5 KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Afif AK. 2011. Pemanfaatan limbah padat proses pengolahan agar PT Agarindo Bogatama sebagai media tanam holtikultura [skripsi]. Bogor : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Alexander W. 2011. Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). http://www.wiro- pharmacy.com. [8 Februari 2012].
Andarani P, Roosmini D. 2009. Profil pencemaran logam berat (Cu, Cr, dan Zn) pada air permukaan dan sedimen di sekitar industri tesktil PT X (sungai Cikijing). Bandung : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.
Andarwulan N, Kusnandar F, Herawati D. 2011. Analisis Pangan. Jakarta : Dian Rakyat.
Anggadiredja JT, Zatnika A, Purwoto H, Istini S. 2011. Rumput Laut. Jakarta : Penebar Swadaya.
Anonim. 2007. Agar structure. http://www.agar.com. [8 Februari 2012].
Anonim. 2010. Chemical structure of activated carbon. http://www.desotec.com.
[8 Februari 2012].
Anonim. 2009. Karbon aktif. http://www.filterpenyaringair.com. [8 Februari 2012].
[AOAC] Association of Official Analytical Chemist. 2005. Official Method of Analysis of The Association of Official Analytical of Chemist. Arlington:
The Association of Official Analytical Chemist, Inc.
[APHA] American Public Health Association. 2005. APHA 5210-B-2005 : 5- Days BOD Test. Washington : American Public Health Association.
___________________________________. 2005. APHA 5220-C-2005 : Closed Reflux, Titrimetric Method. Washington : American Public Health Association.
Ardeniswan, Mulyati Y, Tontowi, Rahman A. 1997. Evaluasi kembali metode analisis untuk penetapan nilai BOD di Indonesia. Buletin IPT Vol 3(3): 19- 26.
Ardhina A. 2007. Dekolorisasi limbah cair industri tekstil dengan menggunakan Omphalina sp. [skripsi]. Bogor : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
[ASTM] American Society for Testing and Material. 1999. ADTM D 5832-98 : Standard Test Method for Volatile Matter Content of Activated Carbon.
Philadelphia : American Society for Testing and Material.
_______________________________________. 1999. ASTM D 4607-94 : Standard Test Method for Determination of Iodine Number of Activated Carbon. Philadelphia : American Society for Testing and Material.
Atkins PW. 1990. Kimia Fisika. Penerjemah : Wahyu IP. Jakarta : Erlangga.
Bagreev A, Bandosz. 2002. H2S adsorption/oxidation materials obtained using sulfuric acid activation od sewage sludge-derived fertilizer. Journal of Colloid and Interface Science Vol 252: 188-194.
Barros LM, Macedo GR, Duarte MML, Silva EP, Lobato AKCL. 2003.
Biosorption of cadmium using the fungus Aspergillus niger. Braz Chem Eng Vol 20(3): 1-17.
Budiono A, Suhartana, Gunawan. 2009. Pengaruh aktivasi arang tempurung kelapa dengan asam sulfat dan asam fosfat untuk adsorpsi fenol [skripsi].
Semarang : Universitas Diponegoro.
Cahyady B. 2009. Studi tentang kesensitifan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) teknik Vapour Hydride Generation Accessories (VHGA) dibandingkan dengan SSA nyala pada analisa unsur arsen (Ar) yang terdapat dalam air minum [tesis]. Medan : Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara.
Chapman VJ. 1970. Seaweed and their Uses. New York : Menthen and Co. Ltd.
Darmono. 1995. Logam dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Jakarta : UI Press.
Diantariani NP, Sudiarta IW, Elantiani NK. 2008. Proses biosorpsi dan desorpsi ion Cr (IV) pada biosorben rumput laut Eucheuma spinosum. Jurnal Kimia Vol 2(1): 45-52.
Djatmiko B, Ketaren S, Setyahartini S. 1985. Pengolahan Arang dan Kegunaannya. Bogor : Agro Industri Press.
Esmaeili A, Ghasemi S, Rustaiyan A. 2010. Evaluation of the activated carbon prepared of algae Gracilaria for the biosorption of Cu (II) from aqueous solution. Journal of Agriculture and Environmental Science 3(6): 810-813.
Hadi R. 2011. Sosialisasi teknik pembuatan arang tempurung kelapa dengan pembakaran sistem suplai udara terkendali. Buletin Teknologi Pertanian Vol 16(2): 77-80.
Haryono A, Harmami SB. 2010. Aplikasi nanopartikel perak pada serat katun sebagai produk jadi tekstil antimikroba. Jurnal Kimia Indonesia Vol 5(1):
1-6.
