BAB III TINJAUAN UMUM PENDIDIKAN ISLAM
B. Relevansi Pemikiran Muhammad Quthb Tentang Metode Pendidikian
Pemikiran Muhammad Quthb akan selalau relevan, sepanjang sejarah pendidikan masih tetap berlangsung. Alasannya, karena pemikiran pendidikan muhammad quthb adalah merupakan suatu gerakan suci untuk mengembalikan manusia pada fitrahnya yang suci, yakni keseimbangan jiwa. Dengan mengaktifkan kembali kekuatan potensial yang ada dalam diri manusia dan memanifestasikannya sebagaimana fitrahnya.
Muhammad Quthb hidup pada abad ke 21, beliau hidup di mesir dan arab saudi di samping perjalanan beliau keluar negri, beliau memahami betul gerakan syariat islam dan budaya barat, hal ini di buktikan dengan karya-karya beliau yang bernuansa harakiyyah islamiyyah ( pergerakan keislaman ) dan kritik-kritik beliau yang pedas terhadap budaya-budaya barat. Kritik-kritik beliau terhadap budaya barat yang melenceng dari syariat islam itu, dapat kita lihat dalam karya beliau manhaj at-tarbawiyyah, jahiliyyah qarnul „isyrin hal-hal inilah yang menjadi bukti kongkrit keilmuan dan pengalaman Muhammad Quthb sehingga relevan disetiap zaman.
Kebaiakan akan selalu kekal dan dikenan, jika ingin umur panjang maka perbanyaklah kebaikan yang maslahatnya bersifat umum,
90 Alquran dan terjemahnya, Kementrian Agama RI.
Usman bin Affan telah lama meninggal, tapi hasil usahanya masih dinikmati oleh manusia saat ini.91 Hal itu disebabkan bahwa suatu kebaikan yang tulus akan selalu bermanfaat dan eksis.
Rasulullah saw telah lama meninggal, tapi kebaikan dan kemaslahatan yang beliau bangun, akan selalau dirasakan oleh setiap makhluk dan selalu relevan di setiap waktu dan zaman. Demikian pula dengan usaha positif yang dilakukan oleh Muhammad quthb untuk membawa perubahan yang besar dalam dunia pendidikan.
Allah swt berfirman dalam Alquran, ( Q.S. Al-Isra‟ [15] : 81 )
ًُلَٚ
َءٓبَج ُّكَذ ٌٱ َكََ٘صَٚ
ًَُِّۚطََٰج ٌٱ َِّْن ًَِطََٰج ٌٱ بٗلَُٛ٘ص َْبَو ١ٔ
Terjemahnya :
”Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”.92
Pemikiran Muhammad Quthb tentang Metode Pendidikan Islam, seperti yang penulis jelaskan sebelumnya adalah manifestasi dari nilai- nilai islam ( Alquran dan Hadits ), sesuai dengan konsep Rasulullah saw dan para sahabatnya.
Berikut beberapa kontribusi pola kepemimpinan Rasulullah saw dalam biidang pendidikan terhadap pengembangan dan relevansi pendidikan islam masa kini :
91 Sebuah sumur tua yang telah dibeli oleh Utsman dari seorang yahudi, dengan harga yang sangat mahal. Yang kemudian beliau wakafkan untuk kemaslahatan umum yang masih dinikmati hingga sekarang.
92 Alquran dan Terjemahnya Kementrian Agama RI.
1. Urgensi penguasaan bahasa internasional dalam menghadapi era globalisasi dan pasar bebas.
2. Implementasi konsep عا َر م ك ل ك penanaman kesadaran tanggung jawab individual.
3. Implementasi dan pemahaman konsep ه ل ه َا يل ا ر م لاا َد س و profesionalisme kerja dan pengembangan bakat.
4. Optimalisasi penerapan konsep prophetic leadership, sifat-sifat kompetensi kepemimpinan Rasulullah saw.
5. Optimalisasi kinerja kepala sekolah.
6. Sistem pendelegasian dan manajerial Rasulullah Saw. Yaitu sebuah konsep yang proporsional dan penuh kebijaksanaan.
7. konsep kurikulum berbasis sosio kultural.
Yaitu dakwah kultural, berdakwah atau mendidik sesuai kultur setempat tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
8. Prinsip و ر َن ف ت َلا َو و ر ش َب ا و ر س َع ت َلا َو ا و ر س َي upaya mewujudkan pembelajaran dan sistem manajerial birokrasi yang menyenangkan.
