatan BSPS Maksud:

Untuk meningkatkan prakarsa MBR dalam pembangunan/peningkatan kualitas rumah beserta prasarana, sarana, dan utilitas.

Tujuan:

Terbangunnya rumah yang layak huni oleh MBR yang didukung dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) sehingga menjadikan perumahan yang sehat, aman, serasi, dan teratur serta berkelanjutan.

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 61

2) Bentuk BSPS untuk pembangunan PSU

BSPS untuk pembangunan PSU diberikan berupa bahan bangunan, yang diberikan kepada kelompok penerima BSPS dalam rangka mewujudkan perumahan yang layak huni.

3) Persyaratan Pengajuan Pembangunan PSU

Kelompok penerima BSPS yang mengajukan pembangunan PSU harus memenuhi persyaratan :

a) Menyelesaikan PB atau PK tepat waktu dengan kualitas baik;

b) Beranggotakan paling sedikit 15 (lima belas) penerima BSPS;

c) Bersedia menyelesaikan pembangunan PSU sesuai kesepakatan;

d) Bersedia memelihara PSU yang telah dibangun; dan e) Bersedia mengikuti ketentuan BSPS.

f) Memperoleh dukungan dari pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

4) Jenis Kegiatan dan Persyaratan Pembangunan PSU (Pasal 10) Kegiatan pembangunan PSU meliputi :

a) pembangunan jalan, dan/atau b) drainase lingkungan.

Kegiatan pembangunan PSU dilaksanakan dengan syarat:

a) PSU belum tersedia atau kondisinya tidak laik fungsi;

b) tersedia tanah untuk pembangunan PSU yang tidak dalam status sengketa;

c) adanya dukungan untuk upah, peralatan kerja dan tenaga pendamping yang bersumber dari APBD, yang tercantum dalam usulan; dan

d) diusulkan oleh bupati/walikota atas permohonan kelompok penerima BSPS.

5) Tata Cara Bantuan Pembangunan PSU

Proses Bantuan Pembangunan PSU menggunakan format-format sebagai berikut:

62 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Format I-8 : Surat Permohonan Pembangunan PSU (Kepada Bupati/

Walikota)

Format I-9 : Berita Acara Hasil Verifikasi Permohonan Bantuan Berupa Bahan Bangunan Untuk Pembangunan PSU

Format I-10 : Kontrak/Perjanjian Kerja Sama Antara PPK dan Penerima Bantuan Berupa Bahan Bangunan untuk PSU

Format I-11 : Surat Permohonan BSPS Untuk Pembangunan PSU (kepada PPK)

Format I-12 : Berita Acara Hasil Verifikasi Kelengkapan Proposal Bantuan Berupa Bahan Bangunan Untuk Pembangunan PSU

Format I-13 : Surat Bupati/Walikota perihal Usulan Bantuan Pembangunan PSU

Kelompok penerima BSPS yang ingin menerima bantuan bahan bangunan untuk pembangunan PSU harus mengajukan usulan kepada Dirjen Penyediaan Perumahan melalui Bupati/Walikota, sebagai berikut:

a) Kelompok Penerima Bantuan (KPB) mengusulkan usulan bantuan PSU kepada Bupati/Walikota sesuai dengan Format I-8;

b) Bupati/Walikota menugaskan tim teknis untuk menindaklanjuti usulan KPB;

c) Tim Teknis memverifikasi usulan bantuan PSU dari KPB sesuai dengan Format I-9, jika usulan dinilai tidak layak, tim teknis memberitahu KPB alasan tidak dikabulkannya usulan. Jika dinilai layak untuk dibantu, tim teknis menugaskan fasilitator untuk mendampingi KPB menyusun proposal BSPS berupa bahan bangunan untuk pembangunan PSU;

d) KPB didampingi fasilitator menyusun proposal BSPS yang terdiri atas:

− Rencana teknis, DED, dan RAB pembangunan PSU, serta rencana pendanaan dari swadaya masyarakat, APBD kabupaten/kota dan BSPS berupa bahan bangunan;