Irawaty W, Susiany E, Hinadrso H, Mulyono Y, Hendra K. 2010. Pengaruh temperatur dan konsentrasi zat aktivator pada pembuatan adsorben [makalah]. Surabaya : Unika Widya Mandala.
Kasam, Yulianto A, Sukma T. 2005. Penurunan COD (Chemical Oxygen Demand) dalam limbah cair laboratorium menggunakan filter karbon aktif arang tempurung kelapa. Logika Vol 2(2) : 3-17.
Kementerian Lingkungan Hidup. 2010. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.:Kep-51/MENLH/10/1995 tentang baku mutu air limbah bagi kegiatan industri. Jakarta : Kemenetrian Lingkungan Hidup.
Khairani N, Azam M, Soffian F, Soeleman. 2007. Penentuan kandungan unsur krom dalam limbah tekstil dengan metode analisis pengaktivan neuron.
Berkala Fisika Vol 10(1): 35-43.
[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2012. KKP pacu produksi rumput laut di Pantura. Jakarta : Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Lee YJ, Radovic LR. 2003. Oxidation inhibition effects of phosphorus and boron in different carbon fabrics. Carbon Vol 41(1): 1987-1997.
Liu L, Li F, Xiong D, Song C. 2006. Heavy metal contamination and their distribution in different size fractions of the surficial sediment of Haihe river, China. Environ Geol Vol 50: 431-438.
Mandella ABM. 2010. Pengaruh pupuk limbah agar-agar terhadap pertumbuhan semai mahoni (Swietenia macrphylla, King) di media tailing tambang emas PT Antam UPBE Pongkor [skripsi]. Bogor : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Manocha S. 2003. Porous carbon. Sadhana 28(1-2): 335-348.
Manurung R, Hasibuan R, Irvan. 2004. Perombakan zat warna azo secara anaerob-aerob. Medan : Universitas Sumatera Utara.
Maria S. 2009. Penentuan kadar logam besi (Fe) dalam tepung gandum dengan cara dekstruski basah dan kering dengan spektrofotometri serapan atom sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3751-2006 [skripsi]. Medan : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumetra Utara.
Marsh H, Reinoso FR. 2006. Activated Carbon. Amsterdam : Elsevier.
Notodarmojo S. 2004. Pencemaran Tanah dan Air Tanah. Bandung : ITB Press.
Palar H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta : Rineka Cipta.
Pari G. 1996. Pembuatan arang aktif dari serbuk gergajian sengon dengan cara kimia. Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14(8): 308-320.
_____. 2002. Teknologi alternatif pemanfaatan limbah industri pengolahan kayu [tesis]. Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor
Pari G, Hendra D. 2006. Pengaruh lama waktu aktivasi dan konsentrasi asam fosfat terhadap mutu arang aktif kayu Acacia mangium. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24(1): 33-46.
Pari G, Hendra D, Pasaribu RA. 2008. Peningkatan mutu arang aktif kulit kayu mangium. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26(3): 214-277.
Raghuvansi SP, Sing P, Kaushik CP. 2004. Kinetics study of methylene blue dye bioadsorption on bassage. App Ecol Env Researches Vol 2: 35-43.
Riyanto B, Wilaksanti M. 2006. Cookies berkadar serat tinggi substitusi tepung ampas rumput laut dari pengolahan agar-agar kertas. Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9(1): 47-56.
Roy GM. 1995. Activated Carbon Applications in the Food and Pharmaceutical Industries. Pennsylvania: Technomic Publications.
Salamah E., Susanti D, Wikanta T. 2005. Kualitas agarosa hasil isolasi Rhodymenia cilliata menggunakan DEAE-Selulosa. Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8(1): 13-20.
Salmin. 2005. Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Oseana Vol 30(3): 21-26.
Saputra DR. 2008. Aplikasi Bioteknologi Pemanfaatan Limbah Rumput Laut.
Yogyakarta : Kanisius.
Sembiring MT, Sinaga TS. 2003. Arang aktif (pengenalan dan proses pembuatannya). Medan : Universitas Sumatera Utara.
Sirait SM, Sisilia L. 2008. Kualitas arang aktif tempurung nipah (Nypa fruticans Wurmb) dengan bahan pengaktif NH4HCO3 dan H3PO4 dan penggunaannya sebagai pemurni minyak goreng. Jurnal Penelitian Universitas Tanjungpura Vol 10(2): 58-69.
Siregar SA. 2005. Instalasi Pengolahan Air Limbah. Yogyakarta : Kanisius.