9. Konsep pembelajaran any place dan any time. Memberikan materi pelajaran kapan dan dimana pun.
10. Konsep pembelajaran sistem halaqat, upaya peningkatan hubungan emosional guru dan murid serta komunikasi interaktif dalam pembelajaran.
Sestem halaqat adalah sistem belajar dengan cara melingkar, para siswa mengelilingi guru, dan guru brada pada posisis sentral.
11. Konsep ة َل ز ع, upaya pencarian kebenaran.
Yakni menyendiri untuk merenungkan kondisi yang sedang dihadapikan, serta memikirkan solusi kedepannya.
12. Konsep hijrah, tradisi pengembangan keilmuan.
13. Konsep jihad, reaktualisasi revolusi pembelajaran.
Jihad dalam arti bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan mengajarkan agama Allah bagi ummat manusia.
14. Konsep pendidik sebagai ي ب َر م( pendidik ),م ل َع م ْ ( pengajar ) , ب د َؤ م ( pembentuk karakter ), د ش ر م ( pemberi arahn ), س ر َد م ( pemerhati pembelajaran ), ل ( pendikte ), ت م ي ك َز م( penenang hati ).
15. Metode belajar ق ي ر ف تلا peningkatan kesadaran siswa.
16. Metode belajar ت ي بث تلا peningkatan prestasi dan kompetisi belajar siswa.
17. Multy group method,
Multy group method adalah sebuah sistem pembelajaran dengan cara membagi-bagi siswa kepada kelompok-kelompok kecil, dan menempatkan satu orang siswa yang menguasai suatu materi pelajaran tertentu untuk mengajarkan siswa lain tentang materi pelajaran tersebut.
18. ت sebagai cermin urgensi pendidikan terhadap kaum lemah. ف َص 19. Konsep konseling, sebuah pendekatan dalam menghadapi konflik
dan stres.
20. Pendidikan kauum wanita dan budak
21. Mengadakan pengayaan dan pengembangan konsep kepemimpinan dalam pendidikan Islam.93
Seorang pendidik hendaknya terus berusaha untuk mengembangkan keahliannya untuk mendidik ummat diatas jalan yang benar. Disamping mengembangkan potensi dirinya, kepala sekolah misalkan diharapkan mampu mengembangkan profesionalisme kerja bawahannya. Keterampilan pendidik khususnya kepala sekolah, menyangkut kemampuan komunikasi, mengambil keputusan, manajerial, pengorganisasian dan lain sebagainya.
93 Samsul Nizar dan Zainal Efendi Hasibuan, op. cit., h, 202-203
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penilain dan pembacaan penulis dari berbagai referensi, maka diambil kesimpulan dan saran sebagai berikut :
1. Metode pendidikan Islam prespektif Muhammad Quthb Adalah suatu metode yang akarnya adalah Alquran dan hadits nabi saw, yang diramu oleh Muhammad Quthb berdasarkan berbagai disiplin ilmu yang dukuasainya, sehingga muncullah suatu sistem pendidikan yang universal, elastis, dan relevan.
2. Pemikiran Pendidikan Muhammad Quthb akan selalau relevan di setiap waktu dan tempat, Karena merupakan suatu gerakan suci untuk mengembalikan manusia pada fitrahnya yang suci. Dengan mengaktifkan kembali kekuatan potensial yang ada dalam diri manusia dan merealisasikannya dalam bentuk amalan sehingga terjadilah keseimbangan jiwa.
B. SARAN
1. Bagi Dunia Pendidikan
Metode pendidikan harus semakin dikembangkan terlebih diera globalisasi sekarang ini. Agar bisa menyentuh hati objek pendidikan dari segala sisi, sehingga terwuhudlah tujuan pendidikan islam.
2. Bagi dunia penelitian
Banyak hal yang masih perlu dikaji terlebih warisan para nabi yang mengusung manhaj rabbaniyyah ( metode ketuhanan ), begitu pula ilmu pengetahuan yang lainnya yang yang dapat mengispirasi banyak orang.
C. DAFTAR PUSTAKA D. Alquran al-karim
E.
F. Arifi, Ahmad. 2009. Politik Pendidikan Islam: Menelusuri Ideologi dan Aktualisasi Pendidikan Islam di Tengah Arus Global.
Yogyakarta: Teras.
G.
H. Arifin, Armai. 2007. Reformasi Pendidikan Islam, cet. Ke-2, Ciputat : CRSD Press.
I.