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 63

− Rancangan perjanjian kerjasama antara PPK dengan ketua KPB yang diketahui oleh ketua tim teknis kabupaten/kota dengan Format I-10 yang memuat :

 Hak dan kewajiban pemberi bantuan/PPK dan penerima bantuan/kelompok masyarakat,

 Jumlah bantuan, rincian jenis, dan volume bangunan,

 Tata cara dan syarat penyaluran, dan

 Sanksi

− Surat Permohonan bantuan berupa bahan bangunan untuk pembangunan PSU kepada PPK dengan Format I-11.

e) Proposal yang terdiri atas Surat Permohonan dilampiri PKS dan Rencana Teknis disampaikan kepada ketua tim teknis untuk diperiksa/diverifikasi dan disahkan dengan Format I-12;

f) Tim teknis menyiapkan dan menyampaikan konsep surat bupati/walikota tentang permohonan BSPS berupa bahan bangunan untuk PSU untuk ditandatangani bupati/walikota dengan lampiran proposal dari KPB;

g) Surat bupati/walikota dengan Format I-13 berikut lampirannya disampaikan kepada Dirjen Penyediaan Perumahan dengan tembusan kepada PPK.

Tahapan Penyaluran BSPS berupa Bahan Bangunan untuk PSU dan format-format, dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

64 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Gambar 9. Penyaluran BSPS berupa Bahan Bangunan untuk PSU

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 65

Gambar 10. Format I-8 : Surat Permohonan Pembangunan PSU (Kepada Bupati/ Walikota)

66 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Gambar 11. Format I-9 : Berita Acara Hasil Verifikasi Permohonan Bantuan Berupa Bahan Bangunan Untuk Pembangunan PSU

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 67

Gambar 12. Format I-10 : Kontrak/Perjanjian Kerja Sama Antara PPK dan Penerima Bantuan Berupa Bahan Bangunan untuk PSU

68 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 69

70 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 71

Gambar 13. Format I-11 : Surat Permohonan BSPS Untuk Pembangunan PSU (kepada PPK)

72 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

Gambar 14. Format I-12 : Berita Acara Hasil Verifikasi Kelengkapan Proposal Bantuan Berupa Bahan Bangunan Untuk Pembangunan PSU

Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU 73

Gambar 15. Format I-13 : Surat Bupati/Walikota perihal Usulan Bantuan Pembangunan PSU

74 Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Penyediaan PSU

E. Latihan

1. Jelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap identifikasi, serta pada tahap penentuan prioritas penanganan kebutuhan PSU di lingkungan perumahan.

2. Jelaskan persyaratan mendasar yang harus dipenuhi untuk dapat dilaksanakannya pembangunan PSU perumahan.

3. Sebutkan persyaratan pengajuan pembangunan PSU yang dapat dibiayai melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

4. Jelaskan tahapan proses pengajuan bantuan pembangunan PSU melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

F. Rangkuman

Peningkatan kualitas lingkungan perumahan bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan prasarana, sarana, dan utilitas umum dalam rangka mewujudkan perumahan dan permukiman layak huni.

Pemilihan komponen PSU dalam rangka program peningkatan kualitas lingkungan perumahan harus sesuai dengan kebutuhan lingkungan perumahan yang akan ditangani serta ketersediaan alokasi anggaran, sehingga PSU yang dibangun tepat guna dan tepat sasaran.

Untuk dapat dilaksanakannya kegiatan pembangunan PSU (pembangunan baru dan/atau perbaikan PSU), sekurang-kurangnya harus memenuhi persyaratan :

1) PSU belum tersedia atau kondisinya tidak laik fungsi;

2) tersedia tanah untuk pembangunan PSU yang tidak dalam status sengketa.

Pengajuan pembangunan PSU melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diajukan oleh Kelompok Penerima BSPS dan wajib memperoleh dukungan dari pemerintah kabupaten/kota setempat. Program BSPS untuk mendukung pembangunan PSU, meliputi pembangunan jalan, dan/atau drainase lingkungan.

Dokumen terkait