• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

1. Sejarah Desa Selong Belanak

40

41

Merujuk tabel 2, masyarakat yang berdomisili di Desa Selong Belanak lebih di dominasi oleh kalangan perempuan.

Akan tetapi, selisihnya tidak terlalu jauh, hanya beberapa persen saja.

b. Data Penduduk Berdasarkan Pendidikan Desa Selong Belanak Tabel 3

Pendidikan

Kategori Jumlah Laki-Laki Perempuan

N % N % N %

Tidak/Belum Sekolah

2.384 38,53% 1.095 17,70% 1.289 20,83%

Belum Tamat SD/Sederajat

891 16,02% 481 8,58% 410 7,43%

Tamat SD/Sederajat

1261 22,01% 603 10,57% 658 11,44%

SLTP/Sederaja t

798 12,90% 389 6,29% 409 6,61%

SLTA/Sederaja t

553 8,94% 297 4,80% 256 4,14%

Diploma I/II 14 0,23% 8 0,13% 6 0,10%

Akademi/Diplo ma III/S. Muda

16 0,26% 9 0,15% 7 0,11%

Diploma IV/Strata I

59 1,06% 36 0,63% 23 0,43%

Strata II 2 0,03% 1 0,02% 1 0,02%

Strata III 1 0,02% 1 0,02% 0 0,00%

Total 5.979 100% 2.920 48,88 3.059 51,12%

Sumber: Pemerintah Desa Selong Belanak, 2022

Berdasarkan tabel 3 bahwa mayoritas pendidikan masyarakat Desa Selong Belanak adalah tidak sekolah dan belum tamat Sekolah Dasar sebanyak 28,36%. Jenjang pendidikan ditempuh tertinggi ialah S2 dan S3 dengan persentase 0,02%. Akan tetapi, dapat dilihat bahwa masyarakat tidak sekolah karena tidak mampu membayar sekolah sehingga memilih bekerja membantu pendapatan keluarga.43

42 c. Struktur Desa

Tabel 4

Susunan Pemerintahan Desa Selong Belanak

Sumber: Pemerintah Desa Selong Belanak, 2022

Sebagai unsur pembantu Kepala Desa, perangkat Desa terdiri atas sekretariat Desa, pelaksana wilayah serta pelaksana teknis. Sekretariat Desa dipimpin sekretaris Desa dan dibantu oleh staf sekretariat. Sekretariat Desa paling banyak terdiri atas tiga bagian, yaitu urusan umum, urusan keuangan serta urusan pemerintah. Masing-masing urusan dipimpin kepala urusan (Kaur) sedangkan pelaksana kewilayahan dilaksanakan kepala dusun.

Tugasnya meliputi penyelenggaraan pemerintahan Desa, pembangunan Desa serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Jumlah dari kepala dusun ditentukan secara proporsional yang berdasarkan kemampuan dari keuangan Desa dan memperhatikan luas wilayah kerja, karakteristik, geografis, kepadatan penduduk serta sarana prasarana penunjang tugas.

KEPALA DESA Lalu Yahya, S.H

SEKRETARIAT DESA

KAUR PEMERINT KAUR

KEUANGA KAUR

UMUM KASI

KESRA KASI

PEMBANG KASI

PERENCA

KEPALA DUSUN

KEPALA DUSUN KEPALA

DUSUN

KEPALA DUSUN

KEPALA DUSUN

KEPALA DUSUN

KEPALA DUSUN

KEPALA DUSUN

KEPALA DUSUN

KEPALA DUSUN

KADUS Ketapang

43

2. Gambaran Umum Pantai Selong Belanak

Pantai Selong Belanak merupakan pantai yang berombak sepanjang 500 Meter dan tidak terlalu tinggi, pantai ini tidak mempunyai karang serta airnya berwarna biru jernih. Pantai ini memiliki tepi dengan panjang 1 Kilometer dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Kebersihan dan kenyamanan Pantai Selong Belanak sangat terjaga, dikarenakan masyarakat yang mengelola Pantai membentuk kelompok bernama Sandy Clean dan bekerja dalam rangka membersihkan pantai tiap Ahad pagi. Lingkungan pantai untuk kesehariaanya juga dibersihkan dan setiap pemilik warung dari ujung sampai membersihkan bagiannya setiap pagi sehingga pantai ini tetap terjaga kebersihannya.

