• Tidak ada hasil yang ditemukan

Restoran Momo Milk

Dalam dokumen Dinamika Masyarakat Kota Bogor - sipeg unj (Halaman 79-142)

Skema 1 Taman Heulang

2. Restoran Momo Milk

Restoran Momo Milk letaknya di belakang ‘Giant’ Padjajaran. Restoran Momo Milk memiliki tempat yang luas. Momo Milk menyediakan tempat parkir yang cukup luas, sehingga mempermudah pengunjung yang datang. Bangunannya didominasi kaca-kaca dan ada beberapa tanaman hidup yang menghiasi beberapa sisi dindingnya.

Page 70 of 136 Gambar 3

Dapur Kecil depan pintu masuk Restoran Momo Milk

Sumber: Dookumentasi Pribadi (2016)

Tempat ini merupakan tempat bagian kasir dan dilengkapi dengan dapur kecil. Itu bisa terlihat karena sebagian perkakas yang ada disini. Ruangannya segi empat dengan semi outdur dan memiliki bagaian kanan dan kiri. Momo Milk ini menyediakan ruangan yang tidak terdapat pendingin ruangan, jadi tempatnya agak panas.Namun, bagian sebelah kiri lebih panas dari bagian yang sebelah kanan karena atapnya lebih rendah. Disini terdapat berbagai macam alat- alat perabotan yang didominasi oleh kayu-kayu berwarna cokelat dan cokelat muda. Kursi dan meja nya pun bermaterial kayu-kayu furnished. Sementara itu, bagian ruang tengah itu lapangan sedang tanpa atap dengan rumput dan ini menggambarkan seperti halnya sedang berada disebuah peternakan.

Gambar 4

Tempat duduk pengunjung di bagian depan halaman rumput

Gambar 5

Tempat duduk pengunjung di bagian samping kiri halaman rumput

Sumber : www.abowlovclover.com (2016)

Tema yang dipakai di Restoran Momo Milk ini seperti sebuah farm atau peternakan, karena kita banyak melihat perkakas yang dipakai para petani disini seperti arit, cangkul dan lainnya.

Dinding–dindingnya pun di isi dengan coretan gambar petani dan kegiatan petani. Selain itu da

Page 71 of 136 sumur dan sepeda yang mempercantik area luar yang berada pada bagian tengan restoran Momo Milk.

Gambar 6

Halaman Rumut yang berada pada bagian tengah restoran

Sumber: Dokumentasi Pribadi (2016)

Ada tanaman rambat imitasi yang menghiasi spot kiri, dan beberapa pot bunga yang ditempel didindingnya. Momo Milk pun memiliki pajangan kecil berbentuk sapi yang menarik hati para anak-anak yang berkunjung. Sanitasi di ruang Momo Milk ini sangat baik, ruangannya bersih dan tertata rapi. Pencahayaan nya pun benar benar cukup sehingga ruangannya tidak gelap.

Penampilan pekerjanya pun baik, dimana mereka menggunakan seragam berwarna putih dibalut dengan baju jeans ‘kodok’ dan ‘celemek’ berwarna hitam dan semuanya terlihat rapi.

Tidak ada waitress yang memiliki rambut menjuntai kemana-mana, semuanya disanggul dan menggunakan jilbab. Mereka ramah dan pelayannya cukup cepat.

Gambar 7

Daftar Menu yang disajikan di Restoran Momo Milk

Sumber: Google (2016)

Buku menu Restoran Momo Milk ada beberapa halaman dan menggunakan spiral. Buku menunya memiliki banyak unsur warna sehingga menarik perhatian. Didalam buku itu ada ada daftar menu, harga serta beberapa gambar menunya. Benar-benar membantu sekali dalam membayangkan menunya. Selain itu, makanan main course nya tidak banyak pilihan, hanya

Page 72 of 136 beberapa saja seperti nasi goreng, roti bakar, pasta dan lainnya. Untuk harga makanannya yaitu dimuali dari Rp. 18.000 – Rp. 40.000.Untuk menu minuman disini sangat bervarian. Menu minuman uatamnya adalah susu, dan menu lainnya kopi, teh dan youghurt, dan tentu saja yang paling diandalkan adalah ‘susu’. Pilihan susunya banyak bahkan dibuat menjadi dua tipe yaitu susu segar dan susu hangat. Disini juga menyediakan youghurt yang mamancing selera untuk mencobanya. Selain itu ada juga menu favorit yaitu milkshake Pilihan milkshake beragam mulai dari milkshake blueberry, milkshake momo oreo hingga yang premium seperti Hershey Chocolate Milkshake. Harga minumannya di mulai dari Rp. 5.000 – Rp. 25.000.