J. An-Nahlawi, Abdurrahman. 1992. Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam, Bandung: CV. Diponerogo.
K.
L. Az-Zabidi, Imam. 2002. Ringkasan Hadis Shahih Al-Bukhari, Jakarta: Pustaka Amani.
M.
N. Abdulah, Abdurrahman Shaleh. 1982. Educational Theory A Quranic Outlook, Mekkah: Umm al- Qura University.
O.
P. Abdullah, Amin. 1992. “Aspek Epistemologi Filsafat Islam”
dalam Irma Fatimah (ed.),Filsafat Islam : Kajian Ontologis, Epistemologis, Aksiologis, Historis, Prospektif, Yogyakarta:
Lembaga Studi Filsafat Islam.
Q.
R. Ahmad, Khurshid. 1992. Pesan Islam, alih bahasa: Achsin Mohammad, Bandung: Pustaka.
S.
T. Ahmed, S. Akbar. 1992. Citra Muslim : Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, alih bahasa: Nunding Ram dan Ramli Yakub, Jakarta:
Erlangga.
U.
V. Al-Attas, Muhammad Naqaib. 1994. Konsep Pendidikan Dalam Islam, terj. Harry Noer Ali, Bandung: Mizan.
W. . 1989. Islam dan Filsafat Sains, X. Bandung: Mizan.
Y.
Z. Al-Faruqi, Ismail Raji. 1995. Islamisasi Ilmu Pengetahuan, alih bahasa: Anas Mahyuddin, Bandung: Pustaka.
AA.
BB. Al-Ghazali, Muhammad. 1998. Studi Kritis Atas Hadist Nabi SAW antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual, alih bahasa:
Muhammad al-Baqir, Bandung: Mizan.
CC.
DD. Al-Jumbulati, Ali. 1994. Perbandingan Pendidikan Islam, alih bahasa: M. Arifin, Jakarta: Reneka Cipta
EE. Ashraf, Ali dan Syed Sajjad Husain. 1979. Crisis in Muslim Education, Jeddah: King Abdul Aziz University.
FF.
GG. Ashraf, Ali, 1996. Horison Baru Pendidikan Islam, alih bahasa: Sori Seregar, Jakarta: Pustaka Firdaus.
HH.
II. Badri, B. Malik. 1996. Dilema Psikologi Muslim, alih bahasa: Siti Zaenab Luyfia, Jakarta: Pustaka Firdaus.
JJ.
KK. Darajat, Zakiah. 1994. Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah, cet I, Jakarta: Ruhama.
LL.
MM. Ihsan, Hamdani dan Fuad Ihsan. 2001. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.
NN.
OO. Hadiwiyono, Harun. 1995. Sari Sejarah Filsafat Barat 2, Yogyakarta: Kanisius.
PP. .
QQ. Hourani, Albert. 1998. Islam Dalam Pandangan Eropa, alih bahasa: Imam Baihaqi dan Ahmad Baidhawi, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
RR.
SS. , 1995. Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, Bandung: al-Ma‟arif.
TT.
UU. Langgulung, Hasan. 1986. Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan, Jakarta: Pustaka al-Husna.
VV.
WW. M.Natsir. 1954. Capita Selekta, Jakarta:Van Hoeve.
XX.
YY. Nizar, Samsul. 2005. Filsafat Pendidikan Islam, cet. Ke-2 Jakarta: Ciputra Press.
ZZ.
AAA. Marimba, Ahmad D. 1989. Pengantar Filsafat Pendidikan, Bandung: Al-Ma‟arif.
BBB.
CCC. Madjidi, Busyairi. 1997. Konsep Kependidikan Para Filosof Muslim, Yogyakarta: Al-Amin Press.
DDD.
EEE. Matta, Muhammad Anis. 1996 “Pengantar” dalam Muhammad Quthb, Tafsir Islam Atas Realitas, alih bahasa: Abu Ridho, Jakarta: Yayasan Sidik.
FFF.
GGG. Muhadjir, Noeng. 1998. Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Rake Sarasin.
HHH.
III.
JJJ. Muhib Al Majdi, 2014, “Muhammad Quthb” arrahmah.com, 04 april 2014 . https://www.arrahmah.com/ (04 april 2014).
KKK.
LLL. Nata, Abuddin. 2010. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta:
Kencana.
MMM.