Pantai Selong Belanak dikelola langsung oleh masyarakat setempat dan membagi tugas seperti tempat parkir dan karcis yang dijaga juga oleh beberapa orang dewasa dan anak remaja yang duduk di tempat seperti gazebo di bagian depan, pedagang, ibu- ibu yang menunggu kamar mandi dan warung serta yang terakhir pemandu wisata yang menangani pelatihan selancar dan menyewakan papan selancar. Pemandu wisata sendiri terdiri dari berbagai umur, mulai dari yang anak SMP dan ada yang sudah tua. Pengelolaan didominasi oleh laki-laki dan pedagang warung sebagian besar adalah ibu-ibu.

Aksesbilitas menunju kawasan pantai dapat dikatakan sudah mumpuni. Baru-baru ini, perbaikan jalan di kawasan wisata sepanjang pantai dimulai dari Pantai Kuta hingga Pantai yang paling ujung termasuk Pantai Selong Belanak. Jalan dari pusat kota sampai ke jalur utama sudah bagus dan terdapat petunjuk jalan. Akses jalan sudah terbilang lebar dan halus, tetapi di daerah pegunungan sebelum menuju ke Pantai Selong Belanak terdapat beberapa jalan yang rusak dan kawasan ini rawan longsor sehingga terdapat banyak pasir dan tanah sisa-sisa longsor.

Perjalanan menuju ke pantai selong belanak dari kota Mataram dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dengan keadaan jalan sudah di hotmik. Untuk ke tempat ini, apabila berangkat dari

44

Kota Mataram, cukup melaju ke jalur Bandara Internasional Lombok.

Opsi perjalanan lainnya dengan rute Pusat Kota-Bundaran Lombok-By Pass-Desa Sade-Kawasan Kuta Mandalika. Sampai di Kawasan Kuta terdapat jalan melintasi pantai-pantai cantik sampai di Pantai Selong Belanak di deretan paling ujung pantai. Pantai Selong Belanak berada terjauh dan dikelilingi bukit sehingga wisatawan melewati tanjakan, turuan dan belokan. Akses di kawasan Pantai Selong Belanak sendiri masih dapat dikatakan kurang pasalnya belum terdapat perbaikan total dan masih memasuki desa tetangga untuk masuk ke Pantai Mawi dan Pantai Rowok yang berada disamping Pantai Selong Belanak. Dari ODTW satu ke ODTW lainnya atau untuk memasuki setiap ODTW yang ada tidak memerlukan waktu lama, cukup meluangkan waktu sehari wisatawan bisa menjelajahi hampir seluruh ODTW yang ada di Lombok Tengah.

Fasilitas yang ada di Pantai Selong Belanak terbilang sudah mumpuni, diantaranya penginapan, warung makan, tempat parkir, mushola, penyewaan papan selancar dan motor, tempat istirahat, penyewaan umbrella, toilet umum dan tour and travel. Fasilitas yang tersedia ada yang sudah mencukupi dan ada yang perlu dikembangkan, seperti halnya tempat parkir, pada saat low season tempat parkir mencukupi, namun pada saat high season, tempat parkir sangat kurang dan perlu diperluas. Kamar mandi yang tersedia perlu untuk ditambah jumlahnya dan dijaga kebersihannya. Terutama dengan mushola yang sangat penting, karena mayoritas wisatawan lokal yang beragama Muslim dan kondisi Mushalla yang sangat perlu diperhatikan, keadaan Mushalla masih terlihat baik sementara dengan batas papan dan panggung dari bangku sebagai tempat untuk sholat.41

Kuta Paradise Lombok dan Kuta Indah Hotel ialah penginapan terdekat di kawasan pantai. Untuk menggunakan fasilitas parkir, wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp.10.000 dan