Pergeseran Ruang Konsumsi Kuliner Masyarakat di Kota Bogor

Pergeseran merupakan suatu proses dalam suatu nilai atau komoditas yang dipengaruhi faktor eksternal dan internal yang berhubungan. Mengenai ruang konsumsi adalah sarana yang digunakan untuk menjaga atau mempertahankan pola konsumsi manusia yang terdapat didalamnya yang didominasi oleh berbagai modal dan salah satu ruang konsumsi pada penelitian ini yaitu kuliner disuatu perkotaan dengan bentuk sebuah restoran ataupun sebuah tempat makan atau rumah makan yang mampu memberikan kenikmatan dan kepuasan dari makanan tersebut juga interaksi sosial yang ada didalamnya yang membuat diri seseorang menemukan identitasnya sebagai manusia modern yang berada di dalam sebuah perkotaan.

Pergeseran konsumsi masyarakat di Kota Bogor terjadi seiring dengan adanya perkembangan bisnis kuliner di Kota Bogor.

Modernitas juga turut mempengaruhi hal tersebut, karena modernitas dapat membentuk suatu perubahan gaya hidup masyarakat. Masyarakat Kota Bogor maupun dari luar pada saat ini sangat tertarik dengan adanya berbagai macam kuliner di Kota Bogor. Pada awalnya ‘berkuliner diluar’ merupakan hal yang biasa bagi masyarakat perkotaan karena kesibukan masyarakat perkotaan sangat padat, sehingga mereka lebih memilih untuk makan diluar yang lebih efisien dari segi waktu dan dalam memperoleh makanan. Hal ini menyebabkan adanya pergeseran perilaku atau kebiasaan konsumsi masyarakat kuliner di Kota Bogor yang awalnya tempat kuliner hanya dijadikan sebagi tempat makan untuk melepas rasa lapar dan dahaga, kini tempat kuliner juga dijadikan sebagai tempat refreshing bersama kerabat dan keluarga.

Tidak hanya itu, masyarakat juga menganggap kegiatan berkuliner juga dijadikan sebagai suatu hal yang menjadi suatu eksistensi di dalam lingkungan masyarakat. Suatu pergeseran tersebut terjadi dengan perbandingan perilaku konsumsi pada masyarakat tradisional dan perkotaan.

Masyarakat tradisional sangat berbeda dengan suatu perilaku konsumsi masyarakat perkotaan.

Masyarakat tradisional lebih menekankan pada adanya suatu perilaku konsumsi yang mengutamakan kebersamaan keluarga di dalam rumah dengan menyiapkan makanan dirumah dan makan bersama keluarga dengan hidangan berbagai macam makanan rumahan tradisonal Indonesia. Berikut tabel faktor perbandingan antara perilaku masyarakat perkotaan dengan masyarakat tradisional.

Page 73 of 136 Tabel 7

Tabel Perbandingan Perilaku Konsumsi Masyarakat Perkotaan dan Tradisonal.

NO. Perilaku Konsumsi Masyarakat Tradisional

Perilaku Kosumsi Masyarakat Perkotaan

1. a. Faktor ekonomi yang masih rendah, menuntut masyarakat untuk lebih memilih memasak dirumah untuk menghemat.

b. Faktor sosial dan budaya, kebudayaan asli Indonesia masih melekat dengan berjalannya fungsi seorang Ibu yang bertugas untuk menyiapkan makanan dirumah dan lingkungan sosial belum mengutamakan suatu eksistensi.

c. Lambatnya suatu kemajuan dalam aspek ekonomi dan teknologi.

d. Pola pikir masyarakat yang masih sangat sederhana dengan menganggap makan dirumah dapat memberikan kebahagiaan dan sebagai hiburan keluarga.

a. Faktor ekonomi, kemajuan ekonomi menuntut masyarakat untuk saling bersaing terutama dalam gaya hidup yang dianggap sebagai jati diri individu sehingga menimbulkan perilaku konsumtif seperti dengan kebiasaan berkuliner diluar.

b. Faktor sosial dan budaya, modernitas pada saat ini merubah suatu kebudayaan atau kebiasaan dimasyarakat dengan gaya hidup modern yang mengutamakan perilaku hedonistic yang dapat memberikan nilai prestise di lingkungan masyarakat.

c. Kemajuan teknologi dapat membantu para pembisnis kuliner dalam merancang restoran mereka dengan bantuan teknologi yang dapat memberikan unsur unik, indah, dan lain-lain pada restoran mereka yang dapat menarik konsumen.

d. Pola pikir masyarakat perkotaan yang semakin rasional sehingga menuntut adanya kebebasan mereka dalam menentukan gaya hidup mereka seperti untuk berperilaku konsumtif dan pola pikir masyarakat perkotaan telah berpikir bahwa modernitas dapat memberikan mereka nilai kepuasan dan yang terpenting dapat memberikan nilai prestise dalam masyarakat.