Smith B. 1988. A Workbook for Pollution Prevention by Source Reduction in Textille Wet Processing. North Carolina: North Carolina State University.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 1995. SNI-06-3730-1995 : Arang Aktif Teknis.
Jakarta : Badan Standardisasi Nasional.
__________________________. 2004. SNI-06-6989-2004 : Air dan Air Limbah.
Jakarta : Badan Standardisasi Nasional.
Sudarmaji, Mukono J, Corie IP. 2006. Toksikologi logam berat B3 dan dampaknya terhadap kesehatan. Jurnal Kesehatan lingkungan Vol 2(2):
129-142.
Suhendra D, Gunawan ER. 2010. Pembuatan arang aktif dari batang jagung menggunakan aktivator asam sulfat dan penggunaannya pada penjerapan ion tembaga (II). Makara Sains Vol 14(1) : 22-26.
Sulistyawati S. 2008. Modifikasi tongkol jagung sebagai adsorben logam berat Pb (II) [skripsi]. Bogor : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
Suganda H, Setyorini D, Kusnasi H, Saripin I, Kurnia U. 2002. Evaluasi pencemaran limbah industri tekstil untuk kelestarian sawah. Bogor: Balai Penelitian Tanah.
Suwilin. 2007. Efektifitas arang aktif kayu sengon (Paraserianthes falcataria L.
Nielsen) dan tempurung kelapa (Coconus nucifera L.) untuk pemurnian minyak goreng bekas [skripsi]. Bogor : Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Triwisari DA. 2010. Fraksinasi polisakarida beberapa rumput laut [skripsi].
Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Viswanathan B, Neel PI, Varadarajan TK. 2009. Methods of Activation and Specific Applications of Carbon Material. Chennai : national centre for Catalist Research, Indian Institute of Technology Madras.
Van Soest, Robertson JB, Lewis BA. 1991. Carbohydrate methodology, metabolism, and nutritional implication in dairy cattle. J Dairy Sci Vol 74:
3583-3597.
Wijayanti R. 2009. Arang aktif dari ampas tebu sebagai adsorben pada pemurnian minyak goreng bekas [skripsi]. Bogor : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
Winarno F G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Bogor : M-Brio Press.
Yu LJ, Sukhla SS, Dorris KL, Sukhla A, Margrave JL. 2003. Adsorption of chromium from aqueous solution by maple sawdust. J. Hazard Mater 100:
53-63.
Yudo S. 2006. Kondisi pencemaran logam berat di perairan sungai DKI Jakarta.
JAI Vol 2(1): 1-15.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Dokumentasi penelitian
Gambar 1 Karbonisasi arang Gambar 2 Proses pengadukan
Gambar 3 Hasil aplikasi karbon aktif Gambar 4 Proses pengovenan uji COD
Gambar 5 Limbah padar agar-agar Gambar 6 Uji BOD
Lampiran 2 Contoh perhitungan karakterisasi limbah padat agar-agar Contoh perhitungan kadar air
Kadar air (%) =
=
= 16,93 % Contoh perhitungan kadar abu Kadar abu (%) =
=
= 41,92 %
Contoh perhitungan kadar protein Kadar N (%) =
=
= 0,2549 % Kadar Protein (%) =
=
= 1,54 % Contoh perhitungan kadar lemak Kadar lemak (%) =
=
= 0,20 % Contoh perhitungan kadar lemak Kadar serat kasar (%) =
=
= 37,50 %
Lampiran 3 Contoh perhitungan karakterisasi limbah industri tekstil Nilai BOD limbah
DO = ×fp
DO0 = ×50
DO0 = 352,68 mg/L
DO3 = ×50
= 274,31
BOD = × 1,370
= (352,68 ˗ 274,31) × 1,370
= 107, 37 mg/L Nilai COD limbah COD =
=
= 463,33 mg/L
Lampiran 4 Contoh perhitungan karakterisasi karbon aktif Contoh perhitungan rendemen
% Rendemen =
=
= 83,53 % Contoh perhitungan kadar air Kadar air (%) =
=
= 2,97 % Contoh perhitungan kadar abu Kadar abu (%) =
=
= 64,68 %
Contoh perhitungan kadar zat mudah menguap (ZMM) Kadar ZMM (%) =
=
= 3,96 %
Contoh perhitungan kadar karbon aktif murni Kadar karbon aktif murni (%) =
=
= 31,36 % Contoh perhitungan daya serap iod Daya serap iod (%) =
=
= 221,022 mg/g
Lampiran 5 Hasil analisis ragam rendemen karbon aktif
rendemen
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 268,148 2 134,074 ,682 ,541
Within Groups 1179,501 6 196,584
Total 1447,649 8
Lampiran 6 Hasil analisis ragam kadar air karbon aktif
kadar_air
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups ,170 2 ,085 ,672 ,545
Within Groups ,760 6 ,127
Total ,930 8
Lampiran 7 Hasil analisis ragam kadar abu karbon aktif
kadar_abu
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 998,553 2 499,276 127,330 ,000
Within Groups 23,527 6 3,921
Total 1022,079 8
Lampiran 8 Hasil uji Duncan kadar abu karbon aktif
Duncan
Perlakuan
N Subset for alpha = .05
1 2 1
asam fosfat 3 66,6167
zink klorida 3 68,2133
kalium hidroksida 3 89,7167
Sig. ,362 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000.