NNN. Nabi, bin Malik. 1995. Membangun Dunia Baru Islam, alih bahasa: Arif Muhammad dan Abdul Adhiem, Bandung: Mizan.
OOO.
PPP. Quthb, Muhammad. 1964. Islam the Misunderstood Religion, Kuwait: Darul Bayan Bookshop.
QQQ.
RRR. , 1973. Fi al-Nafsi wa al-Mujtama, Kairo: Dar al-Syuruq.
SSS.
TTT. , 1979 “The Role of Religion in Education” dalam Syed Muhammad al-Naquib al-Attas (ed.), Aims and Objectives of Islamic Education, Jeddah: King Abdul Aziz University.
UUU.
VVV. , 1984. Islam Di Tengah Pertarungan Tradisi, alih bahasa: Kiagus M.S. Agustjik, Bandung: Mizan.
WWW.
XXX. , 1985. Percikan Sinar Rasulullah, alih bahasa: Khudri Thaib, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.
YYY.
ZZZ. ,1986. “Sekularisme, Sebuah Anatomi” dalam Ahmad Fanani (ed.), Ancaman Sekularisme Sebuah Perbincangan Kritis Belajar Kasus Turki, alih bahasa:
Tim Naskah Shalahuddin Press, Yogyakarta: Shalahuddin Press.
AAAA.
BBBB. ,1992. Muslimkah Anda ?, alih bahasa:
Salim Basyarahil, Jakarta: Firdaus.
CCCC.
DDDD. , 1993. Manhaj al-Tarbiyah al- Islamiyah, Dua Jilid, Kairo: Dar al-Syuruq.
EEEE.
FFFF. , 1994. Jahiliyah Masa Kini, alih bahasa: Afif Mohammad, Bandung: Pustaka.
GGGG.
HHHH. , 1995. Evolusi Moral, alih bahasa: Yudian Wahyudi Asmin dan Marwan, Surabaya: Al- Ikhlas.
IIII.
JJJJ. , 1996. Tafsir Islam Atas Realitas, alih bahasa: Abu Ridho, Jakarta: Yayasan Sidik.
KKKK.
LLLL. , 1996. Lailaha Illa Allah Sebagai Aqidah Syariah dan Sistem Kehidupan, alih bahasa: Syafri Halim, Jakarta: Robbani Press.
MMMM.
NNNN. Rahnema, Ali. 1996. (ed.), Para Perintis Zaman Baru Islam, alih bahasa: Ilyas Hasan, Bandung: Mizan.
OOOO.
PPPP. Rapar, Jan Hendrik. 1996. Pengantar Filsafat, Yogyakarta:
Kanisius.
QQQQ.
RRRR.
SSSS. Shihab, Quraish. 1995. Membumikan Al-Qur‟an, Bandung:
Mizan.
TTTT.
UUUU. . 1998. Wawasan Al-Qur‟an, Bandung: Mizan VVVV.
WWWW. Shiddiqi, Nourouzzaman. 1986. Tamaddun Muslim Bunga Rampai Kebudayaan Muslim, Jakarta: Bulan Bintang.
XXXX.
YYYY. Tafsir, Ahmad. 1992. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya.
ZZZZ.
AAAAA. Umiarso dan Zamroni. 2011. Pendidikan Pembebasan Dalam Perspektif Barat & Timur, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
BBBBB.
CCCCC. Zuhairini, dkk. 2006. Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara.
DDDDD. Azra, Azyumardi,
EEEEE.
FFFFF. . 1999. Pendidikan Islam Tradisi Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta: Logos.
GGGGG.
HHHHH.
IIIII.
JJJJJ.
KKKKK.
LLLLL.
RIWAYAT HIDUP
ZULKARNAEN, lahir di Bantaeng 25 November 1995, anak pertama dari dua bersaudara, pasangan dari Jumasi‟ dan St.
Rosniah. Tamat Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2008 di SD Inpres Borong Ganjeng kecamatan sinoa kabupaten Bantaeng.
Tamat Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada tahun 2011 di Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng. Dan Tamat Madrasah Aliyah (MA) pada tahun 2014 di Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng. Kemudian melanjutkan Pendidikan pada program Pendidikan Ulama Tarjih Universitas Muhammadiyah Makassar (PUTM UNISMUH) 2014-2017 dan pada program strata satu, di Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar tahun 2014- 2018. Organisasi yang pernah digeluti adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PUT UNISMUH Makassar menjabat sebagai Kabid Ketarjihan.