Memberikan keterangan dibawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut : - Bahwa saksi mengenal Terdakwa karena Terdakwa merupakan rekan bisnis
saksi.
- Bahwa saksi bekerja sebagai Direktur Produksi PTCPIB, dan termasuk salah satu pemegang saham PTKCPI. saksi tidak mengetahui tepatnya pembagian saham.
- Saksi menjelaskan bahwa terjadinya perubahan nama perusahaan adalah karena keberadaan konsorsium, dan yang digabungkan adalah kepemilikan 19 orang pemegang saham dengan kepemilikan saham Terdakwa.
- Saksi menerangkan bahwa awalnya mengenal putera Terdakwa yaitu Tommy Leonardi, apalagi Tommy juga merupakan salah satu satu pemegang saham.
Bergabungnya Tommy Leonardi semula karena hubungan pertemanan yang dekat dengan saksi, dan kebetulan Tommy Leonardi adalah kandidat yang qualified yang dapat diajak bergabung di salah satu brand yang ada. Setelah berjalan beberapa lama, dan dalam rangka pengembangan bisnis, maka saksi kemudian mengajak Terdakwa untuk bergabung dalam bisnis kuliner.
- Saksi menerangkan bahwa rekening yang dipakai untuk menerima dana investasi adalah rekening gabungan di BCA atas nama Budiardi Supasentana dan Danis Puntoadi. Jauh sebelum Terdakwa melakukan transfer dana investasi melalui rekening gabungan tersebut, rekening gabungan ini sudah digunakan perusahaan untuk melakukan transaksi keluar masuk uang, dan posisi rekening setelah dibuat langsung dipegang oleh finance perusahaan. Saksi dan Dani
Puntoadi saat itu tidak mempunyai akses untuk mengambil ataupun mengeluar- kan uang.
- Saksi menegaskan bahwa pada saat itu dapat dipastikan belum ada transaksi yang memakai rekening atas nama perusahaan. Rekening PTKCPI di BCA adalah akun perusahaan yanag baru dapat dibuat pada Agustus 2016.
- Saksi menerangkan bahwa Terdakwa tercatat menjadi pemegang saham PTKUS dan PTCPIB. Kedudukan Terdakwa tidak hanya sebagai pemegang saham, melainkan juga sebagai direksi PTKUS. Sementara anak Terdakwa tercatat resmi sebagai pemegang saham PT. Budjangan Makmur Abadi.
- Saksi menerangkan bahwa rekening bersama tersebut digunakan untuk keperluan perusahaan. Belum ada rekening bank atas nama perusahaan yang dapat dibuka pada saat itu, karena dokumen legalitas perusahaannya yang menjadi persyaratan pembukaan rekening masih dalam pengurusan. Pada saat Terdakwa mengirimkan dana investasinya ke rekening bersama, pada saat itu perusahaan belum terbentuk. saksi tidak ingat berapa kali Terdakwa mengirimkan dana investasinya, karena pengelolaan dana tersebut dilakukan oleh pihak finance. Ketika rekening bersama tersedia, sejak saat itu juga pengelolaan rekeningnya diserahkan kepada finance. Dengan demikian walaupun rekening perusahaan belum ada, pengelola atau yang mengrus uangnya sudah ada. Kebutuhan perusahaan untuk mengelola rekening terutama untuk pembayaran kepada para vendor, membayar supplier dan lainnya. Pembayaran dilakukan melalui 2 (dua) rekening bank, BCA dan Mandiri. Meskipun perusahaan (de jure) belum terbentuk, namun karena saksi dan teman-teman saksi adalah founder, maka tidak berlebihan apabila kepercayaan untuk mengurus pembukaan rekening bersama diberikan kepada saksi dan teman saksi lainnya, yaitu Danis Puntoadi sekaligus mewakili founder lainnya. Selanjutnya, saksi bergabung setelah Tommy Leonardi masuk bergabung di Bakso Budjangan. Pada saat itu saksi bertemu dan kemudian bergabung di Bakso Budjangan.
- saksi menerangkan bahwa saksi pernah diperiksa oleh bea cukai karena persoalan keuangan di PTSPL. Menurut saksi tidak ada hubungan antara PTCPIB dengan PTSPL. Modal yang disetorkan kepada konsorsium memang berasal dari Terdakwa dan untuk selanjutnya menjadi kepemilikan saham senilai Rp. 26.500.000.000,- (dua puluh enam miliar lima rarus juta rupiah).
