• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

H. Teknik Analisis Data

Data yang penulis kumpulkan, baik penelitian kepustakaan maupun penelitian lapangan yang selanjutnya penulis meningkatkan atau mengolahnya dalam suatu bentuk analisis. Untuk mencapai tujuan ini penulis menggunakan beberapa metode sebagai berikut : 1. Metode induktif, yaitu suatu metode pembahasan yakni dimulai

dari masalah yang bersifat khusus kepada masalah yang bersifat umum.

2. Metode deduktif, yaitu suatu metode penganalisaan dari hal-hal yang bersifat umum kepada hal-hal yang bersifat khusus.

3. Metode komperatif, yaitu suatu metode yang penulis gunakan untuk membandingkan suatu data dengan yang lainnya kemudian mengambil suatu kesimpulan. Komperatif dengan merumuskan

Dimana:

P = Persentase

F = Frekuensi/ Jumlah data

N = Jumlah objek yang akan diteliti

35

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

1. Sejarah Singkat SMP Negeri 3 Pallangga

SMP Negeri 3 Pallangga adalah sebuah sekolah yg terletak di Jl.

Benteng Somba Opu Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Luas area tanah SMP Negeri 3 Pallangga 6005m2 dengan status kepemilikan pemerintah.

SMP Negeri 3 Pallangga secara resmi beroperasi sejak tahun 2006 dengan Kepala Sekolah Drs. H. Syahruddin M.Si lalu pada tahun 2013 kepala sekolah Adri S.Pd. angkatan pertama ada 248 siswa, terdiri dari 5 kelas. Kemudian pada tahun ke dua (2008) SMP Negeri 3 Pallangga mulai menerima sedikit siswa yakini 152 siswa yg terdiri dari 4 kelas. adapun kebijakan dan strategi SMP Negeri 3 Pallangga yaitu selain mengintegrasikan ilmu exact dan ilmu agama juga mampu menawarkan program kelas khusus bagi siswa yang berminat dalam kedua bidang tersebut. (Wawancara dengan Kepala SMP Negeri 3 Pallangga Hari/Tanggal : Kamis, 03 Maret 2016).

Posisi SMP Negeri 3 Pallangga berada di lingkungan strategis secara ekonomi, eksistensinya terletak dalam lingkungan permukiman

35

36

penduduk yang sedang berkembang secara pesat. (Wawancara dengan Kepala SMP Negeri 3 Pallangga Hari/Tanggal : Kamis, 03 Maret 2016).

2. Visi Misi SMP Negeri 3 Pallangga a. Visi SMP Negeri 3 Pallangga

“Cerdas Bermutu Berdasarkan IMTAQ dan IPTEK serta berwawasan Lingkungan”

b. Misi SMP Negeri 3 Pallangga

1) Terwujudnya Peningkatan/Pengembangan Kurikulum Sesuai SNP

2) Terwujudnya Pembelajaran yang Aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan

3) Terwujudnya lulusan yang cerdas bermutu tinggi.

4) Terwujudnya pengembangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan

5) Terwujudnya sarana dan prasarana yang relevan dan mutakhir.

6) Terwujudnya pengembangan pengelolaan sekolah masa depan

7) Terwujudnya pengembangan standar pembiayaan pendidikan.

8) Terwujudnya pengembangan peningkatan standar penilaian.

37

9) Terwujudnya lingkungan sekolah yang sehat.(Wawancara dengan Kepala SMP Negeri 3 Pallangga Hari/Tanggal : Kamis, 03 Maret 2016).

3. Kedaan Sarana dan Prasarana

Salah satu faktor penentu yang tak kalah pentingnya dalam sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh siswa dan tenaga guru yang profesional dan berkompeten tetapi ditentukan oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memadai.