41Sumber: Wawancara, Selong Belanak, 2022

45

sudah termasuk dengan tiket masuk. Harga dapat dibilang terjangkau, pasalnya seberapapun orangnya memakai satu kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor maka biaya tetap sama Rp.10.000. Salah satu unsur terpenting dalam meningkatkan arus wisatawan terutama mancanegara adalah tersedianya sarana dan prasarana akomodasi yang memadai, baik secara kuantitas maupun kualitas karena bagaimanapun semua elemen tersebut sangat membantu pembentukan image atau citra bagi wisatawan itu sendiri. Secara keseluruhan akomodasi di kawasan wisata terus meningkat terlebih lagi setelah beroperasinya Bandara Internasional Lombok. Konsentrasi bagi pembangunan hotel dan restaurant masih berfokus pada wilayah Selatan, yaitu sekitar Pantai Kuta sampai Pantai Selong Belanak.

d. Struktur Pokdarwis

Tabel 5

Struktur Pokdarwis Desa Selong Belanak

KETUA Redowan

WAKIL KETUA Selamet Hidayat

BENDAHARA Lukman

SEKSI PROMOSI Lalu Hendra Saputra

SEKSI KEBERSIHAN

Agus Susilo SEKSI KEAMANAN

Lalu Zainal Abidin

SEKRETARIS Yudianto

46

Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) ialah kelompok yang tumbuh berkembang atas inisiatif dan kemauan masyarakat itu sendiri dalam melestarikan obyek dan daya tarik wisata.

Keanggotaan tidak hanya terbatas pada mereka yang terlibat langsung dalam pariwisata, tetapi mereka yang secara tidak langsung mendukung pembangunan di bidang kepariwisataan.

Hakikatnya merupakan lembaga kemasyarakatan, keberadaannya diakui dan didukung penuh Pemerintah Desa Selong Belanak.

e. Data kunjungan wisatwan Tabel 6

Jumlah Kunjungan Wisatawan No Tahun Wisatawan

Domestik

Wisatawan Asing

Total Kunjungan Wisatawan

1 2018 3.900.200 1.350 3.901.550

2 2019 5.307.054 1.700 5.308.754

3 2020 1.270 52 1.322

4 2021 1.360 73 1.433

5 2022 3.500 115 3.615

Sumber: Wawancara, Selong Belanak, 2022

Di tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke daerah destinasi yang ada di Lombok Tengah sangat menurun drastis akibat munculnya virus corona yang melanda. Akan tetapi, pada tahun 2022 dengan kebijakan yang telah di buat pemerintah terkait dengan destinasi wisata, jumlah pengunjung secara perlahan menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Kemudian pada tahun 2022 jumlah wisatawan meningkat karena sudah menurunnya wabah virus corona yang menyebabkan mulai dibukanya akses menuju tempat-tempat wisata, jumlah wisatawan yang berkunjung ke pantai Selong Belanak sejak peneliti melakukan penelitian mulai bulan febuari sampai Bulan September jumlah wisatawan sangat meningkat menyebabkan satu bulan mencapai angka Tiga Juta Wisatawan Lokal maupun Asing.

47

f. Rondon Kegiatan sebelum pelaksanaan Festival Bau Nyale Tabel 7

Rondon Kegiatan No Nama Kegiatan Kalanagn

1 Pawai (arak-arakan) Masayarakat dan wistawan 2 Pemilihan putri mandalika Pemuda pemudi

3 Presean Para pepadu se-pulau Lombok

4 Pentas seni Gendang belek Para personil Gendnag belek Sepulau Lombok

5

Bersih panatai Masyarakat Lombok Tengah Sumber: Pemerintah Desa Selong Belanak, 2022

Sebelum pelaksanaan festival Bau Nyale, terdapat beberapa acara lain, seperti:

1. Pawai (arak-arakan) dilakukan di pusat kota Lombok Tengah dalam rangka untuk menyambut Festival Bau Nyale. Acara ini dilaksanakan biasanya seminggu sebelum pelaksaan Festival, masing-masing perwakilan dari tiap Desa di Lombok Tengah berpartisipasi di acara ini dengan memakai pakaian adat suku Sasak dan tidak jarang ada juga masyarakat menggunakan pakaian dibuat khusus berbentuk hewan-hewan laut, seperti cacing,

kepiting dan lain sebagainya.

2. Pemilihan Putri Nyale merupakan bagian dari acara ini, perayaan Bau nyale memiliki beberapa acara memang sengaja dirangkaikan dalam rangka memeriahkan acara tersebut, diantaranya pemilihan Putri Mandalika (Miss Universe Nyale). Kontestan berasal dari seluruh belahan desa yang ada di kabupaten Lombok Tengah.

