• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran-saran

Dalam dokumen pemenuhan hak dan kewajiban suami istri (Halaman 102-115)

BAB V PENUTUP

B. Saran-saran

Setelah melaksanakan penelitian lapangan mengenai “Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri pada Keluarga Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Kecamatan Brondong dan Paciran Kabupaten Lamongan)” terdapat beberapa saran yang disampaikan penulis:

1. Bagi peneliti selanjutnya dapat menjadikan acuan dalam mengembangkan studi yang berkaitan dengan hak dan kewajiban suami istri penyandang disabilitas dengan berdasarkan pada perspektif Kompilasi Hukum Islam.

2. Bagi keluarga penyandang disabilitas, tidak boleh abai akan adanya hak dan kewajiban dalam suami istri. Walaupun dengan keadaannya sebagai

penyandang disabilitas, dan dengan adanya komitmen dalam pernikahan, karena pernikahan dalam Islam pada dasarnya tidak untuk dipermainkan dengan adanya perpisahan (perceraian). Senantiasa juga keluarga penyandang disabilitas untuk selalu bersabar dan ikhlas dengan keadaan yang dialami keluarganya.

DAFTAR PUSTAKA 1. Sumber Data Buku

Aulia, Tim Redaksi Nuansa. 2015. Kompilasi Hukum Islam. Bandung : Nuansa Aulia.

An-Nur, Tim Ulin Nuha Ma’had Aly. 2018. Fiqih Munakahat. Solo : Kiswah Media.

Lembaga Bahtsul Masail PBNU, dkk. 2018. Fikih Penguat Penyadang Disabilitas. Jakarta Pusat : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bekerjasama dengan Ditjen Bimas Islam Kementrian Agama RI.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah. 2017. Fondasi Keluarga Sakinah Bacaan Mandiri Calon Pengantin. Jakarta : Subdit Bina Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.

Ghozali, Abdul Rahman. 2014. Fiqh Munakahat. Jakarta : Kencana.

Nugrahani, Farida. 2014. Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Surakarta.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan. 2020. Kecamatan Brondong dalam Angka. Lamongan : BPS Kabupaten Lamongan.

Segaf Hasan Baharun, Hasan Segaf. Bagaimanakah Anda Menikah? Dan Mengatasi Permasalahnnya. Pasuruan: Yayasan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah.

Harisudin, Noor. 2018. Ilmu Ushul Fiqih 1. Jember : IAIN Jember Press.

Agama RI, Kementrian. 2016. Al-Qur’an Mushaf Ar-Risalah. Jakarta:

Maktabah al-fatih.

2. Sumber Data Skripsi

Suraya, Riyan. 2020. Upaya Penyandang Disabilitas Dalam Menafkahi Keluarga (Studi Kasus Di Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues). Skripsi Universitas Islam Negeri AR-RANIRY Darussalam- Banda Aceh.

Zuhudi, Muhammad. 2019. Status Hukum Pernikahan Penyandang Cacat Mental Dalam Pandangan Imam Syafi’i dan relevansinya dengan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Skripsi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Damayanti, Ony Agustin. 2020. Pemenuhan Hak dan Kewajiban Perkawinan Disabilitas Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Gadingan Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo). Skripsi IAIN Surakarta.

Kharisma, Ataqirul. 2019. Analisis Sosiologi Hukum Terhadap Pemenuhan Nafkah Pasangan Penyandang Cacat Mental di Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Skripsi Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

Kurnia, Ari Cahya. 2021. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemenuhan Nafkah Suami Penyandang Disabilitas di Desa Mangkujayan dan Desa Nologaten Kabupaten Ponorogo. Skripsi Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

Bab III Tinjauan Umum Tentang Hak dan Kewajiban Suami Istri Dalam Keluarga

Zulhaqqi, Ghazian Luthfi. 2018. Keluarga Bahagia Bagi Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Lapangan tentang Keluarga Sakinah, Mawaddah dan Rahmahdi Kelurahan Wonokerjo, Kecamtan Turi, Kabupaten Sleman). Skripsi Universitas Islam Indonesia.

Hayati, Inas. 2019. Penyandang Disabilitas Dalam Pandangan Al-Qur’an.