Tabel : 4.1

Sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar SMP Negeri 3 Pallangga memiliki sarana dan prasarana :

No Jenis Ruangan / Bangunan

Jumlah Kondisi Ruangan

Keterangan B KB TB

1 Ruangan Kepala Sekolah

1 √ - - Baik

2 Ruangan Wakil Kepala Sekolah

1 √ - -

Baik

3 Ruangan Guru 1 √ - - Baik

4 Ruangan Tata Usaha

1 √ - - Baik

5 Ruangan Komite Sekolah

1 √ - - Baik

6 Ruangan Gudang 1 √ - - Baik

7 Ruangan BP/BK 1 √ - - Baik

8 Ruangan UKS 1 √ - - Baik

38

9 Ruangan

Teori/Kelas

24 √ - - Baik

10 Ruangan

Laboraturium Bahasa

1 √ - - Baik

11 Ruangan

Laboraturium IPA

1 √ - - Baik

12 Ruangan

Laboraturium Komputer

1 √ - - Baik

13 Ruangan Serba Guna / Aula

1 √ - - Baik

14 Ruangan

Multimedia

1 √ - - Baik

15 Ruangan

Kesenian

1 √ - - Baik

16 Ruangan

Perpustakaan

1 √ - - Baik

17 Mushollah 1 √ - - Baik

18 WC Guru 1 √ - - Baik

19 WC Siswa 3 √ - - Baik

20 Ruangan

Koperasi

1 √ - - Baik

21 Kantin 1 √ - - Baik

22 Pos Jaga/

Satpam

1 √ - - Baik

23 Lapangan Olah Raga

1 √ - - Baik

24 Lapangan Upacara

1 √ - - Baik

25 Tempat Parkir 2 √ - - Baik

26 Kendaraan Operasional

1 √ - - Baik

Keterangan : - B = Baik – KB = Kurang Baik – TB = Tidak Baik.

39

Sumber Data: SMP. Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

4. Keadaan Guru

Guru merupakan salah satu unsur pokok dalam pencapaian tujuan pendidikan, juga merupakan salah satu bagian sistem sosial masyarakat yang memegang tugas dan tanggung jawab yang berat.

Guru merupakan unsur pokok disamping siswa, memegang peranan penting terhadap keberhasilan proses belajar mengajar.

Dengan demikian dapat dikatakan tenaga guru sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan dan pengajaran baik dari kuantitas, khususnya masalah kualitas.

Untuk mengetahui dengan jelas keadaan guru di SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel : 4.2

Keadaan Guru SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

No Nama Jabatan Bidang Studi

1. Rahmatia K, S. Ag Honorer PAI

2. Murni Rasyid, S.Pd. I Honorer PAI

3. Erniyati, S. Pd. I Honorer PAI

4. Nur Innah, S. Pd, M.Si PNS PAI

5. Drs. Hamzah Pembina PKN

6. Nurhaenah, S. Pd Honorer PKN

40

7. Irma, S. Pd Honorer PKN

8. Rasiang, S.Pd, M.Si PNS Mulok

9. Nurlaelah, S. Pd PNS Bahasa Indonesia

10. Hj. Muhabba, S. Pd PNS Bahasa Indonesia 11. Dra. St. Adawiah Abdul M Pembina Bahasa Indonesia 12. Rosmawar, S. Pd, M. Pd PNS Bahasa Inggris 13. Farida Muthalib, S. Pd. M. Si PNS Bahasa Inggris

14. Abd. Rajab, S. Pd PNS Bahasa Inggris

15. Kartini, S. Pd PNS Bahasa Indonesia

16. St. Nur Aisyah, S. Pd M. Pd PNS TIK

17. Harfina, S. Pd Honorer Bahasa Inggris

18. Ismayanti, S. Pd Honorer Bhasa Inggris 19. Tati Surianti, S. Pd PNS Bahasa Inggris 20. Diah Kurnia, S.Pd, M.Pd PNS Bahas Inggris

21. Munir, S. Pd, M. Si PNS Matematika

22. Ete Dima, S. Pd PNS Matematika

23. Herawati, S. Pd PNS Matematika

24. Mascer Yusuf, S. Pd Honorer Matematika

25. Rusmiati, S. Pd Honorer IPA Terpadu

26. Burhanuddin, S. Pd Honorer Matematika 27. Fahrul Rossi, S. Pd Honorer Matematika 28. Hj. Kartini, S. Pd, M. Si Honorer Mulok 29. Sabhannur, S. Pd, M.Si PNS IPA Terpadu