3. Peresean merupakan pertarungan antara dua lelaki bersenjatakan tongkat dari rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau tebal serta keras (perisai disebut ende). Tradisi ini juga termasuk dalam acara di Festival Bau Nyale. Peresean termasuk seni tari khas daerah Lombok, dilaksanakan di pinggir pantai yang diikuti petarung- petarung dari berbagai daerah di Pulau Lombok.

4. Pentas Seni Tradisional Gendang Beleq merupakan alat musik tradisional dimainkan secara berkelompok dan bagian acara Festival Bau Nyale. Selain sering muncul di acara pentas seni,

48

gendang beleq ini sering dilakukan untuk mengiringi acara pawai pernikahan di Lombok atau disebut nyongkolan.

5. Bersih Pantai termasuk rangkaian kegiatan acara Festival Bau Nyale ini dilakukan di pantai Seger, Selong Belanak dan pantai Selatan lainnya dimana pantai ini merupakan lokasi dalam penangkapan cacing laut (Bau Nyale). Bersih pantai yang dilakukan masyarakat bertujuan agar pantai tetap terawat bersih dari sampah bekas plastik makanan dan lain-lain. Disaat

diselenggarakannya festival Bau Nyale banyak para pedagang membuka lapak berjualan pakaian, makanan, minuman dan lain sebagainya.

B. Konsep Festival Bau Nyale Di Destinasi Selong Belanak Kecamatan Praya Barat.

Upacara adat Bau Nyale merupakan suatu tradisi kebudayaan yang ada di Lombok. Rangkaian kegiatan upacara dilaksanakan memang sudah dipersiapkan sedemikian rupa agar menjaga kelancaran upacara. Tempat-tempat tersebut tidak lain merupakan sebagai situasi komunikatif yang ada pada upacara, yaitu pantai Selong Belanak Lombok Tengah. Di tahun ini, acara puncak festival Bau Nyale telah dilaksanakan tanggal 20-21 Februari 2022 merujuk atas hasil sangkep warige (musyawarah) para tokoh budaya di Kabupaten Lombok Tengah. Pelaksanaan acara puncak mengacu pada tanda-tanda alam seperti bunyi tengkere dan kemunculan rasi bintang Rowot. Pada bulan Februari untuk Nyale awal dan di bulan Maret untuk Nyale akhir yang berlokasi di pantai Selong Belanak, pantai Seger dan kawasan pantai Selatan lainnya.42

Aktifitas-aktifitas komunikatif dalam Upacara Bau Nyale di Pantai Selong Belanak dalam pelaksanaannya masyarakat Sasak yang membawa perlengkapan alat-alat, seperti tempat menaruh Nyale yang dalam bahasa Lombok biasa disebut dengan Sopak dan Soyang berarti alat untuk menangkap Nyale berupa saringan. Proses pelaksanaanya adalah dimulai dari berkumpulnya masyarakat di kawasan pantai

42 Heri Zulhadi, “Penentuan Tanggal Bau Nyale Dalam Kalender Rowot Sasak:

Analisis Sosial Adat Budaya,” Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman 4, no. 2 (2018): 217–241, https://doi.org/10.36420/ju.v4i2.3503.

49

Selong Belanak. Sebelum dimulainya acara menangkap Nyale, masing-masing masyarakat sasak melihat bulu tangannya, jika bulu tangan sudah terlihat maka upacara pun sudah dimulai. Warga berjalan menuju bibir pantai dengan membawa perlengkapan untuk menangkap Nyale.