Sumber: Pengamatan Hasil Penelitian (2016)

Kemajuan teknologi dan ekonomi yang sangat berperan dalam adanya perkembangan bisnis kuliner di masyarakat Kota Bogor, karena dengan kemajuan ekonomi dapat menuntut adanya persaingan dalam aspek ekonomi seperti dalam bisnis kuliner ini yang dijadikan sebagai ajang bisnis yang menjanjikan dan dapat memberikan keuntungan besar dan kemajuan teknologi dapat memberikan dukungan kepada para pembisnis kuliner berlomba-lomba dalam merancang tempat kuliner mereka yang dapat menarik perhatian konsumen sehingga tempat kuliner mereka dapat dijadikan sebagai tempat popularitas bagi masyarakat. Hal tersebut dapat membentuk adanya gaya hidup terhadap konsumsi kuliner yang telah membawa masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki brand image yang ditawarkan. Dengan hal ini

Page 74 of 136 menyebabkan adanya fungsi kuliner yang berubah selain dari fungsi untuk menikmati makanan saja tetapi tempat kuliner dijadikan tempat bersosialisasi atau berbincang-bincang dengan keluarga dan kerabat yang ujung-ujungnya agar mendapatkan suatu niali eksistensi. Hal tersebut juga dibuktikan dari hasil pengamatan pada salah satu konsumen yang bernama Lissawati (19) yang mengunjungi restoran Momo Milk.

“Menurut saya dan teman-teman saya tempat Momo Milk ini terkenal dan sering dibicarakan di media sosial karena tempat ini unik dan sangat berbeda dengan restoran lainnya tempat ini juga bagus buat foto terus di upload di medsos buat pamer hehe”.

Perilaku konsumi masyarakat perkotaan merupakan suatu fenomena yang tidak bisa kita hindari karena merupakan suatu realitas sosial yang terjadi didalam perkotaan. Realitas sosial masyarakat terciptakan dari tahapan yang disebut konstruksi realitas sosial. Konstruksi realitas sosial ini berasal dari salah satu tokoh Peter L. Berger yang mengatakan bahwa realitas kehidupan terbentuk dari proses pemaknaan dari setiap individu terhadap lingkungan dan aspek diluar dirinya, dengan melalui tiga tahapan proses yaitu Eksternalisasi, Obyektifikasi, dan Internalisasi. Dengan tidak disadari individu atau masyarakat terus menciptakan konstruksi realitas sosialnya. Pergeseran perilaku atau kebiasaan konsumsi masyarakat perkotaan di Kota Bogor juga turut dipengaruhi oleh adanya suatu ruang yang tercipta atas dasar reproduksi masyarakat yang menurut Henri Lefebvre disebabkan oleh kapitalisme, ruang sosial ini diajadikan sebagai cara tertentu yang menajadi alat berpikir dan bertindak yang dapat memberikan adanya suatu identitas sosial masyarakat.Berikut skema yang akan menjelaskan mengenai konstruksi sosial masyarakat dan pergeseran ruang konsumsi.

Page 75 of 136 Bagan 1

Pemanfaatan Restoran SKI Tajur

Sebagai Tempat Berkuliner Masyarakat Perkotaan.

Restoran SKI Tajur

1. Tempat yang menyajikan suatu tempat wisata juga perbelanjaan sekaligus.

2. Pemandangan dan suasana yang sejuk yang dapat memanjakanpengunjung.

3. Harga yang terjangkau.

4. Wahana bermain yang banyak.

5. Rasa makanan khas Bogor yang memanjakan.

lidah.

Menarik perhatian pengunjung perkotaan

dari dalam ataupun luar.

Datang untuk menikmati

makanan.

Datang untuk sekedar mencari tempat

berlibur atau eksistensi.

Menciptakan pola konsumtif pada masyarakat perkotaan

Page 76 of 136 Bagan Pemanfaatan Restoran Momo Milk

Sebagai Tempat Berkuliner Masyarakat Perkotaan.

