BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, peneliti memberikan beberapa saran antara lain:
1. Perlu tindak lanjut identifikasi jenis capung di sudut-sudut kampus yang lain, seperti di belakang laboratorium yang berbatasan langsung dengan tepi sungai dan tutupan vegetasi yang rapat.
2. Perlu uji efektivitas modul dalam pembelajaran mata kuliah anatomi dan fisiologi hewan
41
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, M. 2017. Karakter Morfologi dan Morfometri Capung Ciwet (Pantala flavescens) Di Kawasan Tiga Juhar Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu Sumatera Utara. Skripsi. Universitas Medan Area. (Online). http://repository.
uma.ac.id/ bitstream/ 123456789/8484/ 1/maya%20 anggraini.pdf.
Buchori, D., Ardhian, D., Salaki, L.D., Pirnanda, D., Agustina, M., Pradana., E.W., Rahadi, W.S., Nazar, L. 2019. Capung KELOLA Sendang: Mengumpulkan Yang Terserak, Merawat Yang Tersisa. Zoological Society of London.
Dalia, B.P.M., dan Leksono, A.S. 2014. Interaksi Antara Capung dengan Arthropda dan Vertebrata Predator di Kepanjen, Kabupaten Malang. Jurnal Biotropika. Vol 2 (1):
26-30.
Fahri, M.F.R. 2019. Keanekaragaman Odonata di Sekitar Kawasan Sungai Bedadung Jember serta Pemanfaatannya sebagai Buku Panduan Lapang. Skripsi. Universitas Jember. (Online). https://repository.unej.ac.id/bitstream/ handle/123456789/
102621/Mohammad%20Faid%20Rizal%20Fahri%20-%201502 10103101. pdf?
Sequence=1&isAllowed=y
Fitrianingsih, A.U.D.A. 2021. Keanekaragaman Dragonfly Ordo Odonata di Tiga Mata Air Kabupaten Malang sebagai Sumber Belajar Biologi SMA Kelas X. Skripsi.
Universitas Muhammadiyah Malang. (Online). https://eprints.umm.ac.id/73245/.
Hanum, S.O, Salmah, S., dan Dahelmi. 2013. Jurnal Biologi Universitas Andalas. Vol. 2 (1):71-76. (Online). http://jbioua.fmipa. unand.ac.id/index.php/ jbioua/ article/
view/41/38
Hartika,W., Diba, F dan Wahdina. 2017. Keanekaragaman Jenis Capung (Odonata) pada Ruang Terbuka Hijau Kota Pontianak. Jurnal Hutan Lestari. Vol 5 (2): 156-163.
(Online) https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfkh/article/view/18972/15900 Husnia, F. 2019. Biodiversitas Capung Subordo Zygoptera sebagai Bioindikator Kualitas
Air di Aliran Sungai Kawasan Muria Desa Colo Kabupaten Kudus Jawa Tengah.
Skripsi. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. (Online). http://eprints.
walisongo. ac. id/ id/eprint/ 10807/ 1/1508016026.pdf.
Irawan, A dan Rahadi,W.S., 2018. Capung Sumba. Sumba Timur Nusa Tenggara Timur:
Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Manggameti.
Julaika W., Junardi, dan Kustiati. 2018. Spesies Capung (Ordo: Odonata) di Taman Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat. Jurnal Protopbiont. Vol. 7 (2): 37-42. (Online) https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jprb/article/view/25298/75676576476
Magurran, A.E. 2004. Measuring Biological Diversity. Padstow: Blackwell.
42
Novita, E dan Pradana,H.A. Kajian Penilaian Kualitas Air Sungai Bedadung di Kabupaten Jember (Water Quality Assesment at Bedadung River in Jember Regency). Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental management ). 2021. DOI: 10.29244/jpsl.10.4.699-714. 10(4): 699- 714. E-ISSN: 2460-5824. (Online).http://journal.ipb.ac.id/index.php/jpsl.
Pamungkas, B.C. 2016. Untring Dragonflies of Banyuwangi. Yogyakarta: Indonesia Dragonfly Society.
Pemerintah Daerah Kabupaten Jember. 2015. Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 1 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember Tahun 2015-2035. Jember (ID): PEMDA JEMBER.
Putri, T.A.M. 2019. Keanekaragaman Jenis Capung Ordo Odonata Di Area Persawahan Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Skripsi. FMIPA Universitas Jember.
(Online).https:// repository.unej.ac.id/ bitstream/ handle/123456789/90212/
TALITHA %20AZZA %20MEIDYNA %20PUTRI-131810401046. pdf.pdf?
sequence=1.
Rizal, S dan Hadi, M. Inventarisasi Jenis Capung (Odonata) Pada Areal Persawahan Di Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. 2015. Bioma, Vol. 17. No.
1, hal. 16-20. (Online). https://ejournal. undip.ac.id/ index.php/ bioma/article/ view/
9410.
Soendjoto, M. 2016. Capung Predator cantik Penghuni Perairan. Warta Konservasi Lahan Basah. Vol 24 (1): 13-18.
Suartini,N.M dan Sudarti, N.W. Spesies Capung (Ordo Odonata) Pada Pertanaman Padi di Beberapa Sawah Sekitar Denpasar, Bali. 2019. Simbiosis, Vol. VII. No. 1, hal. 23- 28. (Online). http://ojs. unud.ac.id/ index.php/simbiosis.