Setelah prosesi menangkap Nyale selesai dan warga sudah mendapatkan Nyale, kemudian Nyale yang berada di bibir pantai pun hilang dengan sendirinya Pada prosesi upacara Bau Nyale tidak ada aba-aba atau perintah untuk memulai ataupun mengakhiri upacara, karena mereka hanya berpatokan pada adat tradisi kebudayaan upacara Bau Nyale. Dalam konteks terjadinya situasi komunikatif, suatu lokasi bisa berubah tergantung dari aktifitas-aktifitas yang terjadi di tempat tersebut. Seperti halnya pantai Selong Belanak yang hari biasa berfungsi sebagai kawasan wisata untuk berlatik olah raga surfing. Namun, di waktu yang berbeda lokasi tersebut berubah fungsi sebagai tempat atau lokasi berlangsungnya proses upacara Bau Nyale.43

Sebagai festival besar yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Sasak, Bau Nyale ini dianggap perlu melakukan pengembangan dalam mempertahankan posisinya dan menciptakan pasar baru agar mewujudkan tujuan utama pariwisata yaitu, menumbuhkan ekonomi masyarakat. Selain menciptakan produk, dapat juga dengan mengembangkan produk yang sudah ada menjadi produk yang luar biasa. Dalam hal ini, dilakukan dengan meningkatkan kualitas, memperbaharui bentuk maupun mempercantik kemasan kegiatannya. Ini merupakan unsur-unsur penting pengembangan festival melalui pengembangan produk wisata. Salah satu poin penting dalam rangka mengembangkan sebuah festival ialah bagaimana mengkreasikan tema dan membangun citra positif, menurut penulis hal ini adalah tentang bagaimana mengindentifikasi seluruh elemen-elemen yang telah ada. Dengan mempelajari faktor internal dan eksternal merupakan langkah tepat dalam mengembangkan festival Bau Nyale menjadi sebuah atraksi wisata

43Lalu Yaser, Wawancara, Selong Belanak 25 juni 2022

50

mampu mengangkat citra positif pariwisata Desa Selong Belanak sehingga menumbuhkan motivasi minat wisatawan.44

Selain berdampak positif, pengembangan pariwisata dengan adanya festival Bau Nyale memiliki dampak negatif terhadap masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Lalu Yahya selaku Kepala Desa:

“Dampak negatif saat festival Bau Nyale berlangsung sebenarnya lebih di peruntukan untuk pemuda karena festival Bau Nyale berlangsung pada malam hari biasanya sering terjadi pelecahan, mabuk-mabukan, perkelahian antar pemuda dan perjudian serta pergaulan bebas. Akan tetapi, dapat dikatakan jika tradisi ini sudah umum bagi masyarakat”.45

Kendala yang dihadapi oleh pihak penyelenggara festival Bau Nyale di Desa Selong Belanak berdasarkan hasil wawancara dengan Lalu Yaser selalu Majelis Tokoh Adat:

“Sebenarnya tidak ada yang menjadi penghambat secara signifikan pada saat penyelengaraan festival Bau Nyale, karena dari pihak Pokdarwis dan masyarakat sangat antusias dalam mensukseskan festival Bau Nyale ini. Tetapi, yang menjadi penghambat sebenarnya adalah cuaca, yaitu hujan dan angin karena Bau Nyale ini diadakan di saat musim hujan. Ya cuman itu aja yang menjadi kendala utama saat menyelenggarakan festival Bau Nyale”.46

Adapun peran Pokdarwis dalam mensukseskan festival Bau Nyale di pantai Selong Belanak sesuai dengan hasil wawancara kepada anggota Pokdarwis, yakni M. Sataria mengatakan.

“Peran Pokdarwis untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, kemampuan mendorong masyarakat agar meningkatkan kualitas lingkungan serta memberikan bimbingan kepada masyarakat, supaya masyarakat sadar pentingnya festival Bau Nyale ini. Peran lainnya ialah meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan juga sebagai

44Runi Fazalani, “Tradisi Bau Nyale Terhadap Nilai Multikultural Pada Suku Sasak,” FON : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 13, no. 2 (2018): 162–171, https://doi.org/10.25134/fjpbsi.v13i2.1549.