Skripsi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam-Banda Aceh.

3. Sumber Tesis

Insiyah, Zulfa. 2019. Analisis Terhadap Kesetaraan Hak dan Kewajiban Suami-Istri dalam Keluarga Perspektif Musdah Mulia. Tesis Pascasarjana IAIN Jember.

4. Sumber Data Jurnal

Widinarsih, Dini. 2019. Penyandang Disabilitas di Indonesia : Perkembangan Istilah dan Definisi, Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, Jilid 20, Nomor 2.

Rijali, Ahmad. 2018. Analisis Data Kualitatif, Jurnal Alhadharah UIN Antasari Banjarmasin. Vol. 17 No. 33.

Lubab, Nafiul dan Novita Pancaningrum. 2015. Mazhab : Keterkungkungan Intelektual atau Kerangka Metodologis (Dinamika Hukum Islam).

Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, YUDISIA, Vol. 6, No. 2.

94

Umam, Khairul. 2017. Penyerapan Fiqh Madzhab Syafi’i dalam Penyusunan Kompilasi Hukum Islam, De Jure : Jurnal Hukum dan Syari’ah, Vol. 9 No. 2.

Rozali, Ibnu. 2017. Konsep Memberi Nafkah bagi Keluarga dalam Islam, Intelektualita: Volume 06, Nomor 02.

Bastiar. 2018. Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri Mewujudkan Rumah Tangga Sakinah, Jurnal Ilmu Syari’ah, Perundang-undangan dan Hukum Ekonomi Syariah.

3. Sumber Data Internet

http://ethes.uin-malang.ac.id. Bab III Metode Penelitian.

https://kbbi.web.id. Dalam Kamus Besar Indonesia (KBBI) Online.

Nisa, Hairun. Artikel Umum, https: //www.daftarpustaka.org/amp/hak-dan- kewajiban-warga-negara/

http://idr.uin-antasari.ac.id Bab II Ketentuan Tentang Hak dan Kewajiban Suami Istri.

http://digilib.uinsby.ac.id Bab II Hak dan Kewajiban Suami dan Isteri Menurut Hukum Islam.

Iryana dan Kawasati, Risky. Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif.

Bab IV Deskripsi Obyek Penelitian. Universitas Muhammadiyah Malang.

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Eka Rahma Kusuma Dewi NIM : S20181017

Program Studi : Hukum Keluarga Fakultas : Syariah

Institusi : UIN KHAS Jember

Dengan ini menyatakan skripsi yang berjudul “Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri pada Keluarga Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Kecamatan Brondong dan Paciran Kabupaten Lamongan)”, dengan sebenarnya. Tidak terdapat unsur-unsur penjiplakan karya penelitian atau karya ilmiah yang pernah dilakukan atau dibuat orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. Apabila dikemudian hari ternyata hasil penelitian ini terbukti terdapat unsur-unsur penjiplakan dan ada klaim dari pihak lain, maka saya bersedia untuk diproses sesuai perundang- undangan yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan dari siapapun.

Jember, 6 Juni 2022 Saya yang menyatakan

Eka Rahma Kusuma Dewi NIM : S20181017

HASIL WAWANCARA PENELITIAN

Pertanyaan dari hasil wawancara ini ialah dapat berfungsi untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian yang berjudul “Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri pada Keluarga Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Kecamatan Brondong dan Paciran Kabupaten Lamongan)”. Berikut ini terdapat daftar pertanyaan dan hasil dari wawancara.

Narasumber : Suami Istri Penyandang Disabilitas Tanggal : 30 Desember 2021-05 Januari 2022

Lokasi : Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran

No Pertanyaan Hasil Wawancara

1. Bagaimana cara suami dalam membimbing istrinya dengan keadaannya saat ini sebagai penyandang disabilitas? dan Apakah dalam pembimbingan terhadap istri, suami terdapat kesulitan untuk melaksanakannya?