Kuliner sebagai Identitas Sosial dan Nilai Prestise

Wisata kuliner memang menjadi daya tarik yang sangat kuat apabila kita mengunjungi suatu daerah. Terutama pada masyarakat Indonesia yang sebagian besar memiliki hobbi makan dan belanja. Indonesia dikatakan sebagai negara dengan penduduk yang konsumtif dan mudah terpengaruh oleh sesuatu yang baru. Oleh Karena itu, semakin banyak manusia yang berlomba-lomba mendirikan bisnis kuliner dengan inovasi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Karena, pada masa kini segala sesuatu yang aneh atau unik justru sangat diminati oleh masyarakat. Hal ini juga terjadi di Kota Bogor. Kota Bogor memang terkenal sebagai Kota wisata dengan keindahan alamnya yang sangat menarik untuk dikunjungi. Namun tidak hanya keindahannya saja Bogor juga terkenal memiliki berbagai macam makanan khas dan juga minuman khas. Kuliner khas Bogor diantarannya yaitu Toge Goreng, Laksa Bogor, Asinan Bogor, Bapatong, Es Cingcau, Es Pala dan masih banyak lagi85. Bogor memiliki banyak tempat kuliner yang terkenal seperti restoran di SKI Tajur Pizza Kayu Bakar, Sangkuriang Lapis Bogor, Momo Milk dan masih banyak lagi.86

Dalam melakukan penelitian tugas sosiologi perkotaan penulis akan memilih lokasi yang terkenal yaitu SKI Tajur dan Momo Milk di kota Bogor. Alasan utama memilih SKI Tajur dan

85Diakses dari www.sobatinfo.com , pada November 2016

86 Diakses dari www.halomuda.com , pada November 2016 Restoran

Momo Milk

1. Tempat yang terkenal.

2. Dekorasi modern.

3. Free wifi.

4. Tempat yang bagus untuk berfoto.

5. Tempat nyaman untuk berbincang-bincang.

6. Makanan yang enak dan terkenal.

7. Tempat dan makanan yang khas dan berbeda.

Menarik perhatian remaja perkotaan khususnya Datang untuk

menikmati makanan.

Datang untuk sekadar mencari

eksistensi.

Menciptakan pola konsumtif pada masyarakat perkotaan

Page 77 of 136 Momo Milk yaitu karena ingin melakukan penelitian mengenai kuliner yang bisa dinilai sebagai identitas sosial87. Selain sebagai identitas sosial kuliner juga bisa membentuk nilai prestise. Hal ini terjadi karena adanya perubahan struktur kuliner lama menjadi kuliner baru, baik dari segi hidangan maupun dekorasi tempat kuliner. Berdasarkan hasil penelitian, kuliner baru muncul karena pengaruh dari adanya penggunaan teknologi. Seperti yang telah diamati di Restoran Momo Milk. Restoran Momo Milk menyajikan olahan susu dengan kemasan yang unik dan modern sehingga warga Bogor tertarik untuk datang.

Selain dari segi makanan, Momo Milk juga menyuguhkan pemandangan lokasi yang belum pernah ada sebelumnya. Pemilik Momo Milk mendekorasi tempat dengan sedemikian rupa, yaitu seperti membawa pengunjung pada suasana sedang berada di sebuah peternakan.

Sedangkan di SKI Tajur, memberikan suasana seperti di pedesaan. Hidangan yang ditawarkan masih berupa hidangan tradisional. Kemudian, nilai prestise juga terbentuk karena adanya titik temu kuliner Bogor yang bercampur dengan kuliner lain, seperti misalnya seblak. Seblak di Bogor sebenarnya terinspirasi dari Seblak Bandung. Perbedaannya terletak dari segi bahan dasarnya, Seblak Bandung identi dengan menggunakan kerupuk, sedangkan seblak Bogor menggunakan bahan dasar kerupuk dan makaroni. Penggunaan teknologi selain itu juga dapat digunakan untuk membuat kuliner-kuliner baru yang sebelumnya tidak ada. Seperti yang kita ketahui bahwa Kota Bogor sangat terkenal dengan lapis talas. Hal ini disebut dengan memanfaatkan teknologi, karena sebelumnya talas tidak begitu diminati, dahulu Talas Bogor hanya dijadikan pelengkap minum teh bagi para orang tua. Dengan adanya inovasi pengolahan talas menjadi kue lapis, kini tasal memiliki banyak peminat,tak terkecuali kalangan remaja.