45 Lalu Yahya, Wawancara, Selong Belanak, 27 Juli 2022.

46 Lalu Yaser, Wawancara, Selong Belanak, 28 Juli 2022.

51

salah satu sarana menjaga budaya Bau Nyale. Peran utama Pokdarwis adalah mendorong dan memotivasi masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik dalam mendukung suksesnya festival Bau Nyale.47

Sedangkan untuk keterlibatan masyarakat dalam mensukseskan festival Bau Nyale sesuai dengan hasil wawancara dengan bapak Samsudin sebagai perwakilan dari tokoh masyarakat mengatakan:

“Bentuk partisipasi kami sebagai masyarakat Desa Selong Belanak dalam upaya mensukseskan acara festival Bau Nyale, yaitu sebelum festival berlangsung kami diberikan arahan dari pihak Desa maupun Pokdarwis dan kami juga diberikan penempatan, seperti parkiran, keamanan dan tempat dagang agar kami mayarakat juga dapat ikut andil dalam mensukseskan festival Bau nyale ini dan sebagai sarana untuk mendapatkan pendapatan lebih”.48

Dalam kegiatan pariwisata, pengembangan kegiatan dan pemasaran hampir tidak bisa dipisahkah. Keduanya harus berjalan seiring, sehingga selain fokus pada pengembangan festival, promosi yang baik dan berkelanjutan sangat membantu membentuk citra.

Melihat Bau Nyale sebagai festival yang memiliki peran ganda, yaitu sebagai wadah pelestarian budaya serta sebagai sarana atraksi yang menarik perhatian wisatawan, maka merancang tema menjadi hal sangat penting. Festival budaya yang dikemas bagi kegiatan wisata perlu menyinergikan tema kegiatan yang bersumber dari kearifan lokal. Terkait tema, Bau Nyale dapat diklasifikasi sebagai festival mengangkat tema besar mengenai kebudayaan suku Sasak berasal dari beragam etnis berlandaskan budaya Islami sehingga menjadi parameter jika sistem kepercayaan (agama) ialah menjadi fokus utama kebudayaan di Lombok dalam mengembangkan pariwisata. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Lalu Yahya selaku Kepala Desa:

“Kami menyediakan dari Pemerintah Desa seperti penginapan, home stay bagi wisatawan mancanegara dan kami juga menampilkan

47 M. Satria, Wawancara, Selong Belanak, 28 Juli 2022.

48 Samsudin, Wawancara, Selong Belanak, 28 Juli 2022.

52

tradisi-tradisi seni khas Lombok seperti, peresean, gendang belek dan kami dari pihak Desa menampilkan kesenian wayang kulit yang menceritakan kisah legenda Putri Mandalika sebagai sarana promosi sekaligus memeriahkan acara festival Bau Nyale. Para wisatawan khususnya mancanegara yang mau mengenal tradisi Bau Nyale, Pemerintah Desa sudah menyediakn fasilitas dan hiburan untuk menarik wisatwan berkunjung ke destinasi wisata Selong Belanak”.49

Wawancara dengan Bapak Redowan selaku ketua Pokdarwis menyatakan:

“Kalau sebelum munculnya Covid-19 kunjungan wisatawan bisa mencapai sampai 80%-90% per tahun, namun setelah adanya Covid-19 ini tingkat kunjungan wisatawan turun drastis. Terhitung sejak awal tahun 2020, kunjungan wisatawan menurun dikarenakan banyak negara menghentikan penerbangan dan menerapkan lockdown pada wilayahnya termasuk di Indonesia”.50

Keterangan dari bapak Redowan juga sama dengan keterangan diberikan oleh Lalu Yahya selaku Kepala Desa Selong Belanak:

“Jumlah kunjungan setelah diadakan pengembangan pariwisata di Selong Belanak meningkat. Sarana dan fasilitas yang bagus membawa pengaruh yang baik bagi kunjungan di pantai Selong Belanak. Sarana dan fasilitas yang telah tersedia sudah mampu memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan oleh wisatawan. Akan tetapi, tingkat kunjungan wisatawan dari tahun 2019 sampai 2021 sedang merosot karena dampak dari pandemi Covid-19 bukan hanya di pantai Selong Belanak saja, namun pada objek-objek wisata yang lain juga sangat berdampak. Dengan diadakannya event MotoGp dan festival Bau Nyale di tahun 2022 ini membawa dampak baik bagi pariwisata di Lombok Tengah dan berangsur membaik. Kontribusi dari Desa dalam memeriahkan festival Bau Nyale dengan memberikan APBD kepada pihak Pokdarwis untuk mensukseskan festival Bau Nyale, seperti mengadakan karnaval, pemilihan putri mandalike dan acara

49 Lalu Yahya, Wawancara, Selong Belanak, 28 Juli 2022.

50 Redowan, Wawancara, Selong Belanak, 28 Juli 2022.

53

festival yang lainya. Pemerintah Desa Selong Belanak berperan penuh dalam mengsukseskan acara festival Bau Nyale”.51

Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan yang digalakkan pemerintah Desa dan masyarakat dapat menarik minat wisatawan berkunjung, namun tingkat kunjungan wisatawan menurun pada saat dunia dilanda pandemi Covid-19.