- Bahwa saksi tidak mengetahui dana yang ditransfer tersebut berasal dari mana.
Pada saat Terdakwa hendak melakukan investasi, PTKCPI, PTKUS dan PTCPIB memang belum terbentuk. Namun demikian bisnisnya sendiri sudah ada dan berjalan sejak Desember 2015. Oleh karena itu dana investasi sudah dapat disalurkan untuk membantu operasional bisnis yang berjalan.
- Saksi menerangkan bahwa investasi Tommy Leonardi di Bakso Budjangan pada akhirnya dipindahkan ke konsorsium Terdakwa, sehingga dana investasi
sejumlah Rp. 26.500.000.000,- (dua puluh enam miliar lima rarus juta rupiah) tersebut murni berasal dari Terdakwa.
- Bahwa saksi mengakui sama sekali tidak mengetahui asal perolehan atau sumber dana investasi Terdakwa, karena yang mengelola bukan saksi, melain- kan perusahaan. saksi pun tidak mengetahui bukti pengiriman dana investasi tersebut, karena namanya hanya sebatas dipakai untuk rekening saja dan pengelolaannya pun sepenuhnya dilakukan oleh perusahaan. saksi juga tidak mengetahui benar tidaknya seandainya dana investasi tersebut berasal dari PTSPL. Namun dapat dipastikan bahwa pembentukan 3 (tiga) perusahaan di atas semata-mata untuk kemudahan administrasi.
- Saksi menjelaskan bahwa saksi telah memberikan data-data keuangan terkait dana investasi yang telah disalurkan sebelumnya oleh Terdakwa kepada penyidik bea cukai.
- Saksi menjelaskan bahwa saksi sudah diminta penyidik bea cukai untuk memberikan keterangan sebanyak 8 (delapan) kali. Namun tidak semua keterangan dalam BAP diakuinya. saksi juga tidak ingat lagi berapa kali tepat- nya menandatangani BAP.
- Terkait kebenaran keterangan dalam BAP saksi ini, persidangan untuk selanjutnya melakukan konfirmasi ulang kebenarannya, dan diketahui fakta bahwa dalam BAP saksi tertanggal 17 April 2017 yang penyidikannya dilakukan oleh Edy Suprapto, pada halaman terakhir, saksi mengakui sekaligus menegaskan bahwa tandatangan yang terdapat dalam BAP tersebut bukanlah tandatangan saksi. Sementara untuk keterangan-keterangan dalam BAP-nya sendiri, kurang lebih sama sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya kepada penyidik.
- Saksi menerangkan bahwa Terdakwa kemudian melakukan investasi kuliner sebesar total Rp. 26.500.000.000,- (dua puluh enam miliar lima rarus juta rupiah), dilakukan dengan cara mencicil dengan masing-masing setoran sebesar ± Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) dari rekening Terdakwa sendiri. Proses mencicil ini dilakukan Terdakwa dengan menyetorkan dana investasi ke rekening bersama atas nama Danis Puntoadi dan saksi. Sementara proses penyaluran dana investasi tersebut berjalan, untuk mempermudah, dibentuklah PTKUS dan dana investasi sebesar total Rp. 26.500.000.000,- (dua puluh enam miliar lima rarus juta rupiah) diposisikan sebagai saham PTKUS.
Terbentuklah PTKCPI dan PTKUS dan untuk selanjutnya 2 perusahaan ini mengadakan perjanjian kerjasama untuk membentuk PTCPIB. Dengan demikian PTCPIB memiliki 2 (dua) pemegang saham, yaitu PTKUS dengan 26,4% saham kepemilikan dan PTKCPI dengan kepemilikan saham sebesar 74,4%. Pemegang saham mayoritas PTCPIB adalah PTKCPI. Sementara CEO PTCPIB adalah saksi, dan Terdakwa sebagai CEO PTKUS.
- Saksi menerangkan bahwa dibentuknya perusahaan-perusahaan ini terutama untuk mempermudah sistem manajemen PTCPIB itu sendiri dalam mengelola
brand-brand Bakso Budjangan, Nasi Goreng Mafia, Ayam Karmila dan Warung Upnormal.
Atas keterangan saksi tersebut, Terdakwa menyatakan tidak keberatan dan akan menanggapinya dalam pembelaan