Gambar 8 Momo Milk

Gambar 9 SKI tajur Bogor

Sumber: Dokumentasi Pribadi (2016)

Mengenai identitas sosial kita mampu menilai bahwa restoran SKI Tajur merupakan kuliner untuk ekonomi kelas menengah kebawah dan restoran Momo Milk merupakan kuliner untuk kelas menengah ke atas. Banyak perbedaan yang mampu membandingkannya yaitu dari segi harga, di restoran SKI Tajur harga makananya sangat terjangkau seperti yang telah kita coba yaitu es cincau seharga Rp.5000 dan toge goreng seharga Rp.10.000. dari berbagai macam makanan harganya tidak lebih dari Rp.20.000.88 sangat berbeda dengan Momo Milk yang

87Menggolongkan diri seseorang berdasarkan identitas personal dan social mereka

88Data dari penelitian yang kelompok lakukan pada Desember 2016 di Sumber Karya Indah Tajur Bogor

Page 78 of 136 mematok harga mahal. Kemudian dilihat dari segi fasilitas dan bentuk fisiknya restoran Momo Milk terlihat lebih baik dari pada SKI Tajur yang hanya terdiri dari berbagai makanan dengan etalase berbeda antara satu masakan dengan yang lain dan terdapat kursi ditengah untuk digunakan bersama-sama bagi penikmat kuliner tersebut. Di era modern saat ini semakin banyak tersebar lokasi kuliner yang memberikan fasilitas unik. Restoran Momo Milk salah satunya, yang memeberikan fasilitas yang sangat berbeda dengan restoran lain. Suasana yang diberikan seperti berada di alam dengan rumput dan barang-barang peternakan, kita seolah- oleh dibuat merasa sedang ada di barn yang unik.

Selain itu, orientasi masyarakat masa kini dalam memanfaatkan ruang konsumsi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja yaitu makan, namun juga dijadikan sebagai ajang berkumpul dan bersenang-senang sehingga dijadikan ajang pengakuan sosial89. Semakin hari justru masyarakat semakin sibuk memanfaatkan fasilitas dari restoran tersebut dengan mengandalkan gadgetnya sehingga tidak menyadari bawa mereka sedang bersama dengan rekannya yang seharusnya sebagai waktu untuk bercengkrama. Dampak sosial lain yang terjadi di masyarakat yaitu menjadikan kuliner sebagai ajang menonjolkan dirinya agar dilihat berkelas oleh orang lain biasa disebut “pamer”. Mereka pergi ke suatu lokasi kuliner hanya karena tempatnya yang menarik saja, mengabadikan moment lalu mereka menunjukan ke sosial media bahwa mereka merupakan masyarakat yang modern yang bisa memanfaatkan ruang konsumsi yang terkenal. Hal ini sangat terlihat, masyarakat khususnya kaum muda justru lebih memilih masakan internasional daripada masakan khas daerah.

Hal ini di dukung berdasarkan data lapangan yang didapatkan pada hari kamis 1 Desember 2016, terjadi suatu fenomena yaitu tempat kuniler tidak hanya dijadikan sebagai tempat makan, tetapi identitas sosial dan nilai prestis didalam lingkungan sosial. Berikut merupakan contoh penuturan dari salah satu konsumen restoran Momo Milk, yang bernama Annisa (18)

“Menurut saya, saya mengunjungi tempat ini karena tempat ini hits di Bogor, saya kesini untuk berkumpul dengan teman sala selain itu juga ingin berfoto dan menghabiskan waktu bersama”90.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan maka dapat dianalisis bahwa terbentuknya kebiasaan dari perilaku konsumen membentuk identitas sosial bagi warga kota Bogor.Melihat masyarakat Indonesia yang memiliki gengsi tinggi memang sudah menjadi sesuatu yang wajar apabila sekarang ini makin banyak wisata kuliner yang menyajikan berbagai macam fasilitas dan makanan yang unik bahkan dengan nama-nama menu makanan yang unik pula. Selain itu menurut Evers masyarakat perkotaan juga dikatakan memiliki unsur-unsur budaya konsumen.