30. Mimin Aminah, S. Pd PNS IPA Terpadu

31. Nurmiati, S. Pd PNS IPA Terpadu

32. Lukman, S. Pd PNS IPA Terpadu

33. Dra. Dewa Ali Pembina IPS Terpadu

34. Adri, S. Pd PNS IPS Terpadu

35. Dra. Hj. Nuraeni R, M. Si PNS IPS Terpadu

36. Jamaluddin, S. Pd PNS IPS Terpadu

37. Ratnawati, S. Pd PNS IPS Terpadu

38. Muhammad Arsyad, S. Pd PNS IPS Terpadu

39. Wahyudi, S. Pd PNS IPS Terpadu

40. Hj. Suhaeni, S. Pd, M. Si PNS Seni Budaya 41. Maulini Sunusi, S. Pd, M. Si PNS Seni Budaya

42. Rusnah, S. Pd Penata

Muda

Seni Budaya 43. M. zahir, B, S. Pd Penata

Muda

Penjaskes

44. Amin, S. Pd Pembina Penjaskes

45. Drs. Muhammad Hadi Pembina Penjaskes

46. Muh. Anis, S. Pd Honorer Penjaskes

47. Suangga, S. Pd Honorer Penjaskes

48. Syamsul, SE Honorer TIK

49. Nurlaelah, S. Pd Honorer TIK

41

50. Nurlaelah, S. Pd (Mulok) Honorer Mulok

51. Hasniah, S. Pd Honorer BK

52. Andi Nilawati, S. Pd Pembina BK

53. Supriadi, S. Pd Honorer Matematika

Sumber Data: SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

5. Keadaan siswa SMP Negeri 3 Pallangga Tahun 2015/2016 Untuk mengetahui jumlah siswa dan siswi SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Tahun Ajaran 2015/2016 disajikan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel : 4.3

Keadaan Siswa SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Tahun Ajaran 2015/2016

Rombel/Kelas L P Jumlah

Kelas VII-1 17 18 35

Kelas VII-2 16 16 32

Kelas VII-3 18 17 35

Kelas VII-4 17 17 34

Kelas VII-5 19 19 38

Kelas VII-6 16 17 33

Kelas VII-7 12 16 28

Kelas VII-8 13 13 26

Jumlah 128 133 261

Kelas VIII-1 18 18 36

Kelas VIII-2 16 16 32

Kelas VIII-3 16 15 31

Kelas VIII-4 17 17 34

Kelas VIII-5 15 16 31

42

Kelas VIII-6 13 16 29

Kelas VIII-7 17 16 33

Kelas VIII-8 15 15 30

Jumlah 127 129 256

Kelas IX-1 18 15 33

Kelas IX-2 19 19 38

Kelas IX-3 17 18 35

Kelas IX-4 17 17 34

Kelas IX-5 17 17 34

Kelas IX-6 15 15 30

Kelas IX-7 16 15 31

Kelas IX-8 13 16 29

Jumlah 132 132 264

Jumlah Total 391 390 781

Sumber Data: SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Tahun 2016-2017.

Tabel : 4.4

Daftar Pimpinan, dan Staf SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

No Nama Jabatan

1. Adri, S. Pd Kepala Sekolah

2. Dra. Hj. Nuraeni Rajak, S. Pd Wakil Kepala Sekolah 3. Ete Dima, S. Pd Wakil Kepala Sekolah Ur.

Kurikulum

4. H. Munir, S. Pd, M. Si Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan

5. Nurlaelah, S. Pd Wakil Kepala Sekolah

Sarana dan Prasarana 6. NurInnah, S. Pd, M. Si Wakil Kepala Sekolah

43

Humas

7. ST. Norma A Kaur Tata Usaha

8. Hj. St. Muhabba, S. Pd Kepala Perpustakaan 9. Hj. Kartini, S. Pd, M. Si Kepala Lab IPA 10. Jamaluddin, S. Pd. Staf Pengajaran 11. Hj. Suhaeni, S. Pd, M. Si Staf Pengajaran 12. Sitti Nur Aisyah, S. Pd, M. Pd Staf Pengajaran 13. Farida Muttalib, S. Pd, M. Si Staf Kesiswaan 14. Andi Nilawati, S. Pd Staf Kesiswaan