Meraka sama-sama menjalankan kewajibannya dalam membimbing istri dengan kekurangan fisik yang mereka alami, akan tetapi dengan kondisi meraka saat ini, terkadang mereka mengalami kesulitan dalam hal pembimbingan. Tidak disebutkan pastinya bentuk pembimbingan apa saja yang meraka berikan, karena istri mereka sama-sama menerima dengan keadaan suaminya saat ini yang tidak memungkinkan dalam hal melakukan pembimbingan.

2. Ditengah keadaan suami saat ini bisakah atau terdapat kesulitan saat melaksanakan kewajibannya dalam melindungi istri, dalam bentuk apakah

Dalam hal ini suami yang melakukan kewajiban dalam melakukan perlindungan kepada istrinya dirasa kesulitan dengan

suami melindungi istrinya? keadaannya saat ini, mereka (suami) hanya bisa memberikan doa pada istrinya, dan rata-rata dari istri merka juga menerima keadaan tersebut, tidak menuntut banyak hal kepada suaminya.

3. Salama menikah apakah suami dapat memberikan haknya kepada istri dalam melaksanakan pendidikan, seperti pendidikan agama dan pendidikan lainnya yang di inginkan oleh istri?

Dengan keterbatasan fisik yang suami alami tetap melaksanakan kewajibannya dalam memberikan hak istri berupa pendidikan agama, namun ada juga narasumber yang tidak dapat melaksanakan kewajibannya tersebut karena dirasa istrinya sudah lebih memahami agama, bahkan ada yang kebalikannya (suami yang diajari agama oleh istrinya) akibat kurangnya pemahaman agama pada suami.

4. Apakah suami telah melaksanakan kewajibannya dalam membiayai pendidikan anaknya dan biaya lainnya dalam kehidupan rumah tangga?

Dalam hal ini ada beberapa suami yang tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam memberikan biaya maupun nafkah pada istri dan juga keluarganya, oleh karena itu istri juga ikut bekerja dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, ada juga yang bekerja sebagai tukang pijit karena ia rasa hal tersebut sudah menjadi keahliannya sebelum ia menikah.

5. Apakah selama menikah istri telah melaksanakan kewajibannya kepada suami (berbakti kepada suami, dan kewajiban lain yang seharusnya dilaksanakan oleh istri)?

Meskipun suami dikatakan sebagai penyandang disabilitas, tapi istri tidak semata-mata meninggalkan kewajibannya dalam hal berbakti kepada suami dan keajiban lainnya yang seharussnya dilaksanakan oleh istri sebagai hak dari suami yang sesuai dengan perspektif Kompilasi Hukum Islam. Dalam penelitian ini juga terdapat istri sebagai penyandang disabilitas, tapi ia tetap melaksanakan kewajibannya kepada suami dengan keterbatasan fisik yang ia alami saat ini.

6. Apakah istri telah melaksanakan keperluan yang ada dalam rumah tangganya dengan sebaik mungkin?

Dari hasil wawancara, telah didapat data bahwa ada salah satu istri sebagi penyandang disabilitas dan ia berusaha dalam melaksanakan keperluan yang ada dalam rumah tangganya, begitu juga dengan istri- istri dari suami penyandang disabilitas lainnya juga telah melaksanakan keperluan dalam rumah tangganya.

Peta Wilayah Kecamatan Paciran dan Brondong

Lampiran-Lampiran

FOTO PENELITIAN LAPANGAN

Foto Setelah Melaksanakan Penelitian Wawancara dengan Narasumber Pertama, Bapak Imam Sujono (Penyandang Disabilitas Tuna Daksa) yang bertempat tinggal di Kecamatan Brondong, dan foto kedua adalah foto bapak Imam dengan

istrinya.

Foto Setelah Melaksanakan Penelitian Wawancara dengan Narasumber ke dua, Bapak Jaelani (Penyandang Disabilitas Tuna Netra) di Kecamatan Paciran.

Foto Setelah Melaksanakan Penelitian Wawancara dengan Narasumber ke tiga, Ibu Luluk (Penyandang Disabilitas Tuna Daksa Kaki) di Kecamatan Paciran.

Akta Cerai Ibu Luluk Tahun 2017

Dalam dokumen pemenuhan hak dan kewajiban suami istri (Halaman 102-115)

Dokumen terkait