Sujarwo, 2006. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Populer. (Online).
http://staff.uny.ac.id/sites/.
Thiagarajan, S. 1974. Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children. Washington DC: National Center for Imrovement of educational.
Virgiawan, C., I. Hindun, dan Sukarsono. 2015. Studi Keanekaragaman Capung (Odonata) sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Brantas Batu-Malang dan Sumber Belajar Biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indnesia. Vol. 1 (2): 188-196. (Online).
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/jpbi/article/view/3330/3969
Yamasari, Y. 2010. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis ICT yang Berkualitas. Artikel disajikan pada Seminar Nasional Pascasarjana X-ITS, 4 Agustus 2010. (Online). http://salamsemangat. files.wordpress.com /2011/05/
pengembangan-matematika-berbasis-tik.pdf.
43
43
DOKUMENTASI PENELITIAN
Insect net Hygrometer dan luxmeter
Memasukkan capung pada kertas segitiga
Perendaman capung dalam aseton
44 Tim peneliti capung
Validasi Modul
45
Uji Respon Mahasiswa
46
LEMBAR INSTRUMEN VALIDASI AHLI MATERI
A. Identitas Validator
Nama : Dr. Husni Mubarok, S.Pd., M.Si.
Jabatan : Dosen
Instansi : Tadris Biologi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Identitas peneliti
Nama : Laila Khusnah, M.Pd
Judul : Modul “Capung di Stadion Imam Nahrawi (Studi Anatomi dan Fisiologi)”
B. Petunjuk Pengisian Instrumen
1. Berilah tanda (√) pada jawaban yang sesuai dengan pendapat anda pada skala penilaian dengan kriteria penilaian!
2. Kriteria penilaian 1 = Sangat tidak sesuai 2 = Tidak sesuai 3 = Netral 4 = Sesuai
5 = Sangat sesuai
C. Kolom Penilaian
No. Aspek Penilaian Skor Penilaian
1 2 3 4 5 a. Aspek Kurikulum
1.
Kesesuaian materi pada modul dengan capaian pembelajaran mata kuliah pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata
kuliah anatomi dan fisiologi hewan
√
Kesesuaian materi pada modul dengan kemampuan akhir yang diharapkan (KAH) pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah anatomi dan fisiologi hewan
√
2.
Kesesuaian materi pada modul dengan bahan kajian yang termuat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata
kuliah anatomi dan fisiologi hewan
√
3.
Kesesuaian modul dengan pengalaman belajar yang termuat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah
anatomi dan fisiologi hewan
√
b. Aspek Kelengkapan Isi Modul
4. Terdapat deskripsi mata kuliah √
5. Terdapat capaian pembelajaran mata kuliah √
47
6. Terdapat kemampuan akhir yang perlu dikuasai oleh
mahasiswa
√
7. Terdapat Lembar Kerja Mahasiswa √
8. Terdapat Latihan Soal √
9. Terdapat Petunjuk dalam menjawab Latihan soal √
10. Terdapat pedoman penskoran √
11. Terdapat referensi dalam Menyusun modul √
c. Aspek Penyajian materi
12. Menyajikan materi di dalam modul dengan sistematis √ 13. Menyajikan gambar yang berkaitan dengan materi √ 14. Materi yang disajikan sesuai dengan dengan fakta √ 15. Materi yang disajikan sesuai dengan potensi lokal √
16. Kebenaran konsep materi dalam modul √
17. Materi sesuai tingkat pengetahuan kognitif mahasiswa √
18. Kemukhtahiran ilustrasi/foto √
19. Kesesuain materi dengan perkembangan ilmu √
d. Aspek Bahasa
20. Bahasa yang digunakan sesuai PUEBI √
21. Bahasa yang digunakan mudah dipahami pengguna √
22. Ketepatan penggunaan nama ilmiah √
23. Penyusunan kalimat sudah tepat √
24. Bahasa yang digunakan tidak bermakna ganda (ambigu) √ D. Komentar dan Saran
Secara umum telah sesuai dengan kompetensi dan materi yang disajikan relevan.
Namun, terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dan diperbaiki:
1. Terdapat kesalahan penulisan spesies, seperti Pantala vlavescens seharusnya Pantala flavescens. Seyogyanya dapat ditambahkan klasifikasi untuk setiap spesies yang tertangkap.
2. Akan lebih baik jika ditambahkan siklus hidup/ metamorfosis capung dalam satu kesatuan gambar mulai dari proses kawin hingga menjadi individu dewasa. Tipe metamorfosisnya juga dijelaskan apakah termasuk holometabola atau hemimetabola.
3. Ukuran tubuh capung (menurut referensi 2-7 cm), panjang sayap, dan ukuran morfometri lainnya masih belum disebutkan. Mohon untuk ditambahkan sebagai informasi anatomis karena penulis membuat lembar kerja berupa ukuran morfometri capung.
48 E. Kesimpulan
Modul “Capung di Stadion Imam Nahrawi (Studi Anatomi dan Fisiologi)” dinyatakan:
1. Layak digunakan di lapangan dengan revisi 2. Layak digunakan di lapangan tanpa revisi *)
*Lingkari salah satu
Jember, 26 Nopember 2022 Ahli Materi
Dr. Husni Mubarok, S.Pd., M.Si.