Lampiran 9 Hasil analisis ragam kadar zat mudah menguap
kadar_zat_mudah_menguap
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 6,240 2 3,120 1,629 ,272
Within Groups 11,494 6 1,916
Total 17,735 8
Lampiran 10 Hasil analisis ragam kadar karbon aktif murni
kadar_karbon_aktif_murni
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 892,896 2 446,448 66,907 ,000
Within Groups 40,036 6 6,673
Total 932,932 8
Lampiran 11 Hasil uji Duncan kadar karbon aktif murni
Duncan
Perlakuan
N Subset for alpha = .05
1 2 1
kalium hidroksida 3 4,9500
zink klorida 3 24,4533
asam fosfat 3 27,3967
Sig. 1,000 ,212
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000.
Lampiran 12 Hasil analisis ragam daya serap iod
daya_serap_iod
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 8551,259 2 4275,629 2,464 ,166
Within Groups 10411,343 6 1735,224
Total 18962,602 8
Lampiran 13 Hasil analisis ragam aplikasi penyerapan Ag pada periode kontak berbeda
Ag
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups ,000 3 ,000 . .
Within Groups ,000 8 ,000
Total ,000 11
Lampiran 14 Hasil analisis ragam aplikasi penyerapan Pb pada periode kontak berbeda
Pb
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 3120,577 3 1040,192 6,060 ,019
Within Groups 1373,158 8 171,645
Total 4493,735 11
Lampiran 15 Hasil uji Duncan aplikasi penyerapan logam Pb pada periode kontak berbeda
Duncan
periode_kontak
N Subset for alpha = .05
1 2 1
2 jam 3 13,6800
1,5 jam 3 25,6933
0,5 jam 3 26,7824
1 jam 3 57,3500
Sig. ,274 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000.
Lampiran 16 Hasil analisis ragam aplikasi penyerapan Cu pada periode kontak berbeda
Cu
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 13,281 3 4,427 2,294 ,155
Within Groups 15,441 8 1,930
Total 28,722 11
Lampiran 17 Hasil uji Duncan aplikasi penyerapan logam Cu pada periode kontak berbeda
Duncan
periode_kontak
N Subset for alpha = .05
1 2 1
0,5 jam 3 69,7333
1 jam 3 70,3600 70,3600
1,5 jam 3 70,9900 70,9900
2 jam 3 72,5633
Sig. ,319 ,099
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000.
Lampiran 18 Hasil analisis ragam aplikasi penyerapan Ag pada nilai pH berbeda
Ag
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups ,000 3 ,000 . .
Within Groups ,000 8 ,000
Total ,000 11
Lampiran 19 Hasil analisis ragam aplikasi penyerapan Pb pada nilai pH berbeda
Pb
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 4661,594 3 1553,865 10,672 ,004
Within Groups 1164,864 8 145,608
Total 5826,457 11
Lampiran 20 Hasil uji Duncan aplikasi penyerapan logam Pb nilai pH berbeda
Duncan
nilai_ph
N Subset for alpha = .05
1 2 1
6,5 3 4,3667
5,5 3 7,0867
6,0 3 12,5667
5,0 3 53,0100
Sig. ,448 1,000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000.
Lampiran 21 Hasil analisis ragam aplikasi penyerapan Cu pada periode kontak berbeda
Cu
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 71,815 3 23,938 10,775 ,003
Within Groups 17,772 8 2,222
Total 89,587 11
Lampiran 22 Hasil uji Duncan aplikasi penyerapan logam Cu pada periode kontak berbeda
Duncan
nilai_ph
N Subset for alpha = .05
1 2 1
5,0 3 60,3133
5,5 3 61,5667
6,0 3 64,3933
6,5 3 66,5933
Sig. ,333 ,108
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a Uses Harmonic Mean Sample Size = 3,000.