15. Hasniah, S. Pd Staf Kesiswaan

16. Rahmatia, S. Ag Staf Kesiswaan

17. Hendra Saputra Staf Kesiswaan

18. Herawati, S. Pd Staf Sarana dan

Prasarana

19. Mascer Yusuf, S. Pd Staf Sarana dan

Prasarana 20. Dra. St. Adawiah Abd. Muin, Staf Humas

21. Alamsyah, SE Staf Tata Usaha

22. Andi Annisa Staf Tata Usaha

23. Nabila Uznul Khatima Staf Tata Usaha

24. Normayani Kadir Staf Tata Usaha

25. St. Hapsiah Habib, A. Md Staf Perpustakaan

26. Ade Marsaoly Staf Perpustakaan

27. Nasaruddin Satpol

28. Dg. Tula Cleaning Service

Sumber Data: SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

44

B. Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa Di SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

Adapun Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dideskripsikan sebagai berikut :

1. Perencanaan a) Silabus

Ibu Rahmatia K, S. Ag selaku guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Mengemukakan bahwa :

Proses pembelajaran guru menyiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus dimana penyusunan silabus berpedoman pada buku guru, komponen yang terdapat pada silanus telah disajikan secara utuh antara lain identifikasi, standar kompetensi, indikator materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian alokasi waktu, serta bahan dan sumber media. (Wawancara Tanggal 04 Maret 2016).

Guru telah menjabarkan semua perencanan dalam silabus dan RPP penyusunan silabus berpedoman pada buku guru, komponen yang terdapat pada silanus telah disajikan secara utuh antara lain identifikasi, standar kompetensi, indikator materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian alokasi waktu, serta bahan dan sumber media.

b) RPP

Ibu Rahmatia K, S. Ag mengemukakan bahwa :

Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP) dalam proses pembelajaran sangatlah diperlukan, guna mengontrol hal-hal apa

45

saja yang ingin dicapai dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam pembuatan RPP guru juga mempertimbangkan dari segi kemampuan dan karakteristik siswa guna mencapai tujuan yang diinginkan. (Wawancara Tanggal 04 Maret 2016)

Proses pembelajaran harus direncanakan agar pembelajaran berlangsung dengan baik serta dapat mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Perencanaan pembelajaran memuat perkiraan mengenai kegiatan apa yang dilakukan pada waktu melaksanakan pembelajaran dan mempertimbangkan kemampuan dan kondisi lingkungan belajar.

sedikitnya ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan yaitu isipesan yang akan disampakan dan berhubungan dengan siswa. pada perencanaan pembelajaran terdapat unsur-unsur yang harus ada dalam perencanaan pembelajaran yaitu menentukan tujuan yang hendak dicapai, mengembangkan bahan pelajaran, merumuskan kegiatan pembelajaran, dan merencanakan penilaian. Kegiatan berkreativitas dapat diintegrasikan kedalam unsur-unsur perencanaan tersebut.

Ibu Rahmatia K, S. Ag, mengemukakan bahwa :

Sebelum pembelajaran dimulai harus membuat RPP supaya target pembelajaran tercapai terutama memperhatikan output siswa, latar belakang siswa dalam belajar agama, terutama saya identifikasi mana siswa yang dirumahnya praktek keagaamaannya terlaksana atau tidak dengan menanyakan masing-masing ketika pembelajaran itu dicantumkan dalam rencana pembelajaran dan yang pasti mengklasifikasi siswa dalam pemahaman dan praktek keagamaan. (Wawancara Tanggal 04 Maret 2016)

RPP itu adalah sebagai kewajiban pokok yang harus dilakukan oleh guru sbeleum mengajar, karena RPP itu didalamnya berisi tentang materi

46

yang akan diajarkan pada saat guru masuk ke kelas atau ruangannya dimana tempat dia mengajar.