Diperlukan peran pemerintah dan masyarakat dalam membangkitkan kembali pariwisata di Selong Belanak dan berusaha menaikkan rating Objek Wisata pantai Selong Belanak dengan potensi yang dimilikinya. Daya tarik wisata mempunyai kekuatan tersendiri sebagai komponen produk pariwisata dikarenakan dapat memunculkan motivasi bagi wisatawan dan menarik wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata, terlebih di destinasi pariwisata yang memiliki beragam dan bervariasi daya tarik wisata.

Fokus utama kebudayaan ini dianggap tepat dikarenakan menjadi keunikan Lombok dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Sebagai kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah, festival Bau Nyale menghadapi kesulitan melakukan pengembangan yang secara berkelanjutan karena merupakan konsep pengembangan melalui pendekatan top-down. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Dewiyanti, paradigama berkelanjutan mengutamakan pembangunan dengan pendekatan bottom-up, yaitu proses perencanaan dan inisiatif dilakukan oleh masyarakat atas dasar kebutuhan dan pemerintah sebagai pihak fasilitator, kemudian keputusan disepakati bersama untuk kelancaran program. Kompetensi organisasi penyelenggara maupun komunitas masyarakat yang terlibat dalam Bau Nyale juga memiliki pengaruh sangat besar, karena kesuksesan sangat tergantung pada internal organisasi yang baik dan personal didalamnya secara profesional.

Kesuksesan sebuah festival tidak selalu dapat dicapai karena didukung oleh anggaran yang cukup, akan tetapi penguatan secara internal organisasi juga sangat penting bagi kesuksesan acara.

Tuntutan profesionalisme penyelenggara produk dalam pariwisata itu lebih dari sekedar membuat kegiatan. Kegiatan pariwisata itu ialah

51 Lalu Yahya, Wawancara, Selong Belanak, 27 Juli 2022.

54

kombinasi layanan, atraksi dan juga sering kali bertemu dengan suasana tidak terduga yang berasal dari luar perencanaan.

Keterampilan dan profesionalisme organisasi atau sumber daya manusianya sangat penting dalam mengidentifikasi atribut yang diperlukan agar memenuhi kebutuhan target pasar. Selain itu, pengembangan festival Bau Nyale berdasarkan faktor internal dan eksternal tentu harus mengoptimalkan seluruh sumber daya, baik sumber daya manusia, tempat, waktu dan peralatan.

C. Peran Pemerintah Daerah Dan Pokdarwis Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Di Destinasi Selong Belanak Kecamatan Peraya Barat.

a. Pemerintah Desa

Dukungan pemerintah dalam mengembangkan pantai Selong Beanak sangat penting, baik pemerintah Daerah maupun pemerintah Desa harus mampu berkolaborasi dalam mengelolah suatu destinasi. Pemerintah sebagai sumber daya utama akan memfasilitasi baik dari segi sarana dan prasarana, infrastruktur, dan peraturan yang ada pada destinasi wisata pantai Selong Belanak. Adapun pola pengembangan yang diinisiasi

Wawancara dengan Lalu Yahya selaku Kepala Desa Selong Belanak:

“Fasilitas-fasilitas yang tersedia dapat dikatakan cukup lengkap, terdapat tempat istirahat dan ibadah, tempat parkir, toilet dan lainnya sudah kami sediakan. Akan tetapi, jika dibilang memadai itu tergantung dari persepsi wisatawan, karena kami hanya memberikan apa yang dibutuhkan oleh para wisatawan untuk masalah penilaian kami serahkan kepada wisatawan itu sendiri”.52

b. Pokdarwis

Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) adalah kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta

52 Lalu Yahya,Wawancara,Selong Belanak, 28 Juli 2022

Dokumen terkait