Pertama, ciri materialistik. Kedua, yaitu budaya konsumen, budaya konsumen merupakan gaya hidup yang mendapat tempat istimewa Karena selalu berusaha mencari mode, daya dan kesan yang baru91. Selain itu Kottler juga menggambarkan gaya hidup sebagai gambaran dari keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya92. Oleh Karena itu, kuliner bisa dijadikan identitas sosial suatu masyarakat dalam arti untuk menilai masyarakat Kota Bogor termasuk ke dalam golongan kelompok kelas menengah atau kelas bawah. Karena sekarang ini pada dasarnya telah terjadi pergeseran dalam kebiasaan warga Kota Bogor yang

89http://publication.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1039/1/31401080.pdf diakses pada Desember 2016

90 Hasil wawancara langsung oleh konsumen yaitu Annisa dan rekan-rekannya diakses Desember 2016

91 Bunga Rampai Akhir Sosiologi Perkotaan Sosiologi Pembangunan. (2014). Penjajahan Budaya Konsumerisme Masyarakat Perkotaan.

92Philip Kotler dan Gery Armstrong,2002, Manajemen Pemasaran,Analisa Perencanaan,Implementasi dan Control (Jakarta : Prehalindo)

Page 79 of 136 menjadikan tempat kuliner sebagai ajang menonjolkan diri pada publik bahwa mereka mengunjungi tempat kuliner yang berkelas. Sehingga dengan begitu terbentuklah identitas untuk warga Kota Bogor berdasarkan realitas yang terjadi pada kehidupan di Kota Bogor.

Dampak Keberadaan Bisnis Kuliner Tradisional dan Modern Pada Masyarakat

Tidak dipungkiri lagi bahwa segala sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki dampak tersendiri.

Keberadaan bisnis kuliner pun memberikan dampak sosial pada masyarakat disekitarnya.

Dampak sosial tersebut merupakan pengaruh dari benturan yang mengakibatkan konsekuensi logis baik bersifat positif maupun bersifat negative. Dampak ini muncul Karena adanya pengaruh yang terjadi dari tindakan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan tertentu dilingkungannaya.93Dampak tersebut dikatakan postif apabila menguntungkan akibat adanya suatu peristiwa di masyarakat, dan sebaliknya dikatakan negative apabila yang dihasilkan justru merugikan dan memperburuk keadaan.

Keadaan perekonomian saat ini yang serba sulit, dijadikan sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru. Seperti bisnis kuliner yang saat ini bisa dikatakan sangat menjanjikan.

Dampak yang dirasakan akibat adanya bisnis tersebut dapat dirasakan oleh berbagai pihak baik bagi pengusaha itu sendiri, pemerintah maupun masyarakat luas. Dampak positif dari aspek sosial bagi masyarakat secara umum yaitu tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti pembangunan jalan, listrik, dan adanya sarana wisata guna untuk berlibur bersama.

Namun selain itu juga memicu munculnya gaya hidup, budaya dan struktur sosial lainnya.

Mendirikan bisnis kuliner yang diharapkan yaitu tidak lain hanya untuk memberikan manfaat dalam sektor sosial dan juga ekonomi bagi masyarakatnya.

Pembahasan kali ini lebih ditekankan pada dampak social ekonomi yang muncul karena adanya pendirian bisnis kuliner di Kota Bogor. Berikut ini merupakan keuntungan dari maraknya bisnis kuliner di Kota Bogor94 :

1. Memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berwirausaha.

2. Meningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah.

3. Mendorong pelestarian budaya dan peninggalan sejarah.

4. Meningkatkan pembanguan sektor lain.

Semakin banyaknya pendirian bisnis kuliner maka akan semakin memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. Seperti penelitian yang kami lakukan ke SKI Tajur, disana terdapat banyak pedagang makanan khas Bogor yang mempekerjakan banyak karyawan. Hal ini membawa dampak postif bagi masyarakat Karena dengan adanya SKI Tajur ini mereka jadi memiliki pekerjaan. SKI Tajur memberikan ruang bagi para pedagang untuk berjualan di Tajur dengan system 20 %pendapatan masuk ke Sumber Karya Indah tersebut dan 80% pendapatan untuk pedagang95. Mereka yang berjualan hanya membayar tempat saja namun barang dagangannya dari pedagang itu sendiri. Pedagang diberikan struk bukti pembayaran untuk diserahkan ke kasir di restoran SKI Tajur. Jadi disini pedagang tidak memegang uang secara tunai namun berupa struk yang kemudian diuangkan. Berbeda sistemnya dengan di Momo Milk,

93www.repository.usu.ac.id diakses pada Desember 2016

95 Data dari penelitian yang kelompok lakukan diakses pada Desember 2016 di Sumber Karya Indah Tajur Bogor

Dalam dokumen Dinamika Masyarakat Kota Bogor - sipeg unj (Halaman 79-142)

Dokumen terkait