2. Pelakasanaan

Tahap pelaksanaan adalah proses yang memberikan keputusan bahwa proses belajar mengajar telah memiliki sumber daya manusia dan sarana serta prasarana yang diperlukan sehingga dapat membentuk kompetensi dan mencapai tujuan yang diinginkan.Guru hendaknya memperhatikah tahap kegiatan pembelajaran meliputi membuka pelajaran, penyampaian materi, dan menutup pelajaran. bahwa pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga hal yaitu pre test(membuka pelajaran), pembentukan kompetensi (menyampaikan materi pelajaran), post test (menutup pelajaran).

Ibu Rahmatia K, S. Ag mengemukakan bahwa :

Pada awal pembelajaran PAI, kegiatan pembelajaran yang dirumuskan dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup,yang mana pada kegiatan awal meliputi pengkondisian kelas, kesiapan belajar siswa, kegiatan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas atau yang piket, pengecekan kehadiran siswa, dan penyampaian tujuan pembelajaran. kemudian pada kegiatan inti meliputi semua pencapaian tujuan pembelajaran menggunakan strategi-strategi pembelajaran yang telah dirancang, yaitu strategi pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.Kemudian pada kegiatan penutup meliputi penyimpulan pembelajaran, pemberian evaluasi, dan tindak lanjut. (Wawancara Tanggal 04 Maret 2016).

Menurut hasil observasi tanggal 04 Maret 2016 peranan guru dalam meningkatkan kreativita siswa sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari proses kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

47

Dapat dilihat dari kreativitas siswa dan dari segi metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Ibu Rahmatia K, S. Ag mengemukakan bahwa :

Media yang digunakan adalah penampilan video dan gambar menggunakan power point, serta menggunakan metode diskusi, tanya jawab, problem solving, sosio drama dan penugasan.

Penggunaan strategi-strategi pembelajaran tersebut mampu mengaktifkan siswa,dan jika dilaksanakan secara optimal dapat meningkatkan kreativitas siswa dan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah. (Wawancara 04 Maret 2016).

Hal ini membuktikan bahwa guru telah memahami bagaiman upaya membuat pembelajaran aktif, berpusat pada siswa dan dapat meningktakan kreativitas siswa.

Dalam proses pembelajaran, salah satu faktor yang sangat mendukung kebrhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam menguasai dan menerapkan metode pembelajaran. Guru dituntut untuk menguasai bermacam-macam metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa. Hal ini sangat relevan dengan tugas seorang guru dalam mengenali perbedaan individual siswanya. Dalam memilih metode, kadar kreativitas siswa harus selalu diupayakan tercipta dan berjalan terus dengan menggunakan metode, dengan cara inilah kreativitas siswa dapat meningkat.

Observasi selanjutnya tanggal 07 Maret 2016 adalah materi Thaharah pada pembelajaran kali ini guru menampilkan materi dan gambar melalui power point, dalam penampilan power point ini dapat membantu mempermudah siswa dalam mengingat yang telah dipelajari.

48

Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru PAI dalam proses pembelajarannya sudah berpusat pada siswa dan peranan guru untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan tidak membatasi siswa dalam mengeksplorasikan kemampuannya.

3. Evaluasi

a) Tugas Individu

Ibu Rahmatia K, S.Ag mengemukakan bahwa :

Untuk mengetahui tingkat kreativitas siswa setiap materi pelajaran selesai diberikannya tugas individu agar siswa mudah memahami materi yang telah diajarkan. (Wawancara Tanggal 04 Maret 2016).

b) Tugas Kelompok

Ibu Rahmatia K, S. Ag mengemukakan bahwa :

Selain dari tugas individu guru Pendidikan Agama Islam juga memberikan tugas kelompok pada materi tertentu misalnya pada materi Sejarah Nabi Muhammad Saw, dan materi zakat.

