• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah dan Faktor Kelahiran Tasawuf

Dalam dokumen AKHLAK TASAWUF (Halaman 103-106)

BAB IV TASAWUF

C. Sejarah dan Faktor Kelahiran Tasawuf

kehidupan dunia, dan apabila di lihat kaitannya dengan pemahaman keagamaan tasawuf lebih menekankan pada aspek esoterik dibandingklan aspek eksoterik69

Abu al-‘Ala ‘Afifi setidaknya telah mengkaji enampuluh lima definisi tasawuf dari kaum sufi secara berurutan sesuai tahun keberadaannya, yaitu antara 200 H.- 420 H., dan tidak menemukan sebuah pengertian tasawuf yang definitif. Namun, ia hanya dapat menyimpulkan gambaran umum dari beragam pengertian tersebut bahwa tasawuf, dalam konteks asas dan substansinya, adalah faqd (kehampaan) dan wujud (keadaan). Maksudnya, hampa dan sirna dari diri personal dan segala sifat-sifatnya, serta kekal dalam citra Allah. Di samping itu, definisi-definisi tersebut, selain mengandung unsur pengalaman spiritual, juga menjelaskan metode tentang bagaimana cara menuju kepada Allah.70

Walaupun para tokoh sufi berbeda dalam merumuskan arti tasawuf tapi pada intinya adalah sama, Abd. al-Halim Mahmud juga menegaskan bahwa definisi tasawuf yang diungkapkan oleh kaum sufi sebenarnya memiliki dua unsur yang penting, yaitu wasilah (sarana) dan ghayah (tujuan final). Tasawuf adalah upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia, sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan Allah. Atau dengan kata lain tasawuf adalah bidang kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan mental rohaniah agar selalu dekat dan bersama Allah.71

hijriyah. Para ahli yang membicarakan tentang asal mula atau sejarah munculnya tasawuf lebih fokus pada faktor faktor yang mendukung kelahiran tasawuf itu sendiri. Dan faktor tersebut dibedakan menjadi 2, yaitu:

1) Faktor Eksternal

Para orientalis yang mengkaji tasawuf mengatakan bahwa tasawuf bersumber dari luar Islam. Thoulk menganggap tasawuf ditimba dari sumber Majusi; Dozy mengatakan tasawuf dikenal kaum muslim lewat orang-orang Persia; Goldziher, Palqacios dan Nicholson menisbahkan tasawuf berasal dari Kristen; Horten dan Hartman berpendapat tasawuf diambil dari India (Hindu-Budha), sementara yang lain mengungkapkan bahwa Yunani merupakan sumber tasawuf.72

Secara lebih detil faktor eksternalnya antara lain : (1) Tasawuf lahir dari paham Kristen yang menjauhi dunia dan hidup mengasingkan diri ke biara-biara, sama dengan paham zuhud yang dianut oleh para sufi. (2) Tasawuf lahir karena pengaruh filsafat phytagoras yang berpendapat bahwa roh manusia kekal dan hidup didunia sebagai orang asing. (3) Munculnya tasawuf dalam Islam sebagai pengaruh dari filsafat emanasi plotinus yang membawa paham wujud memancar dari zat tuhan. Masuknya kedalam materi menyebabkan roh menjadi kotor. Untuk kembali kepada tuhan roh harus dibersihkan dengan cara meninggalkan dunia dan mendekatkan diri kepada dunia seerat mungkin. (4) Tasawuf lahir atas pengaruh nirwana. Menurut ajaran budha bahwa seseorang meninggalkan dunia dan melakukan kontemplasi. (5) Taswuf lahir karena karena penngaruh ajaran hinduisme yang mendorong

72Taftazani, Sufi dari Zaman…, hal. 23-29; Jamil, Cakrawala Tasawuf (Ciputat: Gaung Persada Press, 2004), hal. 18-24

manusia meninggalkan dunia dan berupaya mendekatkan diri kepada tuhan.73

2) Faktor Internal

Sebagian ahli menekanakan bahwa lajirnya tasawuf islam dilatarbelakangi oleh faktor dari dalam itu sendiri, bukan pengaruh dari luar. Faktor-faktor intern itu ditemukan dalam Al-Qur’an, Al- Hadis, dan perilaku Nabi Muhammad SAW. Di dalam Al-Qur’an ditemukan ayat-ayat yang membawa pada paham mistis. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya teori bahwa tasawuf muncul dari dalam islam itu sendiri. Allah berfirman dalam Q Al-Baqarah [2]: 186

ۖ ِناَعَد اَذِإ ِعاهدلا َةَوْعَد ُبيِجُأ ۖ ٌبيِرَق يِّنِإَف يِّنَع يِداَبِع َكَلَأَس اَذِإَو َنوُدُش ْرَي ْمُههلَعَل يِب اوُنِمْؤُيْلَو يِل اوُبيِجَتْسَيْلَف

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Selanjutnya, faktor intern yang dapat dipandang sebagai penyebab lahirnya tasawuf di dunia islam, lebih jelas terlihat dalam perilaku Rasulullah. Dengan demikian, tanpa adanya faktor dari luar tasawuf akan tetap lahir dalam islam.

Ilmuwan dan para pengamat tasawuf dengan tegas mengemukakan bahwa sumber-sumber tasawuf secara otentik berasal dari dalam Islam sendiri.

Menurut Spencer Trimingham secara afirmatif menyatakan Sufism was a natural development within Islam the inner doctrine of Islam, the underlying mystery of the Qur’an.

Seyyed Hassein Nasr menjelaskan bahwa kehidupan spiritual kaum Sufi berawal dari Nabi, jiwa Nabi disinari cahaya Allah, Al-Quran, sehingga tepat sekali bila dikatakan bahwa wahyu Al-Quran sebagai sumber tasawuf. Bahkan Lynn Wilcox (seorang Mursyid Sufi sekaligus guru besar psikologi abad ini

73Ahmad Bangun Nasution, Rayani Hanum Siregar, Akhlak Tasawuf:

Pengenalan, dan Pengaplikasiannya (Disertai Biografi dan Tokoh-Tokoh Sufi), Rajawali Pers, (Jakarta, 2015), hal. 4

pada California state University Amerika) dengan mengutip pendapat Bayazid Bistami, secara ekspresif ilustratif menyatakan bahwa benih tasawuf sudah ditanam pada masa Nabi Adam. Benih-benih ini berkecambah semasa Nabi Nuh dan berbunga semasa Nabi Ibrahim. Anggurpun berbentuk pada masa Nabi Musa dan buahnya matang pada masa Nabi Isa. Di masa Muhammad, semua itu dibuat menjadi anggur murni. 74

Sebagai sebuah disiplin ilmu, sebagian ilmuwan muslim mengakui sejujurnya bahwa tasawuf dipengaruhi pula oleh agama dan budaya lain. Dasar dan sumber fundamental tasawuf memang Al-Quran, Sunnah Nabi, kehidupan para sahabat dan tabi’in, namun tanpa mengingkari fakta historis, wacana-wacana tasawuf dalam perkembangan selanjutnya terutama pada abad 6 dan 7 Hijriah telah diwarnai unsur-unsur luar. Terutama tasawuf falsafi, yang merupakan pengaruh Persia (Yunani) yang rasional dan filsafat India yang mistis.75

Dalam dokumen AKHLAK TASAWUF (Halaman 103-106)