Uraian di atas bahwa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam evaluasi sangatlah penting karena dengan adanya tahap evaluasi ini guru Pendidikan Agama Islam dapat mengetahui tingkat kreativitas siswa SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Selain yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam di atas, dilakukan pula pembinaan lewat kegiatan – kegiatan ekstrakurikuler dalam hal bimbingan, dan pelatihan, serta pesantren kilat. Semuanya bertujuan untuk melahirkan kreativitas belajar siswa yang inovatif dan produktif.

49

C. Gambaran Kreativitas Siswa Di SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

Berdasarkan hasil wawancara dengan Pak Adri, S. Pd selaku Kepala SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Mengemukakan bahwa :

Meningkatkan kreativitas siswa meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, yaitu :

1. Peninngkatan kognitif, antara lain dilakukan dengan merangsang kelancaran, kelenturan, dan keaslian dalam berpikir keratif.

2. Peningkatan afektif, dilakukan dengan memupuk sikap dan minat untuk bersibuk diri secara keratif.

3. Peningkatan psikomotorik, dilakukan dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memungkinkan siswa mengembang keterampilannya dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. (Wawancara Tanggal 05 Maret 2016)

Berdasarkan hasil wawancara diatas, kreativitas muncul karena adanya kemampuan untuk dapat meningkatkan kreativitas dalam beberapa aspek.

a. Dapat belajar kelompok dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi di dalam kelas.

Ibu Rahmatia K, S. Ag mengemukakan bahwa :

Dalam meningkatkan kreativitas siswa dapat dilihat dari beragamnya masalah dan penyelesaiannya yang disajikan oleh siswa dalam bentuk laporan atau makalah yang kemudian di presentasikan di depan kelas.

Kreativitas siswa juga dapat dilihat dari pembuatan laporan kelompok itu sendiri yang dilengkapi dengan data-data akurat dan lengkap sesuai dengan materi pelajaran yang telah disampaikan.(wawancara tanggal 04 maret 2016).

50

Dari hasil wawancara diatas meningkatkan kreativitas siswa dilakukan dengan berbagai tugas-tugas dalam bentuk laporan kelompok atau presentasi didepan kelas.

b. Dapat belajar mandiri

Ibu Rahmatia K, S. Ag mengemukakan bahwa :

Proses pemebelajaran Pendidikan Agama Islam dengan materi Iman Kepada Allah SWT siswa diberikan kesempatan untuk belajar diluar kelas atau di alam sekitar. Setelah proses pembelajaran selesai siswa disuruh untuk buat kesimpulan tentang materi yang diajarkan. (Wawancara tanggal 04 Maret 2016).

c. Dapat mengembangkan pelajaran di luar kelas baik lewat perpustakaan dan lewat media – media elektronik.

Ibu Rahmatia K, S. Ag, mengemukakan bahwa :

Dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam media yang digunakan dalam materi Thaharah dan zakat adalah power point agar siswa mudah memahami materi yang telah diberikan. (Wawancara 04 Maret 2016).

Sedangkan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas yaitu siswa membaca buku Pendidikan Agama Islam di perpustakaan. (Wawancara 04 Maret 2016).

Wawancara tersebut dapat mengonstruksikan pengetahuan siswa dari hasil pengalaman belajar, sumber belajar, dan materi yang diajarkan oleh guru serta menyesuaikan dengan lingkungan sekitar atau dunia nyata sehingga siswa memiliki pengalaman belajar di luar maupun di dalam kelas dan kreatif dalam membuat karya.

51

D. Faktor Pendukung dan Penghambat Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kreativitas Di Siswa SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa

Berdasarkan hasil wawancara peneliti, adapun faktor pengdukung guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas siswa SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga yaitu :

Adapun faktor pendukung guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas siswa yaitu :

1. Adanya sarana dan prasarana yang memadai 2. Adanya sumber belajar yang lengkap

3. Profesionalisme dan semangat guru dalam membimbing, mengarahkan, membina, dan mengontrol siswa.

Dalam wawancara peneliti kepada bapak Adri, S. Pd Selaku Kepala SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Pada mengemukakan bahwa :

Untuk faktor pendukung guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas siswa untuk materi penyelenggaraan jenazah saya telah menyediakan media pembelajaran seperti DVD atau yang lainnya agar siswa lebih mudah memahami materi penyelenggaraan jenazah. (Wawancara Tanggal 05 Maret 2016).

Tersedianya media pembelajaran yang cukup memadai, sehingga siswa tidak merasa malas dan kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Selain adanya faktor pendukung guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa, ada faktor pendukung

52

penghambat guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa.

Adapun faktor penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas siswa SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga yaitu :

1. Terbatasnya waktu

2. Adanya siswa yang malas 3. Kurangnya antusias siswa

4. Metode dan media tidak sesuai dengan materi yang diajarkan Ibu Rahmatia K, S. mengemukakakan bahwa :

Ada beberapa faktor yang menghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran yaitu kurangnya antusias siswa jika semua siswa kurang antusias dalam belajar maka guru kadang kurang semangat dalam mengajar apalagi jika jam pelajaran terakhir. (Wawancara tanggal 05 Maret 2016)

Guru pendidikan Agama Islam harus mampu menyampaikan setiap materi pelajaran secara teoritis dan praktis dan guru juga harus mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya meskipun ada siswa yang malas, metode dan media yang tidak sesuai, serta kurang antusiasnya siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

53

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas siswa SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa adalah sebagai berikut :

1. Peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kreativitas siswa SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, yaitu guru membuat Perangkat Pembelajaran berupa Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan menggunakan metode, strategi, serta media yang relevan guna meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

2. Gambaran kreativitas siswa SMP Negeri 3 Pallangga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa yaitu kreativitas siswa juga dapat dilihat dari pembuatan laporan kelompok itu sendiri yang dilengkapi dengan data-data akurat dan lengkap sesuai dengan materi pelajaran yang telah disampaikan, dan aktif belajar di luar maupun di dalam kelas.

3. Adapun faktor pendukung guru dalam meningkatkan kreativitas siswa adalah : a. Adanya sarana dan prasarana yang memadai, b. Adanya sumber belajar yang lengkap, c. Profesionalisme dan semangat guru dalam membimbing, mengarahkan, membina, dan mengontrol siswa.

53

54

Dan yang menjadi faktor penghamabat guru dalam meningkatkan kreativitas siswa adalah a. Terbatasnya waktu belajar Pendidikan Agama Islam, b. Adanya siswa yang malas belajar, c. Kurangnya antusias siswa, d. Metode dan media yang tidak sesuai.

B. Saran - Saran

Adapun saran yang dapat penulis berikan kepada pihak sekolah terkait dengan penelitian yang telah dilakukan diantaranya :

1. Seorang guru Pendidikan Agama Islam hendaknya selalu berusaha meningkatkan kreativitas siswa.

2. Pihak sekolah hendaknya meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana, karen tidak dapat dipungkiri bahwa sarana dan prasarana salah satu hal yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

55

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohammad. 2008. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT.

Imperial Bhakti Utama.

Aly, Abdullah. 2008. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta.

Asrori, Mohammad. 2008. Psikologi Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Daradjat Zakiah. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Kementrian Agama RI, 2007. Al-Quran dan Terjemahannya. Bandung:

Diponegoro.

Koswara, Deni. 2008. Bagaimana Mana Menjadi Guru Kreatif?. Bandung:

Mahmud. 2012. Antropologi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Moleong, Lexy. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

... 2008. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Prihatin, Eka. 2008. Guru Sebagai Fasilitator. Bandung: PT. Karsa Mandiri Persada.

Purwanto, Ngalim. 2007. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung:

PT. Rosdakarya.

Rachmawati, Yeni. 2010. Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ramadhy, Sufyan. Bagaimana Mengembangkan Kecerdasan?. Bandung:

PT. Sarana Panca Karya Nusa.

Dokumen terkait